Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Zee sedang direstoran bersama teman-temannya.


"Serius Deril ngomong kaya gitu?dan Lo gak tersinggung?" tanya Ririn heran.


Zee tersenyum, "Gaes,ini pertama kalinya lho Deril peduli sama gue,rasanya hati gue kaya melayang-layang tau gak?"


Eva dan Ririn saling melihat dengan wajah bingung.


"Zee,dia bilang kalo dia gak bisa mutusin Kania,dan Lo malah seseneng ini,gue gak habis pikir sama sikap Lo?" imbuh Ririn lagi.


"Udahlah,gue juga mau ngebuktiin keKania,kalo gue bakalan bisa ngebuat Deril berpaling dari dia,dan Deril akan mutusin Thu nenek sihir,secepatnya!" jawab Zee dengan yakin.


"Lo yakin Zee?" tanya Eva.


"Ya,yakin donk!" jawab Zee.


"Terserah deh,yang penting Lo seneng,lagian ya,Kania juga gak punya malu banget,udah tahu Deril mau nikah,kok masih aja gak mau putus," ucap Ririn.


"Emang, atau dia sengaja mau ngajakin Lo perang,dia gak mungkin ngebiarin Deril nikah sama Lo,dan kalian hidup tenang," imbuh Eva.


"Bener thu,mungkin aja sih?" ucap Ririn.


"Ya udahlah,biar gue ladenin thu nenek sihir,gue yakin kali ini gue yang bakalan menang," ucap Zee dengan sangat percaya diri.


Ririn dan Evapun sangat mendukung sahabatnya itu.


Farhan sedang terdiam dipinggir kolam,Zee yang baru saja pulang langsung memeluknya dari belakang.


"Papa lagi ngapain?" tanya Zee.


Farhan tersenyum,"Papa lagi ngehafalin ini,buat nikahin kamu besok!" Farhan menunjukkan secarik kertas yang ia pegang.


Zee duduk disamping Farhan,"Pa,papa udah bener-bener ikhlas neh ngelepas aku,nanti kalo papa kesepian gimana? oh..atau gimana kalo setelah nikah, aku tinggal aja disini sama Deril,biar papa gak kesepian," ucap Zee.


Farhan mengusap kepala anaknya itu, "Zee,kamu tahukan Deril masih belum bisa menerima perjodohan ini sepenuhnya,jadi untuk sementara kalian tinggal aja dulu dirumah Deril,papa gak mau Deril justru akan sungkan kalo tinggal disini,tapi nanti kalo kamu udah bisa ambil hatinya Deril,kalian bisa pindah kesini,Trus,bikin anak deh yang banyak biar papa gak kesepian," ucap Farhan.


"Ih...Papa,udah mikir kesana aja." Ucap Zee malu-malu.


Farhan tersenyum dan memeluk putri kesayangannya itu.


Keesokan harinya.


Ijab Kabul,berjalan lancar,akhirnya Zee dan Deril resmi menjadi sepasang suami istri.


Skip.


Malam harinya pesta pernikahan Zee dan Deril digelar disebuah gedung mewah dengan banyak tamu undangan.


Zee dan Deril bagaikan Ratu dan Raja yang berdampingan dipelaminan.


Cantik dan Tampan,itulah kata yang cocok untuk menggambarkan mereka saat ini.


Zee terlihat letih,karena terus berdiri menyalami tamu-tamu yang terus datang seperti air yang terus mengalir tiada henti.


Akhirnya beberapa saat kemudian,tamu mulai sepi dan Zee bisa duduk beristirahat.

__ADS_1


Orang tua merekapun turun dari pelaminan untuk menyapa sanak saudara yang datang.


"Hah,ternyata capek banget ya nikah?" keluh Zee.


Deril hanya nyengir mendengar Zee kelelahan.


"Zee...!" panggil dua sahabatnya dengan kencang sembari berjalan kearah Zee.


Zeepun kembali bersemangat.


"Selamat ya!" merekapun berpelukan sambil tertawa berisik,membuat Deril sedikit terganggu.


"Ya ampun,Lo cantik banget tau gak?" ucap Ririn.


"Gue masih gak nyangka Lo beneran nikah Zee," ucap Eva.


"Gue juga," teriak Zee,Mereka kembali tertawa dan membuat kehebohan disana.


Deril yang merasa terganggu mulai tidak tahan,"Kalian thu berisik banget sih,bikin malu tahu gak?"


"Berisik?duh...mempelai prianya kaya nya sedikit sensi neh?" ejek Ririn.


"Dia gugup kali Zee,ngelihat kecantikan Lo!" imbuh Eva.


Deril menyunggingkan bibirnya, "Emang ya,udah 5 tahun,tapi kalian sama sekali gak berubah,tetep bar-bar,"


"Sama,Lo juga gak berubah,tetep jutek abis!" balas Ririn.


Deril terdiam kesal.


"Udah-udah jangan pada ribut dong dipesta pernikahan gue," keluh Zee.


Eva melihat sosok wanita yang ia kenal berjalan menuju pelaminan.


"gaes..!" bisik Eva melihat kearah Kania.


Deril tersenyum dan berdiri untuk menyambut Kania.


"Lo ngundang dia ,Zee?" bisik Ririn.


"ya gaklah,gila aja Lo!" jawab Zee.


Ririn dan Evapun turun dari pelaminan.


"Lo yang ngundang dia?" bisik Zee pada Deril.


"iya,emang kenapa?" jawab Deril.


Zee mengerucutkan bibirnya karena kesal.


"Selamat ya Ril,atas pernikahan Lo!" ucap Kania sambil menyalami Deril dengan senyuman menggoda.


"makasih," jawab Deril.


"Sok lugu,cih!" batin Zee.

__ADS_1


"Makasih ya,udah mau datang kesini," Zee menarik tangan Deril yang masih bersalaman dengan Kania lalu menggandengnya dengan erat.


Kania melihat Zee,"Selamat ya Zee,atas pernikahan Lo,semoga kalian bertahan lama,"


Zee terlihat kesal mendengar ucapan Kania, "apa maksudnya coba neh cewek ngomong kaya gitu?"


Zee dan Kania saling bertatapan tajam,seperti hewan buas yang akan menerkam satu sama lain.


"Oh..ya Kania,gue itu emang beruntung banget ya,Lo yang pacaran sama Deril,tapi gue yang nikah sama dia,mungkin ini keadilan Tuhan buat gue,karena dulu gue selalu berjuang buat dapetin deril tapi gak pernah berhasil,dan sekarang..see..gue berhasilkan?" ucap Zee dengan bangganya.


Kania hanya diam dengan rahang yang mengeras.


Deril menatap sinis Zee.


"Ok,silakan dinikmati pestanya,masih banyak orang yang antri dibelakang buat ngucapin selamat kekita," ucap Zee seolah mengusir Kania dari pelaminan.


Kaniapun langsung melangkah turun,disambut dengan wajah julid teman-teman Zee disana.


"Lo bisa gak sih,gak usah bersikap gitu sama Kania,itu berlebihan tahu gak?" ucap Deril.


"Gak bisa,kenapa,Lo mau belain dia?sana belain!" Zee sengaja menantang Deril.


Deril terlihat kesal,tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena masih ada banyak tamu,Derilpun kembali duduk.


Zee nyengir dan kesenengan karena merasa menang dari Kania kali ini.


Pesta selesai,Deril dan Zee pulang kekediaman keluarga Adi.


Reva yang sudah lelah langsung pergi kekamarnya.


"Ril,ajak Zee kekamar,pasti kalian udah capek dan perlu istirahat," ucap Farah.


"Yuk!" ajak Deril dengan wajah terpaksa.


Zeepun mengikuti Deril menuju kamar Deril dilantai atas.


"Mama udah hias kamarnya Derilkan?" tanya Adi.


"Papa tenang aja semuanya udah beres." jawab Farah.


Deril yang baru masuk kekamarnya ternganga melihat kamarnya yang elegan dan maskulin tiba-tiba dipenuhi dengan aneka bunga warna warni,bahkan ada sebaran kelopak mawar dikasur layaknya kamar pengantin baru.


Zee tersenyum saat melihat kondisi kamar Deril


"Mama norak bnaget sih," keluh Deril sembari membuka jasnya dan melemparkannya kesofa yang ada disana,lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Eh tunggu!" ucap Zee menahan Detil.


Deril menatapnya dengan kesal.


"Biar aku yang mandi duluan,atau kita mandi bareng?" tanya Zee sedikit genit.


"Gak usah ngarep!" ucap Deril lalu berbalik dan duduk disofa.


Zee mengerucutkan bibirnya,lalu segera masuk kedalam kamar mandi,sembari membawa baju ganti ditas yang sudah ia bawa dari rumah.

__ADS_1


Ya...orang kaya seperti Deril memiliki tempat pakaian yang bersebelahan langsung dengan kamar mandi,jadi tidak perlu keluar untuk mengambil baju ganti.


Bukannya mandi,Zee justru melihat-lihat baju Deril disana,dan menciumi aromanya yang wangi,iapun meletakkan baju gantinya dilemari yang sama.termasuk Bra dan ****** ******** yang ia letakkan disebelah milik Deril.


__ADS_2