Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
23. Pernikahan yang gagal?


__ADS_3

Keesokan harinya sesuai dengan janji yang diberikan oleh Volkan. Bahwa mereka berdua akan mempersiapkan pernikahan mereka.


Akan tetapi Maura tiba-tiba menghilang dari kediamannya. Sehingga membuat Volkan benar-benar kalang kabut dibuatnya.


" Apa kau yakin Laila kalau Maura tadi pagi sudah meninggalkan kediaman ini dan menuju ke cafe?" tanya Volkan merasa tidak percaya bahwa ternyata dirinya telah dibohongi oleh Maura tentang pernikahan itu.


Layla menatap Volkan dengan sangat lekat. Gadis cantik itu menata Volkan dari atas hingga ke kakinya.


" Katakan padaku! Memangnya apa keuntunganku untuk membohongimu?" tanya Layla yang merasa jengah sekali dengan tatapan Volkan yang seakan sedang meragukan dirinya dengan semua keterangan yang tadi dia berikan kepada Volkan.


" Ke mana kira-kira Maura pergi? Sejak tadi aku menghubunginya pun tidak mau dia angkat semua panggilanku." ucap Volkan frustasi.


" Tadi pagi ketika meninggalkan kontrakan, Maura hanya mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Ibunya dan meminta izin dari beliau untuk pernikahan kalian." ucap Layla yang langsung bangkit dari duduknya dan bersiap untuk berangkat kerja.


Layla menarik nafasnya dalam-dalam. Dia sebenarnya tidak tega melihat Volkan yang sejak tadi terus menatap ke arahnya dengan frustasi dan kesal sekali.


Sejak tadi pagi, Volkan sudah berlari kesana kemari untuk mempersiapkan semua syarat pernikahan mereka berdua. Akan tetapi ketika mereka hendak berangkat ke penghulu, tiba-tiba saja Maura menghilang tanpa kabar berita. Bagaimana mungkin volkan tidak kalang kabut? Hati Volkan merasa marah karena merasa bahwa mau rasa ini sedang mempermainkan perasaannya.


Setelah melihat Layla meninggalkan dirinya. Volkan tetap diam di tempat berharap dan semoga saja Maura datang ke kontrakan dan bertemu dengannya.


Sementara itu saat ini Maura yang sedang berada di kediaman Ardan. Maura saat ini sedang berbicara serius dengan ibunya yang sedang menatapnya dengan penuh kemarahan dan emosi yang luar biasa.


" Kau juga seorang perempuan Maura! Bagaimana mungkin kau begitu tega merebut calon suami orang lain?" tanya Susan dengan mata berapi-api karena kemarahan yang saat ini sedang berada di ubun-ubun.

__ADS_1


Susan sudah bekerja lama sekali di kediaman Ardan jadi dia kenal dengan Volkan dan juga Hazel yang sering berkunjung ke kediaman Ardan.


Ketika Maura datang ke tempat kerjanya dan mengatakan bahwa dia hendak menikah dengan Volkan sambil menunjukkan wajah Volkan yang ada di ponselnya. Susan langsung mengetahui identitas Volkan yang sesungguhnya. Susan langsung mengamuk dan tidak merestui pernikahan terlarang itu.


" Dengarkan Mamah Maura! Laki-laki di dunia ini sangat banyak. Tidak harus kau merebut kebahagiaan orang lain hanya untuk kebahagiaan dirimu sendiri! Camkan itu!" ucap Susan sambil melotot ke arah putri tunggalnya yang sekarang terlihat sedang menundukkan kepalanya.


Sementara itu Noaf yang saat ini sedang bersama dengan Ardan tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan ibu dan anak itu yang terlihat begitu serius.


Ardan tampak mengerutkan keningnya ketika mendengarkan nama Volkan disebut-sebut oleh Susan.


' Gila! Ini benar-benar gila. Apakah betul Volkan benar-benar akan menikah dengan Maura? Apakah sepupuku yang suka membuat masalah itu tidak memikirkan bagaimana perasaan keluarga besar kami yang sedang mempersiapkan pernikahannya bersama dengan Hazel?' bathin Volkan benar-benar merasa frustasi dengan kelakuan sepupunya yang sudah kelewat batas.


' Aku harus segera bertemu dengan Volkan dan mengingatkan bahwa apa yang dia lakukan itu benar-benar salah. Dia saat ini benar-benar sedang mencari penyakit untuk dirinya sendiri!' bathin Ardan benar-benar merasa prihatin dengan kelakuan Volcan yang selalu sesuka hatinya sendiri dan tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.


Ardan pun bisa melihat kekecewaan dari kedua orang tua volcan yang pasti merasa malu melihat anaknya yang bermain gila dengan wanita lain, di saat dia masih memiliki hubungan dengan Hazel.


Hanya memikirkan hal itu saja sudah sukses membuat Ardan pusing kepalanya.


" Om tampaknya Bibi Susan sedang bicara serius dengan putrinya." ucap Noaf yang menatap kepada Ardan dengan wajah serius.


" Om. Mintalah kepada nenek dan bujuklah nenek untuk membiarkan Putri Bibi Susan tinggal bersama dengan kita. Kasihan Bibi Susan pasti selalu merindukan putrinya Oleh karena itu dia sekarang sedang menangis di dalam sana bersama dengan putrinya!" ucap Noaf merasa sangat prihatin melihat ibu dan anak itu yang selama ini selalu hidup terpisah.


Mendengarkan perkataan Noaf serta merta timbul sebuah ide di dalam pikiran Ardan.

__ADS_1


' Tampaknya kalau aku bisa membuat Maura tinggal di sini dan benar-benar menjadikan dia sebagai kekasihku. Maka akan membuat mata Volkan terbuka secara lebar. Aku yakin dia pasti akan melupakan Maura kalau aku bisa membuat Maura jatuh cinta padaku!' bathin Ardan merasa senang sekali karena akhirnya dia bisa mendapatkan solusi dari masalah yang sedang dibuat oleh Volkan kepada keluarga besar mereka.


Bagaimana pun Ardan tidak bisa membiarkan sepupunya melangkah menuju bara api yang akan membakar seluruh keluarga besar mereka dengan sebuah kekecewaan karena penghianatan Volkan pada pertunangan Volkan dan Hazel yang Ardan kenal sebagai seorang gadis yang baik.


Ardan tahu kalau Hazel selama ini telah banyak menderita karena perbuatan ayahnya yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan istri mudanya dan meninggalkan ibu kandungnya.


" Baiklah nanti Om akan mencoba untuk membujuk nenekmu untuk membiarkan Putri bibi Susan tinggal bersama dengan kita!" ucap Ardan menjanjikan hal itu kepada keponakannya yang langsung mencium pipinya karena merasa sangat bahagia.


Noaf walaupun selama ini selalu terlihat nakal. Tetapi dia sangat peduli sekali dengan pengasuhnya yang selalu bisa membuat dia merasa tenang.


Sejak kedua orang tuanya meninggal. Noaf hanya tinggal bersama neneknya dan juga Omnya. Oleh karena itu Noaf sangat menghargai kerja keras Susan dalam mengurusnya selama ini.


Setelah melihat pembicaraan antara Maura dan Susan sudah selesai. Noaf baru berani masuk ke dalam kamar Susan untuk meminta makan siang.


" Bibi makan siangku mana? Aku sudah sangat lapar!" tanya Noaf sambil tersenyum ke arah Maura yang tampak sedang menundukkan kepalanya.


Itulah yang menjadi sebab Maura tidak melihat keberadaan Ardan di hadapannya.


" Maura. Apakah kau baik-baik saja?" tanya Ardan dengan suara perlahan.


Maura mengangkat wajahnya ketika dia mendengar suara yang tidak asing di telinganya. "Ardan? Ko kamu ada di sini?" tanya Maura merasa bingung dengan kehadiran laki-laki yang di depan publik berstatus sebagai pacar pura-puranya.


Semua gara-gara kelakuan absurd Volkan yang telah mengarang cerita tersebut yang di lakukan oleh Volkan untuk membungkam kemarahan kedua orang tuanya dan juga keluarga besar Hazel. Tentang skandal yang terjadi antara Maura dan Volcan di hotel pada malam itu.

__ADS_1


__ADS_2