Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
43. Kurang ajar!!


__ADS_3

Surya benar-benar marah kepada Bima yang hendak membuka rahasia mereka bahwa waktu SMP Dulu mereka adalah geng yang selalu membully Hazel.


" Kau ini apa-apaan sih Bima?? Kau tidak tahu kalau aku sedang berusaha untuk mendapatkan Hazel untuk jadi kekasih aku? Kalau kau membuka rahasia kita maka semuanya akan kacau! Kau tega sekali mau menghancurkan harapanku untuk mendapatkan Hazel?" tanya Surya yang marah kepada Bima.


Sementara itu Volkan dan Maura sudah resmi bertunangan. Setelah mendapatkan restu dari kakek dan neneknya.


Tapi mereka kebingungan ketika mendapatkan Hazel yang menghilang dari Jakarta. Selama seminggu mereka berusaha mencari keberadaan Hazel yang saat ini berada di Pangandaran.


Ardan sebenarnya mengetahui keberadaan Hazel Tetapi dia sengaja diam dan tidak memberitahukan keberadaan sepupunya kepada keluarga besarnya.


Setidaknya Ardan ingin memberitahukan bahwa Hazel mempunyai harga diri dan tidak perlu mengemis cinta kepada Volkan.


" Volkan! Aku berharap kau bisa bertanggung jawab dengan keputusanmu kali ini. Jangan lagi membuat huru-hara di dalam keluarga kita. Cukup satu kali saja kau melakukan ini jangan lagi kau ulangi" ucap Ardan menasehati sepupunya yang telah membuat Hazel sampai melarikan diri ke Pangandaran hanya untuk menenangkan diri.


" Tenanglah Bro aku pasti akan bertanggung jawab untuk mencintai Maura perjuanganku untuk mendapatkan dia tidaklah mudah!" ucap Volkan yang tersenyum kepada Ardan yang sejak tadi terus melirik ke arah Maura.


Sebenarnya Ardan pun memiliki sedikit rasa untuk Maura. Hanya saja dia tidak berani ataupun tidak menginginkan untuk menampakkan perasaan itu di depan publik. Bagaimanapun dia tidak ingin mencari perkara dengan sepupunya yang seorang posesif luar biasa.


" Baiklah aku pulang dulu Bro! Selamat atas pertunanganmu. Aku berharap segera mendapatkan undangan pernikahan kalian!" ucap Ardan yang kemudian pulang.


Ardan sebenarnya ingin berpamitan juga kepada Maura Tetapi dia mengurungkan niatnya ketika dia melihat volkan yang sudah berjalan ke arah mau ah yang saat ini sedang berbicara dengan Susan.


Noaf yang selalu menempel dengan baby sisternya. Mau tidak mau membuat Ardan harus mendekati Maura untuk mengambil Noaf agar pulang bersama dengannya.


" Noaf Ayo pulang sama Om sudah malam Bukankah besok kau harus pergi ke sekolah pagi-pagi?" tanya Ardan sambil menggendong Noaf yang sebenarnya mau terus bersama dengan Susan.


" Mama pulang dulu Maura. Ingatlah untuk menjaga hubungan kalian. Jangan sampai pengorbanan Volkan sia-sia. Dia sudah menantang seluruh keluarganya hanya untuk bersamamu! Cintai dia sepenuh hati kamu!" pesan Susan sambil mencium pipi Maura. Susan berpamitab kepada putrinya yang tersenyum kepadanya.


" Ardan tolong titip ibuku!" ucap Maura kepada Ardan yang langsung menganggukkan kepala kepadanya.

__ADS_1


Sementara itu Layla sejak tadi terus memperhatikan Ardan yang tampak begitu sibuk mengurus Noaf yang sangat lengket dengan Om nya.


" Ya ampun! Apa benar Papaku akan menjodohkan ku dengan laki-laki itu? Oh Tuhan! Apakah aku harus menjadi ibu tirinya?" tanya Layla yang tampaknya salah paham dengan Noaf yang sejak tadi terus digendong oleh Ardan.


" Anak itu sepertinya akan sangat sulit untuk ditangani. Apa aku akan sanggup untuk menjadi ibu tirinya?" Laila Ahmad Rauf wajahnya dengan kasar karena sungguh dia benar-benar merasa frustasi memikirkan keinginan kedua orang tuanya untuk menikah dengan Ardan.


Rumah Sakit milik keluarga dan memang saat ini sedang ada dalam masalah dan membutuhkan suntikan dana besar oleh karena itu Ayahnya Layla mengajukan pernikahan bisnis itu agar bisa mengakuisisi Rumah Sakit milik keluarga Ardan dengan mudah tanpa harus banyak usaha.


Ayahnya Ardan pun sudah mendatangi kediaman Layla dan menyanggupi usulan yang sudah diberikan oleh Danu Hutomo. Saat ini mereka dalam proses untuk membujuk Ardan agar mau menerima pernikahan itu bersama dengan Layla.


Hanya saja Ardan dan Layla belum dipertemukan oleh keluarga mereka. Karena sampai saat ini Ardan masih belum menyetujui rencana tersebut.


Orang tuanya Ardan juga berada di tempat itu, akan tetapi mereka pun belum pernah bertemu dengan Layla sebelumnya. Oleh karena itu mereka juga tidak tahu tentang Layla saat saling menatap satu sama lain.


Layla berusaha untuk bersikap baik dan tidak mempermalukan keluarganya. Walaupun saat ini calon mertuanya tidak mengenali dia. Akan tetapi Layla berusaha untuk tidak mempermalukan diri sendiri di hadapan keduanya.


Sejak tadi Layla hanya memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh Ardan agar dia tidak merasa canggung. Ketika nanti bertemu dengan calon suaminya secara pribadi.


Layla kemudian memutuskan untuk berpamitan kepada Maura.


Bertepatan dengan Layla keluar dari tempat pesta Ardan pun meninggalkan pesta bersama dengan Susan dan juga Noaf.


Layla yang mengalami kesulitan untuk mengeluarkan mobilnya akhirnya didekati oleh Ardan yang berniat untuk menolongnya.


" Ada yang bisa saya bantu?" tanya Ardan ketika dia melihat Layla yang tampak kebingungan untuk mengeluarkan mobilnya.


Jantung Layla berdebar sangat kencang. Ketika tiba-tiba saja dia melihat Ardan yang sudah berdiri di hadapannya dengan senyum nya yang begitu menawan.


" Astagfirullah! Kau mau mengejutkanku?" tanya Layla sambil menyentuh dadanya yang terus berdegup luar biasa kencangnya.

__ADS_1


Layla seakan merasakan sedang jatuh cinta kepada laki-laki yang ada di hadapannya saat ini yang menatapnya dengan begitu lekat.


" Maafkan aku kalau aku sudah membuatmu terkejut. Sini berikanlah kunci mobilnya. Biarkan aku yang membantumu untuk bisa mengeluarkan mobil ini dan kau bisa pulang ke rumahmu dengan cepat!" Ucapkan dan sambil mengulurkan telapak tangannya dan meminta kunci mobil milik Layla.


Layla yang masih terpaku dengan kehadiran Ardan di hadapannya dia langsung mengulurkan tangannya dan memberikan kunci mobilnya kepada pria tampan yang ada di hadapannya.


Layla terkesiap melihat Ardan yang begitu mahir saat mengeluarkan mobilnya dari tempat parkiran.


" Terima kasih banyak atas Pertolonganmu!" ucap Layla ketika Ardan sudah berhasil mengeluarkan mobilnya dari tempat parkir yang begitu sempit yang tadi membuat Layla kesulitan luar biasa.


" Tidak masalah. Baiklah kalau begitu, saya permisi. Oh ya, tidak usah sungkan. Kau berada di tempat ini. Bukankah itu artinya mungkin kau adalah teman dari Maura ataupun Volcan?" tanya Ardan mengulas senyum kepada Layla.


" Aku adalah teman sekamar dari Maura!" ucap Layla kepada Ardan.


" Maksudnya?" tanya Ardan yang tampak kebingungan dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Layla.


" Aku dan Maura mengontak rumah bersama. Apa kau sekarang Mengerti?" tanya Layla.


" Om! Cepatlah Saya sudah ngantuk! Apakah Om masih lama berbicara dengan tante itu?" tiba-tiba saja Noaf berteriak dari dalam mobil sambil menguap memanggil Ardan. Untuk segera menyelesaikan urusannya bersama dengan Layla.


" Om? Apa itu maksudnya dia bukan anakmu?" tanya Layla terlihat seperti orang bego di hadapan Ardan.


" Aku belum pernah menikah. Bagaimana aku mempunyai seorang anak? Dia adalah keponakanku! Orang tuanya meninggal ketika dia masih kecil jadi orang tuaku lah yang mengurus dia hingga saat ini dan dia sangat dekat denganku!" ucap Ardan menjelaskan tentang Noaf kepada Layla.


" Syukurlah kalau dia bukan anakmu!" ucap Layla tanpa dia sadari sehingga membuat Ardan menjadi bingung.


" Maksudmu bagaimana?" tanya Ardan.


" Aiya!! Om ?asih lama kah? Aku sudah mengantuk Om! Om Ardan ini kebiasaan kalau sudah bertemu dengan cewek cantik. Pasti lupa deh sama aku!" protes Noah sambil menyembulkan kepalanya untuk memanggil Omnya yang sejak tadi terus berbicara dengan Layla.

__ADS_1


Layla tertawa mendapatkan protes dari Noaf yang dari tadi terus marah-marah sambil menguap tidak jelas.


" Maafkan ya keponakanku memang begitu dia itu termasuk keponakan yang sangat posesif dia tidak senang kalau Omnya dekat dengan perempuan! Hahaha!" ucap Ardan yang kemudian berpamitan kepada Layla karena dia sudah tidak tega melihat Noaf yang sejak tadi terus saja protes dan mengamuk karena menunggu dirinya yang tak kunjung selesai berurusan dengan Layla.


__ADS_2