
Sore harinya,Deril sudah siap akan berangkat,dia turun kelantai bawah dengan pakaian casual,karena memang bukan acara resmi,jadi dia sedikit santai.
"Mau kemana,Ril?" tanya Adi yang sedang bersantai dengan Farah diruang keluarga.
"Mau keluar bentar pa,ada acara," jawab Deril.
"Sendirian?Zee gak ikut?" tanya Farah.
Deril bingung harus menjawab apa.
"Ikut dong ma," jawab Zee sembari menuruni tangga,dengan pakaian senada dengan Deril.
Gaun pendek selutut dan rambut yang dikucir,serta sepatu slip on berwarna putih,terlihat santai tapi sangat cantik.
Deril menatap sinis Zee yang menghampirinya lalu menggandeng tangan Deril.
"Maaf,lama nunggu," ucap Zee.
Deril masih diam dan menatap kesal istrinya itu.
"Ma,pa,kita berangkat dulu ya,Yuk sayang," ajak Zee.
Derilpun terpaksa mengikuti kemauan Zee,dan beranjak pergi dari sana.
Farah dan Adi tersenyum senang melihat Deril dan juga Zee.
Deril melepaskan gandengan tangan Zee saat sampai didepan mobil.
"Zee,kan gue udah bilang Lo gak usah ikut," bentak Deril.
"Ya udah,kalo gitu aku masuk lagi terus bilang sama mama kalo kamu gak mau ngajak aku," ucap Zee lalu akan melangkahkan kakinya.
Deril menahan lengan Zee dengan wajah kesal,"Okey...oke gue ngalah,Lo boleh ikut,tapi jaga sikap Lo,Lo hanya boleh duduk disana,satu lagi,jangan bawel,"
"Siap bos," Jawab Zee dengan semangat.
Merekapun segera masuk mobil dan pergi ketempat acara.
Zee terdiam saat Deril mengajaknya pergi kesebuah diskotik,yang dipenuhi gemerlap lampu dan suara berisik DJ.
Ya...meskipun sudah dewasa tapi Zee tidak pernah nongkrong ditempat yang penuh dosa seperti ini,dia dan teman-temannya memilih nongkrong dikafe,atau diRestoran Farhan.
"Kenapa?gak mau masuk?" tanya Deril.
"Masuk dong" jawab Zee yang menyembunyikan kegugupannya.
Deril masuk duluan,diikuti oleh Zee.
Zee melihat beberapa pria yang meliriknya,Iapun lebih mendekat kepada Deril,lagi,dia jijik saat melihat banyak wanita murahan yang sedang bercinta dengan lelaki hidung belang tanpa punya malu.
Deril menghampiri Leo,temannya dulu,pria tampan berwajah indo asli itu tersenyum pada Zee.
"Siapa dia?" tanya Leo.
Deril melihat kearah Zee,Saat akan menjawab Zee mendahuluinya.
"Hai...aku Zee,istrinya Deril," jawab Zee.
Deril menatap sinis kearah Zee.
"Lo udah nikah?serius?kok gue gak tahu,teman-teman yang lain juga belum tahukan kalo Lo udah nikah?" ucap Leo.
__ADS_1
Deril bingung harus menjawab apa, "Ehm,acaranya mendadak jadi belum sempet dirayain," jawab Deril.
Zee mengerutkan keningnya,padahal mereka sudah menggelar pesta mewah,tapi memang pada saat itu Deril tidak mengundang teman-temannya.
"Trus,hubungan Lo sama Kania?kalian udah putus?" tanya Leo lagi.
Mendengar kata Kania membuat Zee sedikit kesal.
"Ehm...soal itu," Deril bingung harus menjawab apa.
"Udah kok,mereka udah putus,kalo gak putus,gak mungkinkan Deril nikah sama aku," jawab Zee dengan santai.
"Oh..gitu," gumam Leo.
Deril menarik tangan istrinya itu menjauh dari teman-temannya.
"Udah,Lo duduk disini aja,kan udah gue bilang,Lo jangan bawel,dan gak usah ikut campur urusan gue sama temen-temen gue,ngerti?" ucap Deril dengan tegas.
"Hem," jawab Zee dengan kesal.
"Jangan kemana-mana," Deril meninggalkan Zee dan kembali berkumpul bersama teman-temannya.
Sedangkan Zee duduk sendirian,dipojokan kaya cewek yang gak laku.
Deril kembali mengobrol santai bersama teman-temannya sambil minum sedikit wine,Sesekali ia menoleh kearah Zee yang sedang memainkan ponselnya.
"Hai..." Sapa Kania yang menghampiri Leo dan juga Deril.
Deril agak terkejut saat melihat Kania.
"Thanks ya,Lo udah mau datang," ucap Leo.
"Santai aja,Kitakan udah lama gak ketemu," jawab Kania.
"Oya,gue dengar kalian udah putus?,sayang banget padahal kalian itu pasangan yang cocok lho," ucap Leo.
Kania melihat Deril,Deril melirik kearah Zee.
Kaniapun melihat Zee yang duduk sendirian sambil bermain ponsel.
"Oh...iya,kebetulan Deril udah nikah karena dijodohin,tapi kalo ada kesempatan,kita pasti akan balikan kok," ucap Kania.
Deril hanya diam,walau sebenarnya hatinya berat saat mendengar perkataan Kania.
Zee melihat kearah Deril setelah menaruh ponselnya ditas,Ia terlejut saat melihat Kania berada diantara mereka,bahkan Kania tanpa sungkan menggandeng tangan Deril dan sesekali menyandarkan kepalanya kepundak Deril.begitupun Deril yang sama sekali tidak keberatan dengan perilaku Kania.
Zee menghela nafas,lalu menyandarkan tubuhnya kesofa,tiba-tiba dia ingin buang air kecil.Iapun berdiri dan berjalan untuk mencari toilet.
Deril yang sudah keasyikan ngobrol apalagi ada Kania,sama sekali tidak memperhatikan Zee yang sudah pergi dari tempatnya.
Zee selesai buang air kecil,Ia merasa lega dan segera keluar dari toilet.
Zee berjalan untuk kembali ketempat tadi,tapi dia tertarik saat melewati balkon yang sepi,Iapun kebalkon itu untuk menghirup udara segar dan menenangkan dirinya.
Ia melihat pemandangan gemerlap lampu indah dijalanan dan juga ribuan bintang yang menutupi langit malam itu.
Zee kesal saat kembali mengingat Deril sedang bersama Kania didalam,tapi Ia sudah berjanji tidak akan mengganggu Deril hari ini.
Zee pun menghela nafas dan berusaha untuk mengumpulkan lagi kesabarannya.
"Ehemmmm," tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mendekat.
__ADS_1
Zee terlihat agak gugup,Pria itu menghampirinya.
"Sendirian aja?" tanya Pria itu.pria dengan hodie berwarna hitam dan celana jeans,masih muda dan juga tampan.
Zee terdiam tanpa menjawab pertanyaan pria itu.
"Gak perlu takut,kenalin,gue Rico," Rico mengulurkan tangannya pada Zee.
"Zee," jawab Zee tanpa menyentuh tangan Rico.
Ricopun menarik tangannya kembali,Zee kembali memperhatikan indahnya langit malam.
"Gue perhatiin,Lo baru kali ini ya datang kesini?" tanya Rico.
"Hem," jawab Zee.
Rico menyunggingkan bibirnya,"Cuek,tapi menarik," ucap Rico.
Zee langsung melihat kearah Rico, "Sorry,tapi gue udah nikah," Zee menunjukkan cincin yang melingkar dijari tangannya.
"Itu lebih menarik," Imbuh Rico.
Zee terdiam dan ingin pergi.
"Pernikahan tanpa kesetiaan gak akan bertahan lama," imbuh Rico.
Zee segera melangkah pergi meninggalkan Rico.
"Kalo jodoh,kita pasti ketemu lagi," teriak Rico.
Zee tidak merespon dan tetap berjalan menuju ketempat Deril.
Zee menghampiri Deril yang masih bersama teman-temannya.Kania merasa kesal melihat Zee,Zee dengan kasar melepaskan tangan Kania yang masih memegang tangan Deril.
"Aku mau pulang sekarang," ucap Zee berbisik keDeril.
"Bentar lagi ya," jawab Deril.
"Ya udah,aku pulang sendiri aja," Zee ingin melangkah,tapi Deril menahan tangannya.
"Gaes,gue balik duluan ya," ucap Deril.
"Kok balik sih,inikan masih sore," ucap Leo.
"Besok kalo ada waktu,kita kumpul lagi," jawab Deril.
Derilpun menggandeng Zee keluar dari tempat itu.Kania terlihat kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Dimobil,Zee masih memikirkan tentang pria yang ditemuinya dibalkon,Zee merasa tidak asing dengan pria tadi,tapi dia juga merasa takut,apalagi perkataan pria itu yang membuat Zee tidak bisa berhenti memikirkannya.
"Zee,Lo kenapa?" tanya Deril yang melihat Zee hanya diam sejak keluar dari Bar tadi.
"Gak papa kok," jawab Zee singkat.
"Lo marah karena ada Kania disana?" tanya Deril lagi.
Zee melihat kearah Deril, "Apa kalo aku marah kamu bakalan peduli?" tanya Zee.
Deril sekilas menatap wajah Zee,tapi mulutnya tidak menjawab.
"Aku udah tahu kok jawabannya," ucap Zee sembari menghela nafas panjang lalu menyandarkan kepalanya kebelakang sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Deril yakin terjadi sesuatu hingga sikap Zee menjadi sedikit aneh.