Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
24


__ADS_3

Elena berjalan mendekati meja yang menyediakan minuman, juice masih jadi pilihan utama, walaupun lama tinggal di negara asing, Elena sama sekali tidak terbiasa dengan alkohol, dahulu ketika masih bekerja di Daehan grup, dia memegang alkohol hanya sekedar menghormati tanpa ikut menikmati, ketika ada acara makan malam Tim atau acara yang berbau pesta.


Elena sungguh menikmati camilannya, hingga tanpa sadar ada sepasang mata sedang menatap ke arahnya, kemudian orang itu mendekati Elena sambil berpura pura menikmati camilan.


"Hai ... " sapanya.


Elena terkejut, seorang gadis berambut coklat nampak tersenyum manis pada nya, mata biru nya tampak berbinar ketika melihat Elena memakan camilan.


"Apa kamu juga suka camilan?" Tanya nya, dan tanpa sadar Elena mengangguk, kemudian ia berbisik "kalau begitu kita se frekuensi" ujarnya, kemudian dia terkikik.


Nih orang siapa sih, tanya Elena dalam hati, tiba tiba datang trus bisik bisik sambil cekikikan.


"Kalau begitu, ayo kita makan lagi" Ajaknya tanpa canggung. "Oh iya, aku adalah kekasih dari pria yang sedang bicara dengan kekasih mu" ujarnya memperkenalkan diri.


Elena masih keheranan, kekasih? siapa? apa yang di maksud olehnya adalah Haris?


"Kamu mengenal Haris?" akhirnya Elena membuka suara.


gadis itu mengangguk cepat, karena mulutnya penuh makanan.


"Aku bukan kekasih nya, dan kami hanya berteman" Jawab Elena jujur


"Benarkah...? yah sayang sekali, padahal aku kenal seorang gadis yang menyukai dia"


"Benarkah?" tanya Elena tak nyaman.


"Tapi Haris tidak pernah merespon, dia selalu dingin, bahkan padaku pun dia hanya bicara seperlunya"


Entah kenapa, Elena merasa lega mendengar jawaban gadis itu.


"Dan biasanya dia tidak pernah hadir di acara pesta yang diadakan Bench Family, karena setiap acara Bench Family wajib membawa pasangan, mungkin Haris risi tiap ada yang bertanya dimana pasangannya" Gadis itu tergelak, mau tak mau Elena pun tak bisa menahan tawanya "Apalagi jika ibunya steve yang menggoda, Haris benar benar di buat tak berkutik, karena mommy Helena akan mengenalkannya pada para ibu yang memiliki anak perempuan"


Lama meraka larut dalam perbincangan, hingga sebuah suara suara datang menyapa mereka.


"Sayang" tiba tiba Steve datang dan memeluk gadis yang sejak tadi berbincang dengan Elena. "kalian saling kenal?"


"Entah, aku hanya sedikit bergosip dengannya, karena sepertinya kalian sibuk dengan urusan pekerjaan" Jawabnya dengan sedikit manja.


"Ini Sandra, kekasih steve" Haris pun menjelaskan siapa gadis yang sejak tadi bergosip dengannya.


"Oh hai Sandra" Elena mengulurkan tangan.


"Elena" ujarnya memperkenalkan diri.


"Jadi sejak tadi kalian bergosip, tapi belum memperkenalkan diri?" Steve masih saja terkejut dengan kebiasaan sang kekasih yang mudah mengakrabkan diri dengan orang baru.


"Entah, terjadi begitu saja" timpal Elena.


mereka pun kembali cekikikan, karena tanpa sadar berbincang hingga lupa memperkenalkan diri.


"Jadi steve, kapan kalian menikah?" Tanya Haris.

__ADS_1


"Kapan pun Sandra menginginkannya" Jawabnya seraya menatap lembut wajah sang kekasih.


"I love you" Sandra.


"I love you more" Steve.


setelah saling mengatakan cinta, tanpa malu mereka berciuman tepat didepan Haris dan Elena, tentu kedua jomblo itu makin salah tingkah, terutama Elena yang langsung mengalihkan pandangannya, tak disangka justru wajahnya kini langsung berhadapan dengan Haris.


Kedua nya saling tatap, berdebar? sudah pasti, jangan ditanya bagaimana wajah keduanya, tentu merah padam, padahal bukan mereka pelakunya.


"Sebaiknya kita pergi, biarkan saja mereka" Haris pun membawa Elena meninggalkan dua sejoli yang tengan di mabuk cinta itu.


mereka itu, benar benar tidak berubah, Haris menggerutu dalam hati.


"Selamat malam Tuan Ben" sapa Haris, yang akhirnya memilih menyapa Tuan Ben.


Pria yang di sapa Tuan Ben itu langsung menatap Haris, kemudian dia tersenyum seraya memeluk Haris


"Lama tak bertemu, apa anda sehat?" Haris bertanya setelah pelukan mereka terlepas.


"Oh ayolah, Hari ini wedding anniversary kami, haruskah kamu menanyakannya, itu membuatku merasa tua" Keluh Tuan Ben.


"Benarkah, kalau begitu maafkan aku" ucap Haris sopan"


Kemudian Haris tersadar "Ah iya, kenalkan ini Elena"


"Oh ... halo nona muda, senang nya akhirnya Haris membawa seorang kekasih" sambut Tuan Ben ketika Elena mengulurkan tangannya.


"Oh tidak, mata tua ku mengatakan sebaliknya" Tuan Ben kembali berujar, tak mau kalah.


"Tapi bukankah, tadi anda bilang, anda belum tua?" Elena balik bertanya, hal itu membuat Tuan Ben tertawa keras.


"Hahahaha ... ternyata kamu berani mengembalikan kata kataku, aku jadi termakan kata kata ku sendiri"


Elena pun ikut tersenyum, melihat Tuan Ben tergelak dengan candaannya.


"Hai hansome, Sudah lama aku tak melihatmu d pesta kami" Nyonya Helena tiba tiba bergabung, ketika menyadari suaminya tertawa keras.


"Oh Halo Nyonya ... senang melihat anda"


"Sungguh kah kamu senang melihat ku? bukannya kamu sering menghindar dariku?" tanya Nyonya Helena.


"Ah... itu hanya perasaan anda saja, mana mungkin aku menghindari anda" Elak Haris.


"Lalu apa sekarang, akhirnya kamu membawa kekasih" Nyonya Helena masih mencoba mencecar Haris dengan pertanyaan nya.


"sayang nya belum, kami berteman" Haris menatap Elena.


"Sayang apa kamu percaya kalau mereka hanya berteman?" tiba-tiba Tuan Ben menengahi pembicaraan.


Wanita yang di panggil Nyonya Helena itu pun menatap bergantian sepasang muda mudi di hadapannya, tak lama kemudian Nyonya Helena dan Tuan Ben tertawa bersama.

__ADS_1


"Aaah sungguh indah masa muda, Bukankah begitu sayang, mereka pasangan yang manis" Ujar Tuan Ben pada sang istri yang tak lagi muda tersebut.


...****************...


Acara malam itu pun berakhir, tapi sepertinya mereka masih enggan masuk ke kamar masing masing.


"Penerbangan kita besok jam 2, apa sebelum itu kamu mau pergi ke suatu tempat?" tanya Haris.


"Entah, aku tak begitu tau tempat ini, jadi mau kemana juga aku ga tau"


"Baiklah, setidak nya kita harus ke patung singa, maskot nya negara Singa ZZ"


"Baiklah, aku masuk dulu yah" Pamit Elena, namun alangkah terkejutnya ia ketika Haris menarik lengannya hingga Elena masuk kedalam dekapannya.


Untuk sesaat Elena terkejut namun kemudian dia berusaha berontak "Sebentar saja, izinkan aku memelukmu" Elena pun terdiam tanpa membalas pelukan Haris.


Beberapa saat kemudian, Haris mengurai pelukannya, "terimakasih untuk malam ini" Ucapnya tulus, kemudian sebuah kecupan ia sematkan di kening Elena.


Elena mengangguk seraya tersenyum, kemudian ia pun menghilang di balik pintu.


Haris tersenyum pahit, Elena ... ingin sekali aku berteriak pada dunia, bahwa hanya kamu yang aku inginkan, namun aku tak berdaya jika kamu tak menginginkan nya, Haris menyandarkan punggungnya ke dinding kemudian kemudian tubuhnya seakan lunglai hingga merosot ke lantai.


Haruskah kita kembali berpisah, aku tak tau perasaanmu, tapi aku sungguh tak sanggup lagi bila kita berpisah lagi.


Hingga beberapa menit berlalu Haris masih terdiam di depan pintu kamarnya.


-


-


-


-


-


-


-


-


😭😭 othor juga gak mau berpisah ...


tapi apakah perlu berpisah sejenak?? ...😒😒


.


Sabar ya bang, nanti othor kasih kejutan manis untuk hadiah kesabaran mu 😘😘


.

__ADS_1


like like like komen and vote please 🥰🥰


__ADS_2