
Ardan yang merasa sejak tadi malam tidak bisa tidur karena memikirkan Sakinah yang saat ini sedang sakit kanker dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit milik keluarganya.
" Hari ini juga aku harus mengunjungi sakinah dan memastikan bahwa keadaan dia baik-baik saja. Aku tidak bisa terus seperti ini. Hidupku tidak akan tenang sebelum aku mengetahui keadaan Sakinah saat ini!" ucap Ardan yang langsung saja melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit tempat dia bekerja.
Begitu sampai di rumah sakit Ardan langsung menuju ruangan di mana Sakinah saat ini sedang dirawat.
Hati Ardan begitu terenyuh melihat kondisi Sakinah yang saat ini benar-benar terlihat lemah dan tidak memiliki semangat hidup.
" bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Ardan khawatir.
Sakinah yang melihat Ardan tiba-tiba sudah berada di dalam ruangannya. Seketika berkaca-kaca matanya. Dia merasa sedih karena telah menyakiti hati Ardan yang begitu lembut demi seorang laki-laki b******* seperti Mario yang sekarang telah meninggalkannya bersama wanita lain. Setelah mengetahui bahwa dia menderita penyakit kanker.
Sakinah berusaha untuk duduk. Tetapi Ardan langsung menghentikannya. Karena dia tahu Sakinah saat ini kondisinya sangat lemah. Setelah menjalani kemoterapi selama beberapa minggu di rumah sakitnya.
" Berbaringlah. Kau tidak perlu memaksakan diri untuk duduk. Aku tidak apa-apa kok!" ucap Ardan yang kemudian membantu Sakinah untuk berbaring kembali di ranjangnya.
Hati Ardan benar-benar terenyuh melihat tubuh Sakinah yang sekarang sudah semakin kurus. Bahkan rambutnya pun sudah banyak yang rontok. Wajahnya terlihat begitu pucat. Sudah tidak ada lagi Sakinah yang cantik dan seksi yang dulu telah menyakiti hatinya karena penghianatannya bersama Mario.
" Aku telah mendapatkan hukumanku karena telah menyakiti hatimu dengan menghianati dirimu untuk bersama dengan Mario. Ardan! Tolong ka maafkanlah aku. Agar ketika kematianku datang, aku bisa pergi dengan tenang!" isak Sakinah dengan suara lemah dan air mata yang terus bercocokan membasahi kelopak matanya.
__ADS_1
Hati Ardan yang sejak tadi sudah merasa sakit dan pedih. Karena melihat kondisi Sakinah yang sangat menyedihkan sekarang. Dia pun tidak mampu untuk tidak menangis seperti Sakinah yang terisak pilu.
" Sudahlah Sakinah. Mari kita lupakan semua Masa lalu itu. Sekarang kau fokuslah dengan kesembuhanmu! Hmmm? Aku akan selalu di sini bersamamu dan menemani hari-harimu!" Ucap Ardan dengan suara yang tersekat di tenggorokan.
Hati Ardan benar-benar sangat sedih sekali saat ini. Bayangan ketika dulu saat Sakinah masih sehat dan tak berpenyakitan terus saja berputar di kepala Ardan. Bagaikan sebuah slide show yang tiada henti memenuhi isi kepalanya.
Sakinah seorang gadis yang sangat periang dan juga selalu berfikir positif dengan segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Entah kenapa, sekitar 2 tahun yang lalu. Tiba-tiba saja Sakinah meminta putus dari Ardan dan menolak lamarannya. Satu bulan kemudian Ardan menerima kabar bahwa Sakinah telah menikah dengan Mario di Prancis.
Ardan saat itu benar-benar hancur lebur hatinya mendengar kabar tentang Sakinah yang menikah dengan Mario.
Mario adalah sahabat Ardan ketika dia dulu belajar di Perancis. Sekarang Mario bekerja untuk melanjutkan perusahaan milik ayahnya yang ada di Prancis.
" Baiklah kau istirahat dulu. Aku hari ini ada operasi pagi-pagi. Nanti siang aku akan datang lagi untuk menjengukmu. Kamu jangan sedih lagi ya, aku sudah melupakan semua masa lalu kita yang pahit itu. Sekarang kau fokuslah dengan pengobatanmu. Aku pergi dulu ya?" setelah memperbaiki selimut Sakinah Ardan pun kemudian meninggalkan ruangan itu dan menuju ke ruangan operasi di mana seorang pasien sudah menunggunya.
Ketika Ardan menuju ruangan operasi, seketika matanya menangkap seraut wajah yang dia kenal.
" Bukankah Gadis itu adalah karyawan yang bekerja di toko mainan itu? Apa yang sedang dia lakukan di rumah sakit ini?" tanya Ardan merasa penasaran dengan kehadiran Maura di rumah sakit milik keluarganya.
Akan tetapi Ardan yang saat ini sedang buru-buru, karena ada seorang pasien yang sudah menunggunya untuk operasi. Dia pun langsung meninggalkan Maura begitu saja. Tanpa berniat untuk mencari tahu lebih banyak mengenai keberadaan Maura di rumah sakit keluarganya.
__ADS_1
Sementara Ardan sekarang sudah berada di dalam ruangan operasi dan melakukankan tugasnya sebagai seorang dokter bedah untuk menyelamatkan nyawa seorang anak kecil yang kena penyakit jantung bawaan sejak lahir.
Sementara itu Maura yang saat ini sedang bekerja di sebuah kafe yang ada di Rumah sakit. Maura tampak sangat sibuk melayani para pelanggan yang sedang makan siang di cafe tempat dia bekerja.
Sangking fokusnya Maura dengan semua pekerjaannya. Dia sampai tidak mengetahui kalau ada sepasang mata yang sejak tadi terus memperhatikan semua gerak-geriknya.
" Kenapa gadis barbar itu bisa bekerja di rumah sakit ini? Ya Tuhan! Apakah manajemen rumah sakit ingin membuat bangkrut rumah sakit ini? Dengan menerima gadis yang tidak punya sopan santun seperti dia bekerja di sini!" ucap Volkan yang terus menggelengkan kepalanya ketika dia melihat Maura yang bekerja ke sana kemari melayani para pembeli yang datang ke cafe.
Volcan yang saat ini sedang mendapatkan hukuman dari ayahnya gara-gara ketangkap basah lagi dengan skandalnya bersama seorang artis dan masuk berita di televisi.
Volkan ditugaskan oleh sang ayah untuk menjadi manajer di cafe itu. Dia sekarang sedang berencana untuk segera memecat Maura dari kafe tempat dia bekerja.
" Aku tidak akan pernah senang kalau sampai aku bekerja di satu tempat bersama dengan gadis kurang ajar itu. Gadis kurang ajar yang sangat berani menghinaku dulu!" wajah Volcan seketika memerah ketika dia kembali mengingat semua kejadian yang terjadi saat pertemuannya dengan Maura waktu itu.
Gadis yang telah sangat lancang menendang aset kebanggan dia dengan begitu kejam.
Gara-gara perbuatan Maura waktu itu, Volkan sampai 1 minggu lamanya tidak pernah jajan di luar lagi. Bertobat dadakan karena pulak berharganya yang terus berdenyut nyeri.
Walaupun Volcan sebenarnya masih memiliki darah keturunan seorang Kyai. Akan tetapi karena salah pergaulan ketika Volkan dulu kuliah di Amerika yang telah merusaknya hingga menjadi laki-laki yang menjalani kehidupan bebas. Padahal calon istrinya seorang wanita yang sholehah
__ADS_1
Maura yang merasakan bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Dia pun kemudian menatap Volkan yang masih tetap menatapnya dengan tajam sejak tadi.