Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Bab 62


__ADS_3

Dikantor,Zee terlihat senang saat makanan pesenannya sudah datang,iapun langsung membuka dan melahapnya,Andre berjalan mendekati Deril.


"Pak bos," ucap Andre sambil memberikan bondnya.


Deril mengerutkan kepalanya, "Emang dia belum bayar?"


"Udah,cuma 100 ribu,masih kurang," jawab Andre.


Deril melirik kearah Zee yang sedang makan itu,iapun mengambil dompet dan membayar sisanya.


"Makasih," jawab Andre lalu segera keluar dari ruangan Deril.


Deril berjalan menghampiri Zee dan ingin mengambil makanan dimeja.


Zee menahan tangannya, "Tadi katanya gak mau," ucap Zee.


"Zee,emang kamu bakalan ngabisin semuanya?" tanya Deril.


"Habis dong," jawab Zee.


Deril duduk disamping Zee, "Nanti kamu gendut lho,lihat pipi kamu udah Segede bakpau," ejek Deril.


"Ih,.." Zee memegangi pipinya,Deril tersenyum dan kembali mengambil makanan saat berhasil membuat Zee kesal.


"Jangan banyak-banyak," keluh Zee.


"Cuma satu potong Zee," ucap Deril sambil mengunyah makanannya.


Zeepun kembali makan dengan lahap.Deril tersenyum dan mengusap kepala istrinya itu.


Saat senja mulai datang,Yoga masih menunggu Reva sambil bersandar didepan mobilnya.


Reva yang baru keluar dari gerbang sekolah langsung menghampiri pria tampan itu.


"Kak Yoga," sapa Reva.


Yoga tersenyum melihat gadis mungil yang berdiri sambil tersenyum menatapnya.


"Ada apa?kenapa kak Yoga jemput kesini?" tanya Reva.


"Yuk,aku anterin pulang," ajak Yoga.


Reva menganguk dan mereka segera masuk kedalam mobil.


Yoga mengambil paperbag dibelakang dan memberikannya pada Reva.


Reva terlihat heran, "Apa ini?"


"Tadi kebetulan aku keacara launching boutique baru,tiba-tiba aku keingat kamu terus aku beliin deh," ucap Yoga lalu melajukan mobilnya.


Reva mengintip isi ditas itu dan terkejut melihat baju cantik yang dibelikan Yoga.


"Serius ini buat aku?" tanya Reva memastikan.


"Iya," jawab Yoga.


Reva terlihat sangat senang mendapat hadiah pertama dari pria yang ia sukai.


"Makasih ya kak," ucap Reva dengan senyum bahagianya.


Yoga tersenyum, "Oya,besok wekend,kita jalan-jalan yuk!"


Reva langsung antusias, "Mau kemana?"


"Kamu maunya kemana?" tanya Yoga.


Reva terdiam dan berpikir.

__ADS_1


"Ketaman bermain,pasti seru," jawab Reva.


"Ya udah besok kita kesana," ucap Yoga.


Reva terlihat sangat senang,Yoga tersenyum geli saat mendengar Reva mengajak ketaman bermain,benar-benar seperti bocah.


Boutique masih terlihat ramai pengunjung saat Deril dan Zee sampai disana.


Merekapun masuk untuk melihat-lihat dan sudah disambut oleh pemiliknya langsung.


"Mari silakan,karena baru launching jadi ada promo diskon 20%," ucap Alena dengan senyum manisnya.


Deril terdiam saat melihat Alena, "Kamu Alenakan anaknya pak Abi?" tanya Deril.


Alena melihat Deril, "Oh,iya"


Zee mulai melirik kearah suaminya.


"Jadi ini boutique kamu?keren," puji Deril.


"Makasih," jawab Alena.


"Oya,ini istri saya,namanya Zee," ucap Deril memperkenalkan istrinya.


"Hai aku Alena,"


"Zee..." jawab Zee dan mereka bersalaman.


"Ya udah kalian lihat-lihat dulu ya,siapa tahu ada yang cocok," ucap Alena lalu pergi untuk menemui pengunjung lainnya.


Deril tersenyum, "Dia baru lulus lho,tapi udah bisa buka boutique sebesar ini,keren ya," ucap Deril.


"Kamu kelihatan akrab banget sama dia?" tanya Zee dengan kecurigaan penuh dimatanya.


Deril tahu istrinya sedang cemburu tapi menggoda Zee disaat seperti itu pasti sangat seru.


Zee menatapnya tajam.


"Tapi aku bilang,aku udah punya istri,lagi hamil lagi," imbuh Deril.


Zee berjalan keluar boutique,Deril mengikutinya.


"Mau kemana?" tanya Deril.


"Pulang,"


"Katanya mau lihat-lihat,"


"Gak jadi," jawab Zee dengan kesal lalu segera kembali naik kedalam mobil dengan wajah cemberut.


Deril terkekeh dengan tingkah istrinya yang sedang cemburu,iapun kembali kekemudi.


"Kita Thu buang-buang waktu tau gak kesini," keluh Deril yang mulai melajukan mobilnya.


"Bukannya kamu seneng ketemu sama anaknya pak Abi,cantik,pinter,udah bisa buka boutique lagi," sindir Zee.


Deril nyengir, "Kenyataannya,aku lebih tertarik sama cewek bodoh yang juga bawel,"


Zee mendengus kesal tapi hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan Deril.


Deril tersenyum melihat istrinya yang malu-malu kucing itu.


Malam menyapa,Alena sedang makan malam bersama keluarganya.


"Gimana Alena,Yoga pria yang baikkan?" tanya Riana.


"Iya ma,dia baik kok," jawab Alena.

__ADS_1


"Jadi,kamu setujukan dijodohin sama dia?" tanya Riana lagi.


Alena terdiam.


"Ma,jangan terlalu mendesak Alena,diakan masih muda,karirnya masih panjang," ucap Abi.


"Tapi pa,kapan lagi coba kita bisa nemuin calon mantu yang seperti Yoga,baik,sukses dan dari keluarga yang terhormat juga," jawab Riana kekeh dengan keputusannya.


"Tapi mama yakin dia mau dijodohin sama aku?" tanya Alena.


Riana terdiam karena Siskapun belum memastikan jika Yoga setuju.


"Ma,aku gak mau ya kalo pernikahan aku terjadi karena paksaan,aku mau kita saling mengenal dulu,kalo emang cocok baru kita akan nikah," ucap Alena menjelaskan.


"Papa setuju,ya,meskipun perkenalan itu boleh,tapi soal cocok atau tidak biar anak-anak yang menentukan ma,dan kita gak perlu ikut campur,kan mama udah ngenalin Alena,ya sudah biarkan mereka saling mengenal lebih dulu,gak perlu terburu-buru," imbuh Abi.


"Terserahlah," ucap Riana dengan wajah yang sedikit kesal.


Alena dan Abi saling melihat sambil tersenyum.


Dikamar Deril sedang duduk sambil memeriksa pekerjaan dilaptopnya.


Zee masuk sambil menelfon.


"Ya udah yang penting kamu dandan yang cantik aja,tapi jangan lebay,ntar dia malah ilfell lagi," ucap Zee sambil terkekeh dan duduk disamping Deril.


"Siap kak,ya udah aku tidur dulu ya?" ucap Reva.


Zee menutup telefonnya.


"Siapa?" tanya Deril yang masih fokus pada laptopnya.


"Reva,katanya Yoga ngajakin dia jalan," ucap Zee.


Deril langsung menoleh kearah istrinya dengan tatapan tidak percaya.


"Serius,Reva sendiri yang bilang,bahkan dia dibeliin gaun sama Yoga,masih mau bilang kalo Yoga tidak tertarik sama Reva," Sindir Zee.


"Zee,aku cuma takut kalo nanti Reva bakalan kecewa,bukan apa-apa tapi aku rasa Yoga cuma menganggap Reva sebagai adiknya," ucap Deril.


Zee diam dan berfikir.


"Aku gak mau Reva berharap terlalu besar Zee,Yoga itu orang yang pintar dan berpendidikan,karirnya juga bagus,keluarganya terhormat,bukannya aku mau bandingin Reva sama dia,tapi,Reva masih terlalu muda untuk memahami semua itu,harusnya kamu sebagai kakak memberi penjelasan agar dia ngerti sama posisinya," ucap Deril dengan penekanan.


Zeepun mulai cemas jika mengingat semua itu,dan memang benar yang dikatakan Deril,ya meskipun nanti Yoga menerima Reva tapi bagaimana dengan keluarganya.


"Zee,aku tahu,kamu mau bantuin Reva,tapi sebelum Reva melangkah lebih jauh,tolong kamu nasehatin dia ya,aku gak mau nantinya Reva malah sakit hati," ucap Deril sambil mengusap kepala Zee.


"Ya udah,nanti biar aku coba bicara sama Reva,lagian aku gak mau dia ngerasain apa yang aku rasain dulu,ditolak Thu gak enak," ucap Zee yang justru menyindir suaminya.


Deril melirik kearah istrinya, "Zee,gak usah mulai dech,"


"Kenapa?emang bener kok,kamu Thu gak pernah tahu rasanya sakit hati ditolak,makanya bisa ngomong seenaknya,sedangkan aku udah Khatam," ucap Zee sambil berdiri.


Deril semakin terlihat kesal dengan ucapan istrinya itu,iapun menarik tubuh Zee hingga jatuh dipangkuannya lalu menggelitik tubuh Zee hingga Zee menggeliat kegelian.


"Aduh...aduh...ampun," pekik Zee.


Deril melepaskan tubuh istrinya, "Makanya jangan suka ngejekin suami sendiri," ucap Deril.


Zee terkekeh, "Biarin," iapun buru-buru pergi takut Deril menyerangnya lagi tapi justru ia menyenggol laptop Deril hingga jatuh kelantai.


"Prakkkk" Keduanya terkejut dan tertegun melihat laptop yang sudah pecah itu.


"Zee...." Teriak Deril yang terlihat marah.


"Maaf," ucap Zee dengan wajah memelas.

__ADS_1


__ADS_2