Maura Sang Gadis Bar-bar

Maura Sang Gadis Bar-bar
49. Hazel kembali


__ADS_3

Setelah menyendiri di Pangandaran hampir dua minggu lamanya. Hazel pun kemudian memutuskan untuk kembali ke Jakarta dan memulai kehidupan barunya dengan lebih ikhlas dan lebih damai.


Hazel tidak mau menyimpan dendam kepada siapapun karena dia percaya bahwa jodoh maut dan rezeki sudah ada yang mengatur.


Kalaupun menikahi Volkan adalah prestasi untuknya. Tetapi untuk apa? Kalau dia tidak dicintai oleh suaminya sendiri?


Hazel setuju dengan apa yang dikatakan oleh Volkan bahwa dia juga berhak bahagia hidup dengan laki-laki yang mencintainya.


Hazel sudah cukup menderita melihat ibunya yang selalu menangis gara-gara perbuatan ayahnya yang telah menduakan hati ibunya.


Hazel tahu bagaimana perasaan tidak dicintai oleh pasangannya. Karena setiap hari Hazel lah yang menjadi saksi dari tangisan dan air mata Marcella ketika merindukan Zidane yang lebih berat untuk tinggal bersama dengan istrinya yang ada di Jepang.


" Kamu mau ke mana? Kok pagi-pagi sudah cantik dan membawa koper?" tanya Surya ketika melihat Hazel sudah Siap berdiri di samping mobilnya.


" Tentu saja pulang ke Jakarta memangnya aku akan selamanya tinggal di hotel ini?" tanya Hazel sambil memasukkan koper-kopernya ke dalam mobil dan kemudian bersiap untuk berangkat ke Jakarta.


Surya yang masih sibuk berpikir, dia tampak bengong di tempat.


" Eh, tunggu! Kenapa kau tidak bilang padaku kalau akan kembali ke Jakarta?" tanya Surya cemberut kepada Hazel.


Teman-teman Surya yang lain semuanya sudah kembali ke Jakarta sejak 1 minggu yang lalu. Hanya Surya yang masih bertahan di hotel itu demi untuk bisa bersama dengan Hazel dan bisa selalu bersamanya.


" Tunggu sebentar aku ikut denganmu ke Jakarta aku check out dulu! Kau tunggu aku oke?" ucap surya yang langsung berlari menuju hotelnya dan bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta bersama Hazel.


Hazel hanya tertawa melihat tingkah Surya yang menurutnya begitu konyol. Akan tetapi Hazel merasa berterima kasih kepada Surya. Karena selama keberadaannya di Pangandaran membuat dia tidak merasa kesepian dengan kehadiran seorang Surya di sisinya. Hazel bahkan tahu bahwa Surya masih ada di Pangandaran hanya untuk bersama dengannya.


Sekitar setengah jam kemudian, terlihat Surya yang terburu-buru menarik koper-kopernya yang kemudian dimasukkan ke dalam bagasi mobil milik Hazel.


Hazel kemudian turun dari kemudi mobil dan memberikan kunci mobilnya kepada Surya.


Dengan senang hati Surya pun menerima permintaan dari Hazel untuk menjadi sopir dalam perjalanan mereka menuju Jakarta.


" Apa kau tahu? Kau itu sangat aneh! Kau datang ke Pangandaran dengan siapa dan pulang dengan siapa!" ucap Hazel menyuarakan isi hatinya kepada Surya yang hanya tertawa mendengarnya.


" Aku tidak akan membiarkan Bidadari Surgaku sendirian saja di sini. Bagaimana nanti kalau kau diambil oleh orang lain? Aku tidak mau nanti menangisi pojokan gara-gara itu!" ucap Surya sambil fokus menyetir mobil sementara itu Hazel tiba-tiba hatinya merasa tergelitik mendengarkan perkataan dari Surya.


" Bidadari Surga maksud kamu?" tanya Hazel dengan jantung yang berdebar-debar sangat kencang.

__ADS_1


" Iyalah! Sejak pertemuan kita pertama kali di pinggir pantai itu, aku sudah memutuskan bahwa kau adalah bidadari surgaku dan aku akan mengejarmu sampai mendapatkanmu!" ucapan Surya sukses membuat Hazel terkejut bukan kepalang.


" Kau jangan sembarangan Surya! Hal-hal seperti itu tidak bisa dijadikan mainan!" ucap Hazel dengan suara bergetar karena saat ini perasaannya benar-benar senang kalut.


Gagal bertunangan dengan Volkan sejujurnya telah membuat Hazel menjadi minder dan tidak percaya diri untuk membangun sebuah hubungan dengan seorang pria yang lain.


" Aku tidak sembarangan Hazel! Aku termasuk laki-laki yang sangat sulit untuk tertarik kepada seorang perempuan. Kau adalah wanita pertama yang sudah memukau mataku dan juga hatiku pada satu titik yaitu sebuah cinta!" ucap Surya sambil meraih tangan Hazel dan berusaha untuk menciumnya dengan lembut.


Hazel yang saat ini masih terkesiap masih bingung dengan apa yang dilakukan oleh Surya terhadap dirinya.


" Kau tidak mengenal siapa aku. Bagaimana mungkin kau tiba-tiba mengatakan cinta begitu saja?" tanya Hazel seperti merasa insecure dengan dirinya sendiri.


Surya untuk sesaat menghentikan Laju kendaraan Mereka kemudian menatap Hazel secara lekat.


" Tataplah mataku Hazel. Apakah kau melihat sebuah permainan ataupun sebuah kebohongan di saat aku mengatakan bahwa aku mencintaimu?'' tanya Surya kepada Hazel.


Hazel tanpa kesulitan menelan salivanya sendiri melihat kejujuran di mata Surya untuk dirinya. Hazel tidak percaya dengan sesuatu yang terlalu instan menurutnya.


" Bagaimana mungkin kau bisa begitu mudah jatuh cinta kepada seorang wanita?" tanya Hazel yang masih bingung dengan Surya.


" Dari mana kau mengetahui hal-hal sekecil itu? Bahkan aku saja sudah lupa tentang itu semua!" tanya Hazel kepada Surya dengan mata bintangnya yang begitu memukau seorang Surya yang saat ini sedang mabuk kepayang kepada Hazel.


" Mungkin kau lupa denganku. Aku adalah Surya yang waktu kecil selalu membully mu yang selalu mengejekmu. Apa kau ingat tentang aku?" tanya Surya dengan suara yang agak takut-takut kalau sampai hasil marah kepadanya.


Akan tetapi Surya sudah bertekad bahwa dia akan memulai hubungan itu dengan kejujuran dan tidak ingin ada kebohongan di antara mereka.


" Jadi kau adalah Surya? Bocah tengil yang menyebalkan itu?" tanya Hazel dengan memasang wajah merah membuat Surya menjadi gemetar ketakutan.


" Maafkan aku Hazel. Itu memang kejadian yang sangat lama dan Aku menyesali semua itu! Aku berjanji aku akan menebus semua kesalahanku padamu di masa lalu dan aku akan membahagiakanmu!" ucap Surya berusaha untuk meraih tangan Hazel yang sekarang telah ditarik dari telapak tangan nya.


Jantung Surya berdetak begitu cepat. Ketika dia melihat Hazel yang kemudian langsung memalingkan wajahnya dan tidak mau melihat ke arahnya.


" Tolong Hazel! Maafkan aku ya? Itu hanyalah kenakalan seorang anak kecil yang tidak dewasa. Aku sadar bahwa itu adalah salah. Dan aku berjanji padamu akan memperbaiki semua kesalahan itu dengan mengabdikan hidupku untukmu untuk membahagiakanmu!" ucap surya yang masih belum menyerah untuk membujuk Hazel agar mau memaafkan dan mau menerimanya untuk menjadi masa depan Hazel.


' Ya ampun ternyata dia adalah surya laki-laki yang sejak kecil selalu menjadi musuh utama dari Volkan! Apa yang akan dipikirkan oleh Volkan ketika dia tahu kalau aku memiliki hubungan dengan Surya? Apakah nantinya akan ada perang besar lagi seperti dulu?' bathin Hazel masih sibuk memikirkan tentang masa lalu mereka.


Sejak di bangku SMP Surya dan Volkan adalah musuh utama dan selalu bertarung di manapun mereka bertemu.

__ADS_1


Lebih tepatnya karena Surya yang senang sekali membully Hazel sehingga membuat Volkan dan Ardan selalu menghajar surya dan teman-temannya untuk memberikan mereka pelajaran agar tidak mengganggu Hazel lagi.


" Tolonglah aku Hazel! Aku sudah berubah. Sekarang aku sudah dewasa dan aku tidak pernah mem-bully siapapun lagi!" ucap Surya berusaha untuk meyakinkan Hazel agar mau melihat ke arahnya.


Perasaan Surya benar-benar sangat kacau melihat hasil yang terus memalingkan wajahnya dari dirinya.


" Pokoknya aku tidak akan melanjutkan perjalanan kita berdua sebelum kau melihat ke arahku!" ancam Suriah kepada Hazel.


Hazel kemudian mengalihkan wajahnya dan menatap Surya dengan begitu lekat.


" Kalau kau tidak mau melanjutkan perjalanan kita, maka aku akan menyuruhmu untuk turun dari mobilku. Karena aku bisa melakukan perjalanan sendiri tanpa kamu!" ucap Hazel tanpa tedeng aling-aling membuat Surya menjadi klapakan di buatnya.


Terlihat surya yang memukul setir mobil dengan begitu frustasi. Benar! Surya sangat pusing kepalanya ketika melihat Hazel yang seperti tidak peduli kepadanya. Setelah mengetahui masa lalu yang berusaha dia sembunyikan sejak kemarin.


" Tolonglah aku Hazel dari kemarin aku terus menyembunyikan tentang kenyataan bahwa aku adalah orang yang suka membully mu sejak kecil, bersama dengan teman-temanku yang lain. Hal itu karena aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa bersamamu! aku tidak bermaksud apa-apa dan aku tidak pernah berniat untuk menipumu!" ucap Surya yang masih terlihat begitu menderita dengan sikap Hazel yang seperti tidak peduli dan acuh terhadapnya.


Hazel kembali menatap jalanan yang begitu lengang. Ya mereka sudah keluar dari kota Pangandaran. Dan rasan Hazel saat ini sedang tidak tenang ketika melihat wajah Surya yang seperti mengancam dirinya akan melakukan sesuatu yang berbahaya padanya.


" Baiklah aku akan memaafkanmu. Asalkan kita segera melanjutkan perjalanan kita. Karena aku takut-takut kalau sampai kemalaman sampai Jakarta. Kedua orang tuaku pasti akan sibuk mencariku!" ucap Hazel berusaha untuk membujuk Surya agar mereka bisa berangkat segera dan melanjutkan perjalanan mereka.


Mendengar perkataan Hazel wajah Surya seketika bersemangat dan dia langsung menyalahkan mesin mobil dan melajukannya kembali dengan kecepatan sedang.


Hazel tersenyum melihat kelakuan Suriah yang menurutnya sangat aneh dan absurd.


" Apa benar kau sesuka itu padaku? Kau benar-benar sangat lucu Surya!" ucap Hazel dengan senyumnya yang mengembang di bibirnya yang cantik.


" Kau tidak tahu? Kalau sejak aku bertemu denganmu. Hampir setiap malam aku hanya memimpikan untuk berdiri di sampingmu dan menjadikanmu sebagai kekasihku!" ucap Surya sambil tersenyum kepada Hazel.


" Apakah itu benar? Tapi bagaimana mungkin kau bisa memimpikan aku untuk menjadi kekasihmu? Padahal sejak kecil kan kau selalu menghinaku sebagai wanita yang jelek dan juga manja!" ucap Hazel Sambil tertawa ketika mengingat semua kejadian di masa lalu yang selalu dilakukan oleh Surya padanya yang selalu sukses membuat Hazel menangis seharian gara-gara ulah Surya yang selalu menghinanya dan juga mengejeknya.


" Sepertinya aku kena tulah dari kejahatanku padamu di masa kecil sekarang aku menjadi bucin denganmu!" Hazel sampai tersipuh mendengar perkataan Surya yang terasa aneh baginya.


' Kalau Volkan melihat aku bersama dengan Surya. Aku yakin dia pasti akan mengamuk besar! Apa kah itu gak apa-apa?' bathin Hazel merasa sangat dilema dengan kenyataan itu.


' Tapi bukankah sekarang Volkan sudah bersama dengan Maura? Aku yakin dia pasti sudah melupakan kebenciannya terhadap Surya karena waktu kecil Surya yang selalu menggangguku. Aku yakin sekarang empol kan pasti sibuk mengurus pernikahannya dengan Maura dan tidak akan punya waktu untuk mengingat tentang surya dan aku di masa lalu!' bathin Hazel dengan matanya yang terus menetap ke arah jalanan.


Hazel terus berusaha untuk menenangkan dan juga menentramkan jiwanya yang terasa terganggu dengan masalah Volkan yang akan menikah dengan Maura. Wanita yang di cintai oleh Volkan.

__ADS_1


__ADS_2