Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
32. Bertemu ibunya Maura


__ADS_3

Volkan mengerutkan keningnya ketika mereka datang ke kediaman Ardan dan dia merasa bingung kenapa Maura malah mengarahkan mobilnya untuk masuk ke dalam rumah Ardan sepupunya yang tadi habis dia hajar gara-gara kecemburuannya yang terlalu besar terhadap kekasihnya dan sang sepupu.


" Sayang kita kan mau bertemu dengan orang tuamu. Kenapa malah datang ke rumahnya Ardan?" tanya Volkan yang masih bingung.


Sambil membuka seat belt, Maura pun kemudian menjelaskan kepada Volcan bahwa ibunya bekerja di rumah Ardan sebagai Baby Sister Noaf, keponakannya Ardan.


Volkan benar-benar terkejut menerima kenyataan itu bahwa ternyata Amura itu anak dari Baby Sister yang setiap kali selalu bertemu dengannya apabila berkunjung ke kediaman Ardan bersama dengan Hazel.


' Mampus! Kelihatannya akan sangat sulit untuk mendapatkan restu dari ibunya Maura. Karena dia jelas-jelas tahu hubunganku dengan Hazel selama ini.' bathin Volkan yang mulai lemas seketika menerima kenyataan yang ada di hadapan nya.


Dengan penuh percaya diri, Maura lalu menggandeng tangan Volcan menuju ke dalam kediaman ibunya yang diberikan oleh keluarga Ardan yang tepatnya di belakang kediaman utama. Hanya sebuah kamar dan juga kamar mandi yang langsung tersambung di dalamnya.


Kening Volkan sudah berkeringat sejak tadi. Dia sudah ketakutan duluan sebelum bertemu dengan ibunya Maura yang dia kenal sudah lama tetapi selama ini dia tidak pernah bertutur siapa secara pribadi dengan Baby Sister Noaf yang ternyata adalah calon mertuanya di masa depan. Ah, benar-benar sebuah misteri yang sangat lucu bagi Volkan.


Karena ini sudah malam, jadi Maura berani untuk langsung mengetuk pintu kamar ibunya dia yakin kalau ibunya sekarang sudah kembali ke kamarnya. Karena pasti anak asuhnya sudah tidur mengingat waktu yang sekarang sudah jam 09.00 malam.


Perasaan Volcan saat ini benar-benar campur aduk dan sangat tidak percaya diri untuk bertemu dengan ibunya Maura yang dia kenal sebagai wanita yang baik terbukti dari dia bisa bekerja di rumah Pamannya begitu lama bahkan Noaf yang baru pun bisa dia taklukan dengan mudah.


Padahal Volcan sangat tahu Noaf itu adalah anak kecil nakal yang sangat sulit untuk dikendalikan. Sebelum kedatangan Susan di rumah itu, hampir setiap minggu mereka selalu gonta-ganti jadi baby sister dan hanya Susan yang bisa bertahan kerja di sana bahkan sudab hampir 2 Tahun lamanya bekerja sebagai pengasuhnya Noaf di kediaman Ardan yang super mewah.


Maura kemudian mengetuk pintu kamar ibunya. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit saja. Mereka menunggu di teras yang tidak terlalu luas tempatnya. Hanya ada dua bangku yang tersusun rapi di sana.


Sebenarnya sudah beberapa kali Noaf menyarankan untuk Maura juga tinggal di kediaman mereka. Akan tetapi selalu ditolak oleh neneknya. Karena dia tidak mau anak gadis Susan akan menggoda putranya yang seorang dokter tampan dan juga memiliki banyak fans di rumah sakit mereka.


" Mah ini Maura. Bisakah kita bicara sebentar? Ada hal yang sangat penting yang ingin Maura bicarakan dengan Mama!" ucap Maura ketika Dia mengetuk pintu kamar ibunya.


Susan yang saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi tidur merasa terkejut mendengarkan ketukan pintu dari putrinya yang tidak biasanya berkunjung pada malam-malam begini.

__ADS_1


Susan pun kemudian mengenakan kembali pakaiannya yang pantas untuk digunakan ketika berada di luar kamar.


Sementara itu Ardan yang saat ini sedang berdiri di balkon kamarnya. Ardan tampak memperhatikan kedatangan Volcan dan Maura yang saat ini sedang berkunjung ke kediaman Susan yang disediakan oleh keluarganya untuk Baby Sister keponakannya.


" Ya ampun Nak. Malam-malam kamu datang kemari? Ada ada apa sih? Apa tidak bisa besok saja? Mama sangat lelah sekali setelah bekerja seharian!" ucap Susan dari dalam kamarnya sambil membuka kunci kamar.


Sambil menguap Susan kemudian membuka dan menemui putrinya yang saat ini sedang berdiri di depan pintu. Sementara Volcan masih duduk di kursi yang ada di teras.


" Maafkan mah. Karena ini juga mendadak. Bisa kita bicara tidak ? Sebentar aja kok!" ucap Naura sambil menarik tangan volcan untuk masuk ke dalam kamar ibunya.


Susan langsung menghentikan langkah Maura dan meminta mereka untuk berbicara di teras saja. Karena tidak baik juga kalau membawa masuk seorang pemuda ke dalam kamarnya. Apalagi malam-malam begini. Dia tetap menjaga perasaan majikannya walaupun mereka sudah tidur pada jam segitu, karena kedisiplinan yang memang sudah diajarkan oleh kedua orang tua Ardan.


" Loh tuan Volkan? Kenapa bisa bersama dengan putri saya?" tanya ibunya Maura.


Walaupun waktu itu Maura sudah pernah menceritakan tentang Volkan. Saat meminta ijin untuk menikah siri. Tetapi dia benar-benar tidak mempercayai bahwa putrinya memang benar-benar berhubungan dengan Volkan. Oleh karena itu Susan sangat terkejut melihat pemuda tampan itu benar-benar berdiri di hadapannya saat ini sambil menggandeng tangan putri kesayangannya.


" Maura! Apakah Tuan Volkan ini benar-benar kekasihmu? Bukankah waktu itu mama sudah menyuruhmu untuk meninggalkan dia?" tanya Susan sambil menatap tajam kepada Maura yang auto menundukkan kepala karena merasa takut melihat kemarahan ibunya.


" Maafkan kami tante. Tapi kami berdua saling mencintai dan Kami tidak akan pernah berpisah dengan alasan apapun!" ucap Volkan mantap.


Entah keberanian dari mana, tiba-tiba saja Volkan berdiri dan membuka suara padahal sejak tadi dia sudah berkeringat dingin dan gemetar ketakutan ketika melihat amarah di wajah ibunya Maura.


" Cinta kau bilang? Apa cintamu yang harus mengorbankan perasaan wanita lain yang kau tinggalkan hanya untuk bisa bersama dengan putriku? Cinta yang tidak masuk akal!" ucap Susan dengan emosi yang sudah meluap-luap di dalam hatinya.


Maura sudah mundur-mundur dan sangat takut menatap wajah ibunya yang sudah memerah karena menahan amarah.


" Maafkan saya tante. Saya tidak tahu definisi cinta yang Tante maksudkan. Tapi yang jelas, saya pasti akan berjuang untuk bisa bersama dengan Maura dan saya tidak peduli dengan halangan apapun yang ada di depan sana!" Ucap Volkan dengan menetap tajam kepada Susan yang langsung melotot melihatnya.

__ADS_1


" Lancang! Aku sebagai ibu dari Maura, selamanya tidak akan merestui pernikahan kalian. Aku tidak merestui hubungan kalian. Segera kau tinggalkan putriku dan kembalilah kepada tunanganmu yang kaya raya! Jangan kau membuat aib ke dalam keluargaku dengan menjadikan putriku sebagai seorang perebut tunangan wanita lain!" ucap Susan dengan sudah tidak memperdulikan lagi perasaan siapapun sekarang yang ada di dalam hatinya hanyalah ingin memisahkan putrinya bersama dengan Volkan.


Susan sangat tahu kalau Volcan sudah bertunangan dengan Hazel sangat lama sekali. Bahkan pernikahan mereka berdua digadang-gadang sudah siap 80%. Hanya tinggal menunggu hari H saja. Bagaimana mungkin tiba-tiba saja pemuda itu datang ke hadapannya dan meminta restu untuk menikah dengan putrinya yang berharga?


Sejak tadi Susan terus menggelengkan kepalanya sambil mengelus dadanya yang terasa begitu sesak. Sungguh tidak ada penghinaan yang lebih besar dari hal ini.


" Maura! Xepat kau masuk ke dalam kamar Mama! Biarkan Mama berbicara dengan tuan Volkan. Setidaknya Mama ingin menyadarkan pemuda ini untuk bertindak benar dan jangan hanya mengikuti hawa nafsunya saja dan menyakiti orang-orang di sekitarnya hanya untuk memperjuangkan cintanya yang konyol itu!" ucap Susan dengan tegas dan tanpa tedeng aling-aling.


Akan tetapi sebelum Maura melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar milik Susan. Volkan sudah menarik tangan Maura agar menuju dirinya. Maura disuruh untuk berdiri di belakangnya.


" Sayang kau berdiri di belakangku biarkan aku yang berbicara dengan ibumu!" ucap Volkan masih berusaha untuk tenang menghadapi kemarahan ibunya Maura yang sudah sampai di ubun-ubun.


Sementara itu Ardan yang saat ini hanya sedang memperhatikan pembicaraan diantara mereka bertiga. Ardan tampak hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Ardan tidak menyangka kalau sepupunya yang selama ini pembuat masalah, ternyata berani menghadapi amarah seorang Susan yang terkenal sebagai wanita pendiam dan juga penyaabar. Selama bekerja di kediamannya, Volkan tidak pernah melihat Susan marah seperti itu. Jadi Ardan bisa membayangkan sebesar apa amarah ibunya Maura saat ini kepada Volkan.


Sementara Volkan yang saat ini sedang berusaha untuk memperjuangkan cintanya kepada Maura, dia menatap tajam ke arah Susan yang masih berusaha untuk menarik putrinya agar masuk ke dalam kamarnya.


" Kami datang kemari untuk memberitahukan kepada Anda. Bahwa besok di cafe Oasis yang ada di rumah sakit keluarga Ardan, Kami menunggu kedatangan anda untuk bertemu dengan keluarga saya untuk membicarakan masalah pernikahanku bersama dengan Maura. Kalau anda merasa sebagai ibu kandung Maura, datanglah ke sana. Kalau tidak, maka jangan coba-coba untuk menghalangi pernikahan kami berdua!" ucap Ardan dengan nada tegas dan mantap.


Volkan kemudian langsung menarik tangan Maura untuk mengikutinya tanpa memperdulikan lagi panggilan dari Susan yang seperti sudah hopeless melihat kelakuan Volcan yang sangat barbar tadi kepadanya.


" Maafkan Maura Mah! Maura pergi dulu. Besok kami tunggu mama di sana ya?" ucap Maura dengan mata berkaca-kaca.


Maura merasa sedih melihat penolakan ibunya dengan hubungan mereka berdua. Hubungan yang memang bisa dikatakan dengan cinta terlarang. Karena harus menyakiti banyak hati yang terlibat di dalamnya.


" Percayalah padaku sayang. Saat ini kita memperjuangkan cinta kita. Kita tidak sedang menyakiti siapapun. Kita hanya tidak mau menikah dengan orang yang salah yang tidak kita cintai. Aku tidak mau menghabiskan hidupku dengan orang yang tidak aku inginkan sebagai istri dan juga ibu dari anak aku! Kau harus percaya padaku dan mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan cinta kita menjadi sebuah kenyataan!" ucap Volkan ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


Volkan menggenggam telapak tangan Maura. Dengan penuh kasih sayang. Volkan terus mencium tangan Maura berkali-kali dan berusaha menyalurkan perasaan cinta yang ada di dalam hatinya kepada wanita yang sangat dia cintai dan ingin dia perjuangkan untuk menjadi istrinya di masa depan.


__ADS_2