
Zee menuntun Deril masuk kedalam rumah,mereka menuju ruang tengah.
"lho Ril,kamu kenapa?" tanya Farah khawatir.
Deril duduk disofa,dan Zee duduk disampingnya.
"Minum kopi," jawab Deril dengan lemas.
"Kamukan alergi kopi,kok masih diminum," ucap Farah sembari memeriksa tubuh Deril.
"Maaf ma,tadi papa yang ngasih kopi keDeril,mungkin Deril gak enak mau nolak,maaf ya," jawab Zee.
"Oh...dari mertua," ucap Farah lalu kembali duduk.
"Ternyata kamu punya sopan santun juga,emang gak baik nolak pemberian orang tua,ya..meskipun kondisi kamu harus sampai seperti ini," ucap Adi sengaja menggoda Deril.
"Papa neh,orang lagi sakit juga malah diledekin," ucap Deril dengan wajah cemberut.
Adipun terkekeh.
"Ya udah,aku mau kekamar dulu," ucap Deril lalu berjalan perlahan menuju kekamarnya.
"Aku juga permisi ya ma,pa," Zee menyusul Deril yang akan menaiki tangga.
"Sini aku bantuin!" Zee menarik tangan Deril kepundaknya.
"Dari tadi kek," ucap Deril dengan ketus.
Zee hanya cemberut,merekapun segera menuju kekamar.
Adi dan Farah terlihat bahagia melihat Deril dan Zee yang sudah mulai dekat.
Zee merebahkan tubuh Deril keranjang,lalu menyelimutinya.
"Kamu istirahat ya,aku mau mandi dulu," ucap Zee lalu menuju kekamar mandi.
"Zee..." panggil Deril.
Zee berhenti dan menoleh kearah Deril.
"Aku bolehkan tidur diranjang malam ini," ucap Deril.
"Maksudnya, kita tidur sama-sama?" goda Zee.
"Ya udah,aku kesofa aja," Deril ingin bangun.
"Iya..iya..kamu istirahat aja,biar aku yang tidur disofa malam ini," ucap Zee lalu masuk kedalam kamar mandi.
Deril menyunggingkan bibirnya lalu merentangkan tangannya,sudah beberapa hari dia tidak merasakan kenyamanan tidur dikasur empuknya.
"Nyamannya," gumam Deril.
Zee keluar dari kamar mandi,Deril sudah terlelap tidur,Zee mendekatinya dan tersenyum.
__ADS_1
"Apa kalo gue tidur disini,dia bakalan kebangun?" Zee berpikir, "Trus kenapa kalo kebangun,Guekan istrinya,sah-sah ajakan?" Zee bicara dengan dirinya sendiri. "Lagian badan gue juga capek,kalo harus tidur disofa pasti pegel banget," imbuh Zee.
Zeepun pelan-pelan naik keatas ranjang dan berbaring disamping Deril.
Zee memandangi wajah suaminya itu sambil tersenyum, "Selamat tidur suamiku," ucap Zee setelah itu berkelana kealam mimpi.
Pagi mulai menyingsing,sinar mentari mulai menyinari alam ini.Deril perlahan membuka matanya,Ia melihat sesosok wanita dihadapannya,seperti seorang malaikat,wajahnya bersih dan juga bersinar.
Deril tersenyum memandanginya seakan masih dialam mimpi.
Zee membuka mata dan tersenyum melihat Deril yang juga tersenyum memandanginya.
"Pagi suamiku," sapa Zee.
Mendengar suara itu membuat Deril tersadar dari lamunannya.
"Zee..." Deril terkejut dan spontan mundur kebelakang hingga terjatuh dari tempat tidur.
"Bruukk"
Zeepun terkejut melihat Deril yang terjatuh.
"Ah..." Deril memegangi punggungnya yang sakit.
"Kamu gak papakan?" tanya Zee.
Deril berdiri dan menatap Zee dengan sinis, "Ngapain Lo tidur diranjang?hah...Lo bilang mau tidur disofa?"
"Terus kenapa Lo ada disamping gue tadi?" Tanya Deril dengan penuh penekanan.
"Jadi semalam thu kamu ngigo manggil-manggil nama aku," ucap Zee mengarang cerita.
Deril mengerutkan keningnya.
"Serius,kaya gini, Zee...Zee...sini Zee,aku pengen peluk kamu Zee, gitu," ucap Zee menirukan gaya Deril dalam karangannya.
"Gak mungkin,gue gak percaya,mana ada gue ngigo kaya gitu,apalagi sampai minta dipeluk," Deril terlihat sedikit gugup.
"Namanya juga ngigo,kan gak sadar," bantah Zee.
"Sadar atau enggak,gue gak akan mau dipeluk Sama cewek kaya Lo," ucap Deril dengan tegas.
"Cewek kaya aku?cewek kaya apa yang kamu maksud?" Zee terlihat mulai tersinggung dengan perkataan Deril.
Derilpun mulai mengontrol emosinya, "Gak papa,gue mau mandi," Deril berjalan menuju kekamar mandi.
Zee mengikutinya dan Saat Deril akan membuka pintu,Zee berdiri didepan pintu itu.
"Apalagi sih Zee,ha...ini masih pagi,gak usah cari gara-gara," ucap Deril.
"Gue yang cari gara-gara?Guekan cuma nanya,cewek kaya apa yang Lo maksud?" Zee menggunakan bahasa Lo gue karena sedang emosi.
Deril menatap tajam wajah Zee,"Cewek bodoh yang ngejar-ngejar cowok tanpa punya malu dan harga diri,puas Lo!" Deril menarik tubuh Zee dari depan pintu,lalu ia segera masuk kekamar mandi dan menutup pintunya dengan kasar.
__ADS_1
Zee terdiam memikirkan perkataan Deril,hatinya terasa sakit,air matanya pun menetes tanpa ia sadari,Ia duduk ditepi ranjang dengan wajah yang masih melow.
Deril membiarkan air shower membasahi seluruh tubuhnya,Ia menutup mata dan teringat perkataannya pada Zee.
"Apa gue terlalu berlebihan ya?" pikir Deril.
Deril membuka mata dan terlihat jelas bahwa ia menyesal sudah mengatakan hal yang begitu menyakitkan pada Zee pagi ini,dan diapun berniat meminta maaf.
Deril selesai mandi dan berganti baju,saat keluar dari kamar mandi Deril tidak melihat Zee dikamar,Ia berpikir Zee pasti marah dan keluar kamar,Iapun berjalan menuju pintu,tapi tiba-tiba pintu terbuka.
Zee masuk sembari membawa segelas susu hangat ditangannya,Ia melihat Deril yang sudah rapi.
"Udah siap?neh susunya!" Zee menyodorkan susu itu pada Deril.
Deril justru terdiam melihat Zee,bodohnya dia yang berfikir jika Zee mungkin akan marah dan tersinggung dengan perkataannya.
Zee menarik tangan Deril untuk menerima susu itu, "minum!"
Derilpun meminum susu itu sampai habis,Zee tersenyum melihatnya.
"Oya,ntar sepulang kampus aku keRestoran ya,siapa tahu papa masih butuh bantuan," ucap Zee sembari mengambil gelas dari tangan Deril lalu mengambil tisu untuk membersihkan bekas susu dimulut Deril.
Deril hanya diam,entah apa yang sedang Ia pikirkan.
Zee ingin mengelap bibir Deril tapi Deril menahan tangannya,Zee tersenyum, "masih belum boleh ya?" Zee mengerucutkan bibirnya.
Tapi tiba-tiba Deril mencium bibir Zee,dengan bibirnya dengan lembut.
Zeepun terbelalak,jantungnya berdebar hebat saat merasakan lembutnya bibir Deril.
Deril menarik tubuh Zee hingga menempel ketubuhnya dan memperdalam ciumannya.
Zee menutup mata,tangannya meremas kemeja Deril menahan kenikmatan yang diberikan suaminya itu untuk pertama kali.
Deril melepaskan pautannya,Zeepun membuka mata dan menatap wajah Deril.
Deril memalingkan wajahnya,"Aku udah telat," Derilpun meninggalkan Zee yang masih terdiam terpaku,masih syok dengan apa yang baru saja ia rasakan.
Deril masuk kedalam mobil,wajahya terlihat malu dan juga bingung.
"Apa kali ini dia akan beneran marah?Apasih yang udah gue lakuin,tadi marah-marah trus tiba-tiba ....ya ampun,Zee Bener-bener udah bikin gue bingung sama diri gue sendiri," Deril meletakkan kepalanya diatas kemudi karena masih bingung harus melakukan apa.
Zee sedang dikamar mandi,dia menyetel musik kesukaannya sambil menari dan bernyanyi,Ia seperti sedang mendapatkan jackpot hari ini.Mengingat ciuman panas dari suaminya membuat wajah Zee tidak bisa berhenti tersenyum.
Deril sampai dikantor,tapi wajahnya masih terlihat linglung memikirkan istrinya.
Bahkan ia sekarang bertanya-tanya pada dirinya sendiri apa yang terjadi pada Zee setelah ciuman tadi.
Deril berpapasan dengan Kania,tapi Deril sama sekali tidak menyapa,atau memang tidak melihat karena pikirannya sedang dipenuhi dengan nama Zee.
Kania merasa heran dengan sikap Deril yang cuek padanya,
"Apa dia masih marah soal kemarin?" Gumam Kania dengan wajah sedih.
__ADS_1