Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
61. Keputusan


__ADS_3

Setelah Surya dan Volkan sembuh. Mereka pun kemudian pergi untuk fitting pakaian pengantin mereka berenam.


" Acara pernikahan ini pasti akan masuk rekor karena sangat ramai dan akan dihadiri oleh para mempelai pengantin yang tampan dan cantik seperti bidadari!" ucap Dinda yang seperti tidak percaya bahwa dirinya benar-benar sedang mempersiapkan pernikahan Volkan.


" Mamah menyiapkan acara pernikahan kok pakai acara nangis sih? Nanti dikira orang mama tidak bahagia dengan pernikahan ini!" ucapkan sambil menjebikkan bibirnya kepada Dinda.


" Mama bahagia sekali Volkan. Karena kita Semua akan kembali berkumpul dalam satu keluarga tanpa ada perpecahan lagi!" ucap Dinda mengulas senyum kepada putranya.


" Syukurlah kalau mama bahagia Volkan juga pasti akan bahagia!" ucapnya dengan memeluk tubuh ibunya.


Volkan sadar betul, bahwa dirinya telah memberikan begitu banyak beban pikiran untuk ayah dan ibunya. Apalagi masalah membatalkan pernikahannya dengan Hazel benar-benar telah membuat keduanya bahkan sampai sakit.


" Sudah nggak usah pada menangis lagi. Pernikahan harusnya disambut dengan kebahagiaan!" ucap Marcella yang begitu bahagia melihat semua orang sekarang sudah berkumpul.


Walaupun mempelai laki-laki yang akan bersanding dengan putrinya adalah orang lain tetapi Marcella sangat bahagia dengan pernikahan itu. Marcella melihat kebahagiaan Hazel dan itu benar-benar sangat penting untuknya. Marcella bisa melihat bahwa Surya benar-benar mencintai putrinya.


Volkan benar bahwa putrinya berhak untuk dicintai oleh laki-laki yang memang mencintai putrinya. Dia pun merasa bahwa dirinya berhak untuk di cintai.


Marcella sudah mengajukan gugatan perceraiannya ke kantor agama dan tinggal menunggu untuk persidangan saja.


" Bagaimana kabar Papa? Apakah sekarang Papa sudah kembali lagi ke Jepang?" tanya Hazel kepada ibunya.


Marcella tersenyum kepada Hazel kemudian dia memeluk putrinya yang sangat dia cintai.


" Mama sudah tidak peduli lagi dengan papamu. Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan. Yang penting perceraian mama dan papamu sudah diproses oleh pengadilan!" ucap Marcella sambil tersenyum kepada Hazel.


Hazel memeluk tubuh ibunya dia tahu kalau Ibunya sudah banyak sekali menderita karena ayahnya yang mempunyai istri lain di negara Jepang dan anak laki-laki yang sangat lemah fisiknya. Hazel berusaha untuk bisa mengerti tentang ayahnya. Walaupun hatinya juga sakit karena ayahnya tidak pernah adil kepada mereka berdua.

__ADS_1


" Sudahlah Hazel. Sekarang Lebih baik kau persiapkan saja pernikahanmu. Tidak usah memikirkan lagi tentang Mama dan Papa!" ucap Marcella sambil memeluk Hazel.


Marcella kemudian melihat ke arah luar, terlihat kedua orang tuanya yang sedang berbicara dengan kedua orang tua Volcan. Terlihat begitu akrab. Marcella merasa bahagia karena akhirnya permasalahan di dalam keluarga mereka sekarang selesai.


Keretakan hubungan kekeluargaan karena pembatalan rencana pernikahan antara Hazel dan Volcan sekarang sudah selesai.


" Alhamdulillah akhirnya masalah di dalam keluarga besar kita sudah selesai Surya benar-benar telah menyelamatkan keluarga kita dari kehancuran hubungan semua keluarga!" ucap Marcella sambil memeluk Hazel.


Hazel bisa merasakan kesedihan di wajah ibunya. " Maafkan Hazel ya Mah sampai sebesar ini Hazel masih memberikan beban untuk mama dan juga Papa!" ucap Hazel yang mulai menangis di pelukan ibunya.


Hazel tahu bahwa saat ini ibunya sedang bersedih. Karena memikirkan tentang jalannya persidangan dengan suaminya. Akan tetapi Hazel pun ingin memberikan kekuatan kepada ibunya.


" Hazel pilihan pakaian yang sudah sesuaikan dengan seleramu?" tanya Qiara saat melihat Hazel yang sudah mengenakan gaun pengantin yang kemarin dipilih olehnya bersama dengan Surya.


Hazel tersenyum kepada Qiara kemudian dia mengangguk. " Terima kasih mah saya sangat senang sekali dengan gaun ini! Sangat cantik!" ucap Hazel bahagia sekali.


Qiara dan Marcella tampak begitu akrab dan tidak ada sekat di antara mereka. Qiara begitu Welcome dengan Marcella.


Perusahaan keluarga Hazel memang sudah semakin turun drastis. Itu karena Zidane yang lebih banyak menghabiskan waktunya di Jepang daripada mengurus perusahaan mereka. Marcella yang tidak terlalu mengerti dengan manajemen bisnis hanya mengurus perusahaan mereka sekedarnya. Tanpa pernah memikirkan tentang perkembangan maupun kemajuannya.


Sementara itu Layla dan Ardan tampak begini menikmati moment mereka yang sedang menyiapkan pakaian pernikahan mereka berdua. Maura dan Layla menggunakan pakaian yang hampir sama karena memang selera mereka yang mirip.


" Kita pasti akan menjadi pengantin yang paling cantik!" ucap Layla kepada Maura yang begitu bahagia akhirnya pernikahan mereka akan segera berlangsung.


" Iya kita berdoa ya semoga acara pernikahan kita nanti lancar dan tanpa halangan apapun!" ucap Maura tampak begitu bahagia.


Ardan dan Volkan saling menatap satu sama lain merasa sangat bangga kepada calon istri mereka masing-masing.

__ADS_1


" Tidak pernah disangka kalau kita akan menikah bersama! Kadang Hazel terlihat begitu absurd. Tetapi dia selalu ingin menyatukan kita bertiga!" ucap Ardan sambil melirik ke arah volcan yang sejak tadi terus terpesona melihat Maura yang mengenakan pakaian pengantin.


" Kamu kan tahu, sejak dulu Hazel itu selalu saja ingin untuk mengendalikan kita berdua! Kita ini udah seperti bodyguard-nya yang harus selalu menuruti semua kemauannya!" ucap Volkan merasa kesal bukan kepalang.


Terlihat Ardan yang tertawa terbahak mendengarkan perkataan dari Volkan.


" Tapi kita tetap harus bersyukur dan berterima kasih kepada Hazel Karena dia sudah membuat kita semua berada di sini!" ucap Ardan sambil tersenyum kepada Volcan.


" Ya, Ya! Terserah kau lah kau kan dari dulu selalu membela Hazel. Mana aku benar di matamu!" sengit Volkan yang langsung memukul perut Ardan kemudian Dia mendekati Maura yang sejak tadi terus berfoto bersama dengan Layla dan acuh terhadapnya.


" Layla sebaiknya kau sana dekati calon suamimu dari tadi kau terus saja memonopoli calon istriku!" protes Volkan sambil melotot ke arah Layla.


Layla hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Volkan yang aneh bin ajaib.


Sambil berjalan ke arah Ardan.


" Kamu apaan sih Yang?" tanya Maura melirik kesal kepada Volkan yang berani mengusir sahabatnya dari sisinya.


" Habisnya kamu dari tadi sibuk terus bersama dengan Layla. Sementara aku terus kau biarkan berbicara dengan Ardan! Aku bosan tahu bicara terus dengan Ardan!" ucap Volkan sambil mencium bibir Maura.


Maura langsung mendorong tubuh Volkan agar menjauh darinya. " Kamu apaan sih Yang? Di sini kan banyak orang!" protes Maura sambil menatap tajam ke arah Volkan.


" Kenapa sih Yang? Kan mereka semuanya orang kita sendiri. Mereka pasti tahu kalau kita saling mencintai dan saling merindukan!" ucap Volkan sambil tersenyum kepada Maura.


" Sabar Volkan! Sebentar lagi kan pernikahan kalian setelah itu terserah kalian mau apa!" ucap Susan yang tiba-tiba saja sudah berada di antara mereka.


Volkan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat Susan yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


" Maaf Mah!" ucap Volkan pada akhirnya.


Susan hanya tertawa melihat Volkan yang begitu lucu menurut nya. Tidak menyangka putrinya benar-benar akan menjadi menantu Rafi, mantan kekasihnya dulu yang hampir menjadi suaminya.


__ADS_2