Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
27


__ADS_3

"Mark, gimana? pengacara Roger sudah bergerak?"


"Sudah tuan, Pengacara Roger sedang di perjalanan menuju negara Singa ZZ"


"Syukurlah, brengsek itu harus mendapat hukuman setimpal, berani beraninya dia mengganggu wanita ku"


"Tuan, sepertinya Dimitri Corp sedang serius mempelajari gambar proyek resort HOLLA island yang kita ajukan"


"Iya, semalam Steve sudah mengatakan padaku"


"Lalu proyek yang sedang anda kerjakan sekarang?"


"Sementara aku tinggal, Tolong gantikan aku, biar Rocky dan aku yang ke HOLLA island"


"Baik tuan, saya akan mengirim kabar secepatnya"


"Terima kasih Mark"


Panggilan pun berakhir.


...****************...


Elena keluar dari kamar mandi, nampak segar dengan pakaian lengkap, rambutnya yang basah masih terbungkus handuk.


Haris yang tampak sibuk dengan laptop nya, tidak menyadari kalau Elena sudah berdiri di hadapannya.


"Sorry yah, aku ngerepotin kamu"


"Hah ... "tiba tiba Haris berteriak seraya memegangi dadanya.


Ucapan Elena pelan, tapi laksana petir yang membuat jantung Haris melompat keluar dari tempatnya.


"Ups ... maaf, apa suaraku terlalu mengejutkan" tanya Elena khawatir, ketika melihat Haris masih bersandar di sofa, seraya memejamkan matanya.


Haris buru buru menutup laptopnya ketika Elena berjalan mendekat.


"Tidak, aku hanya terlalu fokus" Haris tersenyum canggung. "kamu yakin tidak mau istirahat sehari lagi di sini? pihak Hotel memberimu kamar VVIP sebagai ganti insiden kemarin"


Elena menggeleng, "kalo gitu aku ngerepotin kamu lagi dong"


"Ya ... gak papa sih, kita gak ngapa ngapin juga" Jawab Haris santai.


"Nggak ah, takut ada setan lewat"


"Ya biarin aja dia lewat, asal jangan nabrak lampu merah aja"


Elena tertawa, tapi dia tetap menggeleng.


"Jadi tetep mau pulang?"


Elena mengangguk.


"Oke, aku udah pesen makan, sebentar lagi datang, aku mau mandi dulu" Haris bangkit menuju kamar mandi "Kalau kamu lapar makan saja duluan" teriak Haris di depan pintu kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


Haris berlama lama dibawah guyuran air dingin, sengaja karena ia ingin meredakan panasnya amarah yang bersarang di kepalanya.


Tadi sewaktu Elena tertidur ia sengaja mengirimkan pesan kepada Mark asistennya, ia ingin pengacara Roger segera terbang ke negara Singa ZZ, untuk mewakili dirinya mengurus pria yang sudah berani membahayakan keselamatan Elena.


Walaupun Elena memilih untuk memaafkan, tapi Haris tidak bisa tinggal diam, bukan berarti ia tidak mudah memaafkan, tapi setidak nya pemabuk itu, harus menerima hukuman, agar di kemudian hari tidak ada orang lain lagi yang dirugikan.


Bertahun tahun tinggal di negara asing, membuatnya memiliki rasa was was yang berlebihan, bukan tidak mungkin jika kesalahan kecil, bisa berubah menjadi masalah besar, karen itulah, dia selalu meminta nasihat hukum dari orang orang yang paham betul mengenai hukum.


Sekarang dia hanya bisa berharap, Tuan Harun tidak mengetahui apa yang terjadi selama Elena bersamanya, karena dari yang Haris ketahui, orang orang yang mengawal Elena ada di mana mana, bahkan mungkin Elena sendiri tidak pernah tahu, kalau dia diawasi anak buah papa nya selama 24 jam, karena begitu rapi nya mereka bekerja.


Kalau mereka begitu rapi dalam bekerja, dari mana Haris mengetahui nya?


Anggap saja Haris sedang beruntung saat itu, karena tanpa sengaja Haris terjebak di toilet yang pintunya macet, dari dalam toilet ia mendengar dengan jelas suara seseorang sedang melaporkan keadaan melalui sambungan telepon, dia melaporkan bahwa Elena aman dalam jarak pandang mereka.


Dari sanalah siapa sebenarnya Elena mulai terungkap, tak mungkin kalau orang biasa mendapat pengawasan khusus, mengetahui latar belakang keluarga Elena, tak membuatnya gentar untuk mencintai gadis itu, karena ternyata, keluarga Elena tidak membatasi pergaulan putri mereka, justru yang ada mereka seperti pengunjung tetap sebuah restoran, karena setiap kali berkunjung, mereka bisa makan sampai kenyang, kalau kata Bagus dan Priyo, menu perbaikan gizi, sungguh momen berharga bagi anak kost yang menunggu uang kiriman dari kampung.


Akhirnya setelah satu jam, Haris pun mengakhiri aktivitas mandinya, tapi kemudian dia tersadar belum membawa baju ganti. oh sial sekali , ujarnya.


kalau dia sendirian di kamar tentu tak masalah, tapi ini ada Elena, pasti akan lain ceritanya, Haris mondar mandir di dalam walk in closed, kalau dia keluar kamar mandi hanya memakai handuk, uuuuhhh betapa malunya ia, walaupun ia laki laki, tapi ini pertama kalinya ada gadis yang menumpang dikamar nya, apalagi status mereka yang hanya berteman.


Haris menggaruk kasar kepalanya yang tak gatal, mau bagaimana lagi, suka atau tidak dia harus keluar pelan pelan dia membuka pintu kamar mandi, matanya beredar ke setiap sudut ruangan mencari keberadaan Elena, namun sepertinya Elena tak ada di manapun.


"Kamu ngapain celingukan di depan pintu?"


"Hah ..." Lagi lagi Haris terkejut, pasalnya tiba tiba Elena muncul di depan pintu kamar mandi.


"kyaaa ... bisa gak kalo gak ngagetin" Protes Haris.


Tentu saja hal itu membuat Elena tertawa geli "ketawa lagi, ada yang lucu?" ujar Haris bersungut sungut.


"mmm itu ..." Ujar Haris ragu ragu.


"Itu apa?" Desak Elena


"Kamu berbalik dong, aku malu, tadi lupa ga bawa baju ganti"


"Ooohh oke, aku tunggu di balkon aja sementara kamu ganti baju dan bersiap, jangan khawatir aku tutup horden nya" Elena pun berjalan menuju Balkon, tak lupa menutup horden sebelum ia menutup pintu penghubung.


Tanpa menyia nyiakan kesempatan, Haris pun berjalan keluar kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. cepat cepat dia ambil barang barang yang ia perlukan, kemudian kembali ke kamar mandi.


Sementara itu, Elena yang sedang menunggu di balkon, tampak mengumpat sendiri, pasalnya dia sendiri merasa malu saat tadi Haris mengatakan bahwa ia tidak membawa baju ganti, untunglah Haris tak melihat wajahnya yang sudah seperti udang rebus, berkali kali dia mengatur nafasnya, agar tidak terlihat gugup.


15 menit kemudian, Haris kembali membuka horden dan pintu penghubung, dia sudah rapi dengan Celana pendek, kaus oblong dan kemeja biru cerah yang sengaja tak di kancing.


"Masuklah, maaf agak lama" ujarnya canggung.


Aroma khas parfum pria menyeruak masuk melalui indra penciumannya ketika Elena berjalan melewati Haris, yah ini aroma yang tertinggal di Hoddie yang malam itu Elena kenakan.


"Makanlah, aku sudah makan tadi, maaf aku laper banget"


"Iya gak papa" Jawab Haris pendek.


"Coba lihat leher kamu" Elena pun mendongak, ketika Haris ingin melihat lehernya "hmmm ... kok ilang, ini di tutup pake make up?" tanya Haris


"Iya"

__ADS_1


"Waaahhh, luar biasa" decak Haris kagum.


"Ini gak seberapa, masih banyak yang ekstrim" Jelas Elena.


"Akhirnya kita gak kemana mana, cuma di hotel" gerutu Haris sambil mengunyah makanannya.


"Yaaa ... lain kali kalo kamu mau, kita jalan jalan ke negeri Gingseng, aku yang jadi tour guide" tawar Elena bangga.


Haris mencebikkan bibirnya.


"Gak takut setan lewat?" Tanya Haris mengingat kan.


hehehehe Elena hanya cengengesan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nah kan, baru begitu saja udah malu kan, pake nawarin mau tambah nginep satu malam lagi 🤪🤪🤪


.


Awas ketabrak setan beneran bang, tau rasa 🤭🤭


.


like like like komen and vote please ... 🥰🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2