Menanti Cinta Elena

Menanti Cinta Elena
55


__ADS_3

Setelah hari itu, Elena menjalani hari hari terakhir di masa SMU nya dalam sepi, Alex menjauh karena cintanya tak berbalas, Silvia menjauh karena salah faham berkepanjangan, ingin rasanya Elena mendekatinya kembali demi menjelaskan situasi nya saat itu, namun Silvia seakan akan menolak dirinya.


Namun memory detik detik terakhir pertandingan basket itu terus membayang di pelupuk matanya, kenapa juga si pencetak skor itu selalu nampak, bahkan dalam mimpinya, tapi tak pernah jelas terlihat wajahnya, saat itu suasana stadion terlalu ramai, dan Elena bahkan tak memperhatikan dengan jelas wajah lelaki itu, yang Elena ingat hanya nomor punggungnya 00.


Setiap mengingat nomor punggung itu, hatinya berdebar hebat, apakah ini karena dia telah menyelamatkan ku, ataukah aku punya rasa padanya?, tapi aku bahkan tak melihat wajahnya dengan jelas, bagaimana mungkin aku menyimpan rasa untuknya atau mungkin hanya kekaguman?, pikir Elena.


ketika pesta kelulusan tiba Elena sama sekali tak memiliki foto kenangan bersama teman teman dekatnya, hanya foto bersama Eliza dan kedua orang tuanya yang menjadi memori terakhirnya menjalani masa remaja yang harusnya penuh dengan bahagia.


Setahun kemudian angkatan mereka mengadakan reuni, Elena berharap akan menjumpai Alex dan Silvia di sana, namun sayang, harapan hanya tinggal harapan, kedua orang itu tak pernah menampakkan batang hidungnya.


Elena pun menyerah, dan bertekad mulai melupakan kedua sahabatnya, karena tak ingin lagi sakit hati, dan berusaha begitu keras agar tak lagi ada cinta antara ia dan sahabat baiknya kelak.


Flashback end


...****************...


"Kok melamun?" Bagus tiba tiba membuyarkan lamunannya.


Elena tersenyum masam, "melihat mereka tiba tiba aku ingat masa remaja, kenangan bersama mereka begitu melekat kuat dalam ingatan,"


"Yah aku tahu, kita hanya bersama 4 tahun di bangku kuliah, tapi sudah merasa kenal seumur hidup, bagaimana kamu dan mereka, yang sudah bersama sejak sekolah dasar," Bagus menambahkan.


"Sebelum nya aku marah sekali pada mereka, ingin rasanya memaki dan mengumpat mereka berdua, namun setelah melihat mereka malam ini rasa marahku seakan menguap begitu saja,"


Kini Elena bisa tersenyum bahagia, melupakan rasa sakit nya di masa lalu, Bagus meremas pundak Elena, "good girl, tersenyumlah, berbahagialah, lupakan semua kesedihan, agar kamu bisa berjalan kedepan dengan bahagia,"


"Kak, kok malah ngobrol sih, kakak gak makan?" Tanya Hana yang sejak tadi memperhatikan Bagus dan Elena hanya mengobrol, sementara dirinya dan syafira sudah lelah berkeliling mencoba berbagai macam hidangan yang tersedia.


Elena menggeleng, "Kamu sudah makan?."


"Sudah kak, kenyang banget sekarang," Hana kembali menarik kursi di sebelah Elena, kemudian mendudukkan dirinya di sana, hal yang sama pun dilakukan syafira.


"Syukurlah, ini sudah hampir jam 10 malam, kamu pulang sendiri?" Tanya Elena khawatir.


"Oh iya, aku lupa, gak papa kak, aku pulang sendiri naik motor,"


"Biar aku antar, sekalian mengantar Syafira," Bagus menambahkan, tak lupa menghabiskan jus yang tadi di ambil nya "Ayo kita pulang sekarang," Bagus beranjak diikuti Syafira dan Hana.


"Nona, saya pulang duluan yah," pamit Syafira.


"Iya, kalian hati hati yah," pesan Elena.


"Selamat reunian,"


Elena tersenyum dan melambaikan tangan mengiringi kepergian Bagus, Hana dan Syafira.


Pesta masih berlangsung ketika Elena memutuskan menunggu kedua sahabatnya yang tengah sibuk beramah tamah dengan para pegawai mereka.

__ADS_1


Namun karena bosan menunggu, Elena pun akhirnya memilih berkeliling untuk mencicipi hidangan, karena kini ia mulai kelaparan.


Penampilannya yang masih memakai setelan kerja beserta topi, membuat dirinya kini nampak di perhatikan, namun bukan Elena namanya kalau dia malu dengan penampilan nya, justru dia semakin menikmati, apalagi dia telah mengganti heels nya dengan sepatu sneaker, semakin membuatnya leluasa berkeliling, tanpa takut lelah atau telapak kaki nya pegal.


Beberapa orang yang tanpa sengaja mengenalinya, tampak berbisik, namun ada juga yang meminta foto bersamanya, tentu Elena tak menolak apalagi keberatan, selama mereka tetap bersikap sopan.


Sampai di meja dessert, seorang anak kecil nampak kesulitan mengambil rainbow cake yang berada di tengah meja, tak ada siapapun yang bisa di mintai pertolongan.


"Hai ... " Elena menyapa, kemudian berjongkok agar tinggi mereka sejajar.


Bocah lucu itu memperhatikan dengan teliti siapa wanita yang kini menyapanya.


"Butuh bantuan?" Elena menawarkan.


Bocah itu mengangguk.


"Apa yang kamu inginkan?" Elena kembali bertanya, karena bocah itu masih enggan bersuara.


"Ice cream?"


Bocah itu menggeleng.


"Puding mungkin?"


Namun bocah itu masih menggeleng.


Bocah itu menggeleng semakin kuat.


"Oh maaf masih salah yah, baiklah bagaimana kalau rainbow cake?"


wajah bocah itu berubah seketika, matanya berbinar indah, sebuah anggukan pun tercipta.


"Baiklah, ini sepotong rainbow cake untuk pria tampan nan manis."


Elena mengambil Sepotong rainbow cake kemudian memberikannya pada bocah lelaki tersebut.


Anak lelaki tersebut menerimanya dengan wajah berseri seri, namun kemudian dia kebingungan mencari seseorang, wajahnya seketika berubah seperti hendak menangis.


Elena yang menyadari itu pun kembali berjongkok di hadapan bocah lelaki tersebut. "Kenapa? kamu mencari orang tua mu?"


Bocah itu langsung menangis, "mami ... " ucapnya di tengah isakan.


Elena baru tahu, kalo bocah itu bisa berbicara, pasalnya sejak tadi bocah itu hanya menggeleng dan mengangguk.


"Tenang lah, jangan menangis," Elena memeluk bocah itu, kemudian menghapus air mata yang membanjiri pipinya. "Bagaimana kalau kita menunggu sama sama, sambil menikmati cake," Hibur Elena, sengaja dia mengajak bocah itu menunggu, daripada mencari keberadaan orang tua bocah tersebut, pasti akan melelahkan, pikirnya.


Elena pun mengambil choco lava cake untuk nya sendiri, kemudian membawa bocah tersebut ke mejanya.

__ADS_1


Bocah itu pun menurut, dan mengikutinya duduk, "makan pelan pelan yah, jangan sampai tersedak," tutur Elena.


Bocah itu pun mengangguk dan mulai menikmati cake favorit nya tersebut.


sesekali pandangan Elena menyapu seisi ruangan, berharap menemukan Orang tua bocah yang kini bersamanya, atau minimal menemukan seseorang yang tengah mencari cari seseorang, namun nihil.


Elena mengusap kepala bocah lelaki tersebut, wajahnya begitu lucu, tangan mungilnya bergerak memisahkan cake sesuai warna nya, kemudian menikmatinya dengan cara memotongnya dengan ukuran yang lebih kecil, cara nya menikmati rainbow cake membuatnya teringat pada seseorang.


"Oh ya tuhan, apakah bocah ini anaknya Alex dan Silvia?" pekik Elena dalam hati.


Sekali lagi Elena memperhatikan dengan teliti, cara bocah itu menikmati cake sama persis dengan kebiasaan Silvia ketika menikmati rainbow cake, bulu matanya nampak lentik alami seperti milik silvia, dan sisanya, bocah itu benar benar duplikat nya Alex.


Beberapa saat kemudian


Hiruk pikuk pun terjadi, beberapa orang nampak panik seperti tengah kehilangan sesuatu, seketika Elena menyadari bocah lelaki ini lah yang tengah di cari orang orang tersebut.


Menyadari hal itu Elena pun berdiri, melambaikan tangan pada orang orang yang tengah panik tersebut, bermaksud memberitahu, jika bocah yang tengah mereka cari sedang berada di dekatnya, seorang wanita bergaun merah muda menghampiri Elena, wajah nya nampak cantik, dengan sedikit polesan make up, rambut panjang bergelombang membuat penampilan nya semakin menawan.


Pandangan Elena dan wanita itu bertemu, ada jutaan kata yang sama sama ingin mereka lontarkan, kerinduan yang membuncah, dan kata maaf yang tak mungkin lagi tertunda, membuat wanita itu bergerak maju dan memeluk Elena dengan begitu eratnya.


Elena terdiam manakala menerima pelukan Silvia, terus terang dirinya terkejut, namun perlahan dia pun membalas pelukan Silvia, kedua sahabat baik itu menangis tersedu, kerinduan yang begitu dalam membuat pelukan mereka semakin erat, tak peduli kini mereka mulai menjadi pusat perhatian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like like like komen and vote please 🥰🙏


__ADS_2