Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
52


__ADS_3

Elena menginjakkan kaki di lobi Diamond hotel, anggun dan cantik seperti biasa, bisik-bisik mengenai dirinya dan Haris masih santer terdengar, namun dia mencoba mengabaikannya, Elena langsung berkeliling memeriksa setiap sudut Hotel, memastikan semua karyawan bekerja dengan baik.


Ketika tiba di Ballroom, Elena menghentikan langkahnya, Julie sang manager hotel, tengah memberi instruksi untuk berbagai persiapan, melihat kehadiran Elena, Julie pun mendekat, Ibu satu anak itu nampak segar dan cantik dengan setelan kerja nya.


"Selamat pagi menjelang siang Nona," kelakarnya.


"Pagi Julie, ada yang menyewa Ballroom?"


"Benar sekali nona, pemilik western restoran, yang menyewa, untuk acara ulang tahun restoran mereka."


"Dengan ruangan sebesar ini?"


"Benar nona, karyawan seluruh cabang restoran yang di undang, lebih dari 30 cabang di seluruh negeri ini, serta beberapa cabang dari luar negeri."


"Baiklah, persiapkan dengan baik, jangan sampai mengecewakan mereka."


Julie mengangguk.


namun sebelum elena berbalik, Julie kembali memanggil nya


"Maaf nona, saya lupa menyampaikan sesuatu," Julie kembali memanggil nya.


"Ada apa Julie?" tanya Elena.


"Nona diharapkan untuk hadir di acara ini juga"


Elena merenung, "Aku? di undang?" tanya Elena terkejut.


"Benar sekali nona, Tuan Alex ingin anda Hadir, beliau bilang, anda adalah teman sekolahnya dulu."


Sepersekian detik Elena terkejut, oohh ternyata Usaha milik keluarga Alex kini meningkat pesat rupanya.


"Baik julie, aku usahakan datang, tapi tidak janji." Jawab Elena singkat.


...****************...


kantor pusat HS grup


Syafira mengembuskan nafas kasar, dihadapannya nampak tumpukan berkas berkas pekerjaan menanti untuk segera di sentuh dan di selesaikan, lelah memang, terlebih beberapa Hari ini atasannya super sibuk, mau tak mau beban pekerjaan nya pun kian bertambah.


Terlebih janji makan malam bersama sang kekasih sejak minggu lalu terabaikan, membuat nya jadi serba salah, sementara menolak tambahan pekerjaan dari atasannya pun tak mungkin.


Sifatnya yang tidak tegaan dan tidak bisa menolak permintaan orang lainlah yang membuatnya berada di posisi sekarang, tak jarang dirinya terjebak dan bingung memilih, mana yang seharusnya di dahulukan dan mana yang harus di nomor dua kan, akibatnya justru ada pihak yang salah faham.


Termasuk ketika dirinya terpaksa mengiyakan ajakan sang kekasih untuk menyegerakan pertunangan mereka 6 bulan yang lalu, sebenarnya syafira belum ingin buru buru menikah, namun karena tidak bisa menolak ajakan sang kekasih dan tidak tega mendengar isakan dari mami nya yang tak ingin putri satu-satunya menjadi perawan tua.


Minggu lalu farel sang kekasih mengajaknya makan malam, namun terpaksa ia batalkan karena mendadak Bagus Keluar kota, jadi mau tak mau dirinyalah yang menggantikan atasannya menyelesaikan pekerjaan, dan malam nanti dia telah menjanjikan akan makan malam bersama farel, sebagai ganti makan malam yang batal minggu lalu.


"Semoga saja nanti sore aku bisa menyelesaikan tumpukan berkas yang tiada habisnya ini," syafira berucap lirih.


Menjelang sore, syafira menarik nafas lega, karena akhirnya ia berhasil menyelesaikan sebagian besar pekerjaan yang menggunung.


Dari arah Eskalator, muncullah Bagus yang sedang menerima panggilan melalui ponsel nya, Bagus berjalan mendekati meja syafira, setelah mengakhiri panggilannya, dia meletakkan paper bag di atas meja syafira.


"Ini untukmu, maaf yah beberapa hari ini aku membuatmu sibuk," Bagus meminta maaf pada sekertaris nya tersebut, karena sibuk dengan masalah yang beberapa hari lalu menimpa Haris dan Elena.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf pak, karena ini juga bagian dari tugas saya, dan tolong jangan lupa menambahkan upah lembur ke rekening saya, itu sudah cukup," syafira memang berucap demikian, namun tetap saja tangannya meraih paper bag di hadapannya, seolah penasaran dengan isi paper bag tersebut.


Mata cantiknya langsung berbinar, manakala dia menatap tumpukan coklat berbagai variant rasa di dalam paper bag tersebut, bahkan kalau di hitung lebih dari 20 batang coklat dari berbagai negara.


"Ini untuk saya semua pak?" tanya Syafira antusias.


"Maaf hanya ini yang bisa ku hadiahkan sebagai ucapan terima kasih, uang lemburmu akan segera ku transfer," Bagus menambahkan.


Begitulah Bagus, dia tak bisa mengabaikan sekertaris yang sudah bekerja keras membantu nya, padatnya jadwal pekerjaan, dan kunjungan ke proyek proyek HS grup, membuatnya sangat bergantung pada sekertaris nya, untunglah syafira termasuk sekertaris handal yang selalu cekatan dalam menyelesaikan pekerjaan nya, tak Heran Bagus begitu memanjakan syafira dengan bonus yang selalu ia transfer langsung ke rekening pribadi sekertaris nya tersebut, Bonus tersebut, diluar bonus yang diterima Syafira dari perusahaan, melainkan murni dari rekening pribadi Bagus.


"Pak, ini banyak sekali," ujar syafira yang menatap coklat coklat tersebut dengan binar bahagia. "ngomong ngomong, saya penasaran, kenapa bapak selalu menghadiahkan coklat pada saya, sejak kapan bapak tahu, kalau saya penggila coklat?"


Suatu siang, tanpa sengaja Bagus melihat Syafira tengah menikmati coklat di roof garden gedung ini, wajahnya nampak berseri seri bahagia ketika coklat lembut itu mulai lumer di dalam mulutnya, saat itu tahun pertama Syafira bekerja sebagai sekertaris nya, melihat syafira yang begitu menikmati coklat, membuatnya teringat Elena yang juga penggila coklat, sejak hari itu ketika menghadiahkan coklat pada sekertaris nya, dia juga merasa sedang menghadiahkan coklat pada Elena yang sudah seperti adik baginya.


"Anggap saja aku beruntung karena mengetahui apa yang paling kamu sukai, jadi aku bisa sering sering memintamu lembur untuk menyelesaikan pekerjaan ku hahahaha ... " Bagus tertawa keras.


Syafira memanyunkan bibirnya, bos nya ini memang tak pernah bisa serius, ada saja kelakar yang dia lontarkan.


"Oh iya, malam nanti ikut aku ke acara ulang tahun Western restoran, anggap saja ucapan terima kasih ku yang lain," Bagus menambahkan, kemudian berlalu memasuki ruangannya, bahkan sebelum mendengar jawaban dari Syafira.


"Aku bahkan belum mengatakan jawabanku, kenapa dia pergi begitu saja, padahal aku ingin mengatakan kalau aku sudah ada janji," syafira kembali merutuki sifatnya yang tak tega menolak permintaan orang lain, dan lagi lagi, dia pun mengirim pesan pada kekasihnya, karena dirinya terpaksa harus membatalkan kembali acara makan malam mereka.


Bukan Hal baru pula, jika kekasihnya tak lagi hangat seperti dulu, karena kini komunikasi diantara mereka pun sudah mulai merenggang, bahkan Syafira mulai terbiasa dengan kebiasaan kekasihnya yang sering mengabaikan pesan darinya, gak mungkin kan kalau farel gak marah, pikirnya.


Entah bagaimana nasib hubungan mereka berdua kedepan, Syafira menyandarkan punggung nya ke kursi, dia membuka satu bungkus coklat, dan kini sedang asik menikmati nya, seolah olah itu adalah narkoba yang membuat pikirannya tenang.


...****************...


Elena terbangun dengan keringat yang membasahi kening dan pelipisnya, yah beberapa saat setelah menyelesaikan pekerjaan nya, dia tertidur dengan posisi punggung bersandar di kursi.


Bahkan pagi tadi dia terbangun karena mimpi tersebut, ini bahkan belum lewat satu hari, kenapa mimpi itu datang lagi, karena biasanya mimpi ini hanya datang sebulan sekali atau dua minggu sekali,


Haruskah aku mencari tahu, siapa dia?


Pertanyaan itu menggantung lagi dalam benak nya.


Dering ponsel membuyarkann lamunannya, senyuman tersungging di bibirnya, manakala nama calon suami muncul di layar ponselnya.


"halo."


(Elena menjawab dengan suara lirih)


"Hai sayang, kok lemes, kamu sakit?"


"Nggak, barusan aku ketiduran, ada apa?"


"Aku kira kamu sakit, kan aku jadi punya alasan ketemu."


"apa kamu berharap aku sakit?"


"tentu saja tidak, maafkan aku, atau kau ingin sesuatu? akan ku belikan."


"kalo mau ketemu, kenapa tidak datang, biasanya juga kamu datang kan, katanya mau antar jemput, baru kemarin berjanji, tadi pagi aku harus ke kantor di antar sopir."


Elena mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


Panggilan beralih ke mode video, kini mereka bertatap muka. senyuman tersungging di bibir keduanya.


"Maaf, tadi pagi aku terlalu lama berbincang dengan ayah, sampai lupa menjemput mu, dan sekarang pekerjaan yang mengurungku, apa kamu ingin aku jemput?"


Elena menggeleng.


"Tak apa, aku bisa pulang dengan sopir, lagi pula sebentar lagi aku harus menghadiri undangan ulang tahun Western restoran."


"Katakan saja di mana, dan jam berapa? aku akan menjemputmu."


"Aku akan membawa Hana bersamaku, selesai kan saja pekerjaan mu, supaya bisa selesai sebelum pernikahan kita."


Haris menundukkan wajahnya, padahal dia tengah tertawa bahagia.


"kok ketawa?"


Elena bertanya heran, melihat perubahan ekspresi wajah Haris.


"Tidak, hanya sedang bahagia, tak menyangka akhirnya kita bisa menikah,"


dan mau tak mau, tawa itu pun menular pada Elena.


"Sebelumnya, aku minta maaf, karena setelah menikah nanti aku mungkin jadi lebih sibuk."


"Oh yah?"


"iya, siang hari aku sibuk dengan pekerjaan, malam hari aku sibuk dengan mu."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bang bang udah deh, jangan buat othor jedag jedug


.


.


like like like komen and vote please 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2