Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
31. Marah


__ADS_3

Setelah mengatakan itu Ardan pun kemudian meninggalkan Volkan dan Maura yang tampak terlibat pembicaraan serius diantara keduanya yang tadi sempat bentrok gara-gara Volcan yang merasa cemburu melihat Maura dekat bersama dengan Ardan.


" Kamu kenapa sih harus selalu emosi dan juga pukulan yang bekerja huh? Aku dan Ardan tidak memiliki hubungan seperti yang ada di dalam kepalaku kotormu itu!" ucap Maura dengan sengit.


Volcan benar-benar kehabisan kata-kata. Ketika dia melihat Maura yang sepertinya marah kepadanya.


" Aku cemburu kalau kau tahu! Aku tidak senang melihat kamu dekat dengan laki-laki lain, apalagi dia adalah sepupuku sendiri!" ucap Volkan sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya terlihat volcan sangat frustasi memikirkan tentang masalah mereka berdua yang seperti tidak ada habisnya.


Volcon sampai saat ini masih belum bisa berpikir dengan jernih. Apalagi mengingat tentang kedua orang tuanya yang ingin bertemu dengan Maura dan juga ibunya.


" Kamu kenapa sih kok hari ini sensitif sekali? Kau marah terus dari tadi!" ucap Maura kesal.


Maura sekarang meminta kepada Volkan untuk masuk ke dalam rumah kontrakan nya. Karena dia merasa tidak enak menjadi perhatian dari teman-temannya para penghuni kontrakan yang lainnya.


" Maafkan aku kalau aku jadi mengamuk tidak jelas seperti ini. Tapi saat ini aku benar-benar sedang merasa frustasi dan juga tertekan!" ucap Volkan yang kemudian merentangkan kedua tangannya mengundang Maura untuk masuk ke dalam pelukannya.


" Memangnya ada masalah apa? Tidak biasanya kamu mengamuk begini. Biasanya kamu selalu tenang dan ceria!" tanya Maura yang sekarang berada di dalam pelukan Volkan yang mulai terlihat tenang dan tidak mengamuk lagi seperti tadi.


Volkan kemudian menceritakan semua yang terjadi padanya hari ini. Di mana dia disidang oleh keluarga besarnya tentang keinginan dia yang meminta untuk membatalkan rencana pernikahannya bersama dengan Hazel hingga akhirnya kedua orang tuanya meminta untuk bertemu dengan Maura dan juga ibunya.

__ADS_1


" Ya Allah kau benar-benar melakukan itu? Kau benar-benar nekat! sementara aku tidak yakin. Apakah Ibuku akan mau menerima keputusan seperti ini dia sangat menentang hubungan kita! Ibuku pasti juga akan segera mengamuk setelah mengetahui kau telah membatalkan rencana pernikahanmu hanya untuk bersamaku!" ucap Maura seperti merasa khawatir dengan kemarahan ibunya yang dia tahu selalu menakutkan.


Ibunya Maura memang tidak memiliki harta dan Tahta Tetapi dia memiliki harga diri yang sangat tinggi dan dia tidak pernah membiarkan orang lain menghinanya.


Maura sudah bisa membayangkan apa saja yang akan terjadi ketika nanti ibunya bertemu dengan kedua orang tua Volcan maupun dengan kakek dan neneknya. Pasti nanti akan terjadi perdebatan yang sangat panjang yang akhirnya akan melukai hati ibunya.


" Kenapa kamu tidak berdiskusi dulu denganku sih, sebelum kamu memutuskan sesuatu? Aku tidak tahu apakah aku bisa berbicara dengan ibuku mengenai pertemuan besok dengan kedua orang tuamu!" ucap Maura yang mulai frustasi dengan situasi yang disalurkan oleh Volkan kepadanya.


Terlihat Layla yang sejak tadi berusaha untuk fokus dengan tontonan di televisi. Akan tetapi suara Volkan dan Maura yang begitu keras mau tidak mau mengundang dirinya untuk ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


Akan tetapi untuk ikut nimbrung dengan pembicaraan Mereka pun dia tidak berani sama sekali. Karena itu sudah termasuk ikut campur dengan ranah pribadi sahabatnya yang saat ini pasti sedang mengalami masalah besar tentang restu kedua orang tua mereka mengenai hubungan mereka.


Sejujurnya Layla tidak setuju dengan hubungan Volkan dan Maura yang pasti telah menyakiti banyak hati demi kebahagiaan mereka berdua.


Akan tetapi Layla pun sadar bahwa dia bukanlah siapa-siapa dan tidak layak untuk mengomentari perasaan orang lain.


Urusan Cinta memang sangat sulit untuk diprediksi kita tidak bisa memilih hati kita akan berlabuh kemana dan kita juga tidak bisa memilih untuk menetap di hati siapa.


' Aku harap mereka bisa melewati ujian cinta mereka. Dan semoga saja tidak ada lagi hati yang lain yang akan terluka gara-gara keegoisan cinta mereka berdua!' bathin Layla.

__ADS_1


Layla akhirnya memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan tidur. Daripada harus merusak dan juga mengotori hatinya dengan melihat masalah yang sedang dihadapi oleh sahabatnya yang sedang mencari penyakit sendiri karena berani berurusan dengan laki-laki yang sudah memiliki tunangan bahkan sudah mempersiapkan pernikahan mereka berdua.


Layla sebenarnya ingin menasihati Maura Tetapi dia takut kalau sampai nanti menyinggung perasaan sahabatnya yang saat ini sedang dimabuk cinta.


Apalagi Layla melihat Volcan yang sepertinya tergila-gila kepada sahabatnya bahkan sampai rela melepaskan tunangannya yang kaya raya dan sangat cantik.


Walaupun Hazel memang terlihat agak barbar karena sudah pernah mencoba untuk memfitnah Maura di hadapan Dinda, ibunya Rafi. Akan tetapi tetap saja Layla sebagai seorang wanita bisa merasakan perasaan Hazel saat ini yang pasti sangat terluka hatinya karena tunangannya lebih memilih wanita lain daripada dirinya yang sudah bersama dengan Volkan lebih dari 5 tahun.


Sementara itu Volkan dan Maura saat ini sedang bersiap-siap untuk datang ke kediaman Ardan untuk bertemu dengan ibunya Maura.


" Aku tidak tahu apakah Ibuku akan menerima undangan pertemuan untuk bertemu dengan kedua orang tuamu. Tapi yang jelas Ibuku pasti akan mengamuk besar kepadaku. Setelah dia mengetahui kau yang telah membatalkan rencana pernikahanmu karena lebih memilih aku!" ucap Maura tampak ketakutan tetapi Volcan berusaha untuk menguatkan hati kekasihnya untuk mau berjuang demi cinta mereka berdua.


" Percayalah aku pasti akan terus berusaha agar bisa mendapatkan restu dari ibumu kita akan sama-sama berjuang untuk mendapatkan doa dari kedua orang tua kita!" ucapkan sambil menggenggam telapak tangan Maura yang saat ini ada di atas pangkuannya.


" Tapi tetap saja aku takut Volkan kau tidak kenal Ibuku. Dia itu wanita yang sangat keras dan juga tegas sangat sulit untuk menggoyahkan pendiriannya!" ucap Maura merasa ketakutan dengan ibunya sendiri.


" Tenanglah aku pasti akan berjuang dan meyakinkan ibumu untuk mau menerimaku sebagai calon menantunya!" ucapkan sambil berusaha untuk fokus dengan jalanan Ibukota yang padat merayap.


Bahkan Volkan tidak memperdulikan waktu yang sekarang sudah hampir malam. Tetapi dia harus bertemu dengan ibunya Maura malam ini juga. Karena besok siang kedua orang tuanya ingin bertemu dengan calon ibu mertua mertuanya itu.

__ADS_1


Malam ini juga Volkan harus memastikan bahwa dirinya mendapatkan restu dari ibunya Maura dan memastikan bahwa besok mereka berdua akan bertemu dengan kedua orang tuanya di kafe milik mereka yang ada di rumah sakit milik kedua orang tua Ardan.


__ADS_2