Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Bab 72


__ADS_3

Beberapa hari berlalu,Reva sudah mulai sehat dan kembali kerumahnya.


Disiang yang terik itu,Zee dan Deril sedang bercengkrama dengan Farah dan Adi,kebetulan sedang wekend,jadi Deril mengajak Zee berkunjung sekalian menengok keadaan Reva.


"Tingtung" bel rumah berbunyi.


"Biar aku yang buka ma," Zee melangkah pelan kearah pintu dengan perutnya yang sudah semakin membesar,kehamilan Zee telah memasuki bulan ke-5.


Zee membuka pintu dan tertegun saat melihat siapa yang datang.


"Siang Zee," sapa Yoga bersama mama dan dua orang lelaki yang sudah setengah baya dibelakang mereka,ditambah beberapa barang yang mereka bawa serta pakaian rapi yang membuat Zee semakin keheranan.


"Om sama Tante dirumahkan?" tanya Yoga.


Zee menganguk pelan dengan wajahnya yang masih kikuk, "Silakan masuk!"


Yoga masuk bersama rombongannya,dan Zee mempersilakan mereka duduk diruang tamu.Lalu ia segera keruang tengah untuk memberitahu keluarganya dengan wajah panik.


"Ma..pa..." panggil Zee dengan wajahnya yang panik membuat semuanya heran.


"Yoga didepan sama mamanya dan dua orang lagi,kayanya mau ngelamar deh," ucap Zee.


"Hah?" pekik Adi,Farah dan Deril bersamaan.


"Kamu serius Zee?" tanya Adi memastikan.


Zee menganguk dan membuat semuanya ikut panik,pasalnya mereka belum ada persiapan apapun.


"Kok bisa sih ngelamar dadakan kaya gini,mereka gak bisa ngasih kabar dulu apa?" keluh Deril.


"Begini saja,Deril kamukan udah agak rapi,jadi temui mereka dulu,dan Zee kamu pesen makanan ya dari Restoran kamu,biar mama sama papa siap-siap dulu," ucap Farah berusaha mengatur semuanya agar berjalan dengan baik.Semua menganguk dan segera menjalankan misi masing-masing.


Zee menyuruh bibi mengantarkan minuman dan juga camilan kedepan seusai menelfon pegawainya untuk mengantarkan makanan,untung diwekend Restoran tetap buka,kalau tidak akan semakin panik mereka.


Deril mempersilakan semuanya untuk minum,iapun melirik kearah Yoga dan memberinya kode untuk berbicara berdua.


Yogapun menganguk, "Ma,aku kebelakang sebentar ya," ucap Yoga.


Siska menganguk,Yogapun mengikuti calon kakak iparnya itu.


"Kamu kok gak bilang kalau mau kesini bawa rombongan," tegur Deril tanpa basa basi karena sudah menahannya sedari tadi.


Yoga mengerutkan keningnya,Saat itu Farah dan Adi sudah siap dan menghampiri mereka,begitupun Zee.


"Tapi,aku udah bilang keReva kalau mau kesini buat ngelamar dia," jawab Deril membuat semuanya tertegun.


"Reva gak bilang," ucap Farah.


"Apa dia lupa hal sepenting itu?" ucap Adi dengan wajah bingung.


"Gak lupa kok pa," Reva turun dengan baju yang sudah rapi dan dengan santai tersenyum tanpa perasaan bersalah setelah membuat semua orang panik.


"Reva,inikan acara penting,harusnya kamu bilang dari awal sama papa dan Mama," ucap Farah.


"Kan aku mau bikin surprise buat kalian,Akh.." Satu hadiah jitakan langsung mendarat kekepala Reva dari kakak tercintanya.


"Dasar anak kecil,mana ada surprise Kaya gini,kamu bikin panik tau gak," ucap Deril.


"Ih,sakit tau'," keluh Reva sambil mengusap kepalanya yang dijitak Deril.

__ADS_1


"Lagian,masih kecil mau nikah,kamu cuma bakalan nyusahin Yoga," imbuh Deril membuat Zee langsung mencubit lengannya,Derilpun melotot kearah istrinya itu, "Zee,"


"Rasain Thu," ejek Reva melihat kakaknya teraniaya.


Yoga hanya terkekeh melihat tingkah mereka.


"Udah-udah,inikan udah terlanjur,yang penting sekarang kita sudah siap," ucap Adi melerai kedua anaknya yang masih bersitegang.


Semuanya diam dan bersiap untuk memulai acara lamaran itu.


"Jadi maksud kedatangan kami kemari untuk melamar nak Reva agar mau menerima Yoga sebagai calon suaminya," ucap Om Yoga mewakili keluarga.


Adi dan Farah saling melihat,Farah menganguk memberikan kode pada Adi.


Adi sudah bersiap untuk memberi jawaban.


"Aku mau kok Om," jawab Reva yang membuat semua mata langsung tertuju padanya.


Adi menundukkan kepalanya karena malu,Farah yang kesal langsung mencubit lengan putrinya itu,membuat Reva menunduk.Deril menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang mulai konyol,sementara Zee terkekeh sembari menyembunyikan wajahnya dipundak suaminya.


Yogapun tersenyum malu.


"Oh...Bagus dong,kalau Reva langsung setuju," ucap Siska yang melihat keluarga besan terlihat kikuk.


"Iya,tapi mohon maaf ,Revakan masih sekolah,dan sebentar lagi dia akan menghadapi ujian,alangkah baiknya jika Reva berskonsentrasi dulu pada pendidikannya," ucap Adi.


"Itu tidak masalah pak,merekakan bisa menikah setelah Reva lulus," ucap Siska.


Adi melihat Reva, "Tapi bukannya Reva mau kuliah dulu keluar negeri?"


Reva menetap wajah papanya, "Gak kok pa,aku udah batalin,aku mau kuliah disini aja,setelah menikah," ucap Reva yang terlihat malu-malu sambil menatap Yoga.


Keluarga Reva hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol Reva yang malu-maluin.


"Ya sudah,kalo memang Reva sudah memutuskan kita bisa apa?" ucap Adi membuat suasana damai,karena lamaran ini otomatis sudah diterima.


Siska memasangkan cincin tanda lamaran dijari manis Reva,lalu memeluk dan mencium keningnya.


Reva terlihat sangat bahagia,bahkan ia ingin melompat saat itu juga,tapi berusaha keras menahannya.


Seusai lamaran,merekapun makan bersama layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul.


Reva sedang bersama keluarganya diruang tengah setelah acara selesai.


"Lain kali kalo ada tamu,jaga sikap kamu Reva,jangan malu-maluin," ucap Farah menatap putrinya yang sedang cengengesan sambil memainkan cincin dijarinya.


"Tau neh,jadi cewek kok gak jaim banget,sama kaya kakak iparnya," ejek Deril sukses membuat Zee menatapnya dengan sinis.


"Kenapa kaya aku coba?" keluh Zee.


"Emang benerkan,kamu gak ingat waktu kamu dijodohin sama aku,sama sekali gak punya malu,ngebet," ejek Deril pada istrinya itu.


Zee mendengus kesal membuat suaminya terkekeh.


"Deril,kamu gak boleh ngomong kaya gitu,kenyataannya kamu sekarang yang cinta matikan sama Zee,yakan Zee?" bela Adi membuat Zee tersenyum.


Deril berdecik kesal, "Dari awal papa emang lebih sayang sama Zee daripada aku,"


"Kamu iri sama aku?" sindir Zee.

__ADS_1


Deril menatap istrinya itu,yang sengaja mengejek Deril.


"Udah,yuk pulang," ajak Deril.


"Gak mau,aku mau nginep disini aja!" jawab Zee sengaja membuat Deril bertambah kesal.


"Udah sana kakak pulang sendiri,biarin kak Zee tidur disini," ejek Reva.


Deril memicingkan mata melihat keluarganya yang sepakat membela Zee.


Iapun langsung mengangkat tubuh Zee membuat Zee sedikit terkejut.


"Gak akan aku biarin Zee tidur disini," Deril membawa Zee menuju kemobil,meskipun Zee berteriak minta diturunkan.


Yang lainpun hanya tertawa melihat tingkah Deril dan Zee.


Deril memasukkan Zee kedalam mobil,Zee memukulnya pelan, "Ih,kan aku udah bilang gak mau pulang," ucap Zee.


Deril menatap wajah Zee dari jarak dekat dan membuat Zee menggigit bibir bawahnya dan mengalihkan pandangannya.


"Ya udah iya,kita pulang," ucap Zee.


Bukannya segera pergi,Deril justru melahap bibir istrinya itu,membuat Zee langsung memejamkan matanya,Deril ******* bibir Zee dengan ganas,membuat Zee yang kehabisan nafas mendorong tubuh kekar Deril.


Zee menatap Deril dengan kesal,nafasnya terengah.


Deril nyengir, "Makanya jangan suka ngelawan suami," Deril berdiri dan menuju kekemudi.


"Yuk,kita lanjutin dirumah,ya sayang," ucap Deril sembari mengusap perut Zee.


"Gak mau," jawab Zee dengan kesal.


Deril tersenyum sembari menyalakan mesin mobilnya ,"Aku paksa!"


Zee menatap Deril dengan sinis,tapi Deril tidak mempedulikannya dan segera melajukan mobilnya.


Malam yang sangat panas,nafas Zee memburu,keringat membasahi seluruh tubuhnya,Deril mengecup lembut Dahi istrinya lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Deril mengusap keringat didahi Zee sembari menatap wajah sensual istrinya yang semakin terlihat cantik saat berkeringat seperti itu.


"Masih marah?Hem?" Deril mengecup pundak istrinya itu.


Zee masih diam dan enggan menjawab pertanyaan suaminya.


"Mau lagi?" tanya Deril sengaja menggoda Zee.


"Ih," Zee menjambak rambut Deril karena merasa kesal.


"Akh,...Zee sakit," keluh Deril.


"Biarin,makanya jangan suka maksa aku," ucap Zee masih dengan nada kesal tapi terlihat senyum tipis dibibirnya.


"Jadi kamu kepaksa? Trus yang bilang mau lagi tadi siapa? lagi sayang,..ayo..Hem?" sindir Deril dengan senyum diwajahnya.


"Ih,enggak,kapan,aku gak ingat," Zee berusaha menyembunyikan rasa malunya.


"Mau aku ingetin lagi," Deril mendekati wajah istrinya.


Zee terdiam kalo sudah seperti ini,.emang Zee bisa menolak,justru dia yang memancing dengan mengalungkan tangannya keleher Deril.

__ADS_1


Deril tersenyum dan langsung kembali menerkam istrinya itu.


__ADS_2