Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
32


__ADS_3

Sore menjelang malam, rumah Priyo semakin ramai, para pekerja dan warga sekitar sibuk dengan berbagai persiapan, lampu lampu di pasang di setiap sudut agar suasana semakin meriah, terpal yang dilapisi karpet pun sudah di pasang di halaman sebagai alas duduk ketika menikmati hidangan.


Meja makan, sebagai tempat menyajikan hidangan pun sudah tertata lengkap dengan taplak nya, makanan yang sepanjang siang tadi di masak para ibu sudah tertata rapi di meja hidang.


Elena pun tak bisa tinggal diam, sepanjang hari dia membantu mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan, termasuk ikut bercanda bersama para ibu yang kini sedang menunggu acara di mulai.


Sebentar lagi acara di mulai, lalu kemana pergi para kampret itu, mereka pergi tanpa mengajakku, dan sampai sekarang belum kembali.


Elena menggerutu sendiri, entah kenapa sepanjang hari ini hatinya gelisah, ada rasa tak nyaman yang menghinggapi nya, mungkinkah karena besok adalah harinya? apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan rasa gelisahku?.


Beberapa menit kemudian orang yang di tunggu pun tiba, seperti biasa riuh ramai suara anak anak menyambut kedatangan Priyo, tentu saja langkahnya di ikuti kedua temannya, Elena masih belum bisa merubah ekspresi nya, wajahnya muram, dia hanya memberikan senyum terpaksa ketika beberapa ibu ibu menyapa nya.


"Hei nona, kenapa wajahmu cemberut gitu?" sapa Bagus yang langsung menghampiri Elena, sementara Haris yang berdiri di belakang Bagus pun ikut keheranan melihat ekspresi Elena.


"Atau kamu merindukanku?" Haris mencoba menggoda, namun Elena hanya menggeleng lemah.


"Sudah cepatlah bergabung sana, orang orang itu menunggu kalian" Elena pun mengusir kedua pria itu.


"kenapa dia aneh begitu? Bukankah besok ulang tahunnya?" Bagus bertanya heran.


"Entah, pagi tadi aku juga tak bertemu dengannya" Haris hanya mengangkat kedua pundaknya.


Ayu yang melihat kejadian itu pun mencoba mendekati Elena, "ayo duduk di dekatku saja, makanlah walaupun kamu tidak berselera, setidaknya menghargai apa yang sudah disiapkan para ibu sejak siang tadi" bujuknya.


Elena pun menurut, kemudian mengambil posisi duduk di samping Ayu, akhirnya walau Elena benar benar tak berselera makan, ia tetap memaksa dirinya sendiri untuk makan.


Tanpa Elena sadari, sejak tadi ada 3 pasang mata mengawasi nya dari jauh, beberapa tahun mengenal gadis itu baru kali ini mereka melihat ekspresi muram di wajah gadis itu.


"Kenapa dia, aku tak pernah melihat ekspresi seperti itu di wajahnya" Bagus yang biasa nya banyak bercanda, kini tampak ikut khawatir.


"Entah lah" Haris pun merasakan hal sama.


Sementara Priyo hanya diam tanpa suara, namun di benaknya berkecamuk bermacam pertanyaan.


...****************...


Pukul 01.00 dini hari.


Elena yang sejak tadi tak bisa memejamkan mata, akhirnya memilih keluar kamar mencari udara segar.


Setibanya di pendopo, ia sungguh di buat takjub, kehebohan Acara malam tadi seolah lenyap tak berbekas, semua nya kembali bersih seperti tidak terjadi apa apa.


Elena duduk di salah satu bangku panjang yang ada di halaman, dia menarik nafas berat, disandarkan punggungnya seolah dia tengah lelah menanggung beban yang sangat berat, wajahnya mendongak ke langit malam, dinginnya angin malam tak membuat dirinya beranjak.


Priyo yang tiba tiba duduk di sampingnya, membuat Elena terkejut.


"Sudah hampir pagi, kamu gak takut di luar seorang diri??"

__ADS_1


Elena menggeleng


"Ada apa?, sepanjang keramaian tadi, aku lihat kamu muram"


Elena kembali tersenyum getir.


"Lihat, bahkan senyummu saja karena terpaksa" Priyo menatap nya sesaat "ceritalah, sepertinya bebanmu berat sekali"


"Tidak ada apa apa, cuma kangen mama" jawab Elena dengan senyum yang di paksakan.


"ckckckckck ... kamu pikir aku bodoh hah?" Priyo memiringkan sudut bibir nya. "kalo kita baru berteman satu atau dua hari, mungkin aku percaya, aku sangat mengenalmu, wajahmu tidak pernah seperti ini sebelumnya" Priyo terus mendesak Elena agar mau bercerita.


"kamu selalu manis dan tersenyum ceria, sederhana apa adanya, tak pernah berlebihan, karena itulah ada seorang pria yang sampai saat ini setia menunggu cintamu"


Mau tak mau Elena menolehkan wajahnya menatap Priyo, pandangannya sinis dan tak terima dengan pernyataan Priyo.


"Hei kalian para pria kenapa begitu menyebalkan, apa kalian juga sering berbagi rahasia? apa dibelakangku kalian juga sering membicarakan aku hah?" Ucap Elena dengan nada agak tinggi.


Priyo tertawa lepas "Tentu saja, sesama pria punya topik pembicaraan yang tak bisa dibicarakan dengan para wanita, lagi pula tanpa dibicarakan pun itu sudah terlihat jelas, kamu saja yang bodoh sampai tidak menyadari nya" ujarnya jujur.


Elena mengerucutkan bibirnya "Kalo begitu aku juga gak mau cerita" ujar nya pura pura merajuk, suasana kaku kembali mencair, namun sedetik kemudian setetes air mata tiba tiba lolos begitu saja dari pipi Elena "maaf, untuk yang ini aku belum siap cerita" ujar Elena lirih.


"It's okay, tapi ingatlah kami selalu siap berbagi beban denganmu" priyo meremas pundak Elena.


"Makasih yah" Ujar Elena tulus.


Priyo mengangguk "Masuk lah, angin malam tak baik untuk kesehatan, walau pun susah, tapi paksalah untuk tidur "


...****************...


Sepasang mata gelap sejak tadi mengamati pembicaraan dua orang tersebut dari jauh, dirinya memang sejak tadi berada di luar, bersembunyi di balik mobil milik Priyo tanpa ada seorang pun yang mengetahui keberadaan nya, tak lain dia adalah Haris.


Sejak dia kembali dari kota tadi, dia pun merasakan keanehan pada sikap Elena, tak biasanya gadis itu murung, sungguh ini pertama kali nya Elena dalam mode diam seperti malam tadi.


Sekali lagi ponselnya berkedip, bila cahaya berwarna biru menyala, itu artinya Mark ingin menyampaikan hal penting.


"Bicaralah Mark"


"Pengacara Roger bilang, kejadian di negara Singa ZZ, bukanlah kebetulan semata tuan, Denz DRT ada di belakang semua ini"


"Hmm lanjutkan"


"Denz juga sedang mengincar proyek Dimitri Corp, dia bermaksud merusak Hamrr's dengan memanfaatkan keberadaan nona Elena, setelah anda mengkonfirmasi kehadiran anda bersama nona, pihak Denz DRT memulai penyelidikan pada latar belakang nona, mereka seperti mempunyai alat luar biasa untuk menghancurkan anda, terlebih nona bukan berasal dari keluarga sembarangan"


Haris mengepalkan tangannya, giginya gemertak menahan amarah. "lalu pria mabuk itu, apa perannya?"


"Dia murni di peralat tuan, pihak Denz DRT memanfaatkan masalah yang sedang menimpanya, pria itu menerima informasi bahwa wanita yang membawa kabur uang nya, sedang menginap di kamar yang di tempati nona"

__ADS_1


"Dan di malam kejadian, sudah ada orang yang sengaja merusak kunci pengaman pintu kamar nona, Pengacara Roger sudah mengantongi bukti rekaman CCTV atas bantuan pihak hotel"


"Apa pihak hotel terlibat?"


"Tidak tuan, Denz sengaja menyewa seseorang yang sudah ahli"


"Aaaarrrgghhh, Dennis ... kamu akan menyesal karena sudah mencari masalah denganku" Haris menggeram penuh amarah.


"Mark, kamu tau apa yang harus kamu lakukan pada mereka, hancurkan mereka sampai ke akarnya"


"Iya tuan, saya bersama Rocky dan tuan Steve sedang membicarakan langkah selanjutnya"


"Good, kabari aku secepatnya"


Panggilan pun berakhir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bang, kok serem sih bang marah nya 😢


.


mau di habisin sampai ke akarnya 😱

__ADS_1


.


like like like komen and vote please 🥰🙏


__ADS_2