
Hazel kemudian berpamitan kepada Volkan dan Dinda dia pun kembali ke rumahnya dan menemui kedua orang tuanya.
" Mah, Bagaimana persiapan pernikahanku dengan Volkan?" tanya Hazel sambil bergelayut manja di lengan sang ibu yang selama ini selalu memanjakannya.
Hal itulah yang membuat Hazel selalu bertingkah sewenang-wenang. Karena dia merasa hebat dan merasa akan selalu dilindungi oleh orang tuanya. Kalaupun dia melakukan kesalahan sekalipun.
Marcella sebenarnya tidak benar-benar memanjakan ataupun membiarkan putrinya melakukan kesalahan terhadap orang lain. Dia selalu menasehati putrinya untuk berbuat kebaikan akan tetapi Hazel lebih cenderung mengikuti pergaulannya bersama dengan teman-teman kayanya.
" Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang persiapan pernikahan kamu? Apakah ada masalah sayang?" tanya Marcella merasa heran sekali kepada Hazel.
Hiasanya Hazel selalu cuek tentang masalah itu Karena dia sudah mempercayakan semuanya kepada mamahnya.
" Apakah Papa masih berada di Jepang Mah? Kapan papa akan kembali?" tanya Hazel lagi.
Marcella seketika merasa kesal karena saat ini Zidane sedang berada di Jepang untuk menemui istri mudanya.
" Kenapa kau tidak menghubungi ayahmu saja sih? Kamu malah bertanya kepada Mama yang tidak tahu apapun tentang ayahmu itu!" sungut Marcella yang kemudian meninggalkan putrinya yang merasa bersalah karena sudah mengingatkan ibunya tentang ayahnya yang telah berselingkuh dari sang Ibu tercinta dan sekarang sedang mengunjungi ke istri mudanya yang tinggal di Jepang bersama anak mereka.
Hazel kemudian menelpon ayahnya yang sedang berada di Jepang. Karena ia ingin bertanya kepada ayahnya. Apakah ayahnya itu akan pulang atau tidak, ketika nanti hari pernikahannya tiba, untuk menjadi wali nikah.
" Assalamualaikum Papa! Bagaimana kabar Papa?" tanya Hazel sambil duduk di sofa ruang keluarga yang biasanya digunakan oleh mereka untuk bercengkrama dan bercerita tentang kehidupan sehari-hari mereka.
Akan tetapi ruang keluarga itu sudah lama sepi. Karena Zidane yang sering bolak-balik ke Jepang untuk mengunjungi istri mudanya dan Putra mereka.
__ADS_1
" Waalaikumsalam sayang. Ada apa? Papa baik-baik saja kok. Bagaimana denganmu sayang?" tanya Zidane.
Zidane merasa cemas dan khawatir. Karena dia paling tahu, putrinya selama ini hanya menghubunginya ketika dia membutuhkan sesuatu darinya.
Zidane merasa cemas karena dia takut kalau dia tidak mampu memberikan keinginan untuk putrinya karena dia sangat kenal karakter Hazel yang manja dan suka sewenang-wenang terhadap orang lain.
" Papa nanti akan pulang kan? Pada hari pernikahanku untuk menjadi wali nikahku?" tanya Hazel dengan suara lirih.
Karena sejujurnya dia pun merasa takut kalau Ayahnya tidak akan hadir di pernikahannya maka itu akan menjadi hari tersedih dalam hidupnya.
Zidane terdiam beberapa saat lamanya Hazel bisa mendengar suara anak kecil yang memanggil ayahnya.
" Ya sayang. Nanti papa akan mengusahakan untuk hadir di pernikahanmu. Ya sudah, nanti lagi kita bicara ya? Karena Akeno sedang mencari papa. Papa pergi dulu ya sayang!" ucap Zidan langsung berpamitan kepada putrinya tetapi Hazel misuh-misuh.
" Ya ampun Hazel! Usiamu berapa? Kenapa kau masih ingin bersaing dengan anak kecil seperti Akeno? Dia membutuhkan papa. Akeno tidak sepertimu. Kau adalah seorang gadis yang sempurna dan memiliki segalanya Nak! Tetapi Akeno hanya memiliki satu ginjal dan dia membutuhkan papa lebih dari segalanya. Jangan egois Hazel! Cobalah mengerti posisi Papah saat ini!" ucap Zidane.
" Akeno memiliki kekurangan seperti itu adalah hukuman dari Allah karena perbuatan ibunya yang sudah menyakiti hati Mama!" ucap Hazel sengit. Marah dan kesal bercampur jadi satu di hatinya.
" Cukup Hazel! Jangan kau ulangi lagi perkataan burukmu itu! Akeno hanyalah anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Akeno tidak selayaknya mendapatkan cacian dan makian dari mulutmu!" ucap Zidane yang emosi.
Zidane merasa tersinggung dengan ucapan Hazel yang mengingatkan kembali tentang perbuatan buruknya yang sudah tega menghancurkan rumah tangganya bersama dengan Marcella.
" Apakah Hazel harus kehilangan satu ginjal juga untuk bisa mendapatkan perhatian dan cinta dari papa? Huh? Iya Pah? Kalau seperti itu, Hazel akan menjual ginjal Hazel satu Pah. Maka datanglah Papa kemari sekarang juga untuk merawatku. Karena aku dan Mama juga membutuhkan perhatian dan Cinta Papa. Bukan hanya Akeno dan tante Ayumi!" ucap Hazel sambil menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
Zidane terkesiap mendengarkan perkataan Hazel. Wajahnya seakan tertampar oleh perkataan putrinya.
Selama ini Zidane memang dikendalikan oleh Ayumi. Wanita itu selalu menggunakan Akeno untuk membuat Zidane selalu datang kepadanya tanpa banyak pikir lagi.
Walaupun dalam keadaan rapat sepenting apapun. Zidane pasti akan langsung berlari ke Jepang. Hanya untuk memenuhi panggilan Ayumi jika itu sudah menyangkut tentang Akeno. Zidane sangat menyayangi Akeno karena di mata Zidane Alkeno adalah penerus nama keluarganya. Jadi dia harus selalu menjaga dan merawatnya.
Zidane merasa kecewa kepada Marcella yang sudah membuat putranya yang pertama meninggal karena sakit.
Zidane menyalahkan Marcella yang teledor menjaga putranya. Sehingga putranya terlambat untuk ditolong oleh paramedis. Ketika putranya kritis, Marcella tidak segera membawa putra mereka ke rumah sakit.
Marcella memilih menunggu kedatangan Zidane yang sedang berada di luar kota. Marcella pikir itu hanya penyakit demam biasa saja. Marcella tidak tahu kalau penyakit yang diderita oleh putranya bisa merenggut nyawa apabila terlambat ditolong.
Sejak kematian putranya. Zidane selalu merasa bahwa Marcella tidak becus mengurus anaknya dan akhirnya Zidane pun mulai tergoda dengan sosok seorang Ayumi yang begitu sempurna di matanya.
Ayumi yang kebetulan diberikan tugas oleh ayahnya yang memiliki perusahaan di Jepang untuk bekerja sama dengan perysahaan Zidane. Ayumi merasa tertarik dengan laki-laki tampan berwajah sendu itu. Pria tampan yang selalu berwajah murung dan merasa sedih karena belum bisa berdamai dengan kematian Putra pertamanya yang sangat menyakiti hatinya.
Hingga tanpa disadari, mereka semakin lama semakin dekat dan semakin saling mencintai. Hingga akhirnya tidak bisa dipisahkan lagi.
Marcella yang terlambat mengetahui gelagat suaminya yang sudah mulai berpindah hati akhirnya harus menerima kenyataan bahwa sang suami menikah lagi di belakangnya.
Dua keluarga besar mereka akhirnya bertemu untuk menyidang Zidane. Tetapi Zidane bersikeras tidak ingin meninggalkan Ayumi yang saat itu sedang hamil anak laki-laki.
Akhirnya Bima pun tidak bisa membujuk putranya. Karena dia pun merasa kasihan kepada cucunya yang berada di dalam kandungan Ayumi. Apalagi anak tersebut berjenis kelamin laki-laki yang kelak akan meneruskan nama keluarga besar Bima.
__ADS_1
Hingga akhirnya Bima menasehati Marcella untuk menerima pernikahan kedua putranya demi bayi yang ada di dalam kandungan Ayumi yang akan menjadi penerus nama keluarga mereka.