
Walaupun acara pernikahan mereka bersamaan. Akan tetapi bulan madu mereka berpisah. Karena mereka memiliki tujuan destinasi wisata masing-masing.
Sifat dan karakter mereka yang berbeda sehingga selera Mereka pun berbeda dalam hal berbulan madu.
Akan tetapi bagian terpenting dari itu semua adalah mereka merasa bahagia dengan cinta mereka yang telah disatukan oleh sang pengatur kehidupan (Author weh 😂).
" Terima kasih Volkan karena kau sudah membawaku untuk melakukan umroh. Aku sangat bahagia sekali!" ucap Maura yang begitu terharu ketika melihat Ka'bah di hadapannya.
Volkan sangat tahu kalau Maura memang memiliki impian untuk bisa berkunjung ke tanah suci akan tetapi kemampuan keluarganya yang memang terbatas sehingga mimpi itu hanya menjadi sebuah mimpi. Kini setelah Maura menjadi istrinya impian Maura adalah kewajibannya.
" Iya sayang aku juga merasa senang kalau kau merasa seneng. Kita akan melakukan ibadah ini bersama-sama dan semoga kelak akan terlahir anak-anak kita yang sholeh dan sholehah!" doa Volkan di hadapan Ka'bah.
Setelah selesai menjalani semua proses umroh. Volkan dan Maura pun kemudian bertolak ke tempat wisata yang ingin mereka kunjungi. Walaupun berbeda dengan rencana awal yang sudah mereka susun. Akan tetapi Maura dan Volkan benar-benar bahagia sekali dengan kisah bulan madu mereka yang terasa begitu romantis.
" Perjalanan cinta kita berdua benar-benar tidaklah sederhana. Kau harus ingat dengan semua ini dan jagalah cinta kita agar tetap suci dan tidak ternoda!" ucap Maura di dalam pelukan Volkan.
Terlihat Volcan yang mengecup kening Maura yang sedang memejamkan matanya. Berusaha untuk menyesap perasaan cinta yang sedang dikirimkan oleh Volkan untuk dirinya. Maura benar-benar merasa sebagai wanita yang paling bahagia. Volkan benar-benar memperlakukannya layaknya seorang Ratu yang dicintai oleh suaminya.
" Aku pasti akan selalu ingat sayang. Bahwa perjuangan cinta kita tidaklah mudah. Bahwa kita untuk sampai ke tahap ini harus melewati begitu banyak rintangan." ucap Volkan terlihat mengelus perut Maura.
" Aku berharap akan ada Volkan Junior di sini, segera!! Untuk menyempurnakan cinta kita berdua dalam kebersamaan yang indah. aku yakin kedua orang tua kita juga pasti sangat menginginkan untuk segera mempunyai cucu!" ucap Volkan yang tampak berbinar matanya ketika mengatakan tentang anak bersama Maura.
Maura sampai terkikik merasa geli dengan perkataan Volkan yang merasa tua sekali.
__ADS_1
" Ya ampun Volkan kita baru menikah berapa hari dan kau sudah berbicara tentang anak denganku? marilah kita menjalani bulan madu ini dengan bahagia tidak usah memikirkan hal-hal yang sulit yang hanya akan membuat bulan madu kita menjadi tidak bahagia!" ucap Maura sambil membingkai wajah suaminya dengan kedua tangannya.
Volkan tersenyum mendengarkan perkataan Maura. " Kau benar sayang. Kita pasti akan melakukan semua itu satu demi satu. Step by step pasti kita akan melewatinya dengan bahagia!" hati Maura benar-benar menghangat mendengarkan perkataan Volkan yang terasa sangat syahdu baginya.
Mereka berdua berjanji akan melewati rumah tangga mereka dan berusaha untuk menyempurnakannya dengan saling pengertian dan saling setia satu sama lain.
" Ayo kita tidur sayang! Besok kita harus kembali ke Indonesia dan mengakhiri bulan madu kita! Kita akan menjalani rumah tangga kita dari nol dan membuktikan pada dunia, bahwa Cinta Kita akan kuat seteguh batu karang di pantai!" Maura mengangguk dan merasa senang mendengar janji dari suaminya yang akan mengharungi kehidupan mereka berdua bersama-sama dalam ikatan cinta yang sejati.
Mereka berdua benar-benar sadar bahwa cinta mereka telah diuji sejak awal dan itu tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi cibiran dan hinaan dari orang-orang sekitar yang menghina perasaan cinta mereka. Hanya karena Volkan yang meninggalkan Hazel demi bersama Maura, wanita yang sangat dia cintai.
Maura bahkan sering mendapatkan bullyan ketika berada di kampus dari teman-teman Hazel yang merasa tersinggung sahabat mereka harus kehilangan Volcan hanya karena Maura yang mereka anggap sebagai gadis biasa saja, bukan dari kalangan orang kaya seperti mereka semua.
***
Tidak berbeda dengan Ardan dan Layla yang saat ini sedang berbulan madu di Maldives.
" Semoga ya, bulan madu ini akan menjadi sebuah media untuk kita semakin saling mengenal satu sama lain. Saling mencintai dan saling mengasihi!" doa Ardan sambil meremas jemari Layla.
Ardan berusaha untuk mengirimkan sinyal-sinyal cinta kepada Layla yang telah resmi menjadi istrinya.
" Amin. Aku hanya berharap bahwa rumah tangga kita akan baik-baik saja dan tidak perlu mengalami sebuah dilema perselingkuhan seperti kehidupan kedua orang tuaku!" ucap Layla dengan wajah sendu.
Ardan sampai saat ini belum pernah mengetahui tentang kehidupan Layla yang sesungguhnya bersama ayahnya.
__ADS_1
Sampai sejauh ini Layla belum pernah menceritakan apapun kepada Ardan. Sehingga membuat Ardan tidak mengetahui apapun tentang istrinya.
" Kalau kau sudah merasa lega dan merasa percaya padaku. Kau bisa menceritakan tentang kesedihan hatimu. Aku siap untuk menjadi pendengarmu!" ucap Ardan sambil mengecup bibir Layla.
Layla bisa merasakan kehangatan cinta yang disalurkan oleh Ardan melalui semua hal yang dia lakukan kepada dirinya.
" Ayo kita beristirahat di dalam kamar sayang. Kalau sudah siang begini pantai terasa sangat panas. Aku tidak mau kalau kulitmu sampai terbakar!" ucap Ardan yang kemudian mengenakan pakaian luarnya untuk Layla agar melindungi kulit istrinya dari sengatan matahari yang begitu menyengat di kulit.
Layla hanya tersenyum melihat sikap Ardan yang begitu lembut kepadanya.
" Aku berharap kau tidak akan pernah berubah dan akan selalu mencintaiku!" ucap Layla dengan lirih.
Jujur saja sampai saat ini trauma masa lalu ketika Layla melihat ayahnya yang sedang bercinta dengan pembantunya di saat ibunya sedang sekarat melewati mautnya. Hal itu benar-benar telah menorehkan luka yang sangat dalam di hati Layla hingga saat ini.
Itulah yang menjadi alasan selama ini Layla selalu membentengi dirinya untuk tidak pernah menerima cinta dari siapapun.
Layla tidak percaya bahwa ada cinta sejati di dalam hidup seseorang. Sampai akhirnya Ardan hadir dalam hidupnya dan membuka kan pintu hatinya untuk bisa percaya bahwa masih ada cinta di atas dunia ini yang layak untuk diperjuangkan.
Layla benar-benar tersentuh hatinya. Ketika dia melihat Ardan yang begitu setia dan terus menemani Sakinah yang sedang sakatul maut. Saat Sakinah menghadapi penyakitnya yang benar-benar mematikan.
Sejak saat itulah hati Layla sudah terpatri nama Ardan Walaupun dia harus menerima kenyataan pahit, kalau ternyata Ardan telah menyukai sahabatnya duluan.
Saat itu Layla pun kemudian memutuskan untuk melupakan perasaannya kepada Ardan. Bagaimanapun menurut Layla persahabatan jauh lebih penting daripada hubungan mesra antara laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
" Kita benar-benar istirahat ya, tidak ada acara lain! Ya ampun! Sampai saat ini tubuhku rasanya masih sangat lelah. Gara-gara kamu yang semalaman ga mau lepasin aku!" ucap Layla yang protes kepada Ardan yang hanya bisa tersenyum melihat istrinya yang misuh misuh dengan bibir monyongnya yang sangat menggemaskan bagi Ardan.
Kalau sudah begitu ujung-ujungnya pasti Ardan akan menggotong tubuh Layla ke ranjang dan bercinta sampai puas.