Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Ngelabrak Pelakor


__ADS_3

Deril sedang dikantor dan memeriksa berkas-berkas diruangannya yang cukup menumpuk,karena beberapa hari kemarin Ia sibuk mempersiapkan pernikahan sehingga pekerjaannya banyak yang tertunda.


"Tok..tok..tok"


"Masuk!" ucap Deril.


Kania masuk dengan sebuah map ditangannya.


"Pagi pak,ini laporan yang kemarin bapak minta." ucap Kania sembari memberikan laporan itu keDeril.


Derilpun memeriksanya dengan seksama,Kania sedikit genit dan memegang tangan Deril saat bekerja.


"Ini kantor," ucap Deril tanpa melihat Kania.


Kania segera menarik tangannya menjauh dengan wajah kecewa.


"Nanti aja kita makan siang bareng," imbuh Deril yang membuat senyum Kania kembali merekah.


"Baik pak," jawab Kania bersemangat.


"Kamu serahin ini kebagian keuangan ya!" Deril mengembalikan map itu setelah diperiksa dan ditanda tangani.


"Baik pak,saya permisi," Kaniapun beranjak pergi,dia berpapasan dengan Adi saat dipintu masuk.


"Pagi pak," sapa Kania sambil menunduk.


"Ehm.." jawab Adi.


Kaniapun bergegas pergi dari sana.


Adi berjalan dan duduk didepan Deril, "Masih berhubungan sama dia?" tanya Adi dengan tatapan sinis.


Deril hanya diam dan masih tetap konsen dengan pekerjaannya seakan tak mendengar pertanyaan Adi.


"Ril,ingat ya,kalau kamu nekat masih berhubungan dengan perempuan itu,papa akan pecat dia dari sini!" ucap Adi yang membuat Deril langsung melihatnya.


"Pa,plis jangan pecat Kania,kondisi keluarganya lagi gak baik pa,lagian akukan profesional kerja sama dia,pekerjaan dia juga baguskan,gak adil donk kalo dia dipecat,padahal dia gak ngelakuin kesalahan," ucap Deril.


"Berhubungan dengan lelaki yang sudah mempunyai istri itu adalah sebuah kesalahan Ril,jadi kalo kamu emang mau dia tetap kerja disini,jauhi dia!" ucap Adi dengan tegas,lalu beranjak dari ruangan Deril.


Deril menghela nafas dengan wajah galau.


Selesai kuliah,Zee bertemu dengan teman-temannya disebuah kafe,dimall dekat kampusnya.


"Serius?dia sama sekali belum nyentuh Lo?" tanya Ririn meyakinkan.


Zee hanya menganguk sambil menyeruput jus jambu didepannya.


"Emang Lo gak ngerayu dia apa?pake dres yang kita beliin kemarin,yang sexy itu," tanya Eva lagi.


"Udah,tapi gue malah dibilang kaya cacing kepanasan," Ucap Zee dengan wajah kesal.


Eva dan Ririnpun terkekeh mendengar ucapan Zee.


"Eh...tapi gue udah berhasil nyium dia 2 kali," ucap Zee dengan bangga sambil menaikkan kedua alisnya.


"Serius?dia gak nolak?" tanya Eva.


"Yang pertama sih nolak,tapi yang kedua dia diam aja,meskipun habis itu dia langsung marah-marah," jawab Zee.


"Eh...Lo cium aja tengkuk lehernya,gue yakin dia gak akan nolak dan gak akan marah," ucap Eva.

__ADS_1


Zee dan Ririn melihat Eva dengan wajah heran.


"Gue sering ngelakuin itu kok sama suami gue,dan dia kesenengan,ketagihan malah," ucap Eva membuat Zee dan Ririn sedikit malu.


"Dengerin Thu Zee,yang sudah berpengalaman sampai hamil," sindir Ririn.


"Serius,cowok Thu gak bisa tahan kalo lehernya dicium,dia pasti langsung terangsang," jelaskan Eva lagi.


"Ok...Ok...ntar gue coba deh,siapa tahu bener," ucap Zee.


"Jangan digigit Zee,ntar Lo kaya vampir lagi," ejek Ririn lagi sambil terkekeh.


"Alah,Lo bisa ngejek karena Lo belum nikah aja,ntar kalo udah nikah,Lo pasti lebih ganas dari kita berdua!" balas Zee sambil tos dengan Eva.


"Iya..iya..gue salah,do'ain donk biar gue sama Erfan juga cepet nikah," ucap Ririn.


"Iya..kita selalu do'ain yang terbaik buat Lo kok." jawab Eva sembari menepuk pundak Ririn.


Merekapun kembali makan.


Eva terdiam saat melihat orang yang dia kenal duduk dipojokan kafe.


"Zee," panggil Eva.


"Hem..." jawab Zee yang masih mengunyah makanannya.


"Lihat kesana!" suruh Eva sambil memutar kepala Zee agar melihat kearah yang Eva tunjuk.


Zee terdiam saat melihat Deril sedang bersama Kania.


Ririnpun terlihat emosi, "Bener-bener gak punya malu ya thu cewek,mesra-mesraan sama suami orang didepan umum,"


"Udah Zee,labrak aja biar dia kapok!" ucap Eva.


Eva dan Ririn merasa heran dengan sikap Zee.


"Lihat cara istri sah mengusir Pelakor," gumam Zee lalu berjalan ke arah Deril dan Kania.


"Sayang....!" panggil Zee yang membuat Deril dan Kania kaget dan langsung melepaskan tangan mereka yang tadinya berpengangan diatas meja.


"Zee..ngapain Lo disini?" tanya Deril dengan tatapan kesal.


"Aku tadi kebetulan makan sama temen-temen aku," Zee menunjuk Ririn dan Eva yang melambaikan tangan pada Deril.


"Terus aku gak sengaja ngelihat suami aku sama...." Zee melihat Kania.


"Maaf Zee,tapi kita lagi ngebahas pekerjaan kantor," ucap Kania.


"Oya?" Zee melihat Deril.


"Iya,kebetulan Kania kerja dikantor papa,jadi ada kerjaan yang harus kita bahas," jawab Deril.


Zee nyengir, "Berarti papa tahu donk,kalo kalian lagi berduaan disini?" tanya Zee membuat Deril gugup dan menatap tajam Zee.


"Zee,mendingan Lo pulang aja deh," ucap Deril yang mulai kesal dengan tingkah Zee.


"Gak mau ah,aku mau nemenin kamu disini!" Zee mengambil kursi disebelah mereka dan duduk disamping Deril.


Deril dan Kania terlihat kesal melihat Zee.


"Kok pada diam,katanya mau kerja," ucap Zee.

__ADS_1


"Ya gak bisalah,gak konsen tau' ada Lo disini," jawab Deril.


"Kenapa gitu,harusnya kamu seneng donk kerja ditemani istri,yakan Kania?" Zee sengaja membuat Kania cemburu dan kesal.


"Ya udah pak,mending kerjaannya dilanjut dikantor aja,lagian jam makan siangkan udah mau habis," ucap Kania.


"Ya udah yuk!" Deril mengajak Kania pergi,tapi Zee langsung menggandeng lengan Deril.


"Lo mau ngapain,bukannya Lo pergi sama temen-temen Lo!" tanya Deril heran.


"Gak ah,aku mau pulang sama kamu aja," jawab Zee.


"Tapi gue mau kekantor,bukannya pulang." ucap Deril.


"Ya udah,aku ikut dulu kekantor,nanti baru dari kantor aku pulang," jawab Zee.


Deril menatap Zee dengan kesal, "Hidup Lo ribet banget sih Zee,kalo Lo langsung itu cepet,ngapain juga Lo muter-muter kekantor dulu,"


Zee tersenyum menatap Deril, "Kalo dari tadi kamu gak protes,itu lebih cepet,yuk!" Zee menggandeng Deril keluar kafe.


Kania terlihat sangat kesal,andai tidak ada Deril mungkin Kania sudah mencakar habis tubuh Zee.


Kania melihat kearah teman-teman Zee yang tertawa mengejeknya,Kaniapun langsung berjalan mengikuti Deril dan Zee.


Mobil Deril berhenti didepan kantor.


"Udah,puas sekarang,sana cepet pulang!" ucap Deril dengan ketus.


"Gak ah,aku mau nganterin kamu sampai kedalam,takutnya kamu nyasar lagi," ucap Zee sambil melirik kearah Kania.


"Ya sudah pak,saya duluan!" ucap Kania yang langsung turun dari mobil dengan wajah super kesal.


Derilpun turun begitupun Zee yang mengikuti Deril.Zee melihat Kania yang sudah masuk kedalam kantor.


"Ya udah,aku pulang dulu yah," ucap Zeee membuat Deril heran.


"Katanya mau nganterin sampe dalem?" tanya Deril.


"Gak jadi ah,males." jawab Zee.


Deril benar-benar tak habis pikir dengan tingkah istrinya itu.


Zee berjinjit dan mengecup sekilas bibir suaminya itu.


"chupp"


Deril terperanjat "Zee.."


"Selamat kerja suamiku,bye" Zee beranjak pergi dengan langkah yang terlihat bahagia.


Deril mengusap bibirnya dan sedikit tersenyum,lalu menggelengkan kepalanya.


Kania yang melihat itu dari dalam kantor terlihat sangat kesal dan marah.


Deril sampai didepan lift,saat lift terbuka tiba-tiba seseorang menariknya kedalam dan langsung mencium bibirnya dengan ganas,liftpun tertutup.


Deril mendorong Kania dengan wajah kesal, "kamu apa-apaan sih,ha...?"


"Kenapa?apa ciuman istri kamu lebih nikmat?" tanya Kania dengan wajah emosi.


Deril menatap Kania,baru kali ini Deril melihat sikap Kania yang seperti ini.

__ADS_1


"Ini kantor,jadi jaga sikap kamu!" ucap Deril lalu memencet tombol dilift itu,liftpun terbuka dan Deril beranjak pergi meninggalkan Kania.


Kania menangis, "hah...!" teriak dia dengan kesal saat lift sudah kembali tertutup,dia tahu Deril pasti marah melihat sikapnya yang emosional seperti tadi.


__ADS_2