Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
56. Sulit


__ADS_3

Keesokan harinya mereka disibukkan dengan persiapan pernikahan Hazel dan Surya. Sebagai sahabat Volkan dan Ardan membantu Hazel untuk mempersiapkan segalanya.


Tampaknya mereka sudah melupakan masalah Volkan yang telah membatalkan rencana pernikahannya bersama Hazel. Sekarang semua orang masing-masing berbahagia dengan pasangan yang sudah mereka pilih masing-masing.


" Wah seru ya, sekarang kita kumpul lagi seperti ini rasanya seperti kembali ke masa kecil," ujar Hazel yang begitu excited dengan kebersamaan mereka bertiga pada hari ini.


" Ya sekarang kan kita sibuk masing-masing dengan pekerjaan dan kehidupan kita sendiri. Jadi kita jarang berkumpul seperti ini!" ucap Ardan menimpali perkataan Hazel.


Sejak tadi Volkan hanya diam dan tidak mengatakan apapun. Dia lebih fokus menatap Surya yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutannya.


Rasanya Volkan masih belum menerima sebuah kenyataan. Kalau Surya akan menjadi calon suami Hazel yang itu artinya Surya akan masuk ke dalam cycle kehidupannya mulai hari itu. Karena hubungan mereka bertiga memang sangat erat. Baik sebagai sahabat maupun keluarga dekat.


Maura sejak tadi terus memperhatikan raut wajah Volcan yang tidak enak untuk ditatap.


" Apa kau ingin kita pulang saja? Kenapa wajahmu dari tadi ditekuk seperti itu?" tanya Maura yang tahu kalau Volkan tidak suka melihat kehadiran Surya bersama dengan mereka.


" Tidak apa-apa. Tidak enak juga kalau kita pulang. Nanti mereka berpikir kalau kita tidak ingin kumpul bersama mereka." ucap Volkan berusaha untuk tersenyum.


Sementara itu Maura melirik ke arah surya yang wajahnya sama-sama tidak sedap dipandang.


Maura benar-benar bingung dengan kedua pemuda itu. Kenapa mereka begitu saling membenci satu sama lain?


" Bagaimana kalau kita satukan pernikahan kita bertiga?? Pasti seru banget ya kan?" tanya Hazel ketika mereka berenam hadir di acara fitting pakaian pernikahannya dan Surya.


Volcan dan Surya tampak terkejut mendengarkan perkataan dari Hazel yang ingin menyatukan pernikahan mereka berenang dalam satu waktu dan satu tempat.


" Big No!!" ucap Surya dan Volcan bersamaan.


Otomatis mata semua orang tertuju kepada mereka berdua. Surya dan Volkan sampai melotot satu sama lain.

__ADS_1


Surya dan Volkan terlihat tidak setuju dengan ide yang dikatakan oleh Hazel.


Hazel, Volkan dan Ardan sejak kecil selalu bersama Hampir tak pernah terpisahkan di antara mereka.


Sekarang Hazel bahkan menginginkan pernikahan mereka diselenggarakan bersama. Rasanya sangat konyol walaupun hanya membayangkannya saja.


' Ya ampun! Apa ada yang lebih membagongkan dari semua ini? Bagaimana mungkin aku harus menjalani pernikahanku bersama dengan Volkan?' bathin Surya benar-benar merasa tidak percaya dengan takdir hidupnya.


' Lebih baik aku tidak menikah daripada harus menikah bersama dengan Surya!' bathin Volkan sambil menatap tajam ke arah surya yang saat ini juga sedang menatapnya.


" Kalian itu kenapa sih? Sejak dulu selalu saja berantem! Tidak pernah mau akur! Dasar menyebalkan!" ucap Hazel merasa pusing dengan kelakuan Surya dan Volkan yang seperti kucing dan tikus.


Sementara itu Ardan dan Layla saling menatap satu sama lain. " Kalau kami berdua, tidak masalah untuk digabungkan acara pernikahan kita. Aku malah senang kalau pernikahan kami dipercepat. Betul tidak sayang?" tanya Ardan sambil tersenyum kepada Layla.


Layla sampai memerah wajahnya mendengar Ardan memanggilnya sayang di hadapan semua teman-temannya.


" Ya ampun! Kamu hebat Layla, karena sudah menaklukkan seorang Ardan! Keren banget!" ucap Hazel begitu terpesona dengan seorang Layla yang sudah berhasil menaklukkan es balok seperti Ardan.


" Aku juga tidak masalah kalau pernikahan kami disatukan dengan acara pernikahan kalian." ucap Maura tersenyum kepada semua orang yang ada di sana.


Surya dan volcan saling menatap satu sama lain. Ah mereka seperti dua kekasih yang sulit untuk berdamai setelah perang dingin.


" Nah 4 suara sudah setuju untuk pernikahan kita digabungkan ya? Jadi kalian berdua ga bisa protes! Ingat negara kita menganut demokrasi suara yang terbanyak dialah yang menang!" ucap Hazel yang merasa bahagia sekali karena idenya disambut baik oleh mereka. walaupun Hazel harus mengerutkan keningnya karena melihat Surya dan Volkan yang seperti tidak rela dengan keputusannya.


Dalam persahabatan mereka bertiga. Hazel memang selalu menjadi marcesuar untuk setiap keputusan dan ide kebersamaan mereka bertiga sejak dulu.


" Baiklah aku akan menghubungi kedua orang tuaku. Bahwa pernikahan kita bertiga akan digabungkan. Aku yakin mereka Pasti sangat bahagia sekali!" ucap Hazel dengan senyum yang tidak berhenti merekah dari bibirnya.


Volkan dan Surya tidak mau menghapus kebahagiaan di wajah Hazel. Sehingga mereka hanya diam dan tidak protes lagi.

__ADS_1


Bagaimanapun bagi mereka berdua kebahagiaan Hazel lebih penting daripada ego mereka sendiri. Ya mereka sangat menyayangi Hazel. Terlebih lagi Surya yang sangat mencintainya sejak dulu.


Volcan kemudian minta izin untuk pergi ke toilet sambil menatap tajam kepada Surya, seakan memberikan kode padanya untuk mengajak bertemu di tempat lain.


" Sayang aku pergi ke toilet dulu ya,"


" Aku mau melihat mobilku dulu sepertinya tadi tidak parkir dengan benar!" dusta kedua pria tampan itu.


Mereka berempat hanya saling menatap satu sama lain. Mereka 100% yakin bahwa Surya dan Volkan pasti akan bertemu di tempat lain.


Sementara itu Volkan yang sedang menunggu kedatangan Surya tampak sudah tidak sabar.


Valcon langsung menghajar wajah Surya ketika mereka bertemu. " Eh jangan pernah bermimpi ya, kalau pernikahan kita kan digabungkan!" ucap Volkan dengan wajah merah padam.


" Eh Kau pikir aku mau apa menikah bersama dengan kamu? Idih, lebih baik aku tidak usah menikah sekalian ya, daripada harus berada di satu tempat bersama denganmu!" ucap Surya yang tidak kalah marah dengan Volkan.


Hazel dan Maura yang melihat kedua pemuda itu saat ini sedang saling adu tonjok, pun kini mendekati pasangan mereka masing-masing.


" Ya udah Surya. Kalau kau memang maunya seperti itu. Pernikahan kita dibatalin aja!" ucap Hazel sambil menatap tajam kepada Surya yang masih asyik melayangkan bogem mentahnya pada Volkan.


" Ya benar! Sebaiknya kita batalkan saja pernikahan kita berdua. Sudah kalian berdua berantem saja. Ayo Hazel kita mendingan pergi tinggalkan mereka saja!" ucap Maura tidak kalah sengitnya seperti Hazel.


Mendengar perkataan dari wanita yang dicintainya Volkan dan Surya pun langsung melepaskan satu sama lain.


" Sayang gak bisa gitu dong! Emangnya pernikahan kita itu permainan apa?" tanya Surya yang tampak begitu kesal dengan keputusan Hazel secara sepihak gitu.


" Iya nggak adil benget deh sayang. Masak karena kami berdua tidak mau menikah bersama-sama, lalu kalian jadi tidak mau menikah sama kami? Aneh banget!" protes Volkan dengan wajah protesnya kepada Maura yang sudah bersiap pergi dengan Hazel.


Sementara Ardan dan Layla hanya menggelengkan kepala. Melihat kelakuan Volcan dan Surya yang benar-benar seperti anak kecil.

__ADS_1


" Udah kalian berdua teruskan saja adu mekaniknya. Ayo kita berempat lebih baik bersiap untuk mempersiapkan pernikahan kita saja! Pusing juga lama-lama ngurusin mereka berdua yang nggak pernah mau dewasa!" ucap Ardan sambil menggelengkan kepalanya karena merasa kesal dengan kelakuan Volkan.


__ADS_2