
Saat ini Hazel sedang berada di tepi pantai. Hazel yang saat ini sedang merasa sedih karena keputusan Volkan untuk membatalkan rencana pernikahan mereka telah benar-benar menyakiti hatinya.
" Ya Allah berikanlah aku kekuatan dan juga keikhlasan untuk melepaskan sesuatu yang tidak Kau takdirkan Untukku!" doa Hazel dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang pucat.
Sudah beberapa hari Hazel melarikan diri ke daerah Pangandaran dan menginap di hotel ayahnya. Hanya untuk menenangkan dirinya.
Hazel saat ini sedang merenungkan kembali apa yang terjadi ketika ayahnya waktu itu mendatangani keluarga Volkan untuk protes tentang keputusan Volkan yang tiba-tiba saja memutuskan pertunangan mereka.
" Volkan benar. Kalau aku memaksakan diri untuk bersamanya, pasti yang ada tidak akan pernah merasakan kebahagiaan karena aku harus selalu curiga mengenai perasaan suamiku!" Hazel kemudian berjalan-jalan di tepi pantai untuk menenangkan dirinya yang saat ini sedang gundah gulana.
Pada saat Hazel hendak meninggalkan pantai tiba-tiba saja kepalanya kena timpuk bola dari sekumpulan pemuda yang sedang bermain bola voli di pinggir pantai.
" Ya ampun sakit sekali. Apa kalian tidak bisa berhati-hati?" tanya Hazel sambil mengelus kepalanya yang tadi kena timpuk bola.
Terlihat seorang laki-laki yang sangat tampan mendekati Hazel dan meminta maaf kepadanya.
" Maafkan saya ya Mbak. Kami tidak sengaja untuk membuat celaka Anda!" ucapnya dengan wajah penuh penyesalan.
Melihat pemuda itu yang merasa bersalah setelah menempuh kepalanya Hazel pun kemudian menyerahkan bola yang tadi dia tangkap.
" Tolong hati-hati ya. Kalau bermain bola seperti ini. Untung saja tidak terlalu keras Kalau tidak aku bikin bisa terkena gegar otak!" ucap Hazel yang kemudian meninggalkan pemuda itu yang tampak begitu terpesona melihatnya.
visualisasi Surya
" Surya, cepet dong! Mana bolanya? Kok malah ngelamun kayak gitu sih?" ucap teman-temannya surya yang saat ini sedang menunggunya untuk mengambil bola dari tangan Hazel.
Sementara itu Surya masih tampak terkena Sawan ketika melihat Hazel yang telah meninggalkannya begitu saja.
" Woi kok malah diam aja kayak orang kena sawan dah lu!" ucap temannya Surya sambil menepuk bahu Surya menyadarkan Surya dari kata keterpersonaannya pada Hazel.
" Eh Bim lihat kan cewek yang tadi kena timpuk bola kita?" tanya Surya sambil menatap Bima yang sekarang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
" Iya lihat cewek cantik yang itu kan yang sudah membuat kau seperti orang gila begitu? Yang udah buat loe seperti orang kena Sawan!" Surya langsung tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya.
Mereka berdua pun kemudian kembali ke teman-teman mereka yang sedang menunggu mereka untuk membawa bola yang tadi sempat ditangkap oleh Hazel karena menimpuk kepalanya.
" Gila yah lama banget. Ngapain aja sih lu di sana? Kiita sampai kering nungguin lu balik!" ucap Arya sambil nimpuk kepala Surya yang hanya bisa meringis karena dia memang bersalah dalam hal itu.
" Teman kita tuh habis bertemu dengan bidadari Bro! Makanya dia kena sawan gitu deh. Untung aja gue datang ke sana dan menyadarkan dia. Kalau tidak dia pasti sudah mengikuti bidadarinya masuk ke alam Kayangan!" ucap Bima sambil bercanda.
Tetapi kata-kata Bima malah membuat Surya menjadi kepikiran hal itu.
' Apa benar ya? Kalau dia itu seorang bidadari yang sedang turun ke bumi? Kok dia cepat sekali menghilang dari hadapanku? Padahal aku belum bertanya siapa namanya.' batin Surya yang kembali merenung.
Bima langsung menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya kembali terdiam seperti orang bego yang tidak bisa diajak bicara oleh mereka.
" Elah Sur! Kau terkena sawan lagi? udahlah! Ayo kita balik lagi saja, sudah sore juga nih. Bukankah besok kita rencana mau kembali ke Jakarta?" tanya Bima pada akhirnya kepada teman-temannya yang lain.
Setelah mendapatkan instruksi dari Surya Mereka pun kemudian kembali ke hotel yang mereka sewa selama berada di Pangandaran.
Saat mereka masuk ke dalam rumah tiba-tiba saja Surya matanya menangkap kehadiran Hazel yang saat ini sedang duduk di balkon hotel yang dia sewa.
" Bim Bidadari gue udah turun lagi ke bumi!" ucap Sorya tanpa dia sadari.
" Bidadari apaan sih Sur? Aduh! Lu kena sambet kali ya? Gara-gara tadi kita main di pantai terlalu lama?" tanya bima yang mulai khawatir dengan keadaan sahabatnya yang sejak tadi terus memperhatikan hal-hal yang sedang melihat matahari yang terbenam.
Wajah Hazel benar-benar terlihat sangat cantik sekali membuat Surya merasa kesulitan untuk mengalihkan pandangannya.
" Ya Allah Bim! Bidadari gue benar-benar sudah turun dari langit. Sekarang dia sedang melambai-lambai untuk memanggil gue menuju ke arahnya!" ucapan Surya benar-benar sudah membuat Bima khawatir dengan keadaan sahabatnya.
Bima pun kemudian meletakkan tangannya di dahi Surya yang langsung ditepis oleh sahabatnya.
" Apaan sih Bim? Gue baik-baik aja kok!" ucap Surya sambil menatap sahabatnya yang kemudian mengikuti arah pandangan Surya yang sejak tadi hanya terfokus kepada satu titik saja.
Bima tampak terkesiap ketika melihat siapa yang saat ini sedang dilihat oleh Surya.
__ADS_1
" Ya ampun jadi kamu dari tadi sedang melihat Hazel?" tanya Bima kepada surya yang sontok terkejut mendengarkan perkataannya.
" Maksudmu dia adalah Hazel? Teman kita yang waktu SMP dulu yang selalu menjadi korban bully kita berenam!?" tanya Surya benar-benar terkejut mendengarkan perkataan sahabatnya.
Melihat Bima yang mengangguk Surya langsung menepuk kepalanya dengan keras.
" Ya ampun gue kayaknya kena karma Bim! Gara-gara dulu gue selalu saja menyakiti Hazel. Lihatlah sekarang gue jatuh cinta padanya pada pandangan pertama!" ucap Suriah yang seperti frustasi dengan kenyataan itu.
Bima tertawa terbahak melihat ekspresi sahabatnya yang seperti orang bingung lebih tepatnya seperti orang bego.
" Yang gue dengar Hazel sebentar lagi akan menikah dengan Volkan. Loe Ingatkan? Volkan yang dulu selalu menghajarmu ketika kita membully Hazel?" tanya Bima kepada Surya yang auto melotot sempurna.
" Ah lu bercanda kan Bim? Nggak mungkin lah Hazel bakal menikah dengan Volkan. Ya ampun! Masa dari kita kecil sampai sekarang kita harus berurusan dengan mereka terus sih? Apakah dunia sempit itu?" tanya Surya kesal bukan kepalang.
" Sudahlah lebih baik lu lupain aja tentang Hazel. Jangan sampai Volkan dan Ardan menghajar kita lagi gara-gara kita selalu berurusan dengan Hazel!" ucap Bima yang kemudian meninggalkan Suriah sendirian di sana seperti orang linglung yang kehilangan pegangan.
Akan tetapi mata Surya benar-benar sudah terkontaminasi dan terpesona dengan pesona seorang Hazel yang memang sangat cantik luar biasa.
" Ya Tuhan apakah benar ada karma di atas dunia ini kenapa aku harus mempunyai masalah dengan mereka di waktu kecil dulu?" Surya meraup wajahnya dengan kasar menggunakan kedua tangannya yang begitu putih dan halus.
Surya adalah anak kebanggaan dari kedua orang tuanya. Seumur hidupnya dia tidak pernah bekerja keras tugasnya hanyalah menghabiskan uang dari keluarganya selebihnya dia tidak tahu apapun.
" Aku tidak peduli tentang Volkan dan Ardan. Tapi yang jelas aku harus mengetahui tentang kondisi Hazel yang terbaru. Aku tidak mau kalau sampai aku menyesal karena telah me lewatkan wanita yang kucintai!" ucap Surya yang akhirnya memutuskan untuk menyelidiki tentang Hazel.
Pertama-tama yang dilakukan oleh Surya adalah mencari media sosial yang dimiliki oleh Hazel.
" Subhanallah dia memang benar-benar bidak di surga yang diturunkan ke bumi untukku!" Surya terus bergumam dan memuji kecantikan Hazel yang tertangkap oleh kamera yang di posting oleh gadis cantik itu.
Ketika Surya sedang menyimpan foto-foto yang ada di dalam media sosial milik Hazel terlihat postingan baru muncul.
" Terkadang ikhlas dengan sesuatu yang bukan untuk kita adalah sesuatu yang berat. Tapi percayalah akan ada sesuatu yang lebih indah dihadapan kita. Ketika kita mencoba mengikhlaskan sesuatu yang tidak ditakdirkan untuk menjadi milik kita. Yakin dan Percayalah bahwa takdir Allah itu pasti adalah yang terbaik untuk kita!" tulis Hazel di dalam postingan tersebut yang hanya menyampaikan telapak tangannya yang sekarang tidak menggunakan lagi cincin pertunangan miliknya bersama dengan Volkan.
Hazel sudah memutuskan untuk melepaskan Volkan dan memulai hidup baru dengan lebih berdamai dengan dirinya sendiri.
__ADS_1