
Keesokan harinya.
Deril menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi,Ia menghampiri Farhan yang sedang berada diruang keluarga.
"Pa,Deril keluar bentar ya,titip Zee,dia masih tidur," ucap Deril.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Farhan.
"Ada urusan," jawab Deril lalu segera beranjak pergi.
Farhan mengerutkan keningnya,urusan apa yang membuat wajah Deril terlilhat begitu cemas.
Deril datang kekantor polisi,saat akan masuk dia berpapasan dengan pak Anjas yang baru saja keluar.
"Pak Anjas," sapa Deril dengan wajah sedikit heran.
"Pak Deril," balas Anjas.
"Maaf,ada urusan apa anda kemari?" tanya Deril penasaran.
Anjas menghela nafas, "Saya mau minta maaf sama anda dan juga istri anda,"
Deril mengerutkan keningnya.
"Rico adalah putra saya,saya tidak menyangka dia akan melakukan hal tidak terpuji seperti ini," ucap Anjas.
Deril tertegun,Ia benar-benar tidak menyangka jika pak Anjas adalah orang tua Rico.
Pantas saja saat dihotel tidak ada yang curiga adanya orang asing yang masuk untuk menculik Zee.
"Saya benar-benar malu dengan perbuatan Rico,tolong maafkan Rico pak Deril," ucap Anjas lagi.
Deril menghela nafas, "Maaf pak,tapi saya tidak akan pernah memaafkan perbuatan putra anda," Deril berlalu masuk kedalam.
Anjaspun hanya pasrah karena memang anaknya yang bersalah.
Deril sedang berhadapan dengan Rico.
Rico menyunggingkan bibirnya, "Ngapain Lo kesini?" tanya Rico.
Deril menatap tajam seperti singa yang akan menerkam pria didepannya itu.
"Apa yang udah Lo lakuin sama Zee?" tanya Deril dengan tegas.
Rico nyengir, "Kan gue udah bilang,tanya sendiri sama istri Lo,"
Deril terlihat emosi dan menarik kerah baju Rico.
Penjaga mendekati mereka, "Maaf pak,tolong jangan bikin keributan disini,"
Deril segera melepaskan Rico dan berusaha lebih tenang.
Rico tersenyum pada Deril "Ril,Zee emang istri Lo,tapi gue udah..."
"Cukup," bentak Deril, "Lo akan dapat hukuman setimpal atas perbuatan Lo,gue jamin itu,"
"Guekan udah bilang,gue gak nyesel,karena gue udah dapetin apa yang gue mau,bahkan kalo gue harus mati sekarang,gue rela," ucap Rico dengan santainya.
"Gila Lo," bentak Deril lalu dia segera pergi takut jika tidak bisa menahan emosinya lagi.
Kania sedang berbicara dengan seseorang ditelepon.
"Makasih ya atas informasinya," ucap Kania lalu mematikan teleponnya.
"Jadi Rico yang nyulik Zee, " Kania masih terlihat tidak percaya, "Udah gila apa Thu orang,dulu dia selalu ngelarang gue ngelakuin tindakan bodoh,tapi sekarang..." Kania menggelengkan kepalanya.
Zee sedang duduk diranjang sambil melihat kerah jendela,Ia masih terlihat sedih dan tidak bersemangat.
Ucapan dan tatapan mata yang paling ia benci itu selalu muncul dengan tiba-tiba diingatannya.
Air matanya pun kembali jatuh.
"Zee..." panggil Farhan yang masuk kekamar Zee.
__ADS_1
Zee langsung mengusap pipinya yang basah.
"Ya pa," jawab Zee.
Farhan duduk disamping Zee lalu mengusap kepalanya, "Gimana keadaan kamu,udah baikan?" tanya Farhan.
"Udah pa,Zee baik-baik aja kok," jawab Zee.
Farhan tersenyum, "Syukurlah kalo gitu,"
"Oya,Deril kemana pa?dia kekantor?" tanya Zee.
"Tadi katanya dia ada urusan,tapi gak pake baju kantor sih," jawab Farhan.
Zee merasa heran,dan merasa penasaran kemana perginya Deril dan ada urusan apa.
"Ya udah,kita makan yuk,papa udah siapin," ucap Farhan.
Zee menganguk mereka menuju keruang makan.
Deril sudah berada didepan rumah,Ia masih didalam mobil dan menatap kearah rumahnya.
Ia masih terfikirkan ucapan Rico yang membuat darahnya mendidih.
Zee sedang makan bersama Farhan.
Deril masuk dan menghampiri mereka.
"Kamu udah bangun," Deril mengusap kepala Zee dan duduk disebelahnya.
"Kamu darimana?" tanya Zee.
"Ada urusan," jawab Deril.
"Urusan apa?" tanya Zee penasaran.
"Udah ah,ayo makan lagi,aku lapar," ucap Deril sengaja mengalihkan pembicaraan.
Zee terlihat masih penasaran tapi dia tidak mau terus mendesak Deril.
Zee sedang duduk disofa kamarnya,jujur perasaannya masih tidak karuan,berusaha melupakan semuanya tapi sangat sulit.
Berusaha tersenyum dan tidak terjadi apa-apa,itu lebih sulit.
Deril keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri istrinya itu.
"Kamu mikirin apa sih?" tanya Deril sambil mengusap lembut pipi istrinya itu.
Zee menatap kearah Deril dengan nanar, "Kenapa Ril,kenapa kamu gak mempertanyakan soal itu keaku?" ucap Zee.
"Untuk apa?aku percaya sama kamu," jawab Deril.
Zee mulai menangis, "Tapi tubuh aku kotor,menjijikan.."
"Ssstttt,Kamu ngomong apa sih? hah?" ucap Deril dengan kesal mendengar ucapan yang keluar dari mulut Zee.
"Tapi itu kenyataannya Ril," pekik Zee.
"Kenyataan apa?emang kamu tahu apa yang dilakuin Rico?kamu ingat? atau kamu hanya tahu itu dari ucapannya Rico," ucap Deril.
Zee terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Zee,kalo Rico bisa nyulik kamu,kenapa dia gak bisa berbohong tentang itu," ucap Deril berusaha meyakinkan Zee.
"Tapi...gimana kalo semua itu bener," suara Zee mulai gemetar.
"Aku gak peduli," jawab Deril dengan tegas.
Zee menatap wajah suaminya itu dan membuat air matanya mengalir semakin deras.
Deril langsung menarik Zee kepelukannya.
"Kita jangan ngomongin soal ini lagi ya,plis," ucap Deril.Zee hanya menganguk.
__ADS_1
Deril menangkup wajah Zee dan mengelap pipinya yang basah, "Zee,kamu adalah istri aku yang kuat dan bawel,jangan lemah hanya karena masalah ini," Deril mengecup bibir Zee.
Zee tersenyum dan kembali memeluk erat tubuh suaminya.
Kania menemui Rico dipenjara.
"Ngapain Lo kesini?mau ngetawain gue?" tanya Rico dengan ketus.
Kania nyengir, "Gue gak nyangka Lo bakalan ngelakuin hal bodoh kaya gini,"
Rico menghela nafas dan hanya diam.
"Dulu Lo selalu ngelarang gue ngelakuin hal bodoh,tapi lihat Lo sekarang," imbuh Kania.
"Bukannya itu keuntungan buat Lo,hah," ucap Rico.
"Keuntungan apa?Zeekan udah bebas dan sekarang Lo harus mendekam di penjara," sindir Kania.
Rico tersenyum membuat Kania merasa bingung.
"Mungkin tubuh Zee memang bebas,tapi tidak dengan pikirannya," ucap Rico.
"Maksud Lo?" tanya Kania penasaran.
"Gue udah bikin Zee gak akan pernah bisa hidup tenang,gue yakin rumah tangganya sama Deril akan segera hancur," ucap Rico.
Kania masih tidak paham dengan arah pembicaraan Rico.
Rico mendekati wajah Kania, "Pelecehan," Rico tersenyum.
Kania tersentak, "Serius Lo ngelakuin itu keZee?"
"Itu yang mereka tahu," jawab Rico.
Kania terdiam dan berpikir.
"Selama Zee dan Deril berpikir seperti itu,hidup mereka gak akan tenang," imbuh Rico.
"Ternyata Lo lebih licik daripada gue," ucap Kania.
Rico menyunggingkan bibirnya.
Deril sudah bersiap akan berangkat kekantor,dan Zee turun dengan pakaian yang sudah rapi menghampiri suaminya.
"Kamu mau ikut kekantor?" tanya Deril.
"Iya," jawab Zee.
"Zee,kamukan masih sakit,dirumah dulu aja ya," ucap Deril sambil mengusap kepala Zee.
"Gak ah,aku bosen dirumah sendirian," jawab Zee merengek.
"Gak akan bosen," ucap Deril.
Zee mengerutkan keningnya.
"Hai..." sapa Ririn yang tiba-tiba masuk kedalam rumah.
Zee terkejut melihat sahabatnya itu yang tiba-tiba muncul, "Ririn,"
Ririn mendekati dan memeluk Zee.
"Kok Lo ada disini?" tanya Zee heran.
"Pak bos yang minta,supaya gue nemenin istrinya yang cantik ini," jawab Ririn.
Zee melihat kearah Deril,Deril hanya tersenyum.
"Ya udah aku berangkat dulu ya," Deril mengecup kening Zee dan segera beranjak pergi.
Zee tersenyum senang,tidak menyangka perhatian Deril yang begitu besar padanya.
Zee melihat Ririn, "Kita ngobrol dikamar aja ya?" ajak Zee.
__ADS_1
Ririn menganguk,dan merekapun menuju kekamar Zee.