Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kerja Keras Zee


__ADS_3

Zee menunggu Adi yang sedang memeriksa berkas yang dia bawa.


Adi menandatanganinya dan memberikannya kembali kepada Zee.


"Antar ini kebagian keuangan ya," ucap Adi.


"Baik pak?" Zee beranjak tapi langkahnya terhenti,ia berpikir dimana letak bagian keuangan.


"Dilantai 5,temui pak Tio disana," ucap Adi yang sepertinya sudah paham dengan kebingungan Zee.


Zee menoleh dan tersenyum lalu segera pergi menuju kelantai 5.


Zee menaiki lift,tidak disangka dia justru bertemu Kania didalam lift,keduanya saling menatap tajam,mereka hanya berdua didalam lift.


"Gak nyangka ya,kuliah gak lulus,nilai dibawah rata-rata,tapi bisa kerja diperusahaan besar jadi sekertaris wakil direktur lagi,Bener-bener kemampuan menjilat yang sempurna," sindir Kania.


Zee menatap kearah Kania, "Orang iri memang pedes mulutnya," Sindir Zee balik.


"Buat apa gue iri sama cewek penjilat kaya Lo," ucap Kania.


Zee menyunggingkan bibirnya, "Ya wajar dong kalo Lo iri,gue berhasil nendang Lo dari samping Deril dan sekarang gue berhasil nendang Lo dari posisi Lo dikantor,ya ampun,gue Bener-bener hebat,padahal otak Guekan gak seberapa dibandingkan sama Lo,tapi Lo lihatkan siapa yang lebih hebat sekarang?" Zee tersenyum mengejek Kania.


Kania mendengus kesal, saat lift terbuka Iapun langsung keluar dengan cepat.


"Tunggu, " Zee menghampiri Kania.


"Apalagi?" tanya Kania dengan kesal.


"Lo punya hutang kegue,10 juta," ucap Zee.


Kania mengerutkan keningnya.


"Lo ingat,Lo udah nipu gue pas acara perpisahan kita,Lo gak pernah jadiankan sama Deril waktu itu,Deril udah cerita semuanya kegue," ucap Zee dengan sangat jelas.


Kania memalingkan wajahnya yang semakin emosi dengan sikap Zee.


"Jadi,taruhan kita batal dan Lo harus balikin uang gue,10 juta,gue tunggu secepatnya," Zee tersenyum dan kembali masuk lift karena ini bukan lantai tujuannya.


Kania menatap tajam kearah Zee,Zee melambaikan tangan sambil tersenyum saat lift mulai tertutup.


"Hah..." Pekik Kania yang terlihat sangat kesal dengan Zee.


Zee kembali keruangannya setelah pekerjaan yang diberikan Deril selesai.


Zeepun langsung duduk kembali kekursinya dan meletakkan kepalanya dimeja karena merasa lelah.


Deril mengambil setumpuk map diatas mejanya lalu membawanya kemeja Zee.


Zee mengangkat kepala dan menatap kearah Deril.


Deril meletakkan setumpuk map itu didepan Zee, "Baca dan pelajari semuanya,"


Zee menganga melihat map yang begitu banyak, "Nanti aja ya,istirahat bentar,"


Deril menghela nafas, "Zee,katanya...."


"Iya..iya..iya..aku baca sekarang," Zee seperti sudah tahu apa yang akan Deril katakan.Iapun mulai membuka map itu dengan wajah cemberut.


Deril tiba-tiba mengecup bibir Zee yang terlihat sexy itu saat cemberut.


Zee sedikit terkejut dengan tindakan suaminya.


"Semangat," ucap Deril lalu kembali kemejanya.

__ADS_1


Zee mendengus kesal, "Katanya gak boleh bawa urusan pribadi kekantor,cih..." gumam Zee lalu terkekeh sambil menggigit bibir bawahnya.


Deril dan Zee sampai dirumah,mereka masih didalam mobil.


"Oya,bawa ini," Deril memberikan buku besar setebal hampir 10 cm pada Zee.


"Apaan neh?" tanya Zee heran.


"Itu buku tentang Management perusahaan,aku bawa pulang,supaya kamu bisa pelajari dirumah," jawab Deril.


Zee tertegun,buku setebal itu bahkan dia belum pernah membaca buku kuliahnya sampai selesai.


"Dikantor belajar,dirumah belajar,akukan capek," keluh Zee.


Deril mengusap pipi Zee, "Nanti aku kasih vitamin biar semangat," Deril segera keluar dari mobil.


Zee mengerutkan keningnya, "Ish..." Zeepun segera turun sambil membawa buku yang berat itu.


Kania sampai dirumah,ia melemparkan tasnya keranjang dengan marah.


"Zee...gue gak akan pernah biarin hidup Lo tenang,gue akan balas semua penghinaan Lo," teriak Kania sambil melemparkan vas bunga kecermin hingga pecah.


"Hah...." Kania benar-benar meluapkan emosinya seperti orang kesurupan.


Deril dan Zee sedang duduk diranjang,sambil membahas buku yang tadi mereka perbincangkan.


Deril menjelaskan beberapa hal keZee,tapi bukannya memperhatikan isi buku itu,Zee justru sibuk memandangi wajah tampan suaminya.


Deril menatap istrinya itu,dan memegang dagunya lalu mengarahkan pandangan Zee kebuku didepannya.


"Lihat bukunya,bukan lihatin aku," ucap Deril.


Zee pun menurut,Deril membalik halaman dan kembali menjelaskan pada Zee,tapi bukan Zee jika tidak membuat Deril geregetan,Ia kembali memandangi wajah suaminya.


"Apa kamu juga ngelakuin hal yang sama keRico?" tanya Deril dengan wajah curiga.


"Maksudnya?" Zee masih belum paham.


"Ya kamu mandangin wajah dia terus bukannya merhatiin bukunya," ucap Deril.


"Ya gaklah,Ricokan gak setampan suami aku," ucap Zee membuat Deril tersenyum geli.


Deril menutup bukunya lalu menarik Zee mendekat kearahnya.


"Pinter banget kalo disuruh ngerayu," Deril mencolek hidung Zee.


Zee tersenyum dan mengecup bibir suaminya.


Deril tersenyum dan menempelkan jidat mereka.


"Masih belum selesai,?" tanya Deril.


Zee menggelengkan kepalanya, "Baru 2 hari,".


Deril memejamkan matanya karena merasa konyol dengan dirinya sendiri yang begitu ingin menerkam Zee,Iapun membaringkan tubuhnya.


Zee terlihat senang melihat Deril seperti itu,rasanya dia sudah menjadi istri yang benar-benar sempurna untuk Deril.


Zeepun berbaring dipelukan Deril.


Dan merekapun terlelap bersama.


Deril dan Zee sedang menghadiri meting rutin perusahaan bersama para staf yang lain,termasuk Adi sebagai direktur utama dan juga Kania.

__ADS_1


Zee masih belum paham dan mengerti tentang pembahasan dimeting kali ini.


Kania sebagai kepala Direksi pemasaran juga menunjukkan keahliannya dalam presentasi dan mendapatkan banyak tepuk tangan karena ide-idenya yang brilian.


Zee juga mengakui Kemampuan Kania yang sangat jauh jika dibandingkan dengan kemampuannya yang hanya secuil.


Meting selesai,semua staf kembali keruangan mereka.


Zee sedang membaca file-file dimejanya,ia mulai tertantang untuk terus mempelajari tentang Management bisnis,apalagi jika mengingat Kania,Ia akan buktikan jika Ia bisa menutup rapat mulut nenek sihir itu.


Deril melihat kearah istrinya yang sedang serius itu,Ia tersenyum senang akhirnya Zee bisa sedikit serius dalam belajar.


2 Minggu berlalu,Zee masih terus berusaha,Ia belajar dikantor dan juga dirumah.


Deril menghampiri meja Zee dan memberikan sebuah berkas, "Ini,proyek pertama kita,"


Zee membulatkan matanya menatap Deril.


"Kerjain proposalnya dengan benar,presentasinya Minggu depan," ucap Deril dan segera kembali kemejanya.


Zee segera membuka berkas yang diberikan Deril,merasa tidak percaya jika ia akan diberi kesempatan untuk membantu Deril mengerjakan sebuah proyek.


Zeepun ingin terbang keangkasa karena merasa sangat senang.Iapun menciumi berkas-berkas itu.


Derilpun terkekeh melihat tingkah istrinya.


"Ada hadiah spesial kalo kamu berhasil ngerjain proyek ini," ucap Deril.


Zee memicingkan matanya, "Apa?"


"Kamu juga akan tahu nanti," jawab Deril yang membuat Zee semakin penasaran.


Zee sangat serius mengerjakan proyek pertamanya,ia bekerja siang dan malam agar bisa mendapatkan hasil terbaik.


Deril mengerjapkan matanya,ia melihat istrinya yang masih terjaga didepan laptop.


Jam menunjukkan pukul 11 malam.


Deril duduk disamping Zee, "Ini udah malem,ayo tidur,"


"Bentar lagi,kamu tidur aja dulu," ucap Zee.


"Zee,jangan bekerja terlalu keras,nanti kamu malah sakit," ucap Deril.


Zee memegang pipi Deril, "Aku gak akan sakit,asalkan proyek ini berhasil,aku akan jadi orang yang paling sehat didunia ini," ucap Zee dengan semangat.


Deril hanya terkekeh,lalu menaruh dagunya dipundak Zee sambil memperhatikan pekerjaan Zee.


"Gimana? Ok gak?" tanya Zee penuh harap.


Derilpun duduk dan memeriksa proposal yang sudah Zee buat,bibirnya terangkat, "Lumayan,"


Zee merasa senang.Deril menyimpan file itu lalu menutup laptop Zee.


"Udah,sekarang tidur,udah malam" ucap Deril lalu mengecup sekilas kening Zee sebelum kembali berbaring.


Zee tersenyum dan segera menyusul Deril kealam mimpi.


Siang itu,Kania keruangan Deril untuk meminta tanda tangan,tapi sedang jam makan siang sehingga ruangan Deril masih kosong.


Kania menaruh berkas itu dimeja Deril,Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada didepan mata untuk mengerjai Zee,Ia kemeja Zee untuk memeriksa proposal yang telah Zee buat.


"Lumayan juga," Kania menukar proposal yang sudah tercetak itu dengan berkas lama yang sudah ia bawa sebelumnya.

__ADS_1


"Selamat menikmati kekalahan kamu Zee," Kania tersenyum dan segera keluar dari ruangan Deril.


__ADS_2