Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
52. Maura sedih


__ADS_3

Maura melihat bahwa Volkan tampaknya belum terlalu merelakan Hazel dalam hidupnya. Maura bisa melihat tatapan Volcan yang tidak biasa ketika dia melihat Hazel yang hari ini sedang bertunangan dengan Surya.


" Lebih baik kau Jujur aja kalau kau masih mencintai Hazel kan?" tanya Maura dengan menatap sedih Volkan yang saat ini duduk di hadapannya.


" Aku harus bilang berapa kali sayang? Kalau aku tidak mencintai Hazel! Sayang, aku hanya mencintaimu!" ucap Volkan yang tampak begitu frustasi karena hampir satu jam Maura menangis tanpa bisa ditenangkan.


" Udah pulang lah! Aku ingin istirahat!" ucap Maura yang kemudian bangun dari kursi dan meninggalkan Volkan begitu saja.


Volkan terkesiap dengan apa yang dilakukan oleh Maura. " Kita belum selesai bicara sayang. Kenapa kau meninggalkan aku?" tanya Volkan tidak senang.


Maura menatap sejenak ke arah volkan sebelum dia benar-benar menutup pintu kamarnya, " Kau pulanglah. Jangan sampai nanti orang tuamu berpikir yang tidak tidak tentang kita berdua," Maura melihat Volkan yang terkejut dengan perkataannya.


Seakan diingatkan kembali dengan pesan ayahnya yang mengatakan bahwa dia tidak boleh lebih dari jam 09.00 malam ketika mengunjungi Maura.


Tanpa disadari Volcan pun melirik ke arah jam tangannya dan dia terkejut karena ternyata sekarang sudah jam 11 malam.


Volkan bingung sendiri. Apakah dia akan nekat pulang ataukah akan menginap di situ. Akan tetapi dua-duanya merupakan pilihan yang sulit untuknya.


" Aku harus gimana ini? kalau aku pulang pun pasti Papaku akan memarahiku kalau tidak pulang aku pasti akan jauh lebih dimarahi lagi!" akhirnya dengan langkah gontai Volcan pun meninggalkan apartemen dan menuju ke kediamannya bersama orang tuanya.


Kedua orang tuanya sekarang begitu ketat mengawasinya sejak keputusannya membatalkan pernikahan dengan Hazel.


Raffi dan Dinda benar-benar menerapkan kedisiplinan kepada Volkan. mereka tidak mau kalau sampai terjadi lagi hal memalukan yang akan dilakukan oleh anaknya terhadap Maura. Cukup satu kali mereka mengalami malu karena rencana pernikahan yang dibatalkan sepihak oleh volkan.


" Kamu dari mana aja? Kenapa jam segini baru pulang?" tanya Rafi saat melihat Volkan yang masuk ke rumah mereka dengan mengendap-ngendap.


" Kan Papa tahu tadi saya menghadapi pesta pertunangan Hazel dan Surya Atmajaya. Memangnya tadi Papa tidak datang ke pertunangannya Hazel?" tanya Volkan sambil mendekati ayahnya yang sedang duduk di kursi yang ada di ruang tamu.

__ADS_1


" Setelah perbuatan buruk kamu yang membatalkan pernikahan dengan Hazel. Apa kau pikir Papa masih punya muka untuk berhadapan dengan keluarga mereka?" tanya Rafi sambil menggeplak kepala putranya.


" Aih sakit tahu?" ucapkan protes dengan kelakuan ayahnya yang baginya sangat kekanakan.


Sudah tahun kapan sih ini? Kenapa ayahnya sampai sekarang masih saja punya hobi untuk menggeplak kepalanya setiap kali gemas kepadanya?


" Justru keluarga Hazel merasa bahagia sekali Pah. Setelah aku membatalkan rencana pernikahan kami. Sekarang mereka akan berbesanan dengan keluarga konglomerat di negeri ini. Apa Papa tidak tahu kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Atmajaya dan keluarga Pratama?" tanya Volkan yang membuat Rafi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Bisnis keluarga mereka itu hotel, restoran, transportasi darat dan udara. bahkan keluarga Pratama pun memiliki Resort dan juga hotel di Mexico. Hazel menang banyak Pah menikah dengan Surya. Jadi Papa tidak usah merasa bersalah dengan rencana pernikahan kami yang batal. Udah yah Volkan tidur dulu karena sudah ngantuk dan capek!" ucap Volkan yang memanfaatkan waktu di saat ayahnya sedang merenungkan apa yang dia katakan tadi tentang keluarga Calon suami Hazel yang baru.


Raffi kemudian mencari informasi tentang keluarga calon suami Hazel dan dia begitu takjub dengan pemuda itu yang di usia muda sudah menjadi kepercayaan ayahnya untuk memimpin sebuah grup.


Raffi mengelus dadanya sendiri ketika dia mengingat putranya yang hanya hobi bermain-main dan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.


" Tampaknya aku yang gagal mendidik anakku sendiri. Lihatlah anak orang lain begini sukses dan begini hebat. Mungkin itu adalah keberuntungan Hazel yang tidak jadi menikah dengan Volcan. Sekarang dia mendapatkan laki-laki sesempurna Surya Atmajaya!" David pun kemudian menutup ponselnya dan masuk ke dalam kamar menyusul istrinya yang sudah tidur sejak tadi.


" Aku harus segera menikahkan mereka berdua. Aku rasa tidak masalah kalau Maura kuliah sambil menikah. Aku yakin kalau mereka bisa mengatasi itu. kalau mereka lama-lama berpacaran begitu malah aku yang setiap hari harus cepat jantung setiap kali Volkan terlambat pulang ke rumah!" monolog rafi pada dirinya sendiri.


Setelah memutuskan untuk segera mempercepat pernikahan antara volkan dan Maura berarti pun kemudian menyusul istrinya untuk tidur dan beristirahat.


**


Sementara itu Hazel yang telah selesai melaksanakan pertunangan dengan Surya dia tampak berbahagia. Akhirnya Dia benar-benar bisa merasakan bahwa pernikahannya sudah benar-benar di depan mata. Tidak ada pembatalan lagi.


" Ya Allah semoga kau lancarkan semua prosesnya!" doa Hazel sebelum dia tidur.


**

__ADS_1


Sementara itu Surya tampak begitu bahagia. Setelah acara lamaran dan pertunangan dirinya dengan Hazel sukses besar.


Surya merasa senang sekali melihat wajah Volkan yang memerah karena amarah ketika menatap dirinya menyematkan cincin di jari manis Hazel, mantan tunangan Volkan.


Sejak dulu Surya selalu mengalah kepada Volkan dalam urusan dekat bersama Hazel.


" Kamu pasti merasa kesal sekali karena sekarang akulah yang akan menjadi suami Hazel. Padahal lebih dari 20 tahun Kalau yang telah menjaga dia. Hahaha! Kau adalah pria yang paling bodoh Volkan!" ucap Surya saat dia menatap foto Volcan yang sedang marah yang tadi diberikan oleh anak buahnya yang ditugaskan untuk mengawasi volkan.


Bagaimanapun Surya tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan Volkan begitu saja ada di dalam pesta pertunangannya.


Untung saja Maura berhasil menenangkan sehingga pemuda itu tidak mengamuk di dalam acara pertunangan Hazel dan Surya.


Kalau tidak bertunangan itu pasti kembali menjadi viral sama seperti kelakuan Volcan yang selama ini selalu menjadi konsumsi publik mengingat Volkan adalah seorang selebgram yang cukup terkenal di negeri ini.


Terlihat Kenzo yang masuk ke dalam kamar adiknya." Istirahat Surya! jangan sampai nanti kau sakit ataupun kenapa-napa denganmu!" ucap Kenzo berpesan kepada adiknya untuk segera beristirahat karena sekarang waktu sudah tengah malam.


" Ya Kak sebentar lagi juga aku tidur kok. Lah Kak Kenzo sendiri kenapa sampai sekarang belum tidur?" tanya Surya kepada kakaknya.


" Tadi kakak mau tidur, tapi haus, turundeh ke bawah. Pas mau masuk kamar, kakak lihat pintu kamarmu masih belum tertutup. Makanya Kakak memeriksa. Eh benar! Ternyata kau memang belum tidur!" ucap Kenzo menerangkan segalanya kepada adiknya.


" Udah tidurlah sana. Bukankah besok kalau ada rapat pagi-pagi dengan dewan direksi? Jangan sampai nanti terlambat!" ucap Kenzo kepada adiknya.


Surya pun kemudian mengangguk dan dia pun mengikuti nasehat dari Kenzo untuk segera beristirahat. Karena kebetulan tubuhnya memang sudah lelah dan juga mengantuk hanya saja sejak tadi dia sangat susah untuk tidur gara-gara memikirkan tentang pertunangannya dengan Hazel.


Surya benar-benar sangat bahagia sekali karena sebentar lagi dia akan resmi menjadi suami Hazel.


Sejak dulu Surya sangat mencintai Hazel. Tetapi dia harus selalu mengalah dan kalah dari Volkan yang selalu menjadi prioritas seorang Hazel yang selalu bersama kemana pun pergi. Mereka bertiga selalu bersama. Volkan, Hazel dan Ardan layaknya lem dan perangko yang sangat sulit untuk dipisahkan siapapun.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa sekarang ketiganya tampak hidup masing-masing. Padahal ketika mereka masih kecil dan masa remaja. Mereka adalah Tiga Sekawan yang tidak terpisah.


__ADS_2