Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kelicikan Kania


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba,Zee terlihat begitu gugup saat akan memasuki ruang meting.


Deril mengusap rambut istrinya itu, "Semangat,aku percaya kamu pasti bisa," ucap Deril sambil mengecup punggung tangan Zee.


"Ahem...ini kantor," ucap Adi yang baru saja datang.


Derilpun langsung melepaskan tangan Zee,dan keduanya terlihat salah tingkah.


Adi menepuk pundak Zee, "Semoga sukses,"


"Makasih pa," jawab Zee.


Adipun segera masuk keruangan,diikuti Zee dan juga Deril.


Meting dimulai,Zee membagikan proposal keseluruh staf yang mengikuti meting hari ini.


Zee terlihat sedikit tegang saat akan memulai presentasinya didepan semua staf.


Deril menganggukkan kepala agar Zee merasa lebih percaya diri.


Zee menghela nafas, "Saya mewakili pak Deril untuk menyampaikan rencana proyek pembangunan Vila diBJN,"


Para staf membuka proposal yang sudah Zee bagikan tadi.


Kania terkekeh saat melihat isi proposal itu.


Begitupun para staf yang terlihat kebingungan dengan proposal yang mereka baca.


"Maaf pak Deril,ini bukan proyek pembangunan Vila,tapi pembangunan swalayan," ucap salah satu staf pada Deril.


Deril terkejut dan langsung memeriksa proposal didepannya.


Zeepun terlihat semakin tegang,takut jika memang proposal yang ia buat salah.


"Ini bukannya proposal proyek 1 tahun yang lalu,kok bisa?" ucap lagi staf disana.


Semua pandangan tertuju pada Zee,Zee melihat kewajah Deril dengan wajah penuh pertanyaan.


Derilpun tidak bisa menjawab apapun,pasalnya ia juga tidak memperhatikan dengan jelas proposal Zee sebelum meting dimulai,tapi Deril yakin pasti ada kesalahan karena tidak mungkin Zee sengaja menjiplak proposal lain.


"Pak Deril,saya minta maaf sebelumnya,bukan apa-apa,meskipun Bu Zee ini istri anda,tapi anda juga harus bersikap profesional kan," ucap Kania memperpanas suasana.


"Benar pak,saya setuju dengan Bu Kania,inikan proyek besar dan klien tentu menginginkan yang terbaik,jika kinerja kita seperti ini,bukan tidak mungkin klien akan membatalkan kerja samanya,jadi saya mohon untuk kebijaksanaan dari pak Adi juga,kita tidak bisa membuang-buang waktu dengan hal konyol seperti ini," ucap staf lain.


Zee menundukkan kepalanya,tidak disangka kerja kerasnya selama berhari-hari justru membuat suami dan mertuanya dipermalukan.


"Baik,saya akan segera mengambil tindakan untuk hal ini,dan untuk sementara proyek ini biar saya yang hendel,meting kita tunda sampai Minggu depan," ucap Adi.


Semua staf menyetujui keputusan Adi.


Meting pun dibubarkan dan para staf mulai


meninggalkan ruangan meting.


Zee mendekati Deril dan Adi yang masih duduk disana.


Deril masih memperhatikan proposal yang ia pegang.


"Maafin Zee ya pa,Zee udah bikin papa malu," ucap Zee.


"Gak papa Zee,inikan baru permulaan,kamu masih harus banyak belajar," ucap Adi lalu iapun keluar dari ruang meting.


Zee mendekati Deril yang masih terdiam.

__ADS_1


"Maaf ya,kamu pasti malu banget ya,gara-gara aku kamu jadi dikatain sama mereka," ucap Zee.


Deril terdiam dan mengingat saat Ia melihat proposal dilaptop Zee.


"Ambil laptop kamu," ucap Deril.


"Buat apa?" tanya Zee.


"Udah,ambil aja,"


Zeepun mengambil laptopnya dan memberikannya pada Deril.


Deril membuka laptop itu dan memeriksa proposal yang dibuat Zee,Ia melihat ada yang aneh, "Zee,kamu ngerasa ada yang aneh gak sih sama proposal ini?" tanya Deril.


Zee sudah terlanjur tegang dan takut sehingga dia tidak terlalu memperhatikan apa yang sebenarnya salah dari proposalnya.


"Kenapa?" tanya Zee dengan wajah bingung.


"Jelas ini bukan proposal milik kamu," Deril membantingnya dimeja.


Zee mengerutkan keningnya dan segera membuka proposal itu,Ia pun terkejut.


"Iya,ini bukan punya aku,akukan buat proyek pembangunan Vila,bukan swalayan," ucap Zee.


Deril terdiam dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi.


Deril beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" tanya Zee.


"kamu balik aja keruangan," jawab Deril.


Zee merasa bingung,iapun kembali melihat proposal itu, "Apa mesin cetaknya error ya?" pikir Zee.


Deril keruangan CCTV dan bertemu petugas disana.


"Tolong putar rekaman CCTV diruangan saya ya," ucap Deril kesalah satu petugas disana.


"Kapan pak?"


"Kemarin," jawab Deril.


Petugaspun mencari rekaman CCTV diruangan Deril,untuk kemarin.


Saat malam hari tidak ada siapapun yang masuk keruangan Deril.


Tapi siang hari ada seorang perempuan yang tidak asing masuk dan berdiri didekat meja Zee.


Deril menatap tajam dengan amarah yang bersarang dihatinya.


Iapun meminta rekaman itu dari petugas.


Kania terlihat begitu senang,rencananya mempermalukan Zee berhasil dengan sukses.


"Makanya Zee,Lo jangan macam-macam sama gue,inikan akibatnya,"


Kania mengambil proposal Zee yang asli dan ia ingin membuangnya ketempat sampah,tapi saat itu Deril membuka pintu tanpa permisi.


Kania sangat terkejut dan menyembunyikan berkas itu kebelakang tubuhnya.


Deril mendekati Kania dengan tatapan tajam, "Apa itu?"


"Cuma berkas lama yang mau aku buang," jawab Kania.

__ADS_1


Deril merebut berkas itu dari tangan Kania,Kania terlihat panik.


Deril membuka berkas itu lalu menatap tajam bak singa yang sedang murka.


Kania menelan Salivanya dengan perasaan takut.


"Ikut aku keruangan papa sekarang!" Deril beranjak pergi.


Kania mulai panik,dia pasti akan terkena peringatan keras jika ketahuan sudah sengaja menukar proposal Zee.


Kania duduk didepan Adi yang masih memeriksa berkas yang dibawa Deril,Deril dan Zee duduk disamping Adi.


Sebenarnya Zee belum tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Adi membanting berkas itu didepan Kania, "Apa-apaan ini,hah?" tanya Adi.


Kania menelan Salivanya sambil menunduk.


"Kamu sengaja menukar proposal milik Zee?" tanya Adi.


Zee sedikit terkejut,ternyata si nenek sihir biang keladinya


"Maafin saya pak,saya merasa jika Zee sudah merebut posisi saya,dan saya ingin dia dikeluarkan dari perusahaan," ucap Kania dengan sangat jujur,membuat semua yang ada disana menatapnya tidak percaya.


"Zee yang bodoh dan juga tidak memiliki kemampuan bisa dengan mudah menggantikan posisi saya,bukannya itu sangat tidak adil,anda begitu tidak adil pada saya," ucap Kania dengan tatapan tajamnya.


"Kania cukup," pekik Deril yang merasa jika ucapan Kania sudah keterlaluan.


"Lalu mau kamu apa?" tanya Adi.


"Anda boleh memecat saya sekarang juga jika anda mau,tapi ingat banyak proyek yang sedang saya kerjakan,anda mungkin tidak akan menemukan karyawan lain yang bisa menggantikan keahlian saya dalam bekerja,jadi pikirkan baik-baik jika anda tidak ingin perusahaan ini rugi besar," ucap Kania dengan sombongnya,ia yakin Adi tidak akan berani memecatnya karena kinerjanya yang cukup berpengaruh bagi perusahaan.


Deril dan Zee benar-benar dibuat kesal dengan tingkah Kania yang begitu berani menantang Adi.


Adi menyunggingkan bibirnya, "Kemasi barang-barang kamu sekarang,dan pergi dari kantor ini," ucap Adi dengan tegas.


Kania sangat terkejut mendengar ucapan Adi.


"Saya tidak akan terpengaruh dengan celotehan kamu itu Kania,saya yakin masih banyak orang berbakat seperti kamu,dan yang pasti orang itu lebih memiliki sopan santun dan etika yang baik," imbuh Adi lagi.


Kania terlihat sangat marah.


"Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan lain yang lebih baik," ucap Adi lagi.


Kaniapun segera keluar dari ruangan Adi.


"Papa serius mau mecat Kania?" tanya Deril.


Zee menatap semua itu, "kamu gak rela dia dipecat?"


"Bukan gitu,meskipun gak punya etika,kerjaan Kania selama inikan sangat baik,pasti sulit mendapatkan karyawan seperti dia," ucap Deril.


Zee hanya mengerucutkan mulutnya.


"Sudahlah Ril,papa gak mau punya karyawan kaya Kania,yang sombong dan gak ber etika," ucap Adi.


Derilpun hanya diam.


Kania sampai dirumah sambil membawa kardus berisi barang-barangnya dari kantor.


Saat membuka pintu Kania terkejut melihat mamanya yang sudah tergeletak dilantai.


Kania langsung menjatuhkan barang-barangnya dan berlari kearah mamanya.

__ADS_1


"Mama,mama kenapa ma,mama bangun," Kania terlihat sangat panik dan khawatir.


__ADS_2