
"Zee,gara-gara kamu aku terjebak sama wanita kaya Kania," ucap Deril.
Zee mengerucutkan mulutnya, "Kenapa aku yang salah?"
"Ya karena kamu terlalu agresif,kamu selalu bikin aku malu sama kekonyolan kamu itu,sampai akhirnya otak aku gak bisa berpikir dengan baik," ucap Deril lagi.
"Jadi kamu terjebak sama kebusukannya Kania itu karena salah aku?" tanya Zee dengan wajah kesal.
"Iya," jawab Deril singkat.
Zee mendengus kesal,dia ingin menyalahkan Deril malah sekarang dia yang menjadi tersangka utamanya.
"Udahlah,terserah kamu mau percaya sama aku atau enggak,ya pasti sekarang aku gak ada hubungan apapun sama Kania selain hubungan pekerjaan," ucap Deril lalu kembali menyalakan mesin mobil dan segera menuju keRumah karena malam semakin larut.
Zee terdiam, "Sialan si Kania,berarti dia udah nipu gue dulu,mana gue udah bayar 10 juta lagi,dasar nenek sihir,awas Lo," batin Zee.
Deril sedang makan malam bersama Zee,makanan yang tadinya masih panaspun sudah menjadi dingin.
Deril makan dengan lahap,Zee hanya melihatnya,Perasaan Zee masih tidak karuan memikirkan Deril dan Kania tapi Deril dengan begitu mudahnya melupakan masalah itu.
"Deril emang suka seenaknya," batin Zee.
Tiba-tiba terlintas dipikiran Zee untuk membalas suaminya itu.
"Tadi aku ketemu sama Rico dikampus," ucap Zee.
Deril langsung berhenti makan dan melihat kearah Zee.
Zee terlihat senang karena Deril mulai terpancing, "Dia disuruh dosen buat ngebimbing skripsi aku,kamu gak keberatankan? inikan dosen yang suruh," ucap Zee dengan santainya.
"Oh..." jawab Deril lalu kembali menyantap makanannya.
Zee menganga mendengar respon Deril.
"Dasar gak punya perasaan,kadang romantis kadang nyebelin,kadang lembut kadang marah-marah,ih...nyebelin," batin Zee.
Zee menatap sinis kearah suaminya itu yang bahkan sama sekali tidak memperhatikannya.
Deril terdiam dan memikirkan sesuatu.
"Dia masih belum menyerah,gak mungkin ini cuma kebetulan,apalagi dia bukan mahasiswa ataupun pengajar disana," pikir Deril.
Beberapa hari kemudian,Zee dan Deril bersiap untuk keacara pernikahan Ririn dan Erfan.
Mereka menggunakan baju batik senada,terlihat sangat serasi.
Farhanpun sudah sembuh dan sudah mulai aktif kembali keRestoran,meskipun begitu Deril dan Zee memutuskan untuk tetap tinggal bersama Farhan.
Zee sedang berdandan didepan cermin,Ia memakai lipstik merah yang cukup tebal.
Deril terkekeh melihatnya, "Kamu mau main badut dimana sih,ha?" ejek Deril.
Zee kembali melihat wajahnya dicermin,
"Berlebihan ya?" Iapun mengambil tisu dan ingin mengelap lipstik itu dari bibirnya tapi Deril menahan tangannya.
"Biar aku bantuin," ucap Deril yang berdiri didepan Zee.
Zee memberikan tisu itu keDeril lalu memoyongkan bibirnya.
Bukannya mengelap bibir Zee dengan tisu,Deril justru mencium dan ******* lembut bibir merah Zee.
Zeepun sedikit terkejut dengan serangan tiba-tiba itu,iapun langsung menutup mata dan meladeni permainan suaminya itu.
__ADS_1
Deril melepaskan pautan mereka setelah merasa puas, "Udah bersihkan," goda Deril sambil mengelap bibirnya sendiri yang terdapat sedikit bekas lipstik Zee.
"Ish..." Zee memukul pelan dada suaminya itu dengan wajah merona,lalu kembali merapikan make up-nya didepan cermin.
"Zee,aku punya satu syarat kalo kamu mau Dateng ke pernikahan Ririn sama aku," ucap Deril.
Zee langsung menatap heran suaminya.
"Jaga sikap kamu,dan jangan malu-maluin aku,aku gak mau kamu bikin ribut pas kaya pesta pernikahan kita dulu,norak," ucap Deril lagi.
"Iya..iya...aku akan bersikap lemah lembut seperti Puteri keraton," ucap Zee dengan sangat sopan, "Puas suamikuh yang terkasih,"
Deril justru terkekeh melihat tingkah Zee,Zee hanya memanyunkan bibirnya.
Dipesta pernikahan itu,Ririn dan Erfan terlihat sangat serasi,Eva sudah hadir bersama suaminya.
Deril dan Zeepun memberikan selamat untuk Ririn dipelaminan.
"Selamat ya," teriak Zee.
Deril menatap sinis istrinya itu,Zeepun segera merubah sikapnya.
"Selamat ya," ucap Zee dengan lembut lalu memeluk Ririn.
Ririn melepaskan pelukan Zee dengan wajah Aneh.
"Semoga rumah tangga kalian samawa dan selalu mendapat kebahagian dunia dan akhirat," ucap Zee dengan lemah lembut.
Ririn justru menganga mendengar ucapan sahabatnya itu yang terdengar aneh.
Deril hanya diam sambil mengulum senyum melihat tingkah istrinya itu.
Seusai mengucapkan selamat,merekapun bergabung dengan tamu-tamu yang lain.
Tak disangka Deril dan Zee bertemu Rico disana.
Deril hanya tersenyum tipis,sementara Zee langsung melihat ekspresi wajah Deril.
"Oya,Zee jangan lupa besok gue tunggu diperpustakaan," ucap Rico.
Zee tidak menjawab dan hanya menyunggingkan bibirnya.
"Lo udah minta izinkan sama suami Lo,soalnya mungkin besok kita sampe sore,atau bahkan bisa sampai malam,karena banyak yang harus kita kerjain," ucap Rico lagi.
Deril hanya menatap sinis kearah Zee.
Zee mendengus kesal sambil melirik Rico.
"Neh cowok emang minta disumpel ya mulutnya," batin Zee kesal dengan ulah Rico.
"Gue ketoilet bentar ya," ucap Zee pada Deril berusaha menghindari Rico agar tidak semakin berceloteh ria.
Deril melihat Rico, "Emang Lo udah berapa lama kenal sama dosennya Zee,kenapa harus Lo yang ngebimbing Zee,kan masih banyak mahasiswa atau pengajar lain,kenapa bisa kebetulan kaya gitu," tanya Deril.
Rico tersenyum, "Siapa yang tahu takdir Tuhan Ril,Lo dulu juga gak nyangkakan bakalan nikah sama Zee," jawab Rico dengan santainya.
"Lo bener juga," jawab Deril, "Tapi apa Lo yakin Zee bakalan lulus?" tanya Deril.
"Kalo gue berhasil bikin Zee lulus,apa yang bakalan Lo kasih kegue?" tanya Rico.
Deril menatap Rico penuh dengan kecurigaan.
"Lo mau kasih Zee kegue?" tanya Rico lagi.
__ADS_1
Deril tercekat,Hatinya mulai panas,Ia mengepalkan tangan dengan erat berusaha menahan emosi karena ini ditempat umum.
"Santai aja Ril,gue cuma bercanda kok," Rico menepuk pundak Deril.
Deril yakin jika Rico tidak hanya bercanda dengan ucapannya,Ia bahkan bisa melihat dengan jelas jika Rico sangat menginginkan Zee saat mereka sedang berbicara.
Zee menemui Ririn yang sudah turun dari pelaminan.
"Ish...Lo ngapain sih ngundang si Rico segala kesini,bikin mood suami gue rusak tau gak," keluh Zee.
"Bukan gue yang ngundang,tapi suami gue,ternyata Rico itu temen kuliahnya Erfan," jawab Ririn.
Zee mendesis kesal, "Padahal susah banget bikin Deril datang kesini,sekarang pasti gue bakalan kena amukannya lagi gara-gara Thu si cowok rese," keluh Zee.
"Sabar ya Zee," Ririn menepuk pundak Zee.
Zee hanya merengek dengan wajah cemberut.
Seusai pesta,Deril dan Zee segera pulang kerumah,sesampainya dirumah Deril langsung menuju kekamar tanpa berkata apapun keZee.
Zee sadar betul kalo Deril pasti marah setelah bertemu dengan Rico tadi.
Zeepun sudah pasrah kalo Deril akan memarahinya,Ia berjalan menaiki tangga dengan langkah kaki yang lemas.
Zee masuk kedalam kamar dan menutup pintu,tiba-tiba Deril langsung memeluknya dari belakang bahkan Ia sudah tidak memakai baju.
Zee sedikit terkejut dengan sikap Deril itu.
Deril menciumi leher Zee, "Kita main yuk," bisik Deril ketelinga Zee dengan nada sensual yang menggoda.
Zee hanya tersipu malu sambil menganguk,Deril langsung mengangkat tubuh Zee menuju keranjang,Lalu mereka bermain dan berkunjung ke surga dunia dengan bahagia.
Tubuh mereka masih berbalut selimut,keduanya saling berhadapan setelah permainan panas selesai.
"Zee.." panggil Deril sambil mengusap-usap lembut pipi istrinya itu.
"Hem?" jawab Zee.
"Aku mau kamu batalin skripsi kamu," ucap Deril.
Mata Zee langsung terbuka lebar mendengar ucapan Deril.
"Kenapa?pasti karena Ricokan?" tanya Zee.
"Aku cuma gak mau ada orang yang memanfaatkan keadaan kamu Zee,aku yakin Rico punya niat lain dibalik semua ini," ucap Deril.
Zee menatap suaminya," Tapikan aku pengen cepet lulus,aku pengen buktiin kesemua orang bahwa aku bisa lulus,dan bikin kamu bangga keaku," ucap Zee.
"Aku gak butuh semua itu,aku cuma mau kamu disamping aku apapun yang terjadi," ucap Deril lagi.
"Tapi Ril,kamu gak malu punya istri bodoh kaya aku yang gak pernah lulus kuliah," tanya Zee.
"Stttt...kamukan pintar masak,jadi kamu bisa bikin aku bangga dengan bakat kamu,gak perlu dengan ijazah kamu," ucap Deril.
Zee terdiam dan masih berpikir.
"Kamu sebenarnya cemburukan sama Rico?" Zee ingin memperjelas semuanya.
"Iya,aku cemburu,dan aku gak mau kamu deket-deket sama dia,karena kamu cuma milik aku,ngerti," jawab Deril.
Mendengar jawaban Deril membuat senyum Zee langsung merekah, "Ok...aku batalin skripsinya,dan aku juga mau putus kuliah,aku mau mengasah bakat memasak aku dan bantuin papa diRestoran," ucap Zee dengan semangat.
Deril merasa senang dan langsung mengecup kening Zee, "Makasih ya,sayang," ucap Deril.
__ADS_1
Zee tersenyum malu saat panggilan itu terucap dari mulut Deril.
Zee pun memeluk erat tubuh suaminya itu dengan bahagia,Derilpun merasa bahagia karena Zee sama sekali tidak melawan keinginannya.