
Yoga kembali mengambil payung itu dari tangan Reva, "Gak usah,kamu masuk aja,nanti kamu kehujanan lagi,"
Reva menggelengkan kepalanya dan tetap memegang gagang payung itu.
"Reva," ucap Yoga.
"Nanti kita gak jadi pulang lho kak," ucap Reva.
Yoga menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya pelan,lalu segera memeriksa mesin mobilnya dan membiarkan Reva memegang payungnya.
Reva tersenyum sambil memperhatikan Yoga yang begitu serius,iapun memayungi Yoga seluruhnya agar tidak kehujanan sementara dirinya sendiri sudah basah.
Yoga melihat keatas lalu menatap kearah gadis mungil yang sedang memandanginya itu.
"Kamu basah," Yoga mengalihkan payungnya keReva,tapi Reva tidak mau dan mengembalikannya seperti semula.
Yoga merasa kesal dan mengambil payung itu,tapi karena licin justru payungnya terlepas.
"Eh..."pekik Yoga,payungnya terbang terbawa angin lalu nyangkut dipohon.
Keduanya tertegun melihat payung itu lalu saling melihat dan tertawa.
"Gara-gara kakak neh,jadi kehujanankan kita," ucap Reva sambil cemberut tapi terlihat menggemaskan.
Yoga mencolek hidung Reva, "Kamu yang salah tau'," balas Yoga.
"Trus gimana dong?" tanya Reva.
Yoga menutup mesin mobilnya, "Kita masuk aja dulu,biar aku pesen taxi online," ucap Yoga.
Reva menganguk dan mereka segera masuk kedalam mobil dengan pakaian yang sudah basah.
Yoga mengambil handuk kecil dijok belakang dan memasangkannya kekepala Reva.
"Keringin rambut kamu,nanti masuk angin lagi," ucap Yoga.
Reva tersenyum dan mengeringkan rambutnya,sementara Yoga segera mengambil ponsel untuk memesan taxi.
Reva selesai dan mengibas-ngibaskan rambut panjangnya hingga sedikit mengenai wajah Yoga.
Yoga terdiam saat melihat Reva dengan rambut basah terurai,terlihat lebih cantik dan juga dewasa.Ia menutup matanya rapat-rapat berharap tidak ada setan yang menghampiri hatinya dimalam dingin seperti ini.
Reva menyerahkan handuk itu pada Yoga,Yogapun menegeringkan rambutnya yang juga basah,lalu mengambil jas dimobilnya dan memakaikannya ketubuh Reva.
"Biar gak dingin," ucap Yoga
Reva tersenyum dan membayangkan kalo dirinya sedang berada diadegan drama korea,berdua didalam mobil,saat hujan pula,benar-benar momen yang pas.
"Kamu udah telfon orang tua kamu,nanti mereka khawatir,ini udah malam lho," ucap Yoga.
Reva terdiam,karena terlalu asyik melamun,ia sampai lupa tentang hal itu,Reva segera mengambil ponselnya tapi ternyata ponselnya mati.
"Ya ampun,aku bisa digantung sama mama," gumam Reva.
"Kenapa?" tanya Yoga.
"Hp aku mati,gimana dong?" ucap Reva yang terlihat mulai cemas.
Taxi sudah datang,
"Taxinya udah datang,yuk," ajak Yoga.
Reva dan Yogapun segera pindah ketaxi agar segera bisa pulang.
Adi dan Farah masih menunggu Reva yang belum pulang.
"Coba kamu hubungi Deril,siapa tahu Reva mau nginep disana," ucap Adi yang tahunya Reva pergi kerumah Zee untuk mengantarkan makanan.
Farahpun menelfon Deril, "Nomornya gak aktif pa,"
Adi merasa bingung, "Ya udah telfon Zee aja," ucap Adi lagi.
Farahpun menganguk dan ganti menelfon Zee.
__ADS_1
Di balik selimut sepasang suami istri ini masih bercumbu mesra.
"Drrrttttt," ponsel Zee berbunyi.
Deril menghela nafas dan terlihat kesal karena aktifitasnya terganggu,Zee membangunkan tubuhnya yang hanya berbalut selimut itu untuk mengambil ponselnya.
"Mama," ucap Zee.
Deril berdecik kesal,"Mama Bener-bener gak tahu situasi ya,"
"Ish," Zee melotot pada Deril,dan iapun mengangkat telfon dari mamanya.
Deril kembali berbaring.
"Iya ma,"
"Zee,Reva masih disana?" tanya Farah.
"Reva?" gumam Zee,ia ingat bahwa Reva tadi ingin menemui Yoga tapi dengan dalih ingin kerumahnya,tapi kenapa sampai malam begini belum pulang.
"Emang Reva belum dirumah ma?" tanya Zee yang mulai cemas.
Deril yang mendengar itu langsung duduk dan mendekati istrinya, "Reva kenapa?" tanya Deril.
"Belum,mama pikir dia masih disana,inikan udah malam,masa dia belum pulang," ucap Farah.
Zee terlihat bingung dan juga cemas,karena dia ikut andil dalam kebohongan Reva.
Farah melihat kearah pintu.
"Permisi," ucap Yoga dengan Reva yang bersembunyi dibelakang karena takut akan kemarahan orang tuanya.
"Reva," ucap Farah yang didengar Zee dari telefon.
"Ya udah Zee,Reva udah pulang,mama tutup dulu ya telfonnya," ucap Farah dengan nada kesal.
"Iya ma," jawab Zee.
"Kenapa,Reva dimana?" tanya Deril.
"Dia baru aja pulang," jawab Zee yang terlihat khawatir karena suara Farah yang terdengar marah.
"Baru pulang?emang dia kemana?" tanya Deril lagi.
"Sebenarnya......." Zee menceritakan semuanya pada Deril tentang Reva dan juga Yoga.
Deril menatap tajam kearah Zee.
"Tapi aku gak tau kalo Reva bakalan pulang semalam ini,sumpah,kita gak ngerencanain itu kok," ucap Zee berusaha membela diri bahkan sebelum Deril mengucapkan apapun.
"Zee,apapun rencana kalian,kalian udah bohong sama mama,dan itu salah,inikan akibatnya sekarang," ucap Deril.
"Iya,aku minta maaf," ucap Zee sambil menunduk.
Deril menghela nafas, "Tapi aku percaya Yoga itu orang baik,dia gak akan macam-macam sama Reva," ucap Deril yang langsung membuat Zee mengangkat kepalanya.
"Jadi kamu setujukan kalo Reva suka sama Yoga?" tanya Zee.
"Itukan terserah Reva,tapi harus dengan cara yang jujur,jangan kaya tadi,jangan ngajarin adik aku cara yang gak bener," ucap Deril sambil memicingkan matanya.
"Iya,iya,besok aku kerumah buat minta maaf sama mama," ucap Zee.
Deril tersenyum dan mengusap kepala istrinya itu, "Yuk?"
"Apa?" tanya Zee.
Deril mendekati wajah istrinya, "Ngelanjutin yang tadi," bisik Deril membuat Zee tersenyum malu,merekapun kembali menarik selimut.
Reva duduk disamping Yoga,berhadapan dengan tatapan tajam Adi dan juga Farah.
"Maaf Pak Adi,Tante,tadi mobil saya mogok jadi Reva pulang terlambat,ini bukan salahnya Reva kok,jadi jangan marahin dia," ucap Adi.
Reva masih menunduk diam.
__ADS_1
Adi melihat kearah Yoga, "Dimana pak Yoga bertemu dengan Reva?"
Reva melihat kearah Yoga sambil memberi kode agar Yoga tidak mengatakan yang sebenarnya jika Reva pergi kekantornya,tapi Yoga sama sekali tidak mengerti akan kode yang diberikan secara telepati itu.
"Tadi Reva datang kekantor saya," ucap Yoga.
Reva langsung menunduk sambil menepuk jidatnya.
Farah dan Adi menatapnya tajam.
"Tadi Reva bilangnya mau kerumah kak Zee," ucap Farah.
Yoga melihat kearah Reva dan baru mengerti kode tadi.
"Iya ma,dari rumah kak Zee aku baru kekantor kak Yoga,yakan kak?" ucap Reva mencari pembelaan dari Yoga.
"Aku gak tahu,kamu tadi gak bilang kalo dari rumah Zee," jawab Yoga yang terlalu jujur membuat Reva berdecik kesal.
"Udah,kamu gak usah banyak alasan,sekarang ikut mama kekamar," ucap Farah.
Revapun hanya diam dan mengikuti perintah Farah.
"Sekali lagi saya benar-benar minta maaf ya pak," ucap Yoga pada Adi.
"Gak papa nak Yoga,bolehkan saya panggil nak?,inikan lagi gak dikantor," ucap Adi.
"Oh,tentu pak," jawab Yoga.
"Panggil aja Om,biar lebih akrab," ucap Adi.
"Baik Om," ucap Yoga.
"Reva itu emang sedikit nakal,jadi mohon nak Yoga maklum ya,tapi saya percaya kok kalo nak Yoga bisa jaga Reva dengan baik,buktinya dia pulang dengan selamatkan," ucap Adi.
Yoga menganguk.
"Oya,maaf sedikit membahas pekerjaan,masalah Kania?" tanya Adi.
"Saya sudah memecat Kania dari perusahaan saya Om,saya pikir Kania tidak pantas mendapat kompensasi atas perbuatannya yang sudah diluar batas," jawab Yoga.
Adi menganguk, "Kamu pria yang tegas,Om sangat senang bisa mengenal dan bekerja sama dengan kamu," puji Adi.
"Makasih Om,kalo begitu saya permisi dulu karena udah malam,sekali lagi saya minta maaf soal Reva," ucap Yoga.
Adi tersenyum,Yogapun segera beranjak pergi dari rumah Adi.
"Mama Bener-bener kecewa sama kamu Reva,bisa-bisanya kamu bohong sama mama,pake bawa nama Zee lagi," ucap Farah yang sedang memarahi Reva dikamarnya.
"Iya ma,Reva minta maaf," ucap Reva dengan wajah menunduk.
"Mamakan udah bilang,jangan deketin Yoga lagi,kamu keras kepala ya,kamu itu masih terlalu muda Reva," ucap Farah menekankan.
Reva hanya diam sambil memanyunkan bibirnya.
"Udahlah ma,ini udah malam," imbuh Adi yang masuk kekamar Reva.
"Tapi pa,Reva itu susah banget dibilangin,masa dia suka sama Yoga,kan umur mereka beda jauh," ucap Farah.
Adi menatap kearah Reva saat mendengar jika Reva menyukai Yoga, "Bener kamu suka sama Yoga?" tanya Adi.
Reva menggigit bibir bawahnya takut jika papanya akan marah.
"Reva,jawab papa!"
Reva menganguk pelan.
Adi bukannya marah justru terkekeh membuat Farah dan juga Reva kebingungan.
"Papa gak marah?" tanya Reva.
"Ya gaklah,bagus kalo kamu suka sama Yoga,papa udah tahu kualitas Yoga seperti apa," ucap Adi yang membuat Farah tertegun.
Revapun menganga, "Ya ampun,bokap gue emang the best," gumam Reva.
__ADS_1