Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
45


__ADS_3

flashback on


Taxi berwarna biru itu berhenti di depan gerbang rumah besar Harun Sebastian, Elena segera turun dari taxi, di ikuti Haris yang turun dari pintu yang lain, kemudian pria itu membantu Elena menurunkan koper dari bagasi.


"Emp ... aku boleh minta tolong?." tanya Elena hati hati.


"Tentu, katakanlah."


"Bisakah kamu rahasiakan apa yang terjadi padaku di hotel dini hari tadi?."


"Kenapa harus di rahasiakan, kamu nggak melakukan kesalahan apa apa."


"Sudahlah, aku nggak mau masalah ini di perpanjang, aku mau damai aja."


"Tapi damai nggak menyelesaikan masalah, justru kemungkinan dia akan berbuat lagi, bahkan mungkin lebih parah."


"Aku hanya kasihan pada pria itu, dia pasti sangat menderita akibat ulah istrinya."


"Iya ... iya ... terserah kamu saja." ucap Haris yang lebih memilih meng iyakan, karena dia sudah terlalu lelah untuk berdebat lagi, "ya sudah aku pulang dulu yah," Haris melambai sebelum masuk kembali kedalam taxi.


flashback end


...****************...


Elena menggeleng tak percaya, ternyata ini lah Haris yang sebenarnya, Haris yang selama ini ia kenal ternyata berbeda dengan Haris yang kini ada di hadapannya, air matanya menetes perlahan, di tatapnya wajah Pria yang tengah duduk di sampingnya kini, "Aku tidak mengenalimu lagi, siapa kamu sebenarnya, apa saja yang kamu kerjakan selama ini, kenapa mendadak kamu terlihat menakutkan?," Bibir Elena bergetar ketika mengucapkannya, sungguh ternyata selama ini dia terlalu naif, bahkan terlalu bodoh untuk memahami hati dan perasaan nya sendiri.


"Seno, apa benar yang dikatakan Haris?," Harun mencoba memastikan informasi yang didapat anak buah Asisten Seno.


"Benar tuan."


"Lalu kenapa kamu bisa sampai melewatkan hal segenting ini." Suara Harun kembali meninggi.


"Sebelumnya saya memang menerima laporan bahwa nona berada di negara Singa ZZ, dan laporan terakhir hari kejadian adalah, nona sudah kembali beristirahat di kamar hotel, setelah itu pengawasan di hentikan, Maafkan keteledoran saya tuan."


"Apakah foto foto yang tersebar ini juga ulah Denz DRT?."


"Dari hasil penyelidikan orang orang kepercayaan kita, memang benar tuan, Denz DRT yang menyebarkan foto foto ini." Asisten Seno membenarkan.


Harun memijat keningnya, kini tak ada gunanya emosi, beberapa kali dia menarik nafas perlahan. "Lanjutkan ... " kembali dia menatap Haris.


"Dari hasil penyelidikan, pelaku memang sedang memiliki masalah pribadi dengan istrinya, dia menerima telepon dari orang tak dikenal bahwa istrinya sedang menginap di kamar yang ditempati Elena, bahkan Denz DRT sengaja menyewa seorang profesional, hanya untuk merusak kunci pengaman pintu agar memudah kan pria tersebut untuk masuk."


"Maafkan saya om ... saya terlambat datang, ketika saya datang pria itu sudah mencekik Elena, " Haris menunduk penuh sesal.


Marisa yang sejak tadi menyimak penuturan Haris, kini nampak terkejut, wajahnya memucat, pandangannya kini menatap iba pada putri kesayangannya, tiba tiba kepalanya berdenyut, Marisa pun menyandarkan punggungnya, ketika pandangannya mulai buram.


"Karena ketakutan, Elena pindah ke kamar saya, karena saya pun tak berniat meninggalkan nya sendirian di kamar, tapi sungguh saya bersumpah, tidak terjadi apa apa, foto foto itu hanya untuk menghibur nya, mengalihkan trauma yang mungkin datang."

__ADS_1


"dan Denis, sebagai otak dari semua kejadian ini, sudah di amankan pihak berwajib, atas tuduhan percobaan pembunuhan dan pencemaran nama baik, namun sepertinya nasib baik masih berpihak pada saya, tak lama setelah itu, para klien dan rekan kerja nya membatalkan kontrak kerjasama, serta mengajukan gugatan atas penyalahgunaan dana"


"Atas saran pengacara dan rekan kerja saya, kini 80% saham Denz DRT menjadi milik Hamrr's, otomatis saya memegang kendali penuh untuk memecat Denis dari kursi kebesarannya"


"Apa tujuanmu membeli saham dari perusahaan yang nyaris gulung tikar?," Harun mulai tertarik, pria baya itu seperti anak kecil yang tertarik pada sebuah dongeng.


"Dari banyaknya proyek yang berhasil dimenangkan oleh Denz DRT, sebagian besar adalah hasil kecurangan tender, karena sejak lama pula saya menginginkan proyek tersebut, memang hasilnya tidak akan banyak mendongkrak keuangan perusahaan, tapi nama besar Hamrr's akan semakin meroket jika saya berhasil menyelesaikan proyek proyek tersebut"


Sebuah notifikasi pesan masuk, Segera setelahnya Seno memeriksa laporan yang baru saja dikirim kan anak buah nya, yang sengaja ia tempatkan di negara paman AA, untuk menyelidiki sepak terjang Haris. seutas senyum tersungging di bibir nya.


"Tuan, sebaiknya anda melihat ini." Seno menyerahkan Tablet kepada Harun.


Sebagian proyek Denz DRT yang kini diambil alih oleh tuan Haris, adalah proyek prestisius dari beberapa konglomerat di negara paman AA, nilai keuntungan nya memang tidak seberapa, karena sebagian keuntungan sudah di salah gunakan oleh Denis, pemilik Denz DRT sebelumnya, namun jika proyek ini selesai, kemungkinan besar nama besar Hamrr's akan semakin meroket.


Harun tersenyum puas membaca laporan yang baru saja diterima dari asisten Seno. Eliza yang menyadari perubahan mimik wajah sang papa, buru buru mengambil tablet tersebut, dia pun ikut tertawa setelah membaca laporan tersebut.


"Ayo sayang, kita pergi, buang buang waktu saja, pagi pagi sudah membuat kehebohan yang membuatku sakit kepala." Eliza menggandeng lengan suaminya kemudian membawanya keluar ruangan.


Sesampainya di balik pintu.


"Kan belum ada solusi nya, kenapa buru buru pergi?," tanya krisna penasaran.


"Solusinya sudah jelas terbaca dari wajah papa, masa kamu gak lihat."


Krisna menggeleng pelan.


"Benarkah?." Tanya Krisna yang masih tidak memahami maksud istrinya "apa solusinya?."


Sementara itu, di dalam ruangan masih tersisa sedikit ketegangan. sepeninggal Eliza dan Krisna, kini Bagus dan asisten Seno pun duduk di sofa.


"Sekarang papa mau tanya, kira kira apa yang harus papa lakukan pada kalian?"


suara Harun memecah kesunyian.


Elena menggeleng


"Saya yang harus di hukum om, saya akan menerima konsekuensi nya, bagi saya, pantang seorang laki laki melarikan diri dari kesalahan, izinkan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya om." Ucap Haris dengan penuh kesungguhan.


"Benarkah?."


Haris mengangguk.


"Apapun hukumannya?."


"Apapun bentuk hukumannya om."


"Termasuk menjauh dan berhenti menemui putriku?."

__ADS_1


Haris terdiam sejenak, "termasuk menjauhi Elena," walupun berat dan pelan, tapi di ucapkan tanpa Ragu sedikitpun.


Harun menghela nafas sejenak.


"Baiklah, dengarkan baik baik, karena tak ada lagi yang bisa kulakukan pada kalian."


Perkataan Harun membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut menatap wajah nya, kini wajah pria baya tersebut mulai melunak, segaris senyum tergambar di bibirnya.


"Menikah lah kalian atau jangan pernah saling bertemu."


jedeeeeeerr


"what?."


Elena sontak berdiri dari duduknya. wajahnya terlihat pucat pasi, sementara Haris masih diam membisu, tatapannya kosong karena belum mempercayai apa yang baru saja ia dengar, Bagus si mak comblang yang sejak tadi diam, kini tersenyum puas.


"Rasakan kalian." ujarnya dalam hati.


(Bagus ... othor ucapkan terimakasih, nanti janji deh di cariin pasangan 😘)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


selamat ya bang, othor juga belom percaya loh, akhirnya hari ini tiba juga 😁

__ADS_1


.


like like like komen and vote please 🥰🙏


__ADS_2