
Deril masih mengejar Zee sampai diparkiran.
"Zee tunggu!"
Zeepun berhenti dan clingak clinguk mencari sesuatu.
"Kamu cari apa?" Deril yang awalnya takut Zee akan marah sekarang justru bingung dengan tingkah istrinya.
"Mana mobil Kania?" tanya Zee.
Deril mengerutkan keningnya dan menunjuk satu mobil diparkiran.
Zee mendekati mobil itu dan mengambil barang yang sepertinya sudah ia siapkan dari rumah,Iapun menusuk semua ban mobil itu hingga kempes.
Deril menganga tak habis pikir dengan tingkah istrinya itu.
"Udah yuk pulang," Zee menarik tangan Deril menuju kemobilnya.
"Kamu nyetir sendiri?" tanya Deril.
"Iya,kenapa?" tanya Zee.
"Zee,kamukan lagi hamil,gak baik tau pergi jauh sambil nyetir sendiri,nanti kalo kenapa-napa gimana," ucap Deril khawatir.
"Aku mendingan nyetir sendiri,daripada ngebiarin suami aku berduaan sama nenek sihir,kebuktikan omongan aku,dia pasti godain kamu," ucap Zee.
"Ya udah,yuk..kita pulang," ajak Deril yang membukakan pintu untuk istrinya.
Merekapun segera pulang.
Kania sampai diparkiran,ia menelfon sopirnya.
Sopirpun datang, "Pulang sekarang Bu?" tanya Sopir.
Kania tersenyum dengan wajah sumringah, "Iya pak," jawab Kania yang segera masuk kedalam mobil.
Saat sopir melajukan mobil,seperti ada yang aneh.
"Kenapa pak?" tanya Kania.
"Sebentar Bu,biar saya periksa,"Sopirpun turun dan memeriksa.
"Kok bisa kempes semua?" Sopir terlihat bingung sambil menggaruk kepalanya.
Kaniapun turun, "Kenapa pak?"
"Ini Bu Kania bannya kempes semua," jawab Sopir.
Kania terkejut melihat ban yang semuanya kempes,gak mungkin ini kebetulan.
"Zee..." pekik Kania yang sudah bisa menebak jika ini pasti ulah Zee.
Zee terkekeh membayangkan betapa kesalnya Kania karena tidak bisa pulang cepat, "Biar tau rasa Thu nenek sihir," ucap Zee.
Deril melihat kearah istrinya sambil menggelengkan kepala.
"Kamu niat banget sih buat ngerjain dia? bahkan udah sedia alatnya segala," Deril benar-benar tidak habis pikir dengan Zee.
"Iya dong,aku Thu udah nyium niat busuk Kania,makanya aku udah siapin semuanya dari rumah," jawab Zee.
"Tadi aku pikir kamu benar-benar marah lho,aku sampai takut," ucap Deril.
Zee melihat kearah Deril yang sedang mengemudi itu, "Kan udah aku bilang aku percaya sama suami aku," Zee memeluk bahu Deril.
__ADS_1
Deril tersenyum sambil mengusap kepala Zee dan juga mengecupnya sekilas.
"Mumpung udah sampai sini,kita jalan-jalan dulu ya,katanya ada taman yang bagus," ajak Zee.
"Iya sayang," ucap Deril.
Zee merasa senang dan kembali mempererat pelukannya.
Matahari terbenam,siang berganti malam.
Kania masih dibengkel menunggu sopir mengganti ban mobilnya.Ia benar-benar terlihat kesal,niatnya mau bikin hubungan Deril dan Zee rusak,malah ia yang harus sampai malam belum bisa pulang.
Karma Kania.
Sementara pasangan Uwu ini sedang berjalan-jalan diTaman Seribu Lampu,mereka terlihat sangat bahagia bisa menghabiskan waktu bersama sambil mengambil foto.
Merekapun duduk dilesehan yang ada dipinggir taman untuk makan malam.
Deril ingin menyuapi Zee,tapi Zee tidak mau dan memilih makan sendiri.
"Kenapa,malu?" tanya Deril.
Zee tersenyum dan menganguk,karena banyak orang disana.
"Masih punya malu juga," ejek Deril.
"Ih..." Zee mencubit lengan suaminya itu.
Merekapun kembali makan dengan bahagia.
Dalam perjalanan pulang,Zee terus memeluk lengan Deril hingga iapun tertidur pulas.
Kania masih dijalan,tapi tiba-tiba mobil yang ia tumpangi kembali berhenti ditengah jalan.
"Kenapa lagi sih pak?" tanya Kania dengan wajah kesal.
Kania mendengus kesal, "Kok bisa mogok sih,tadi gak dicek sekalian mesinnya," keluh Kania.
"Lupa Bu,tadi cuma ganti ban doang," jawab Sopir.
"Ya udahdeh,saya pesan taxi aja," Kaniapun turun dari mobil,tapi tiba-tiba dia menginjak genangan air yang membuat sepatu dan celananya basah juga kotor.
"Ih...kenapa sih,aku sial melulu," pekik Kania lalu melepas sepatunya dan terpaksa berjalan dengan kaki telanjang.
Deril mengangkat tubuh Zee yang masih tertidur menuju kekamar,lalu membaringkannya keranjang.Ia memandangi wajah istrinya dan mengusap pipi Zee dengan lembut.
Deril masih tidak menyangka Zee sama sekali tidak marah dengan kejadian tadi,membuatnya semakin mencintai wanita yang sedang terlelap itu.Iapun mengecup lembut kening Zee,lalu segera menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Keesokan harinya,Kania keruangan Yoga untuk menyerahkan berkas laporan kemarin.
Yoga memeriksanya dengan teliti.
Kania menguap terus dan terlihat masih mengantuk.
"Kamu kenapa?tumben masih ngantuk?" tanya Yoga karena tidak biasanya Kania mengantuk dijam kerja.
"Saya baru sampai rumah jam 2 pagi,makanya saya masih mengantuk," jawab Kania.
Yoga mengerutkan keningnya, "Kok bisa,bukannya kamu pergi sama pak Deril,"
"Ceritanya panjang pak,yang pasti pak Deril sudah pulang duluan sama istrinya," jawab Kania dengan wajah kesal.
"Ya sudah,saya izinin kamu istirahat,biar saya yang ngurus laporan ini," ucap Yoga.
__ADS_1
"Makasih pak," Kaniapun meninggalkan ruangan Yoga.
Deril masih belum berangkat,ia membangunkan Zee yang masih terlelap.
"Sayang bangun aku mau berangkat kekantor," ucap Deril sambil menepuk pelan pipi Zee.
Zee menggeliat dan membuka matanya perlahan.
"Aku kekantor dulu ya," ucap Deril.
Zee menahan tangan Deril dan memajukan bibirnya.
Deril tersenyum dan mengecup bibir istrinya itu, "Udah,"
Zee menggelengkan kepalanya, "Masih kurang,"
Deril berdecik,iapun kembali mencium bibir Zee dan memberikan sedikit *******.Zee sangat menikmatinya dan justru tidak mau melepaskan ciuman mereka.
Deril melepaskan ciuman Zee dengan nafas terengah, "Kalo kaya gini,aku bisa telat pergi kekantor," ucap Deril.
"Siapa yang peduli," Zee melingkarkan tangannya keleher Deril dan kembali mencium bibir suaminya itu,pagi yang sejuk itu sudah terasa panas bagi mereka.
Yoga masih serius bekerja diruangannya,ponselnya berbunyi,telfon dari Reva.
Yoga mengangkatnya, "Halo Reva,"
"Halo kak,lagi sibuk ya?" tanya Reva.
"Iya ini masih banyak kerjaan dikantor," jawab Yoga masih sambil bekerja.
"Oh..."
"Emang ada apa?" tanya Yoga.
"Enggak,aku cuma mau kak Yoga nemenin aku keseminar sore ini,tapi kalo kak Yoga lagi sibuk gak papa kok,aku pergi sendiri aja," ucap Reva.
"Emang jam berapa acaranya?" tanya Yoga.
"jam 4 sore,kakak mau nemenin?" tanya Reva dengan semangat.
"Aku usahain ya,kebetulan aku juga hobi datang keseminar," jawab Yoga.
Reva terlihat sangat senang, "Ya udah kak,nanti aku kirim alamatnya ya,kita ketemu disana,"
"Ok..." jawab Yoga lalu menutup telefonnya.
Reva melompat kegirangan,meskipun sudah dilarang oleh mamanya Reva tidak akan menyerah begitu saja untuk bisa mendapatkan cinta Yoga.
Deril merebahkan tubuhnya yang berkeringat dan berbalut selimut dengan nafas terengah.
"Thukan aku jadi keringetan lagi,gara-gara kamu neh," ucap Deril.
Zee memeluk tubuh suaminya, "Tadikan aku cuma minta cium,kamukan yang minta lebih," ucap Zee membela diri.
"Kamu emang gak pernah mau kalah," Deril mencolek hidung istrinya itu.
Zee tersenyum melihat Deril yang terlihat kesal.
"Ya udah,aku mandi dulu,aku harus kekantor," ucap Deril.
"Ikut," Zee mengulurkan tangannya.
Deril menghela nafas,iapun mengangkat tubuh Zee menuju kamar mandi untuk mandi bersama.
__ADS_1
Yah,hubungan suami istri yang harmonis sudah biasa melakukan hal seperti itu.
**Like and comment***