Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
18. Emosi Volkan


__ADS_3

Volkan yang merasa penasaran dengan semua yang terjadi di tempat itu, dia pun kemudian menarik tangan Hazel dan meminta penjelasan kepadanya.


" Ada apa ini Hazel? Tolong jelaskan padaku!" ucap Volkan yang sudah hilang kesabaran.


Hazel yang merasa takut kepada Dinda. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya. Hazel tidak berani untuk menetap wajah calon mertuanya yang saat ini sedang berwajah masam karena merasa kecewa dengan kelakuan Hazel yang sudah memfitnah Muara dan hampir membuat Dinda memecat Maura.


" Tidak apa-apa. Ya sudah Nyonya. Saya akan kembali bekerja!" ucap Mura pelan.


Maura kemudian berpamitan kepada Dinda yang merasa sangat tidak enak hatinya. Karena tadi sudah menampar gadis cantik itu gara-gara fitnah yang sudah diberikan oleh Hazel untuk Maura.


" Ya sudah kau kembalilah ke tempatmu bekerja. Biarkan urusan ini saya yang akan menyelesaikannya!" ucap Dinda mengulas senyum kepada Maura.


Maura kemudian meninggalkan mereka bertiga. Kembali bekerja di cafe. Maura hanya melirik sekilas kepada Hazel yang masih menundukkan kepalanya karena dia tidak berani untuk mengangkat wajahnya menatap Dinda atau pun Volkan.


Volkan yang menangkap ada hal aneh di antara mereka, akhirnya dia mendesak ibunya untuk menceritakan kejadian yang sesungguhnya.


Dinda kemudian menceritakan semua yang sudah dilakukan oleh Hazel kepada Maura tampak Volkan yang wajahnya mulai memerah karena menahan amarah di dalam hatinya yang hendak meledak.


Tetapi Volkan kemudian mengingat kembali bahwa hatinya memang sudah terpaut kepada Maura dan dia bisa memahami kemarahan Hazel yang pasti merasa telah dikhianati olehnya.


Walaupun Volcan sampai saat ini tidak secara terang-terangan mengakui tentang hubungannya dengan Maura. Akan tetapi Volkan sudah merasa yakin bahwa suatu saat dia pasti akan berterus terang kepada kedua orang tuanya tentang Maura.


' Biarlah aku lepaskan saja masalah ini. Bagaimanapun semua itu memang adalah kesalahanku. Hazel pasti sudah menangkap sesuatu yang tidak biasa dalam hubunganku dengan Maura. Bukankah katanya hati perempuan itu sangat sensitif?' bathin Volkan masih terus menimbang apakah dirinya akan mempertemukan Maura dengan Hazel atau tidak. Bagaimana pun dia pernah berjanji kepada Maura bahwa dia akan segera mengakhiri hubungannya dengan Hazel.

__ADS_1


" Sudahlah kita lupa saja masalah ini. Mah Aku mau minta izin mau pergi ke luar kota dulu. Ada keperluan mendesak di sana!" dusta Volkan kepada ibunya karena sebenarnya dia ingin mengajak Maura untuk berlibur ke Bali.


Volcan merasa menyesali karena rencananya waktu itu yang akan membawa Maura ke puncak telah gagal total. Karena mereka terpaksa kembali ke Jakarta karena sang ayah yang memaksanya untuk kembali.


Jadi Volkan berencana akan mengganti rencana yang gagal itu dengan pergi ke Bali bersama dengan Maura. Menikmati waktu berdua saja sebagai pasangan baru.


Hati Volcan merasa sangat bahagia sekali walaupun baru membayangkannya saja. Apalagi kalau dirinya sudah benar-benar pergi ke Bali bersama dengan Maura.


" Aku akan ikut denganmu sayang. Sekalian kita akan mencari referensi hotel untuk tempat kita berbulan madu nanti!" ucap Hazel sambil bangkit dan menggenggam telapak tangan dengan senyum sumringah.


Hazel merasa percaya diri. Setelah dia tidak melihat kemarahan di mata Volkan. Walaupun tadi Ibunya Volkan sudah menceritakan semua keburukannya di hadapan tunangan nya itu. Pria yang sangat dia cintai.


Volcan yang saat itu sedang melihat Maura yang terus memperhatikan mereka. Dia pun segera menepis tangan Hazel dari lengannya dan menghindari tunangannya.


" Maafkan aku Hazel. Aku pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan yang sangat penting. Bukan untuk bermain-main jadi aku tidak bisa mengajakmu! Maafkan aku!" ucap Volkan sambil menjauh dari Hazel.


Bagaimanapun Volkan tidak mau kalau nanti Maura menjadi marah kepadanya kalau melihat dia berdekatan dengan Hazel.


Volcan sendiri tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Kenapa dia sangat peduli kepada Maura? Padahal mereka baru saja bertemu dan tidak lama waktu yang telah mereka habiskan selama ini.


Tampak Volkan mulai menarik nafasnya dalam-dalam. Karena dia cukup merasa bersalah setelah dirinya berbohong kepada ibunya dan juga tunangannya. Hanya untuk bisa berduaan dengan Maura. Wanita yang mulai memasuki hidupnya dan membuat dia bergairah kembali untuk meniti hari-harinya.


Volkan sendiri tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Kenapa dia merasa tidak tertarik untuk menghabiskan hari-harinya bersama dengan Hazel yang berstatus tunangannya.

__ADS_1


Tetapi Volkan selalu merasakan rindu kepada Maura dan selalu ingin bertemu dengan gadis itu setiap hari.


Berpisah sebentar dengan Maura saja sudah membuat volkan merasa sangat merindukan gadis itu. Apalagi sejak kejadian di hotel itu, sudah membuat Maura menjadi jinak kepadanya dan menurut dengan apapun kemauan Volkan.


Walaupun Volkan merasa agak terganggu dengan hubungan Maura dan Ardan yang tampak terlihat dekat.


Walaupun Volcan menyadari bahwa semua itu adalah kesalahannya sendiri yang sudah mengarang cerita tentang Maura berstatus sebagai kekasih Ardan untuk menyelamatkan dirinya dari keluarga besarnya yang waktu itu mengamuk gara-gara melihat skandal fotonya bersama dengan Maura yang berada di hotel yang sama dengan dirinya.


Akan tetapi Volkan pun tidak bisa berbuat banyak karena dia mengerti kalau saat ini Ardan sedang merasa sedih sekali hatinya setelah meninggalnya Sakinah. Gadis yang sangat dicintai oleh Ardan selama bertahun lamanya. Volkan sangat tahu itu.


" Ayolah Volkan. Aku tidak akan mengganggu pekerjaanmu kok. Aku hanya akan menunggu kepulanganmu saja. Setelah kamu pulang bekerja. Setelah itu kita berdua bisa mencari referensi hotel untuk tempat kita berbulan madu nantinya!" ucap Hazel tetap bersih keras ingin ikut bersama dengan Volkan pergi keluar kota.


Volkan menggelengkan kepalanya dengan keras. Bagaimanapun dia harus berusaha lebih keras untuk membujuk Hazel agar tidak memaksa untuk ikut dengannya.


" Kalau masalah referensi hotel untuk bulan madu. Bisa kau cari di internet. Kenapa kau harus mengganggu pekerjaanku dengan hal sepele seperti itu?" tanya Volkan dengan mata berapi-api.


Volkan merasa sangat jengkel karena dia merasa khawatir rencananya bersama Maura akan gagal total gara-gara Hazel yang meminta ikut bersamanya.


" Sudahlah Hazel kau jangan bersikeras seperti itu Volkan pergi keluar kota juga kan untuk pekerjaan bukan untuk bermain-main!" ucap Dinda dengan suara tegas.


Karena bagaimanapun Dinda sudah merasa kesal sekali. Ketika dia melihat tingkah Hazel yang selalu memaksakan kehendaknya kepada Putra kesayangannya.


Hazel yang masih merasa bersalah dan merasa takut kepada Dinda Akhirnya dia pun menyerah dengan keinginannya untuk ikut bersama dengan Volkan.

__ADS_1


' Biarlah Volkan. Kau tidak mau mengajakku untuk pergi bersamamu. Akan tetapi bukan masalah besar untuk Aku menyusulmu ke sana bukan?' bathin Hazel dengan senyum liciknya yang sangat terlihat jelas di matanya.


__ADS_2