Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
15. Sedih


__ADS_3

Ardan menutup panggilan telepon tersebut dan dia seketika merasa menyesal karena sudah menghubungi kedua orang tua Sakinah yang tidak memiliki hati dan nurani terhadap Putri mereka sendiri.


" Aku bukan anak mereka mereka hanya mengadopsiku saja. Mereka marah besar ketika aku menolak untuk dijodohkan dengan anak dari rekan bisnis mereka." ucap Sakinah dengan suara terbata-bata.


Rupanya Sakinah sudah bangun dari tadi dari pengaruh obat bius setelah menjalani operasi. Ardan merasa prihatin dengan nasib Sakinah yang terlalu menyedihkan.


" Aku tidak mau menggadaikan kehidupan dan juga kebahagiaanku dengan kesuksesan bisnis mereka. Walaupun mereka meminta jasa karena sudah membesarkanku selama ini. Tapi aku benar-benar tidak mau Ardan. Aku tidak mau menyerahkan hidupku kepada orang yang tidak mencintaiku!" suara sakinah semakin lemah.


Ardan yang notabene adalah seorang dokter dia mengetahui bahwa kondisi Sakinah tidak baik-baik saja.


" Sudahlah Sakinah. Kau jangan bicara lagi. Sekarang kau beristirahatlah dulu. Aku akan memanggil dokter yang merawatmu!" ucap Ardan dengan nada penuh kekhawatiran.


Akan tetapi jemari Ardan langsung saja digenggam oleh Sakinah. Ketika pria tampan itu hendak bangkit dari duduknya.


" Aku mohon Ardan. Kau tinggal di sini. Bersama denganku. Aku tidak tahu berapa lama lagi hidupku bertahan di atas dunia ini." ucap Sakinah sambil menatap sendu kepada Ardan yang hatinya semakin merasa sedih melihat keadaan wanita yang dia cintai semakin lemah dan seakan begitu menderita.


Tampak bulir air mata di kelopak mata Ardan ketika dia melihat Sakinah yang begitu kesusahan untuk bicara dengannya.


" Baiklah aku akan tetap di sini tetapi kau Istirahatlah Jangan banyak bicara saat ini kondisimu tidak memungkinkan untuk melakukan semua itu!" ucap Ardan sambil mengucapkan Neng syakinah yang auto tersenyum karena merasa bahagia masih diperhatikan oleh Ardan.


Sakinah tahu bahwa dia telah memberikan banyak luka di hati Ardan ketika mereka masih bersama.


" Maafkan aku Ardan. Aku wanita jahat yang sudah memberikanmu waktu terburuk ketika kita bersama dulu. Aku sungguh menyesali semua yang sudah terjadi dan aku mohon kau untuk memaafkanku!" ucap sakinah dengan terisak.

__ADS_1


Ardan kemudian memeluk sakinah dengan begitulah dia tidak mau kalau gadisnya merasakan penderitaan di akhir hidupnya.


" Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Aku tidak peduli berapa banyak luka yang sudah kau torehkan kepada ku tapi aku akan selalu mencintaimu!" ucap Ardan dengan suara tersesat di tenggorokan.


Melihat kondisi Sakinah yang begitu lemah dan nafas yang sudah tinggal satu-satu.Ardan sebagai seorang dokter, dia mengetahui bahwa nyawa Sakinah hanya tinggal menunggu waktu saja untuk meninggal kan jasadnya yang rapuh dan ringkik.


Hati Ardan benar-benar teriris. Ketika dia melihat Sakinah yang begitu tenang di dalam pelukannya.


Tampak air mata terus mengalir di kelopak matanya. Ardan terus mencium eajah gadisnya yang tampak tersenyum dalam pelukannya. Ardan seketika menekan tombol panggilan darurat untuk dokter yang merawat Sakinah. Sehingga sekonyong-konyong dokter dan suster mendatangi ruangan itu.


Ardan ketika melihat dokter dan suster yang masuk dia segera menyerahkan Sakinah untuk mereka tangani.


Sebagai dokter Ardan sangat tahu apa yang sekarang sedang terjadi kepada Sakinah.


Sebelumnya Ardan sudah diberitahukan oleh dokter yang mengaoperasi Sakinah, bahwa operasi yang dijalani oleh Sakinah gagal. Karena kanker yang menyebar di tubuhnya sudah terlalu ganas dan sangat sulit untuk dikendalikan oleh team dokter yang mengoperasi dia tadi sore.


Ardan tampak menangis sangat sedih sambil terus menatap wajah Sakinah yang begitu damai dengan senyum yang terukir di bibirnya yang pucat dan sangat pias.


Ardan kemudian menghubungi Volcan mengabarkan tentang kematian Sakinah.


" Sakinah sudah meninggal Bro!" ucap Ardan dengan suara lesu dan gemetar.


Volcan merasa terkejut sekali mendengarkan kabar itu. Karena dia sangat tahu kalau sepupunya itu sangat mencintai Sakinah. Walaupun perempuan itu sudah menghianati Ardan dengan sangat kejam, tetapi full kan tahu kalau ada yang selalu mencintai Sakinah dengan ketulusan dan cinta yang tiada akhir.

__ADS_1


" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa yang telah dilakukannya dan menerima segala amal dan perbuatan baiknya." ucap Volkan di sebrang sana yang auto diaminkan oleh Ardan di dalam hatinya.


Ardan merasa sangat kesulitan untuk berbicara banyak dengan Volkan. Karena Ardan sangat tahu kalau sebetulnya Volkan tidak terlalu menyukai Sakinah. Karena wanita itu yang sudah menyakiti hatinya dan telah membuat dia terpuruk selama beberapa tahun yang lalu. Saat Sakinah menolak lamaran dia dan akhirnya malah menikah dengan sahabat nya.


Ketika itu terjadi, hati Ardan benar-benar hancur lebur. Bahkan dia sampai meninggalkan kuliahnya dan hidup menyendiri di Bali dengan menyamarkan mengurus rumah sakit keluarga besarnya di sana.


Hanya Volcan yang tahu dengan baik bahwa sesungguhnya Ardan sedang melarikan diri dari rasa sakit hati dan kesedihannya dikhianati oleh Sakinah.


Oleh karena itu Volkan selama beberapa waktu sangat membenci Sakinah dan begitu antipati terhadap nama Sakinah.


Semua itu dirasakan oleh volkan karena dia melihat penderitaan sepupunya gara-gara Sakinah yang sudah membalas cinta sejati Ardan dengan penghianatan yang sangat kejam sekali bagi Ardan.


Volkan segera datang ke rumah sakit dan dia membantu Ardan untuk mengurus pemakaman Sakinah yang di lakukan di rumah milik Ardan.


Kedua orang tua angkat Sakinah benar-benar sudah membuang Sakinah. Bahkan mereka tidak mau datang ketika mereka dikabarkan tentang kematiannya oleh Ardan.


Ardan benar-benar sangat marah kepada mereka berdua. Ardan bahkan telah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah memaafkan mereka yang sudah memberikan hari yang paling buruk di akhir hidup Sakinah wanita yang sangat dia cintai.


Setelah pemakaman Sakinah selesai, tampak Ardan yang masih betah duduk di hadapan pusarannya. Tanah merah itu menjadi saksi betapa sedihnya hati Ardan saat ini mengantarkan kepergian wanita yang sangat dia cintai untuk yang terakhir kali di tempat peristirahatan yang terakhir.


" Selamat jalan Sakinah. Aku selalu berdoa semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sana. Aku sudah memaafkan semua kesalahanmu kepadaku dan damailah kau di sana! Bagiku kau selamanya akan menjadi cintaku, hidup ku, belahan jiwaku. Aku akan selalu mencintai kamu!" ucap Ardan dengan sedih sekali.


Maura dan Layla yang ikut menghadiri acara pemakaman Itu tampak merasa sedih dengan air mata Ardan yang terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


__ADS_2