Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
28


__ADS_3

Suara Ketukan pintu tak membuat Elena bangun dari tidur siangnya, malahan dia makin erat memeluk selimut dan gulingnya, akhirnya Marisa memilih langsung masuk ke kamar Elena tanpa menunggu pemilik kamar membuka pintunya.


Marisa menghembuskan nafas kasar, kenapa juga anak gadisnya ini terus tidur sejak selesai sarapan.


"Bangunlah nak, kamu sudah tidur sejak selesai sarapan tadi" suara Marisa terdengar ketika dia duduk di tepi ranjang.


"Ntar mah, Elena masih ngantuk" Jawab Elena malas. "lagian semalam Elena lembur, bikin desain interior apartemen"


"Iya, mama tau, tapi kamu harus bangun, ada tamu tuh"


Elena pun membuka matanya, kemudian duduk bersandar di kepala tempat tidur "tamu siapa mah" tanya Elena kemudian.


"Bagus dan Haris" Jawab Marisa, senyuman lembut tersungging dari bibir nya, di usapnya pipi putri bungsunya tersebut.


"Mau ngapain mereka kesini, kerjaan juga udah aku kirim via Email" gerutu Elena


"Bangun dulu dan temui mereka" pinta Marisa.


Elena mengangguk kemudian bangkit berdiri "sekarang di mana mereka" tanya nya kemudian


"Di gazebo belakang"


Elena mengangguk


"Mandi dulu biar seger"


"Gak usah mah, Elena temui mereka dulu, kalo gak penting biar mereka pulang aja"


"Hush ... ga boleh begitu, mereka tamu walaupun temen kamu, kamu tetep harus sopan" Nasehat Marisa.


"Iya ... nyonya Harun" jawab Elena gemas seraya mencium pipi Marisa.


"Ya sudah Mama turun Dulu"


Elena mengangguk faham, masih dengan mata mengantuk, Elena menuju balkon kamar nya, dari sana dia bisa melihat Kedua temannya sedang fokus dengan laptop masing masing, pertanda mereka memang datang untuk urusan pekerjaan.


Lama dia memandang dari atas, nampaknya kedua temannya memang tidak sadar sedang di perhatikan dari kejauhan, sejak dahulu mereka tidak berubah, selalu memilih Gazebo belakang sebagai tempat singgah jika kebetulan mereka di rumah Elena.


Dua Hari ini Elena memilih mengerjakan pekerjaan nya di rumah, karena itu lah dia pun mengurung dirinya di kamar agar konsentrasi nya tidak terpecah, tentu sebabnya karena sang keponakan yang selalu mengajak nya bermain jika melihat nya sedang berada di rumah.


Elena masuk kembali ke kamar apalagi jika bukan untuk mengambil ponselnya, awalnya dia ingin menelepon Bagus, namun kemudian dia mengurungkan niat nya, dia pun memilih turun, kemudian berjalan melewati dapur dan ruang makan kemudian menghampiri pintu belakang.


Sepoi sepoi angin menerbangkan rambutnya, dari jauh dia melambai ketika Haris menyadari kedatangannya.


Elena pun duduk dihadapan kedua sahabatnya nya tersebut. "Mau ngapain ke sini, ganggu aja"


"Gimana rasanya di ganggu pas lagi enak tidur?" Sindir Bagus.


"Nyindir?" tanya Elena.


"Nggak, fakta kok" Balas bagus cuek.


"Ada yang harus kita diskusikan" Haris menengahi.


Elena mengangguk paham, "Aku mandi dulu yah" kemudian dia bangkit berjalan menuju pintu.


"Aku mau ke toilet" Ujar Haris berjalan mengikuti Elena.

__ADS_1


Bagus mengernyitkan dahinya, ada apa dengan mereka, kok aku merasa mereka aneh.


Bagus menggeleng cepat, dia memilih mengabaikan kecurigaan nya, namun sedetik kemudian pandangannya beralih ke laptop Haris, iseng iseng dia mengarah ke galeri di laptop Haris.


Netra nya membelalak tak percaya melihat gambar gambar yang terpampang jelas di hadapannya.


Waaaahhh pantas saja week end kemarin kedua sahabatnya itu sulit di hubungi, padahal ia hendak mengatakan rencana nya untuk mengunjungi priyo, Karena sisa minggu ini adalah hari libur nasional, wah ternyata kalian yah ... sudah berani sejauh ini, kampret bener ... awas kalian, perlu di kasih pelajaran nih.


Tiba tiba seringai devil menghiasi wajah Bagus, cepat cepat Bagus mengambil USB di saku celananya, tak butuh waktu lama untuk memindahkan foto foto tersebut ke USB miliknya.


hahahaha ... entah mengapa kini Bagus merasa dirinya akan jadi aktor jahat di sebuah film, gak papa lah jadi jahat demi kebaikan, gumam nya menghibur diri.


...****************...


"Elena tunggu" teriak nya ketika berhasil menyusul Elena.


Elena pun menoleh "loh sejak kapan kamu disini??"


Pria itu hanya nyengir sesaat, "Kamu gak sakit kan?" Haris bertanya dengan suara pelan, nada suaranya sangat nampak kalau dia sedang khawatir.


Elena tersenyum, lalu menggeleng, "Tenang aja aku gak papa"


"Syukurlah, aku khawatir sekali, di tambah lagi kamu ga masuk kerja" ujar Haris dengan perasaan bersalah.


Mereka terus bicara dengan suara berbisik, hingga membuat sepasang mata yang tiba tiba datang dari ruang tengah menatap curiga.


"Aku kerja di rumah wooii" sergah Elena "syafira mengirim pekerjaanku ke rumah melalui kurir, trus aku juga bikin desain interior untuk bangunan apartemen yang sedang kamu kerjakan"


Haris mengangkat alisnya, dia tampak terkejut "sejak kapan kamu mendesain interior?" tanya nya.


"Boleh aku lihat?" Haris mulai tertarik


"Oke ... aku mau mandi dulu"


"Kalian ngapain bisik bisik d situ" seseorang yang sejak tadi mengawasi Haris dan Elena itu pun bertanya curiga.


Kedua orang yang sejak tadi berbisik itu pun menoleh ke asal suara.


"Gak papa mah, lagi ngomongin kerjaan"


"ooo" Marisa membeo "ngomongin kerjaan kok bisik bisik" Ujar Marisa dalam Hati.


"Maaf yah, belum ada camilan, tadi tante kedepan sebentar siram tanaman"


Haris tersenyum canggung, rupanya kebiasaan tante Marisa tidak berubah. gumamnya. "Gak papa tante, tadi kami sudah makan siang sebelum kesini"


"Aduuuh kenapa gak makan siang disini sekalian" Marisa cemberut "ya sudah berarti nanti gak boleh pulang sebelum makan malam yah"


"Baik Tante, terimakasih loh sebelum nya"


"Gak perlu begitu, kaya ama siapa aja, rumah ini selalu sepi, tapi kalau ada kalian jadi rame, makanya tante seneng kalo kalian lama dirumah ini" Ujar Maris tulus


"Ya sudah kalian lanjutkan lagi kerja nya, nanti Tante minta tolong bibi untuk siapkan camilan, seminggu lalu Elena bikin pangsit kuah, enak banget loh, tante masih simpan sisanya di freezer"


Haris terkejut "Elena? bikin pangsit?" Tanya Haris terkejut.


"Lho kok kaget gitu"

__ADS_1


"Nggak kok tant, ga papa, Haris ke belakang lagi yah" pamit Haris sopan.


Elena? bikin pangsit? waaahhh gadis itu benar benar penuh kejutan, dulu pegang panci aja gak pernah, sejak kapan dia bisa memasak?


Terus tadi juga dia bilang mengerjakan desain interior juga, hahaha dia memang penuh kejutan, Hei nona muda lama tak berjumpa ternyata kamu sudah menjelma menjadi angsa, bukan lagi itik kecil yang manja.


Haris terus sibuk dengan pemikiran nya sendiri, jantung nya terus berdebar debar, hingga duduk di depan laptop nya pun dia masih belum fokus mengerjakan apapun.


Tak lama kemudian, ART rumah tersebut menyuguhkan 3 buah mangkuk berisi pangsit dengan kuah bening dan taburan bawang daun, tak ketinggalan es teh manis, rasanya Haris ingin menangis melihat mangkuk mangkuk tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



.


.


.


.


.


.


.


Terharu yah, sampe pengen nangis gitu ... 🤧🤧


.


Tenang bang, mau Elena jadi istri idaman? bisa banget, tinggal bilang aja sama othor 🤪🤪


.


like like like komen and vote please 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2