Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
14


__ADS_3

Dan Akhirnya proses penandatanganan perjanjian kerja sama pun berakhir, Elena bersyukur sekali karena hari ini Haris menemaninya, kalau tidak dirinya pasti terjebak obrolan dengan Kim Daniel, pria playboy anak dari atasannya dahulu, karena kini, Haris tampak mengobrol akrab dengan Kim Daniel, mungkin karena keduanya pernah tinggal di negara paman AA, jadi Haris mampu mengimbangi obrolan Kim Daniel.


Setelah acara makan siang, Syafira segera undur diri kembali ke kantor, untuk melanjutkan pekerjaannya, sementara Elena dan Yu Ra kini nampak duduk akrab di sudut ruangan.


“Elena aku merindukanmu” Han Yu Ra mendesah, mereka duduk berhadapan dengan beberapa kudapan yang beberapa saat lalu mereka habiskan.


“Hem, aku juga” balas Elena.


“Rasanya banyak sekali yang ingin ku bicarakan, tapi aku tak tau apakah itu, aku merindukan banyak hal darimu, dan sepertinya musim dingin kali ini aku akan mati membeku karena kau tidak lagi bersamaku” bisik Yu Ra sendu.


Elena tersenyum samar, mendengar gurauan sang sahabat. Sejujurnya Elena pun merasakan hal yang sama dengan yang Yu Ra katakan.


Kali pertama mengenal Yu Ra ketika mereka masih sama sama belajar di salah satu universitas ternama d negeri gingseng, Yu Ra yang tertutup, nampak enggan bergaul dengan banyak orang, berkenalan dengan Elena belum memiliki teman.


Mereka belajar bersama, saling memahami dan saling mengisi, tak jarang Yu Ra mengajak Elena menginap d rumah orang tua nya, begitu pun sebaliknya, Yu Ra sering menginap di apartemen Elena, belajar, nonton drama, dan makan, mereka bekerja di perusahaan yang sama.


Daehan grup membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin bekerja paruh waktu, bahkan jika mereka ingin melanjutkan bekerja di Daehan grup, perusahaan sangat mendukung, setiap tahun mereka mengadakan perekrutan terbuka bagi para pemagang yang ingin menjadi pegawai tetap di Daehan grup, hingga tak terasa di Dehan grup lah ia terdampar, berusaha mandiri dan menjadi diri nya sendiri.


“Apa kau tau  sekertaris Jung akan menikah”


Elena terkekeh “benarkah?” Elena menatap Yu Ra dengan Ekspresi tak percaya.


“Hmmm tak percaya kan?”


Elena mengangguk “aku pun sama” Yu Ra tertawa geli “gosip yang beredar di perusahaan, sekertaris Jung menikah karena kekasih nya sedang hamil”


Elena membelalakkan bola matanya tak percaya, walaupun hal seperti itu sudah biasa di sana, entah kenapa dirinya masih belum terbiasa, “Dan begitulah sekertaris Jung, dia sama sekali tidak ingin bicara selain urusan pekerjaan”.


“Dia benar benar membosankan” cebik Elena.


“Elena, apa kamu sadar, sejak tadi Kim Daniel mencuri pandang ke arahmu”.


“Benarkah? Biarkan saja, aku tak peduli, dan tidak tertarik berurusan dengan Daniel”, Elena menjawab cuek, dia sepenuhnya menyadari, sejak tadi Daniel melemparkan pandangan ke arahnya, tapi dia lebih tertarik pada pria yang juga sejak tadi menemani Daniel berbincang.


“Haris” desahnya pelan.

__ADS_1


“Apa? Kamu bilang apa barusan?” cecar Han Yu Ra, seraya menatap tajam pada Elena.


“Tak apa” jawab Elena pelan.


"Kamu pikir aku tak tau apa kamu menyembunyikan sesuatu?" Yu Ra mulai menggelitik pinggang Elena, tentu saja hal itu membuat Elena tertawa lepas "katakan, atau ku buat kau berteriak" Yu Ra kembali menggelitik pinggang Elena.


"Hei hentikan ... kita sedang di ruangan publik, bisa hancur wibawa ku di hadapan Kim Daniel jika kau bersikap seperti ini" ujar Elena.


“Baiklah, sebagai gantinya, ceritakan padaku, siapa lelaki tampan yang datang bersamamu?” Yu Ra mulai penasaran.


“Rekan kerja, asisten, pacar?” cecarnya.


“Dia teman kuliahku dulu, kami baru bertemu lagi setelah 8 tahun”


“Yakin hanya teman?”


“sungguh, dia Cuma teman”


“entah kenapa aku merasa dia menyukaimu” tebak Yu Ra serius, manik matanya menatap Elena tajam mencoba mencari jawaban. “Apa kamu menyembunyikan sesuatu?”


Elena tersenyum samar “aku pun mulai ragu dengan perasaanku".


...****************...


“Elena, maaf, sebenarnya aku masih ingin bersamamu, tapi kami harus bergegas karena penerbangan ke nagara Singa zz jam 6 sore ini” pamit Yu Ra.


Elena mengangguk pelan, dia hanya mampu memeluk erat sahabatnya tersebut “tak apa aku mengerti, aku pun masih ingin bersamamu, tapi ...” kalimatnya menggantung, karena tiba tiba Kim Daniel berjalan ke arah nya.


“Nona Elena, senang bisa berjumpa dengan Anda, semoga kerjasama kali ini berjalan Lancar” ujar nya, sebenarnya dari kaca mata wanita, Kim Daniel merupakan pria menarik, wajahnya memang tampan, jika saja Elena tidak tau sepak terjang Kim Daniel, mungkin dia termasuk diantara deretan para gadis yang memuja pesonanya.


Elena tersenyum ramah, dia menyambut uluran tangan Kim Daniel, Kim Daniel pun seperti sengaja berlama-lama menjabat tangan Elena, hal itu tentu membuat Haris jengah, diam diam dia mengepalkan tangannya, saat menyaksikan bagaimana pandangan Kim Daniel pada Elena.


“Saya juga berharap demikian” balas Elena seraya mengakhiri jabat tangan mereka.


“Sekertaris Jung, selamat untuk penikahan anda”  Ujar Elena berbasa basi, sebenarnya Sekertaris Jung adalah Sekertaris Kim Jung Hwan, dia tegas dan disiplin, bertanggung jawab pada pekerjaan nya, karenanya dia bertahan 10 tahun lebih mendampingi Kim Jung Hwan, dan Elena Yakin sekali bahwa kali ini, sekertaris Jung sengaja diutus untuk mendampingi Kim Daniel, karena Elena sudah tau betul sepak terjang Kim Daniel, dia benar benar tidak pernah serius dengan Daehan Grup.

__ADS_1


Sekertaris Jung hanya tersenyum datar, mendengar ucapan selamat dari Elena, “terimakasih Nona ... saya akan kirimkan undangan, datang lah bila ada waktu”.


Elena pun mebalasnya dengan Anggukan.


...****************...


“Mau ku belikan sesuatu sebelum pulang?” Haris memecahkan lamunan Elena, kini mereka sudah kembali berada di Mobil untuk perjalanan pulang.


Elena menggeleng lemah, wajahnya terlihat suram, sungguh berbeda dengan beberapa saat lalu, ketika bersama Han Yu Ra, wajahnya nampak bahagia karena dia bisa tertawa lepas.


Tak lama berselang, Haris menghentikan mobilnya di sisi jalan.


“tunggu lah sebentar yah” Pesan Haris dan Elena membalasnya dengan anggukan.


Haris mengelus puncak kepala Elena sebelum akhirnya keluar dari mobil.


Ting


Notifikasi pesan masuk ke ponselnya


Gimana? Semuanya lancar? – Bagus


Iya, Syafira sudah membawa berkasnya ke direktur – Elena


Ok, sampai jumpa di proyek – Bagus


Elena menyimpan ponselnya kembali ke dalam Tas, "kemana Haris" Pikirnya, sudah 5 menit dia belum kembali.


Elena pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia baru menyadari bahwa mobil yang sejak tadi membawanya adalah mobil baru, interior d dalam mobil itu, masih tampak mulus dan beberapa masih terlapisi plastik pelindung.


Beberapa saat kemudian, Haris kembali dengan paperbag di tanganya.


"Kenapa lama sekali?" tanya Elena tak sabar, ketika Haris menutup pintu mobil.


"kenapa, apa kamu mulai tak bisa jauh dariku?" bukannya menjawab, Haris justru melemparkan kalimat dengan maksud menggoda gadis yang sejak lama di cintainya tersebut.

__ADS_1


Elena tersenyum samar "suka suka kau lah mau menganggap ku seperti apa".


“Ini untukmu” ujarnya kemudian.


__ADS_2