Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
23


__ADS_3

Ceklek


Dengan menahan debaran Jantungnya Elena membuka pintu kamarnya, heh dia merasa dirinya sangat konyol hari ini, karena ini bukan pertama kalinya dia bertemu Haris, namun entah kenapa dia merasa akan pergi kencan pertama bersama kekasihnya.


kekasih hahahaha


Bahkan suara hatinya sendiri mentertawakan sikapnya.


Ketika akhirnya dia berdiri di depan kamar nya, pandangan matanya langsung tertuju pada pria yang tengah menunggu di depan kamar nya, Pria bermata gelap yang malam itu terlihat tampan dengan setelan jas semi formal, lengan jasnya sengaja di tarik hingga mendekati siku, rambut yang biasanya dibiarkan tak beraturan, kini nampak rapi, dengan senyum menawan tersungging di bibirnya.


Haris pun mendekati Elena, "Sungguh cantik" Bisiknya tepat di telinga Elena ketika jarak mereka sudah dekat.


Blushh ... rasanya banyak kupu-kupu berterbangan didalam dadanya, entah kenapa dia bahagia mendapatkan pujian dari Haris.


"Ah iya aku hampir lupa" Haris merogoh saku jas nya, nampak sedang mencari sesuatu, setelah menemukan apa yang dia cari, dia pun menyodorkan genggaman tangannya di hadapan Elena, ketika telapak tangannya terbuka, nampak di sana sebuah kalung dengan berlian merah muda berbentuk tears sebagai bandulnya, kemudian Haris memasang kalung tersebut ke leher Elena "Akhirnya benda ini menemui pemiliknya" ujar Haris setelah kalung itu terpasang di leher Elena.


"Maksudnya?" Tanya Elena bingung.


"Kalung ini aku beli di hari ulang tahun mu sebagai hadiah"


Elena tersenyum, masih mencoba menahan debaran jantung nya "Terima kasih" ujarnya.


"Ayo jalan, malam ini akan ada banyak pria yang iri padaku, karena aku datang bersama wanita cantik" Ujarnya bangga.


Haris menggenggam tangan Elena ketika berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke Ballroom hotel, tempat berlangsungnya acara.


Aura bahagia jelas tergambar di wajah mereka, dan entah kenapa perasaan Elena menjadi hangat, ada rasa nyaman dan tenang ketika dia bersama pria ini, perlahan pandangannya menunduk menatap tangan mereka yang masih bertaut, tiba tiba Elena tetawa sendiri.


"Ada yang lucu?" Tanya Haris ketika melihat Elena tertawa.


Elena mengangguk, seraya menatap wajah pria yang sejak tadi menggenggam tangannya "aku sedang ingat ketika pertama kali kamu menggenggam tanganku, saat itu entah kenapa aku merasa kamu benar benar sudah lama mencariku".


"Kamu merasakannya?"


Elena mengangguk


"Tentu saja sudah lama aku mencari mu, bayangkan, lapangan seluas itu, lebih dari 500 orang, tentu saja aku seperti menemukan harta karun" jelas Haris bersungut sungut, namun sedetik kemudian dia tersenyum.


"Iya iya aku tau, terimakasih sudah menemukan ku, jika tidak, mungkin aku akan dapat hukuman di hari pertama itu"


Haris mengangguk lega.


"Huft ... hampir aja ketahuan" Gumam Haris pelan.


"kamu bilang apa?"


"tidak ... tidak ada" Jawab Haris tergagap. Elena kamu tidak tau bahwa Hari itu bukan pertemuan pertama kita, jauh sebelum itu tanpa Elena sadari, mereka pernah bertemu, semoga suatu hari aku bisa bercerita padamu, kapan hari pertama kita bertemu.


...****************...

__ADS_1


Pukul 8 malam waktu setempat, susana ramai nampak di ballroom salah satu hotel mewah di pusat kota negara singa ZZ, para tamu undangan mulai berdatangan, suasana hangat dan ramah pun nampak terlihat.


Bahkan red karpet menyambut para tamu tamu spesial rekan bisnis Bench Family layaknya pagelaran piala oscar, tak lupa sesi foto sebelum memasuki ballroom.


Alunan musik terdengar merdu menggema di setiap sudut ruangan, gelak tawa penuh keakraban seperti tidak ada pembeda diantara mereka, dekorasi mewah membuat ruangan semakin indah, nampak sekali bahwa penyelenggara tidak pelit mengeluarkan uangnya, dari yang Elena ketahui Bench Family merupakan perusahaan konstruksi terbesar di negara paman AA. jaringan bisnisnya menggurita di seluruh dunia, tak pernah terbayangkan jika Elena akan menghadiri acara yang diadakan pemilik perusahaan tersebut.


Lalu Haris? tak mungkin dia begitu saja akrab dengan penerus Bench Family, apa pekerjaan nya selama di negara paman AA? saat ini di kepala Elena semakin banyak daftar pertanyaan tentang Haris.


Begitu memasuki ruangan, Haris nampak akrab dengan tiap tamu undangan yang ada di sana, bahkan Elena semakin tersipu ketika Haris dengan bangga mengenalkan dirinya kepada tiap orang yang dia temui di ruangan tersebut, mereka begitu bersemangat menggoda Haris dan Elena, manakala Haris mengatakan kalo dirinya dan Elena hanya berteman.


"Mau makan camilan dulu? Sejak tadi kamu belum makan" Haris menawarkan.


"Baiklah, kebetulan aku lapar" Bisiknya malu malu.


mereka pun menghampiri meja yang menyediakan aneka camilan untuk teman berbincang, sebelum acara makan malam utama di mulai. setelah mengambil beberapa makanan ringan, Elena memilih duduk supaya bisa menikmati makanannya dengan tenang.


Haris pun menyusul duduk di sampingnya "Makanlah dulu, setelah ini kita sapa tuan Ben Junior"


Elena mengangguk, "Seberapa Akrab kamu dengan Tuan Ben?" tanya Elena ketika memulai suapan pertama nya.


"Tuan Ben merupakan penerus generasi ke 3 Bench Family, awal mula perusahaan ini Berdiri, karena perjodohan sang kakek, tidak di sangka konsep kekeluargaan yang kental, membuat perusahaan ini mampu bertahan di tengah persaingan global"


"Tuan Ben sangat rendah hati, mudah akrab dengan siapa saja, jika bersama nya tak ada perasaan berbeda, karena Tuan Ben, memperlakukan setiap rekan bisnis nya sebagai keluarga"


"Lihat Yang di ujung sana, itu putra tunggal tuan Ben, kami berteman ketika sama sama melanjutkan kuliah"


Elena tersenyum simpul "Lalu kenapa membawaku ke sini? bukannya membawa kekasihmu" pancing Elena dengan senyum jahil nya.


"Kenapa masih bertanya, jelas jelas kamu tau jawabannya" Haris menatap tajam pada gadis yang sedang duduk di samping nya, Elena yang menerima tatapan itu, hanya nyengir padahal dia sedang menutupi debaran jantungnya.


"Hai Haris"


Tiba tiba, seseorang datang, menyapa Haris, kemudian mereka nampak berpelukan akrab, tak lain tak bukan, dia adalah putra Tuan Ben "Hai steve ... senang melihat mu" Balas Haris.


"Aku juga, tidak menyangka kamu akan datang oe acara ini, biasanya kamu malas datang kan?, minggu lalu aku tidak sengaja bertemu Mark, dia bilang kamu ada di negaramu, untuk urusan pekerjaan"


Elena yang tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka pun memilih berdiri mengambil minuman.


"Iya, mungkin sampai beberapa bulan kedepan"


"Ah sayang sekali, padahal Tuan Dimitri sangat tertarik dengan desain yang kamu kirimkan padaku bulan lalu"


"Tak masalah aku bisa mengurus nya, kabari aku segera yah"


"Oh syukurlah ... Tuan Dimitri itu klien penting, walaupun kadang agak sedikit menyebalkan, karena sifat perfeksionis nya, dan dia ingin kamu yang turun tangan, bagaimana kamu bisa"


"Tentu, kapanpun dia inginkan aku akan segera datang" Haris sangat antusias, pasalnya sudah sejak lama Haris ingin bekerja sama dengan Dimitri corp


"Lalu proyek yang saat ini kamu tangani"

__ADS_1


"Aku bisa meminta Mark mengganti kan ku untuk sementara waktu"


Jawab nya dengan berat hati, karena jika menerima proyek ini, dia harus kembali ke negara paman AA, dan itu artinya dia harus rela kembali tidak bertemu Elena.


Mendung tiba tiba tergambar di wajah nya, disisi lain dia ingin selama mungkin melihat sang gadis pujaan, tapi disisi lain lagi dia ingin memperbesar perusahaan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Elena ... gemes banget sih ... πŸ˜’πŸ˜’


udah dapet perhatian begitu banyak🀩🀩


di ajak kondangan sampe ke negara orang 😁😁


masih juga belom mau ngaku 🀦🀦


masa othor harus buat Elena nangis karena Haris balik ke negara paman AA, kan othor juga punya rasa sedih


like like like and komen please ... πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2