Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Digendong Suami


__ADS_3

Deril sedang diruangannya,memeriksa beberapa berkas,Kania mengetuk pintu dan langsung masuk sembari membawa sebuah map yang ia berikan pada Deril.


Deril terlihat heran, "Laporan apa?"


Kania menaikkan kedua pundaknya membuat Deril semakin heran.


Derilpun membuka map itu dan membaca isinya.


"PLIS...MAAFIN AKU" tulisan dimap itu.


Deril melihat wajah Kania yang memelas.


"Maaf ya?" ucap Kania.


Deril tersenyum, "Udah aku maafin kok," Deril mengusap tangan Kania sekilas lalu kembali pada pekerjaannya.


"Oya,sepulang kerja kamu mau gak nganterin aku kerumah sakit?" tanya Kania.


Deril kembali menatap Kania, "Kamu sakit?"


"Bukan,tapi aku mau tebus obatnya papa,bisakan?" Pinta Kania memelas.


Derilpun menganguk membuat Kania bersemangat.


"Ya udah,aku kerja lagi ya," Kania segera keluar dari ruangan Deril.


Deril terdiam sesaat,


"Mungkin dengan pergi sama Kania gue bisa menghapus Zee dari otak gue," batin Deril.


Zee sedang berada didepan kaca sambil bicara dengan Eva ditelepon.


"Plis,Lo mau ya?soalnya gue males kalo harus kedokter sendirian," ucap Eva yang meminta Zee menemaninya memeriksakan kandungannya.


"Emang suami Lo kemnaa sih,Va?" Tanya Zee sembari memoles mukanya dengan bedak.


"Dia ada kerjaan keluar kota pagi ini," jawab Eva.


"Ya,udah ntar pulang kuliah gue jemput Lo ya?ntar biar gue pinjam mobilnya mama," ucap Zee.


"Thank you ya Zee," ucap Eva.


"Hem..." jawab Zee lalu memutuskan sambungan telefon.


Saat memoles bibirnya,Zee kembali teringat ciuman Deril pagi tadi,iapun kembali tersenyum malu, "Bentar marah-marah,bentar nyosor,ih.. dasar cowok aneh," gumam Zee sambil terkekeh sendirian.


Sore harinya,Deril menunggu Kania sambil duduk diruang tunggu rumah sakit.


Zee berjalan bersama Eva setelah pemeriksaan.


"Antrenya lama banget sih,masa dari siang sampe jam segini baru pulang," keluh Zee dengan wajah kesal.


"Makanya itu,gue bosen kalo mesti antre sendirian,tapi makasih ya,Lo udah nemenin gue!" ucap Eva.


"Apasih ya nggak buat calon ponakan?" Zee mengusap perut Eva yang mulai membuncit.


Evapun tersenyum senang.


Zee berhenti saat melihat sosok pria yang sepertinya dia kenal.


"Deril?ngapain dia kesini?apa perutnya sakit lagi?" gumam Zee.


Eva juga terlihat heran melihat Deril.


"Va,Lo tunggu dimobil dulu ya,biar gue nemuin Deril bentar," ucap Zee.

__ADS_1


"Okey," Evapun berjalan menuju keparkiran.


Zee berjalan menghampiri suaminya itu.


"Kamu ngapain disini?sakit?" Tanya Zee yang tiba-tiba muncul.


Derilpun terkejut dan langsung berdiri dari duduknya.


"Ngapain Lo disini?" tanya Deril.


"Tadi aku nganterin Eva buat periksa kandungannya," jawab Zee.


"Oh..."


"Kan tadi aku tanya,kamu masih sakit?" Tanya Zee lagi.


"Enggak," jawab Deril.


"Trus ngapain disini?"


Deril bingung harus menjawab apa,Kaniapun menghampiri mereka,"Ril,ini udah..." ucapan Kania terhenti saat melihat Zee disana.


Zee menatap tajam Kania.


"Oh,ada Zee," ucap Kania.


"Oh,ada Pelakor," ucap Zee tanpa basa basi.


Kania tersentak dengan ucapan Zee,begitupun Deril.


Zee menatap kearah Deril, "Kamu bilang kalo aku Thu cewek yang gak punya malu dan gak punya harga dirikan?tapi cewek yang pergi sama suami orang itu lebih gak punya malu dan lebih gak punya harga diri!" ucap Zee dengan tegas sambil menatap kearah Kania.


Kaniapun terlihat kesal mendengar ucapan Zee yang merendahkannya.


Zee kembali menatap Deril, "Dan suami yang udah punya istri tapi jalan sama wanita lain,itu juga sama, gak punya malu," ucap Zee.


"Apa?tersinggung?sakitkan dikatain kaya gitu?" Zee beranjak dari sana dan berjalan meninggalkan mereka.


Deril mengusap wajahnya dan terlihat sangat emosi.


"Udahlah Ril,gak usah dengerin ucapannya Zee,diakan emang suka ngomong sembarangan," ucap Kania.


Deril benar-benar tidak bisa berpikir saat ini,iapun hanya berjalan menuju kemobilnya diikuti oleh Kania.


"hahuwaa," tangis Zee yang sedang didalam mobil,kali ini justru Eva yang mengemudi karena Zee tidak bisa diajak kompromi.


"Gue yang minta dianterin,malah gue yang nganterin Lo," gumam Eva.


"Rasanya pengen gue jambak thu rambutnya si nenek sihir,ih...gue pengen tabok mukanya pake sandal,trus gue tendang dia sampai terbang keangkasa dan gak balik lagi," ucap Zee dengan sangat emosional.


Eva terkekeh mendengar sahabatnya itu,sambil terus mengemudi.


Zee kembali menangis lalu mengusap ingusnya dengan tisu.


"Jorok," ucap Eva.


"Biarin!" jawab Zee lalu membuang tisu itu kesembarang tempat.


Zee menyandarkan punggungnya kebelakang lalu mengingat bagaimana Deril menciumnya dan membuatnya melayang pagi ini,dan membantingnya sore ini.


Zee menghela nafas berat lalu memejamkan matanya,Iapun tidak sengaja tertidur.


Eva berada didepan rumah Adi,bersama Farah,Zee masih tertidur didalam mobil.


"Kalo begitu saya permisi dulu ya Tante," ucap Eva.

__ADS_1


"Biar kamu dianterin sopir ya," Farah merasa khawatir dengan kondisi Dan Eva.


"Gak usah Tante,aku udah pesen taxi online kok,permisi Tante," Evapun beranjak pergi,Farah ingin melihat Zee,tapi dia berhenti saat melihat mobil Deril datang.


Derilpun keluar dari mobilnya.


"Syukurlah kamu udah pulang," ucap Farah membuat Deril merasa heran.


"Emang ada apa ma?" tanya Deril.


"Thu,Istri kamu ketiduran dimobil,sana bawa kekamar," suruh Farah.


Deril melihat Zee dari kaca mobil.


"Kok aku sih,akukan baru pulang," ucap Deril membantah.


"Terus,mama?"


"Ya,udah bangunin aja,biar pindah sendiri," ucap Deril.


"Dasar suami gak bertanggung jawab,ya udah sana kamu yang bangunin,mama masih ada kerjaan!" Farah berjalan masuk kedalam rumah.


"Ma..." panggil Deril tapi Farah tidak merespon.


Derilpun terpaksa melihat Zee didalam mobil,saat membuka pintu Deril heran melihat tisu yang berserakan.


"Ini mobil apa tempat sampah?" gumam Deril.


Deril berjongkok dan ingin membangunkan Zee,tapi saat melihat Zee yang tidur begitu nyenyak,Deril justru diam dan memandangi wajah Zee dari dekat.


Deril ingat bagaimana saat Zee melabraknya bersama Kania tadi.bagaimana sakitnya saat Zee mengatakan bahwa Deril adalah pria yang tidak punya malu,tapi bahkan Deril mengatai Zee lebih dari itu,tapi Zee sama sekali tidak marah.


Deril menghela nafas dan menggendong tubuh Zee menuju kekamar mereka.


Sesampainya dikamar,Deril merebahkan tubuh Zee diranjang.Nafas Deril terengah,bukan karena Zee terlalu berat,tapi jarak dari mobil kekamar tidak dekat,bahkan Deril juga harus menaiki tangga,jelas itu membuatnya merasa lelah.


Ia merebahkan tubuhnya kesofa untuk beristirahat sejenak,sebelum akhirnya dia masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Zee terbangun dari tidurnya,Ia langsung duduk saat sadar dia sudah berada dikamar,Zee menoleh ke kanan dan kekiri tidak ada siapapun,


"Perasaan tadi gue tidur dimobil,siapa yang bawa gue kekamar?" Gumam Zee dengan wajah bingung.


Zee melihat pintu kamar mandi yang akan terbuka,Iapun menarik selimut dan kembali berbaring lalu memejamkan matanya.


Deril keluar dari kamar mandi dan melihat kearah Zee,Deril mengerutkan kening saat melihat Zee yang memakai selimut,padahal tadi Ia tidak merasa sudah menyelimuti Zee.


Derilpun duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


Zee sedikit membuka matanya dan melirik kearah Deril yang tidak juga beranjak.


Jujur mengingat kejadian diRumah sakit tadi membuat Zee malu jika harus berhadapan dengan Deril saat ini.


Tapi bahkan ia belum mandi,tubuhnya terasa lengket dan juga bau.


Deril melirik kearah Zee,sebenarnya dia tahu kalo Zee memang sudah bangun tapi Deril sengaja pura-pura tidak tahu.


Zee sudah tidak tahan,diapun bangun dan duduk ditepi ranjang.


Saat itu Deril melihatnya,Mata keduanya saling bertemu.


Zee terlihat gugup dan langsung memalingkan wajahnya dari Deril,iapun beranjak menuju kekamar mandi,tapi saat akan masuk ia malah lupa membuka pintu hingga kepalanya terbentur pintu yang masih tertutup.


"Au..." Zee memegangi kepalanya lalu berbalik melihat Deril.


Deril menahan tawanya lalu memalingkan wajahnya dari Zee dan pura-pura tidak melihat kejadian memalukan tadi.

__ADS_1


Zee yang merasa malu segera masuk kedalam kamar mandi.


Derilpun terkekeh melihat tingkah lucu istrinya itu.


__ADS_2