Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Menantu dan Mertua


__ADS_3

Deril berjalan menuruni tangga kelantai bawah,Ia melihat hidangan yang sudah tersaji dimeja makan.Ia juga melihat Farhan yang sedang bersantai dihalaman belakang,Derilpun keluar untuk menyapa mertuanya itu.


"Pagi pa,"sapa Deril.


"Pagi Deril," jawab Farhan dengan secangkir kopi ditangannya.


"Mau kopi?" tanya Farhan.


Deril terdiam.


Farhan terkekeh dan meletakkan kopinya diatas meja, "Papa udah tahu kejadian tempo hari,waktu kamu masuk rumah sakit setelah minum kopi dari papa,maaf ya,papa gak tahu kalo kamu alergi kopi,"


Deril duduk disamping Farhan "Gak papa kok pa,emang aku aja yang kurang hati-hati,tapi jujur kopi buatan papa itu enak banget,makanya aku gak bisa nolak," ucap Deril.


Farhan tersenyum,"Kamu tahu gak,gara-gara kejadian itu,Zee seharian ngomelin papa,"


Deril tersenyum malu,"Maaf ya pa?"


"Udah-udah bahas kopinya,Oya,Zee mana,ini udah waktunya sarapan?" tanya Farhan.


"Lho tadi dia udah keluar kamar pa,aku pikir dia kesini," jawab Deril.


"Kemana thu anak pagi-pagi gini,Maaf ya Deril,Zee itu emang sedikit nakal dan juga bandel,maklum dari kecil dia cuma diasuh sama papa,yah...kalo papa lagi sibuk,dia sama bibi,jadi anaknya emang agak susah diatur," ucap Farhan.


Deril terdiam memikirkan perkataan Farhan tentang Zee," Emang mamanya Zee udah lama meninggal ya pa?"


Farhan berusaha mengingat,"Ya,sejak Zee kelas 4 SD kalo gak salah,kenapa?Zee sering ya ngerepotin kamu?"


"Gak kok pa,cuma agak sedikit nakal aja kadang-kadang," ucap Deril sambil tersenyum.


Farhanpun terkekeh, "Yah,tolong kamu maklumin ajalah,mungkin dia seperti itu karena lagi cari perhatian,karena meskipun papa sangat menyayangi dan terus berusaha memperhatikannya,itu belum cukup,dia masih membutuhkan banyak kasih sayang,contohnya dari kamu,suaminya,"


"Iya pa," jawab Deril,Ia baru paham jika Zee sebenarnya bukan gadis bar-bar tapi Zee adalah gadis yang membutuhkan banyak


perhatian.


Zee meghanpiri mereka sambil membawa paperbag ditangannya.


"Ngapain neh,menantu sama mertua ngerumpi,lagi ngomongin akukan? hayo ngaku," ucap Zee.


"Geer," jawab Deril.


Zee mengerucutkan mulutnya.


"Kamu darimana sih,pagi-pagi udah kelayapan," tanya Farhan.


"Neh,aku beliin pakaian buat suami aku,karena dia gak mau pake baju mertuanya yang kependekan," ucap Zee dengan jelas


Deril menatap kearah Zee, "Zee," Deril merasa tidak enak pada Farhan, "Bukan gitu kok pa,"


Farhan terkekeh, "Gak papa kok,kan papa emang lebih pendek,lagian selera papa juga jadul,wajar kalo anak jaman sekarang gak suka," ucap Farhan.


Deril hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,Zee tersenyum geli melihat sikap Deril yang salah tingkah seperti itu.


Adi sedang sarapan bersama Farah,sedangkan Reva udah berangkat ke sekolah.


"Jadi,mereka nginep dirumah Farhan?" tanya Adi lagi.


"Iya pa,semalam Zee ngabarin mama," jawab Farah.


"Syukurlah,papa pikir mereka akan bertengkar gara-gara Kania,tapi ternyata mereka malah nginep dirumah Farhan," ucap Adi merasa lega.


Farah melihat Adi, "Papa masih khawatir sama hubungan Deril dan Kania?"

__ADS_1


"Bukan gitu ma,tapi papa masih sering ngelihat mereka bersama,lagipula mama tahukan Deril sama Kania sudah menjalin hubungan cukup lama,papa cuma takut kalo nantinya Kania berhasil mempengaruhi Deril dan meninggalkan Zee," ucap Adi dengan segala kekhawatirannya.


Farah memegang tangan Adi, "Pa,mama percaya kok sama Deril,dia gak akan ngecewain kita,dan Zee pasti bentar lagi akan bisa meluluhkan hatinya Deril,papa gak usah terlalu memikirkan soal itu ya,"


"Iya ma," jawab Adi.


Derilpun sedang sarapan bersama Zee dan Farhan.


"Gimana Deril,kamu suka makanannya?" tanya Farhan.


"Suka banget pa,ini enak banget,aku jadi betah deh disini," jawab Deril.


Farhan tersenyum mendengar ucapan Deril.


"Enakan mana sama masakan aku?" tanya Zee menatap wajah suaminya itu.


"Ya enak an masakan papalah,kamukan masih amatir," jawab Deril.


Zeepun memasang wajah cemberut "Kalo gitu aku gak mau masakin kamu lagi,"


"Kalo gitu aku makan aja disini,biar papa yang masakin aku,yakan pa?" tanya Deril pada Farhan.


"Dengan senang hati," jawab Farhan.


Zee terlihat kesal melihat kekompakan suami dan papanya, "Ih,sejak kapan kalian jadi kompak gini?"


Farhan dan Deril terkekeh melihat Zee yang cemberut.


"Oya,jadi kapan neh,kalian mau bikinin papa cucu?" tanya Farhan.


Deril berhenti makan dan terdiam,Wajah Zee langsung sumringah.


"Papa udah gak sabar,pengen gendong cucu," imbuh Farhan.


Zee melihat kearah suaminya, "Thu,disuruh bikin cucu sama papa mertua,"


Deril menatap kearah Zee,lalu menginjak kaki Zee yang berada tepat disampingnya.


"Au..." pekik Zee.


"Kenapa Zee?" tanya Farhan.


Deril memelototi istrinya itu.


"Gak pa,digigit semut," jawab Zee dengan wajah kesal.


Farhan melihat Deril, "Papa gak maksa kok kalo kalian memang belum siap,tapi jangan lama-lama juga,gak bagus kalo menunda-nunda punya keturunan," ucap Farhan.


"iya pa," jawab Deril sambil menunduk.


"Thu,dengerin gak baik lho menunda-nunda," sindir Zee.


Deril kembali menginjak kaki Zee.


"a..." Pekik Zee lagi.


"Kenapa Zee,masih digigit semut?" tanya Farhan.


"Iya pa,semutnya kayanya udah jatuh cinta sama Zee,sampai gak mau pergi," jawab Zee sembari melihat Deril.


Deril menatap sinis Zee yang justru mengejek Deril dengan menjulurkan lidahnya.


Farhan yang melihat tingkah mereka hanya menggelengkan kepalanya dengan bibir tersenyum.

__ADS_1


Zee dan Deril berpamitan untuk pulang,ya meski hari ini weekend tapi Deril berkata dia harus menghadiri sebuah undangan.


"Sering-sering main kesini ya," ucap Farhan.


"Pasti pa," jawab Deril.


Zee memeluk Farhan,lalu mereka segera menuju mobil dan meninggalkan kediaman rumah Farhan.


Saat didalam mobil.


"Emang undangan dari siapa?kok aku gak tahu," tanya Zee.


"Gak penting juga kok,jadi Lo gak perlu tahu," jawab Deril.


"Sama Kania?" tanya Zee lagi.


Deril menatap sekilas wajah istrinya itu karena masih mengemudi.


"Ya gak papa kalo mau pergi Sama dia,tapi aku ikut ya?akukan istri kamu," ucap Zee.


"Udahlah,Lo gak perlu ikut,lagian Lo gak kenal juga sama dia,ini itu acara temen gue waktu diAustralia dulu,dia lagi ngerayain kelulusannya,dan satu lagi,gue gak pergi sama Kania,puas?" ucap Deril.


"Tapi aku mau tetep ikut,ya...akukan juga pengen kenal sama temen-temen suami aku,plis," paksa Zee.


"Enggak...udahdeh gak usah maksa," ucap Deril dengan tegas.


Zee merasa kesal lalu diam dengan wajah cemberut.


Deril tidak peduli,dia bukannya tidak ingin mengajak Zee,tapi acara ini diadakan diBar,dan banyak lelaki hidung belang ditempat seperti itu,Deril tidak ingin Zee datang ketempat seperti itu.


Ditempat lain,Kania sedang memeriksa ponselnya,Ia selesai membaca pesan.


Wajahnya bingung dan bertanya-tanya, "Deril datang gak ya,keacaranya Leo?"


Kania menelfon Deril.


Didalam mobil,ponsel Deril berbunyi,melihat nama Kania Deril langsung mengambil ponselnya takut jika Zee melihatnya,


"Halo," Deril menjawab telfon dari Kania.


Zee yang masih cemberut penasaran siapa yang sedang menghubungi Deril.


"Kamu datang gak keacaranya Leo?" tanya Kania.


"Hem," hanya itu jawaban Deril lalu menutup telfon.


Kania merasa heran mendengar jawaban Deril,


"Hem? maksudnya apa?" gumam Kania.


"Siapa yang telfon?" tanya Zee.


"Bukan siapa-siapa," jawab Deril.


Zee yang tidak percaya,mengambil Hp Deril dan memeriksanya.


"Zee," Pekik Deril tapi dia masih konsen mengemudi.


"Thukan Kania," Zee menunjukkan layar ponsel kepada Deril, "kenapa dia telfon,"


Deril menghela nafas dan merebut ponsel, "Sejak kapan sih Lo jadi bawel banget hah,itu urusan gue dan Lo gak perlu ikut campur,ngerti,jangan bikin gue tambah muak sama Lo,karena sikap Lo yang berlebihan," ucap Deril dengan tegas.


Zeepun terdiam,Ia melihat kearah jendela,bukan karena marah,Zee sedang menyusun rencana agar bisa pergi dengan Deril keundangan itu.

__ADS_1


Deril melihat Zee yang memalingkan wajah darinya,Deril menghela nafas,berpikir mungkin Zee sudah tersinggung dengan perkataan kasarnya.


__ADS_2