Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
76


__ADS_3

"Karena itulah, aku benar benar tak bisa menahan diriku ketika berada di dekat mu, aku sungguh takut kita berdua khilaf, bahkan akan melakukan 'nya' sebelum resmi menikah, tapi menunggu hari pernikahan kita juga membuatku gila, aku sungguh takut kamu berubah fikiran, dan akan membatalkan rencana pernikahan kita,"


"Haris aku ... " Kata kata Elena terhenti, manakala Haris menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Elena.


"Dengarkan aku dulu, aku belum selesai bicara."


Elena mengangguk.


Mereka kini saling tatap.


"Karena itulah dua hari lalu aku meminta papa segera menikahkan kita, walau butuh usaha ekstra keras untuk meyakinkan papa, tapi akhirnya papa secara resmi menikahkan kita secara agama, dan minggu depan akan diresmikan oleh negara, Bagus dan Priyo saksinya, istriku ... selamat 2 hari usia pernikahan kita."


Duaaaaaarrrr ....


Sunyi.


Sepi.


Tak ada reaksi.


Hanya tatapan mata mereka yang berbicara.


Haris sungguh berdebar gusar menanti reaksi Elena.


Sementara Elena, benar benar kosong, seolah semua ingatan menyingkir dari otak nya.


Tapi Elena sungguh sungguh berdebar, menikah, sekarang dia sudah berganti status, dan bahkan sudah memiliki suami.


'Mama apa lagi ini ma? apa yang harus Elena lakukan pada laki laki ini, laki laki yang bahkan tidak meminta izin padaku ketika menikahi ku, atau jangan jangan aku adalah orang terakhir yang mengetahui berita ini? kampret ini layak di beri pelajaran'.


"Sayang ... kamu gak papa?" Ekspresi Haris kini berubah cemas.


'Oh mama ... kenapa lelaki ini semakin tampan saat sedang begini? kan aku jadi pengen uyel uyel dan kecup wajahnya, tidak Elena, sabar, tahan, setidak nya dia harus di beri pelajaran,' Elena terus bermonolog dalam Hati.


Elena memalingkan wajahnya, agar Haris tak bisa lagi menatap wajahnya.


"Sayang jangan begini dong, setidaknya kamu harus bicara, jadi aku paham apa yang kamu rasakan saat ini," Haris kembali berbicara, kali ini nadanya semakin resah dan tidak sabaran.


"Haruskah aku bicara?" jawab Elena dingin "Sementara kamu bahkan tidak berbicara dulu padaku tentang keinginan mu."


Haris mengangguk cepat, ia kembali berlutut dan menggenggam kedua tangan Elena, terus terang punggungnya sudah mulai terasa nyeri, tapi tak apa dia akan bertahan selama mungkin demi bisa membujuk kekasih hatinya agak tak lagi merajuk.


Bukannya Elena tak bahagia, justru sebaliknya dia sangat bahagia, sekaligus kesal karena Haris memberinya kejutan seperti ini, maksudnya adalah, pernikahan adalah sesuatu yang layak dikenang indah dan syahdunya seumur hidup, tapi Elena justru melewatkan momen bersejarah tersebut.


"Apa semua orang sudah tahu?" Elena kembali bersuara.


"Semua yang datang ke RS kemarin lusa sudah tahu," aku Haris.

__ADS_1


Elena berdiri mendadak, dengan mata terbelalak dan wajah memerah, "Jadi hanya aku yang tidak tahu?" Elena mengacak acak rambutnya, sesaat kemudian dia rampak cemberut dan menangis sedih, "Teganya kau," Elena mengguncang guncang bahu pria yang kini menjadi suaminya. "Aku ingin sebuah pernikahan yang layak di kenang, walaupun hanya di salah satu bilik RS," tangisannya semakin keras, dan meraung, tentu saja Haris menjadi semakin panik.


"Iya iya maafkan aku, sungguh aku minta maaf," kali ini Haris jadi ikut meneteskan air mata.


Elena tak tega membuat Haris menangis, padahal ia hanya sedang berakting, "Kenapa menangis? hapus air matamu, kamu belum boleh menangis, kamu harus bertanggung jawab karena berani menikahiku tanpa seizinku."


Dengan tidak sabar Elena menghapus air mata yang masih mengalir dari kelopak mata Haris, "Laki laki tak boleh cengeng, mana Haris yang setegar batu karang, melawan kerasnya negara paman AA, demi berada disisi Elena,"


Haris tertegun mendengar ucapan Elena, "Jadi kamu nggak marah?"


Elena menggeleng, senyum devil terpampang di wajahnya, tanpa ragu Haris memeluknya erat, begitu pula sebaliknya, "sayang aku sungguh mencintai mu, aku begitu bahagia karena ternyata cintaku berbalas, karena itulah, aku tak ingin kamu bersedih atau menangis, maaf kan aku,"


Lama mereka berpelukan, saling menumpahkan rasa bahagia, "I love you more," ucap Elena ketika wajahnya mendongak dan pandangan mereka bertemu.


"Jadi kenapa kamu menangis?"


Elena mengurai pelukannya, "Aku sedih, Aku marah, sekaligus malu,"


"Kenapa harus malu karena menikah?"


"Aku malu membayangkan reaksi para orang tua yang melihat kita terburu buru masuk ke kamar," wajah Elena memerah, "pasti mereka berpikir macam macam tentang kita," Elena memainkan jari jari nya di dada Haris.


"Hahahaha, iya kamu benar, tapi biarkan saja, yang penting sekarang kita tidak perlu takut ketahuan jika sedang berduaan di kamar,"


Elena terkikik geli ...


kemudian Haris membawa tubuh mereka kembali ke tempat tidur, "Ayo tidur punggungku sakit sejak tadi berdiri," Haris merintih pelan.


Haris berbaring, dan menepuk ruang kosong disebelahnya, Elena tahu kalau Haris menyuruhnya berbaring juga, Elena pun berbaring, tangan mereka saling menggenggam erat, "aaahh senangnya bisa seperti ini, ah iya aku lupa."


Haris mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya, cincin yang mereka pesan beberapa hari yang lalu, kemudian Haris memasangkannya di tangan kiri Elena, kemudian Haris menyodorkan tangan kirinya, kini berganti Elena yang memakaikan cincin dijari suaminya.


"Selamat Nyonya Aditya, sekarang anda pemilik hatiku seutuhnya." Haris mengecup kening Elena.


Elena tersenyum, dia memeluk lengan kiri Haris dan mulai memejamkan mata. 'aaahhh senangnya bisa menghirup aroma ini' Elena berbisik dalam hati, Aroma pria ini benar benar mampu membiusnya hingga terlelap.


Namun, sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel mereka berdua, membuatnya kembali membuka mata.


pengantin baru udah sampe manaaaa... 🔥🔥 -Bagus-


jawab woi jangan cuma di read doang wkwkwkwk -Bagus-


"Perlu di jawab gak?" Tanya Haris.


"Entah ... " Elena sendiri pun tak tahu.


Dasar jomblo ngenes, udah di kasih lampu hijau tuh, lamar sanaa ... 😂😂 -Priyo-

__ADS_1


Kampret bener -Bagus-


Daripada kamu, udah kampret, durjana pula 😛 -Priyo-


...****************...


Hari H


Akhirnya... Hari ini pun tiba.


Hari yang paling ditunggu seorang Haris Aditya.


Hari pembuktian cintanya.


Hari dimana ia akan menepati janjinya pada seorang Harun Sebastian.


Seorang Haris yang hanya mampu mencintai Elena sepanjang hidupnya, di masa lalu hingga masa depan dan entah akan seperti apa masa depan yang membentang di hadapan mereka kelak.


Hari dimana para fans girl menyatakan patah hati berjamaah, karena pria tampan pujaan mereka telah memilih melabuhkan cintanya pada nona muda dari keluarga Sebastian.


Selepas Konferensi pers yang diadakan oleh HS grup, berita pernikahan pun tersebar luas, makin menguatkan posisi Haris sebagai calon menantu keluarga Sebastian, dan kelak mendampingi calon penerus Diamond Hotel dan HS grup Construction.


Tentunya asisten Seno tak main main dengan persiapan pernikahan kedua mempelai, kecelakaan yang sempat menimpa calon mempelai, seolah menjadi keuntungan tersendiri baginya, karena Asisten Seno jadi lebih matang lagi menyiapkan segala nya.


Dan hari ini, Diamond Hotel akan menjadi saksi, diucapkannya sumpah dan janji setia sepasang anak muda, yang telah lama saling mencinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


like like like komen and vote please 🥰🙏


__ADS_2