Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Sekertaris Baru


__ADS_3

Rico membaca secarik kertas ditangannya,Ia mendengus kesal saat tahu Zee tidak melanjutkan skripsinya dan memilih mundur.


Rico langsung membuang kertas itu dengan wajah kesalnya.


Zee sedang menyibukkan diri diRestoran Farhan,Ia juga mempelajari menu baru dari Chef yang sudah berpengalaman disana.


Zee duduk diruangan Farhan untuk beristirahat.


Farhan duduk disampingnya.


"Kenapa tiba-tiba kamu mau berhenti kuliah,kemarin ngebet banget mau ikut skripsi," tanya Farhan.


"Skripsi bikin pusing pa,lagian Deril gak keberatan kok kalo aku gak lulus kuliah," jawab Zee.


"Yah..papa sih terserah kamu,yang penting kamu selalu bahagia dengan pilihan kamu," ucap Farhan.


Zee tersenyum dan menyandarkan kepalanya kepundak Farhan, "Asal ada papa dan Deril aku pasti selalu bahagia," ucap Zee.


Farhan tersenyum sambil mengusap kepala Zee.


Zee mengangkat kepalanya, "Oya,aku bolehkan ikut kerja disini,tapi papa harus gaji aku kaya karyawan lain," ucap Zee.


Farhan nyengir, "Kamu kerjanya aja gak bener,mana betah kamu kerja seharian,nanti kamu juga kelayapan,"


"Aku janji bakalan serius kerja,aku juga mau mengasah bakat memasak aku,bolehkan?" tanya Zee.


Farhan memegang kepala putri manjanya itu, "Terserah kamu,"


Zee merasa senang dan memeluk Farhan.


Kania bertemu dengan Rico saat makan siang.


"Lo Bener-bener gak berguna ya,katanya mau ngancurin hubungan Zee sama Deril,tapi mana hasilnya,sampai sekarang Nihil," ucap Kania dengan kesal.


"Lo pikir gampang misahin mereka,apalagi sekarang Zee udah keluar dari kampus," ucap Rico.


Kania sedikit terkejut, "Serius,dia gak mau ngelanjutin kuliahnya?"


Rico hanya menganguk lalu meminum jus jeruk didepannya.


"Deril udah tahu soal ini?" tanya Kania penasaran.


Rico mengangkat kedua pundaknya menandakan jika dia juga tidak tahu.


Kania tersenyum licik sambil menyedot minumannya.


"Derilkan gak suka sama cewek bodoh yang gak berpendidikan,dia pasti marah banget pas tahu Zee keluar dari kampus," pikir Kania.


Kania sedang menyiapkan bahan untuk Meting,Iapun segera menemui Deril saat sudah berada didepan ruang meeting.


"Semuanya udah siapkan?" tanya Deril.


Kania menganguk,saat akan masuk ruangan Kania menahan tangan Deril.


Deril menatapnya, "Apalagi?"


"Aku denger,Zee berhenti kuliah," ucap Kania.


Deril mengerutkan keningnya.


"Kamu pasti kesel banget ya,harusnya kan dia ngelanjutin kuliah sampai lulus,tapi malah berhenti saat udah mau skripsi," ucap Kania berusaha memancing amarah Deril.


Deril menyunggingkan bibirnya, "Aku udah tahu kok,aku yang suruh dia berhenti kuliah"


Kania menganga mendengar ucapan Deril.


"Lagian aku gak butuh istri yang pintar tapi suka ngurusin urusan rumah tangga orang lain," sindir Deril.


Kania tertegun.


"Satu lagi,apapun urusan aku sama Zee tolong jangan pernah ikut campur,urusin aja pekerjaan kamu dikantor," ucap Deril lalu segera masuk kedalam ruangan.

__ADS_1


Kania terlihat kesal dan segera menyusul Deril.


Adi sedari tadi mendengar percakapan mereka,Adi merasa bangga dengan Deril yang kini dengan tegas membela istrinya,tapi Adi yakin Kania tidak akan menyerah begitu saja,jadi Adi merencanakan sesuatu untuk Deril dan juga Zee.


Farhan dan Adi sedang nongkrong diBar malam itu.


"Jadi rencananya aku akan memperkerjakan Zee dikantor,jadi sekertarisnya Deril," ucap Adi.


Farhan terkekeh, "Kamu gak usah bercanda,mana bisa Zee kerja kantoran kaya gitu,dia kuliah aja gak lulus,udah udah gak usah, nanti pekerjaan Deril malah jadi kacau,"


"Han,Zee bisa belajar kok,lagian aku juga selalu mengawasi pekerjaan Deril,biar aku yang bertanggung jawab kalo terjadi sesuatu," ucap Adi berusaha meyakinkan.


"Emang kamu udah tanya sama mereka soal ini?aku yakin mereka juga gak akan setuju," imbuh Farhan.


"Aku yang bakalan ngeyakinin mereka dan mereka harus setuju," ucap Adi kekeh.


Farhan mengerutkan keningnya, "Apasih yang mengganggu pikiran kamu sampai kamu kekeh kaya gini?"


Adi tersenyum, "Kamu tahu sendirikan putraku gantengnya kaya apa,aku cuma gak mau banyak gadis dikantor yang godain dia,kalo ada Zeekan mereka gak akan berani," ucap Adi dengan nada bercanda.


Farhan hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Lagian kalo Deril dan Zee sama-sama terus,siapa tahu kita bakalan cepet dapat cucu,yakan?" imbuh Adi lagi.


Farhan menganguk, "Yah...mudah-mudahan,"


Merekapun minum dan juga membahas hal lain.


Zee sedang merapikan baju suaminya saat akan berangkat kekantor.


"Gimana?kamu udah mulai kerja diRestoran?" tanya Deril.


Zee mengusap dada bidang Deril lalu menatap wajahnya, "Ehm...aku lagi coba,"


"Yang serius,jangan kelayapan mulu," ucap Deril sambil mencolek hidung mungil istrinya.


"Iya,udah sana berangkat," ucap Zee.


Derilpun segera beranjak pergi,Zee segera bersiap untuk ikut Farhan keRestoran.


"Drrrttttt," ponsel Zee berbunyi,telfon dari Adi.


Zeepun segera mengangkatnya.


"Iya pa,"


"Kamu bisakan hari ini kekantor," tanya Adi diseberang telefon.


Zee mengerutkan keningnya, "Emang ada apa pa?"


"Ada sesuatu yang mau papa bicarain,gak usah ngomong dulu sama Deril,nanti kita bahas dikantor," ucap Adi.


Zee menganguk, "Baik pa,"


Telepon terputus.


"Ada apa ya?" pikir Zee dengan wajah penasaran.


Kania melihat berkas yang diberikan salah satu karyawan disana.


Wajahnya terlihat bingung dan juga kesal.


"Kok bisa aku dipindahin keDireksi lain secara tiba-tiba?Emang aku ngelakuin kesalahan apa?" tanya Kania dengan wajah bingung.


"Aku juga gak tahu,itu udah perintah dari pak Adi," jawab karyawan itu.


Kania masih terlihat bingung, "Biar aku sendiri yang tanya kedia," Kaniapun segera beranjak pergi dari ruangannya.


Saat didepan ruangan Adi,Kania bertemu dengan Deril yang juga akan masuk kesana.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Deril.

__ADS_1


"Aku mau menanyakan kepak Adi,kenapa aku dipindahin keDireksi lain,tanpa ada pemberitahuan sebelumnya," ucap Kania.


Deril juga sedikit terkejut mendengar hal itu, "Kamu dipindahin?"


Kania menganguk,Deril mulai berpikir jika ada sesuatu yang aneh,apalagi Adi menyuruh Deril keruangannya.


Derilpun segera masuk keruangan Adi diikuti oleh Kania.


Mereka sedikit terkejut saat melihat Zee yang sudah duduk disofa.


"Hai..." sapa Zee pada suaminya.


Deril menghampiri Zee, "Kamu disini?"


"Papa yang suruh," jawab Zee.


Adi mempersilakan Deril dan Kania duduk.


"Pak,kenapa saya harus dipindahkan keDireksi lain,memang saya melakukan kesalahan apa?" tanya Kania yang terlihat sangat keberatan dengan keputusan Adi.


"Kania,kamu saya pindahkan kesana,karena disana sangat membutuhkan kemampuan kerja kamu,saya harap kamu dapat membuat perubahan yang baik nantinya," ucap Adi.


Kania terdiam dengan wajah kesal.


"Tapi pa,kalo Kania dipindahin gimana sama pekerjaan aku,siapa yang bantuin aku?" tanya Deril.


Kania merasa senang karena Deril masih membutuhkannya.


"Kamu tenang aja,papa udah dapat gantinya Kania," ucap Adi.


Deril mengerutkan keningnya,Kaniapun merasa penasaran siapa yang bisa menggantikan posisinya.


"Zee...kamu yang akan menggantikan Kania," ucap Adi.


Zee langsung tercengang, "Hah?"


Deril dan Kaniapun terlihat syok dengan keputusan Adi.


"Pa...papa gak lagi bercandakan?Kania digantiin sama Zee,pa...gak akan bisa," ucap Deril yang membuat Zee langsung memicingkan matanya.


"Iya pak,saya setuju sama Deril,ini masalah pekerjaan dan klien-klien penting,sedangkan Zee, dia sama sekali gak berpengalaman soal ini,bahkan dia gak lulus kuliahkan," ucap Kania.


Zee menatap sinis kearah gadis yang duduk dihadapannya itu.


"Zee bisa belajar kok,yakan Zee?" tanya Adi.


Zee masih diam dan tidak tahu harus menjawab apa.


"Pak,bapak mau mempertaruhkan reputasi perusahaan ini karena Zee,saya yakin Zee gak akan bisa mengimbangi pekerjaan pak Deril," ucap Kania lagi membuat Zee semakin kesal.


"Iya pa,tolong pikirin lagi,ini menyangkut tentang perusahaan," imbuh Deril.


Deril bukannya tidak ingin Zee bekerja dikantor,tapi dia tahu betul kemampuan Zee jika dibandingkan dengan Kania.tapi Zee terlalu bodoh untuk memahami hal itu,dia sudah terbakar amarah saat Deril sama sekali tidak membelanya.


"Ok pa,aku mau bekerja disini," jawab Zee.


Deril langsung melotot kearah Zee, "Zee..."


Kaniapun terlihat kesal.


"Thukan Zee udah setuju,dan keputusan papa juga udah bulat,masalah perusahaan itu biar jadi urusan papa,papa yakin Zee akan bekerja keras,yakan Zee?" Adi tersenyum pada menantunya itu.


"Pasti pa," jawab Zee.


Deril masih tidak percaya Zee menerima tawaran Adi,benar-benar konyol.


"Ok...kalian boleh kembali bekerja," ucap Adi.


"Saya permisi pak," Kania pergi dengan wajah super kesal.


Zee menatap kearah Deril yang bahkan tidak mau memandangnya.

__ADS_1


__ADS_2