Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
43


__ADS_3

Tiga hari sebelum kejadian.


Pagi Itu elena sudah ada rencana pekerjaan dengan Fero, akan meninjau hotel di kota SY, apa lagi selain mempelajari manajemen hotel yang sudah berjalan selama ini, dan memperbaiki apa yang memang perlu di perbaiki.


Tepat 30 menit setelah Elena meninggalkan rumah, mobil bagus memasuki Halaman rumah keluarga Sebastian.


Marisa yang tengah merawat tanaman, nampak tak kaget dengan kehadiran pemuda itu.


"Selamat pagi tante" Bagus menyapa.


"Selamat pagi, Agak santai kah?" Marisa membalas sapaannya.


"Nggak juga sih tante, Bagus ada perlu sedikit sama Tante."


"Oh iya, tumben, biasanya perlu nya cuma sama krisna atau Eliza, sekarang mereka sudah pindah rumah kamu jadi jarang menyapa tante."


"Hahaha Bagus sungguh minta maaf tante, proyek baru ini benar benar membuat saya semakin tak berkutik."


Marisa menghampiri bagus, kini mereka beriringan menuju Kursi taman "Duduk lah, mau sarapan?."


"Tidak tante, tadi sudah sarapan di cafe dekat rumah."


Marisa mengangguk "Katakan, ada perlu apa?."


Bagus menyodorkan amplop besar berwarna Coklat kehadapan Marisa.


"Apa ini ?" tanya Marisa penasaran.


"Bukalah tante, nanti tante akan tahu."


Marisa meraih amplop coklat tersebut kemudian membuka nya, Marisa mengerutkan dahinya, "Foto?" ujarnya.


Bagus mengangguk.


Kemudian Marisa mengeluarkan puluhan Foto dari amplop tersebut, foto dua orang yang sangat dia kenal, membuatnya terbelalak sekaligus bertanya tanya, apa gerangan yang dilakukan kedua orang tersebut di dalam sebuah kamar hotel.


"Maksudnya apa ini gus?" tanya Marisa, "Dan kenapa mereka bisa foto berdua di dalam kamar hotel?" tanya Marisa penuh Emosi, karena jelas jelas yang dilakukan dua orang itu sudah melanggar norma norma, bagaimana mungkin lelaki dan perempuan menginap di kamar hotel berdua tanpa adanya ikatan pernikahan.


"Kalau itu saya juga tidak tahu tante, beberapa minggu lalu ponsel mereka tak bisa di hubungi, karena saya curiga, saya sengaja membuka laptop Haris, dan saya menemukan foto foto ini, jadi hanya ini yang bisa saya berikan pada tante, karena sekian lama saya menunggu, mereka berdua tak pernah ada yang menyinggung apapun tentang foto foto ini di hadapan saya."


"Aaaahhh tante gak percaya kalau mereka bertindak terlalu jauh, gak mungkin," ujar Marisa masih tak ingin mempercayai apa yang kini tersaji di hadapannya.


"Duh tante, kalau itu saya juga tahu, mereka gak akan ngapa ngapain," ujar bagus membenarkan.


"Mereka harus di beri peringatan keras, mereka memang dekat, tapi ini keterlaluan namanya," Geram marisa.


"Bagus setuju tante, apapun alasannya ini tidak bisa di tolerir"


Bagus nampak berfikir sesaat, kemudian tersenyum manakala memikirkan apa yang ada di benaknya saat ini


"Tante, apa tante masih ingin punya menantu? jadikan foto foto ini perantara untuk menikahkan mereka" ujar Bagus bersemangat dengan senyum menyeringai di wajahnya.

__ADS_1


Tak lama Marisa pun tampak tersenyum senang dengan rencana Bagus "Aaaaahhh iya tante mengerti." walaupun Marisa masih ingin marah, tapi ide Bagus membuat kemarahannya sedikit berkurang.


"Percayalah Tante, terlepas dari ada misteri apa di balik foto foto ini, saya sudah mengenal Haris sejak lama, dia lelaki baik, dan saya yakin dia akan jadi suami yang baik." Bagus mencoba meyakinkan.


"Baiklah, tante akan coba bicarakan dengan papa nya Elena, semoga om tak berlebihan marahnya, Tante tidak terlalu khawatir dengan media, yang tante khawatir kan adalah papa nya Elena, kamu tau sendiri kan Bagaimana sayangnya om pada Elena."


"Bagus tahu sekali tante, itu juga yang membuat bagus menunda nunda untuk menyampaikan ini."


...****************...


Siang itu selepas makan siang, Harun kembali ke ruang kerjanya, Hari ini Seno sudah mengirimkan berkas pekerjaan nya melalui email, bukan pekerjaan yang berat, karena pekerjaan Berat di kantor sudah digantikan oleh anak, menantu dan orang orang kepercayaan nya.


Marisa mengikuti langkah Harun menuju ruang kerja, sepiring buah yang telah di potong tak lupa ia bawa ikut serta, sebagai teman berbincang dengan sang suami.


"Lho kok ikut duduk, biasanya istirahat" Tanya Harun yang melihat Marisa mengikutinya sampai ke ruang kerja.


Marisa tersenyum "Nggak papa kan, sesekali menemanimu kerja, selama ini aku hanya sibuk dengan anak anak, sekarang semuanya punya dunia dan kesibukan sendiri."


"Nggak, ini bukan kamu yang biasanya" Harun Menatap wajah cantik Istrinya, walau usianya tak lagi muda, kenyataan bahwa istrinya pernah 5 tahun terbaring dalam diam, membuat Harun semakin menyayangi Marisa, karena baginya kini, Marisa adalah wujud dari keajaiban tuhan yang semakin membuat hidupnya terasa lengkap. "Katakan apa yang mengganggu pikiranmu," Harun urung melihat berkas pekerjaan yang sedari tadi menunggunya.


Marisa mendesah pelan, wajahnya terlihat muram "tapi janji yah, papa jangan marah" pinta Marisa.


"Apa sih ma ... jangan bikin papa makin curiga" tanya Harun tak sabar.


Kemudian dengan wajah ragu, dan sedikit perasaan takut, Marisa mengeluarkan amplop coklat yang sejak tadi ia sembunyikan di bawah nampan buah buahan.


Tanpa curiga sedikitpun, Harun menerima amplop tersebut, kemudian membuka nya, alangkah terkejutnya ia melihat puluhan foto yang ada di dalam amplop tersebut, foto foto putri bungsunya tengah berduaan di dalam kamar hotel, bersama lelaki yang bahkan bukan kekasih nya.


Tak lama ponselnya berdering.


"Seno" ucapnya, "Ada apa seno?"


"Tuan, ada hal penting yang ingin saya laporkan."


"Masuklah, aku di ruang kerja"


"Baik tuan."


5 menit kemudian Asisten Seno sudah berada di hadapan Harun dan Marisa.


"Sabar pah, kita bahkan belum mengkonfirmasi semua ini pada yang bersangkutan" Marisa mencoba membujuk suaminya "Papa percaya pada Elena kan, mama yakin gak terjadi apa apa pada mereka."


"Ini semua karena kamu terlalu memanjakan nya, dia jadi bersikap seenaknya," Harun menatap tajam pada Marisa.


Mendapat tatapan mematikan dari sang suami, Marisa hanya bisa diam membisu "Sejak dulu papa sudah ingatkan, jangan terlalu memanjakan Elena."


"Mama nggak memanjakannya pah, semua yang mama lakukan sudah sesuai porsinya," Ucap Marisa, tak terima dengan tuduhan suaminya, padahal kenyataannya Marisa memang memperlakukan Elena berbeda dengan Eliza, Elena seperti porselen yang tidak boleh retak sedikitpun, sementara Eliza memang sudah mandiri sejak awal, jadi tak terlalu menginginkan perhatian lebih dari dirinya.


"Hal penting apa yang kamu maksudkan?" Tanya Harun tanpa basa basi.


Asisten Seno menyalakan tablet yang selalu menemani pekerjaan nya, kemudian menunjukkan sesuatu yang sontak membuat Harun dan Marisa semakin shock, setelah sebelumnya melihat foto foto putrinya bersama seorang pria tengah berada di sebuah kamar hotel.

__ADS_1


Deretan Foto yang di tunjukkan asisten seno, seolah melengkapi kisah sesungguhnya di balik foto foto sebelumnya, hal ini semakin membuat harun tak bisa lagi menahan amarahnya, foto Elena dan Haris tengah bergandengan tangan menghadiri sebuah acara, yah itu adalah deretan foto foto ketika mereka melewati red karpet, serta deretan gambar gambar mesra kedua nya, bahkan ada Video pendek ketika mereka berpelukan dan keluar dari dalam kamar berdua.


Tentu saja ini makanan empuk bagi awak media, mengingat siapa keluarga Harun Sebastian.


Brak ...


Harun menggebrak meja dihadapannya, hal itu membuat Seno dan Marisa terlonjak kaget, "Seno ... secepatnya bawa mereka berdua kehadapanku."


"Tapi tuan, berdasarkan informasi dari Bagus, saat ini Haris tengah berada di Holla island."


"Aku tak peduli, temukan dia, sekalipun kamu harus menggali lubang semut !!" Harun kembali mengulang perkataannya.


Tak ingin membuat tuannya lebih marah, Seno segera mengangguk dan berlalu menjalankan perintah Harun.


"Siapkan pesawat Pribadi, kita menuju Holla island sekarang juga," Perintah seno pada seseorang di ujung sana.


"Berani beraninya dia membawa putriku tanpa seizinku," Harun mengepalkan tangannya geram.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jeng jeng akhirnya bom atom jatuh di tempat yang tidak seharusnya 🤧


.


like like like komen dan vote please 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2