Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
39. Pertemuan


__ADS_3

Setelah menunggu hampir setengah jam. Akhirnya Raffi dan Dinda datang ke cafe yang sudah ditunggu oleh Susan dan juga Maura.


Susan tampak terkejut ketika melihat Raffi yang duduk di hadapannya dengan posisi yang begitu canggung dan merasa tidak nyaman sementara itu Dinda tampak memperhatikan interaksi keduanya.


" Apa kabarnya Mbak?" tanya Dinda mencairkan kecanggungan yang ada di antara mereka berdua.


" Alhamdulillah baik, Dinda. Bagaimana dengan kabar kalian berdua?" tanya Susan yang melirik sekilas kepada Raffi yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap sesaat secara langsung.


Sementara itu Maura dan Volcan tampak kebingungan melihat interaksi mereka berempat yang terlihat begitu canggung dan tampak tidak nyaman.


" Bagaimana ini? Kedua anak kita ternyata saling mencintai. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Raffi memecah keheningan di antara mereka berenam karena tidak ada yang berani untuk membuka percakapan serius di antara mereka.


" Kalau saya terserah kepada kalian. Karena tampaknya kalianlah yang saat ini sedang menghadapi kesulitan masalah hubungan mereka berdua!" ucap Susan dengan suara yang begitu meyakinkan dan juga begitu dewasa nampak tidak ada beban di dalam hatinya saat ini.


" Apakah Mbak akan merestui hubungan mereka?" tanya Dinda merasa bingung juga.


" Mereka anak remaja yang sedang mabuk cinta. Sekeras apapun kita menolak ataupun menentang hubungan mereka. Hal itu hanya akan membuat mereka berbuat kenekatan yang tidak penting. Kalau saya menyerahkan semuanya terserah kepada kalian." ucap Susan yang kemudian menatap volkan dan Maura yang saat ini sedang menatap mereka dengan perasaan campur aduk dan rasa bingung yang begitu besar.


Tampaknya Maura dan Volcan tidak pernah mengetahui tentang sejarah kedua orang tua mereka yang dulu hampir saja menikah. Ya, dulu Raffi hampir menjadikan Susan sebagai istri keduanya di saat Dinda sedang berjuang melawan sakit nya di Amerika dan meninggalkan Raffi sendiri di Indonesia.


Pada saat itu Dinda menjalani pengobatan hanya sendirian di Amerika. Karena Dinda tidak mau memberikan beban ataupun rasa khawatir kepada suaminya. Akan tetapi ketika dia kembali dalam keadaan sehat setelah berhasil melewati proses pengobatan yang panjang, Dinda mendapatkan kenyataan bahwa ternyata suaminya telah berhubungan dengan Susan tanpa sepengetahuannya.

__ADS_1


Pada saat itu terjadi kesalahpahaman di antara mereka berdua. Raffi berpikir bahwa Dinda telah meninggalkannya. Karena selama berbulan-bulan Dinda tidak pernah menghubunginya ataupun menjelaskan sesuatu tentang kepergiannya dari rumah.


Bahkan kedua orang tua Dinda pun tidak tahu tentang apa yang dilakukan oleh Dinda saat itu. Sehingga akhirnya Raffi yang sedang galau dan sedih, tanpa sengaja bertemu dengan Susan dan jatuh cinta kepadanya. Raffi bahkan berpikir untuk menikahinya.


Untung saja waktu itu Raffi belum melakukan lamaran kepada Susan. Pada saat Dinda kembali dari Amerika dengan keadaan sehat walafiat. Dinda pun kemudian menjelaskan semua hal mengenai alasannya pergi ke Amerika dengan semua bukti medis dan rekaman video serta foto saat dirinya menjalani pengobatan di Amerika.


Terlihat semua keluarga begitu terkejut karena mereka benar-benar tidak menyangka kalau Dinda harus melewati semua fase kesulitan itu sendirian saja. Tanpa ditemani oleh siapapun. Sehingga akhirnya Raffi mengurungkan niatnya untuk menjadikan Susan sebagai istri keduanya.


Setelah mengetahui alasan Dinda melakukan itu, akhirnya mereka berdua pun berpisah dan tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu hingga saat ini mereka bertemu kembali.


" Mbak benar. Kalaupun kita menentang hubungan mereka. Mereka pasti akan berhubungan di belakang kita dan hal itu akan jauh lebih bahaya!" ucap Dinda mulai bisa berdamai dengan masa lalu yang sudah lewat begitu lama.


Raffi sejak tadi hanya bisa terdiam dan menunduk. Tidak banyak yang bisa dia ungkapkan di dalam pertemuan itu. Karena dirinya sendiri merasa masih belum bisa berdamai dengan keadaan saat ini.


" Baiklah kami pun akan membiarkan mereka untuk menjalani hubungan mereka. Lagi pula mereka masih muda. Biarkanlah waktu dan cinta mereka yang akan membuktikan segalanya!" ucap Dinda dengan bijaksana.


Mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibunya, Volcan sontak langsung memeluk Dinda dengan begitu erat. Kebahagiaan dan juga rasa syukur terlihat begitu jelas di wajah Volkan saat mendengarkan keputusan ibunya yang akan membiarkan dan merestui hubungannya bersama Maura.


Maura pun tersenyum dan merasa sangat bahagia. Karena akhirnya hubungan mereka tidak perlu harus bersembunyi dari keluarga mereka lagi.


" Terima kasih mah. Terima kasih om dan tante!" ucap Maura dengan penuh kebahagiaan dan langsung memeluk Susan yang hanya bisa menepuk punggung putrinya yang sangat berharga.

__ADS_1


Selama semalam suntuk. Susan terus berpikir tentang hubungan Maura dan Volka. Karena bagaimanapun dia tidak mau. Kalau sampai kehilangan putrinya yang hanya satunya. Karena menentang hubungan itu. Karena dia bisa melihat kenekatan dan juga kegigihan di wajah Volkan untuk memperjuangkan dan mempertahankan cinta mereka berdua.


Susan tahu bahwa hubungan mereka memang salah. Karena harus berdiri di atas luka Hazel dan keluarganya yang harus menerima kenyataan untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Akan tetapi cinta adalah sesuatu yang misterius dan tidak bisa ditentukan akan berlabuh di mana.


Susan berusaha untuk menerima hubungan mereka berdua agar menjadi lebih plong di dalam hatinya dan bisa memberikan restu dengan kesungguhan hati tanpa harus merasa terbebani dengan hubungan mereka berdua.


" Ingat Volkan! Kalau satu kali saja Tante melihat kamu mempermainkan hati Maura, maka kau harus berhadapan dengan Tante secara langsung. Karena Maura adalah satu-satunya putri Tante dan Tante tidak akan membiarkan air mata jatuh di kelopak matanya gara-gara kamu!" ucap Susan memberikan ultimatum yang sangat keras kepada volcan yang sontak kesulitan untuk menelan salivanya sendiri karena melihat wajah Susan yang begitu serius menatapnya.


Raffi sejak tadi hanya mendengarkan pembicaraan mereka Dia sangat mengenal watak Susan yang keras dan juga tidak pernah takut dengan apapun.


Mendengarkan penuturan Susan tadi. Seketika Raffi merasa takut kalau suatu saat nanti putranya melakukan kesalahan terhadap Maura. Pasti konsekuensinya tidak akan sederhana. Volkan harus menghadapi macan betina yang mengamuk.


Raffi hanya bisa memijit pelipisnya yang terasa begitu sakit dan pening menghadapi masa depan putranya yang pasti tidak akan mudah untuk dijalani mulai hari ini.


Apalagi kedua orang tuanya pasti akan sangat sulit untuk menerima hubungan mereka berdua. Mengingat hubungan antara Volkan dan Hazel tidaklah sesederhana itu.


Banyak hati yang akan terluka di atas hubungan mereka berdua. Raffi benar-benar tidak sanggup untuk melihat kenyataan itu. Sejak tadi Raffi terus-menerus mengelus dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit.


Dinda melihat ekspresi dan respon dari Raffi. Tetapi dia hanya mengelus telapak tangan suaminya untuk menenangkan hati Raffi yang saat ini sedang gelisah.


Dinda mengerti sekali apa yang saat ini ada di dalam pikiran Raffi dan dia pun juga merasakan hal yang sama dengan Raffi. Karena bagaimana pun Hazel sudah menjadi bagian dari keluarga mereka selama bertahun-tahun lamanya. Tiba-tiba saja harus membatalkan rencana pernikahan mereka itu benar-benar sangat di luar ekspektasi mereka berdua yang juga masih shock dan kaget.

__ADS_1


Akan tetapi mereka juga sadar untuk menentang hubungan itu pun akan sangat sulit dan jauh lebih beresiko. Karena mereka kenal dengan Volkan yang merupakan orang nekat dan tidak pernah berpikir panjang untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan.


__ADS_2