Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
42. Kenalan lagi


__ADS_3

Surya terkesiap membaca tulisan yang di posting oleh Hazel dan dia juga melihat jemari Hazel yang tidak menggunakan cincin pertunangan lagi.


" Apa maksud dari postingan ini?" tanya Surya.


Kemudian Surya seperti orang yang bego dan tidak ada pekerjaan. Dia mulai membaca setiap komentar-komentar yang masuk ke dalam postingan Hazel di dalam foto itu.


" Wah dia ternyata sudah bukan tunangan Volkan lagi?" Surya bersorak ketika dia membaca komentar yang diberikan oleh Ardan di dalam postingan Hazel.


" Tenanglah walaupun pertunangan kalian batal, tetapi persahabatan kita bertiga akan abadi untuk selamanya!" tulis Ardan di kolom komentar yang di balas oleh Hazel.


" Amien!" tulis Hazel.


Surya sontak mengangkat wajahnya melihat ekspresi Hazel yang tampaknya sedang aktif di media sosialnya.


Surya kemudian mem follow akun milik Hazel dan langsung di follow back oleh Hazel ketika itu juga. Surya benar-benar sangat senang sekali. Dia kemudian langsung mengirimkan pesan kepada Hazel melalui media sosialnya.


" Hai!"


Lama sekali untuk mendapatkan balasan dari Hazel. Sehingga membuat Surya benar-benar gedeg dibuatnya.


Iyalah Hazel tidak langsung membalas pesan Surya karena saat ini dia sedang berbalas pesan dengan Ardan.


Ardan yang merasa khawatir dengan kondisi sepupunya yang sudah menghilang lebih dari satu minggu dari Jakarta. Jadi Ardan akhir nya menghubungi Hazel untuk mengetahui keberadaan sepupunya itu ketika dia melihat Hazel yang memposting sesuatu di akun nya.


Surya tampak geram ketika melihat Hazel yang begitu sibuk bertelepon dengan seseorang yang tidak dia ketahui.


Entah kenapa seakan merasa cemburu. Ketika Surya melihat Hazel yang begitu serius berbicara dengan seseorang di dalam ponselnya. Surya yang saat ini sedang memperhatikan Hazel dari kejauhan kini merasakan hatinya seperti diremas-remas ketika Surya melihat gadis itu tertawa begitu bahagia dengan seseorang di dalam ponselnya.


Sehingga akhirnya Surya memutuskan untuk terus mengirimkan banyak sekali pesan ke akun media sosial Hazel dengan harapan akan menarik perhatian gadis itu.


Akan tetapi Surya merasa kesal sekali karena Hazel tetap saja cuek dengan semua yang dia lakukan.

__ADS_1


Karena rasa marah yang begitu besar akhirnya Surya memutuskan untuk menelpon Hazel berkali-kali untuk mengganggunya.


Pada telpon ke empat, Surya melotot sempurna ketika melihat kenyataan bahwa akunnya telah diblokir oleh Hazel.


" Astaga!! Gadis ini sangat kejam!" ucap Surya yang semakin memanas hatinya karena Sekarang dia sudah tidak bisa lagi mengintip. Apa yang dilakukan Hazel di media sosialnya.


Surya pun kemudian meletakkan ponselnya di atas meja. Matanya lurus dan memperhatikan Hazel yang masih tertawa dan asyik bercerita dengan seseorang yang ada di ponselnya yang tidak diketahui oleh Surya siapa orang tersebut.


" Dasar menyebalkan! Akan lebih baik kalau Aku datangi saja dia!" ucap Surya yang kemudian dengan penuh kenekatan, dia langsung bangun dari tempat duduknya. menuju balkon hotel yang saat ini sedang ditempati oleh Hazel untuk menikmati langit sore di kota Pangandaran.


Surya tidak mengetahui bahwa sejak tadi teman-temannya terus memperhatikan keanehan yang dia tunjukkan.


" Kalian merasa nggak sih kalau Surya tuh aneh banget sejak tadi? Lihatlah! Ekspresi wajahnya terus berubah-ubah setiap menit." ucap sahabat Surya yang menjadi temannya di kampus.


Mereka semua kemudian memutuskan untuk mengikuti Surya yang saat ini sedang menuju ke balkon hotel yang ditempati oleh Hazel.


Surya sendiri tidak mengerti dengan apa yang ada di dalam hatinya saat ini. Kenapa dia begitu nekat untuk mendekati Hazel yang waktu kecil selalu menjadi korban bully dirinya dan juga teman-temannya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Surya ketika dia sudah berada dekat dengan Hazel yang sontak melepaskan ponselnya dari telinganya.


Surya kemudian duduk di hadapan Hazel dan membuat Gadis itu merasa terheran dengan kelakuan pemuda itu.


" Ardan. Maafkan Aku. Sekarang sedang ada orang yang ingin bertemu denganku. Nanti kau akan aku hubungi lagi. Salam untuk om dan tante!" ucap Hazel yang kemudian menutup teleponnya. Setelah dia berpamitan kepada Ardan.


" Ya? Ada apa ya?" tanya Hazel sambil mengerutkan keningnya terlihat sedang mengingat-ngingat sosok Surya.


" Oh bukankah kau adalah pemuda yang ada di pinggir pantai tadi?" tanya Hazel sambil tersenyum ke arah Surya yang membuat jantung Surya berdegup semakin kencang melihat senyum yang begitu manis dari bidadari surga yang ada di hadapannya.


" Hah benar apa kata Bima. Kalau kau adalah bidadari surga yang dikirimkan untukku!" ucap Surya seperti orang bego yang membuat Hazel sontak terkejut.


" Maksud kamu?" tanya Hazel sambil menggelengkan kepalanya dan mengedikkan bahunya. Karena dia bingung dengan apa yang dikatakan oleh Surya.

__ADS_1


" Oh, maaf, maaf, maafkan aku!" ucap Surya saat Surya sadar. Seketika Surya merasa sangat malu karena telah bersikap bodoh di hadapan Hazel yang sekarang sedang tertawa kepadanya.


" Maafkan aku. Kalau aku tadi sudah mengganggu kamu bicara dengan pacar kamu!" Surya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sungguh Dia benar-benar sangat gugup saat ini. Ketika dia berhadapan dengan wanita yang sejak tadi telah menjungkir balikkan hatinya tanpa sebab.


" Jangan khawatir. Dia bukan pacarku kok. Dia adalah sepupuku namanya Ardan!" ucap Hazel yang kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.


Hazel kemudian mengambil minuman yang ada di depannya dan menyesapnya dengan begitu nikmat.


Surya yang melihat Apa yang dilakukan oleh Hazel kesulitan menelan salivanya sendiri.


" Apakah Kau juga kehausan? Aku bisa memesankan minuman untukmu. Kalau kau mau minum!" ucap Hazel menyadarkan Surya yang sekarang meringis kepadanya.


" Tidak, tidak! Aku tidak menghaus kok!" jawab Surya gugup bukan kepalang.


Melihat ekspresi Surya yang benar-benar sangat lucu membuat Hazel seketika tertawa merasa sangat bahagia.


" Halo Hazel. Apa kabarmu?" tanya Bima yang langsung mengulurkan telapak tangannya kepada hazal yang kebingungan melihat ada pria asing di hadapannya.


" Kalau tidak salah kalian adalah pemuda yang bermain voli di pinggir pantai Itu kan yang bola kalian telah menimpuk kepalaku sampai pusing?" tanya Hazel berusaha untuk mengkonfirmasi ingatannya kepada mereka berenam yang sekarang duduk di hadapannya.


" Binggo! Ingatanmu lumayan bagus!" ucap Arya sambil tersenyum kepada Hazel.


Hazel terdiam sejenak kemudian dia melihat kepada surya yang tampak marah kepada teman-temannya yang telah mengganggu Dia mendekati Hazel.


" Baiklah ini sudah sore. Waktunya untuk aku kembali masuk ke kamar. Selamat menikmati waktu kalian!" Hazel kemudian meraih ponselnya dan bangun dari kursi bersiap untuk meninggalkan mereka berenam.


" Hazel! Masa kau tidak ingat kepada kami sih?" tanya Bima dengan senyum yang benar-benar tidak dimengerti oleh Hazel.


" Kita adalah teman di masa SMP dulu. Masa kalau lupa sama kami sih? Sungguh menyedihkan sekali!" ucap Bima dengan wajah ditekuk seakan merasa sedih kalau Hazel tidak mengingat mereka.


" Maafkan aku masa SMP sudah berlalu begitu lama. Bagaimana aku bisa mengingat kalian?" tanya Hazel yang sudah merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka berenam.

__ADS_1


Bima tampak tertawa terbahak. Saat dia mendengarkan perkataan Hazel. Surya sejak tadi sudah mengepalkan telapak tangannya karena melihat Bima yang mengganggunya untuk bersama dengan Hazel.


Ketika Surya melihat Bima yang hendak berbicara lagi. Surya langsung menarik telapak tangan Bima untuk meninggalkan Hazel di sana sendirian.


__ADS_2