Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Saingan Yang Berat


__ADS_3

"Tapi pa,umur merekakan beda jauh,lagian Reva juga masih sekolahkan," ucap Farah yang masih membantah Adi.


"Ma,merekakan gak mau menikah besok," ucap Adi membuat Farah terdiam.


Reva langsung memeluk Papanya, "Papa emang papa terbaik diseluruh dunia,"


"Papa setuju bukannya papa bebasin kamu,kamu harus bisa jaga diri dan kepercayaan papa,ngerti," ucap Adi dengan tegas.


"Siap bos,lagian kak Yoga juga belum mau jadi pacar aku,katanya aku harus konsen sama sekolah dulu," ucap Reva dengan wajah cemeberut.


"Bener itu,mama setuju sama Yoga," ucap Farah.


"Yah,kalo itu mah,papa terserah Yoga aja,tapi papa dukung kalo kamu mau terus usaha tapi jangan lupa belajar,jadiin ini sebagai semangat kamu untuk jadi lebih maju,bukannya Yoga suka cewek yang pintar?," ucap Adi.


Reva tersenyum, "Iya,aku janji akan terus belajar dan jadi cewek yang pintar supaya bisa dapetin hatinya kak Yoga," ucap Reva dengan semangat.


Adi tersenyum dan mengusap kepala putri kecilnya yang sudah mulai tumbuh dewasa itu.


Farah hanya menggelengkan kepala melihat kekompakan papa dan anaknya.


Yoga baru sampai dirumahnya,Siska sudah menunggu sedari tadi.


"Kamu baru pulang?" tanya Siska.


Yoga mencium tangan mamanya, "Iya ma,ada urusan,"


"Oya,besok mama ada undangan peresmian boutique anak temennya mama,kamu ikut ya," ajak Siska penuh harap.


"Kok aku ikut,buat apa?" tanya Yoga.


"Yoga,anaknya temen mama itu masih sigle,cantik dan pintar,dia baru lulus dari luar negeri,dan langsung bikin usaha boutiqe,pasti kamu bakalan cocok," ucap Siska menjelaskan dengan semangat.


Yoga menatap malas, "Mama gak lagi mau jodohin aku sama diakan?"


"Ya,kalo kalian cocok kenapa enggak," ucap Siska.


"Tapi ma,aku banyak kerjaan dikantor," ucap Yoga mencari alasan karena malas.


"Ya udah,kalo kamu gak mau,mama juga gak mau pergi kesana," ucap Siska dengan wajah sedih.


Yoga tidak pernah tega melihat mamanya sedih,ia menghela nafas, "Ya udah iya,aku anterin mama kesana,tapi janji kalo aku gak suka sama anak temen mama itu,mama gak boleh paksa aku," ucap Deril.


"Iya mama janji," jawab Siska.


"Ya udah,aku kekamar dulu,mau mandi," ucap Yoga yang langsung menuju kekamarnya.


"Mama yakin,kamu pasti gak akan bisa nolak," gumam Siska.


Keesokan harinya,Deril dan Zee pergi kerumah Farah untuk meminta maaf.


Kebetulan mereka sedang sarapan,Deril dan Zeepun ikut bergabung bersama.


"Ma,soal Reva semalam,maafin Zee ya,harusnya Zee gak ngajarin Reva bohong sama mama,Zee benar-benar minta maaf ma," ucap Zee yang terlihat menyesal.


"Ini bukan salah kak Zee kok,orang aku yang punya ide," ucap Reva.


"Udah-udah,mama udah maafin kalian berdua kok,lagian papakan udah dukung Reva,mama bisa apa," ucap Farah.


Deril dan Zee langsung melihat kearah Adi dan Reva.


"Papa setuju kalo Reva suka sama Yoga?" tanya Deril memastikan.


"Iya Ril,menurut papa Yoga anak yang baik,sopan dan juga pintar,kamu juga pasti berpikir seperti itukan?" ucap Adi.


Deril tersenyum, "iya pa,lagian belum tentu jugakan Yoga mau sama Reva," ucap Deril sengaja menggoda adiknya.


"Kak..." pekik Reva dengan wajah cemberut.


Deril terkekeh,Zee mencubit lengan Deril.


"Apasih?" pekik Deril yang kesakitan.


"Kamu tenang aja Reva,jangan dengerin ucapan kakak kamu yang rese ini,kamu tahukan dulu dia sombongnya kaya apa waktu nolak aku,dan sekarang bahkan ditinggal sedetik aja udah kangen," ucap Zee menyindir suaminya.

__ADS_1


Deril berdecik kesal, "Siapa yang kangen,kamu atau aku?"


"Kamu," jawab Zee.


Reva hanya tersenyum dan semakin semangat,sementara Adi dan Farah terkekeh melihat anak dan menantunya yang masih berdebat itu.


Acara peresmian boutique dimulai,gadis cantik,tinggi, dengan rambut panjangnya yang terurai itu memotong pita.


Semua bertepuk tangan termasuk Yoga dan Siska yang hadir disana.


Seusai acara semua tamu dipersilakan untuk melihat-lihat dan menikmati jamuan yang sudah disiapkan.


Siska mengajak Deril menemui temannya.


"Jeng,selamat ya," ucap Siska pada Riana sambil cipika cipiki.


"Makasih ya,udah mau datang keacaranya Alena," ucap Riana.


"Oya,ini putra saya,yang sering saya ceritain,namanya Yoga," Siska memperkenalkan Yoga dengan semangat.


"Siang Tante," sapa Yoga dengan sopan.


Riana tersenyum melihat Yoga,iapun memanggil Alena.


"Alena,"


Alenapun berjalan mendekat, "Ini anaknya temen mama,namanya Yoga," ucap Riana memperkenalkan Alena pada Yoga.


"Hai,aku Alena," ucap Alena sembari mengulurkan tangannya.


Yoga menyambut uluran tangan itu sambil tersenyum,"Yoga,"


Siska dan Riana saling melirik dan memberi kode.


"Oya,Yoga mama masih ada urusan sama Tante Riana,kamu lihat-lihat dulu ya," ucap Siska.


"Ma,tapi aku ada kerjaan dikantor," ucap Yoga.


"Bentar aja," ucap Siska.


"Iya ma," jawab Alena.


Siska dan Rianapun meninggalkan mereka,Yoga sudah tahu betul jika itu rencana mamanya.


"Kamu mau lihat-lihat apa?biar aku temenin," tanya Alena.


Yoga terdiam dan berpikir dan tiba-tiba melintas Reva dikepalanya, "Ada baju buat cewek remaja?"


Alena menganguk, "Ada,yuk!" ajak Alena.


Yogapun mengikuti Alena untuk melihat-lihat baju yang ia inginkan.


Sangat banyak pilihan baju yang disediakan diboutiqe milik Alena,Alena menunjukkan beberapa baju yang cocok untuk remaja masa kini,anggun dan juga simple tapi sangat kekinian.


"Aku ambil yang ini ya?" ucap Yoga menunjuk gaun cantik berwarna plum.


Alena menganguk dan menyuruh pegawai untuk membungkusnya.


"Kamu beli buat siapa?buat adik kamu?" tanya Alena.


Yoga menganguk, "Iya,"


Alena tersenyum, "Mau lihat-lihat lagi?"


"Boleh," jawab Yoga,merekapun berkeliling boutiqe untuk melihat-lihat barang lainnya.


Meskipun baru kenal mereka terlihat cukup akrab karena saling nyambung saat mengobrol.


Sepulang dari rumah Adi,Zee ikut Deril kekantor,bukan untuk bekerja hanya menemani,ia justru duduk santai disofa sambil bermain ponsel sedangkan suaminya sedang sibuk bekerja.


"Sayang,aku lapar," ucap Zee.


"Bentar lagi Zee,inikan belum jam makan siang," ucap Deril yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Tapikan aku laper,nanti kalo baby-nya kelaparan gimana?" Zee merengek.


"Kamu pesan online aja ya,atau suruh Andre deh buat beliin apa yang kamu mau," ucap Deril.


Zee mengerucutkan mulutnya,iapun beranjak keruangan Andre yang berada tepat didepan ruangan Deril.


"Andre," panggil Zee.


"Iya bu,ada apa?" tanya Andre dengan sopan.


"Jangan panggil bu,emang gue ibu Lo apa?" ucap Zee dengan kesal.


"Zee,inikan dikantor,nanti pada salah paham lagi kalo aku gak panggil kamu Bu," bisik Andre sambil lihat kanan kiri.


"Terserah deh,neh,beliin gue makanan," Zee memberikan uang pada Andre.


"Makanan apa?" tanya Andre.


"pizza,burger,spagetti sama minumnya lemon tea dan milkshake," ucap Zee.


Andre menganga, "Banyak banget,mana cukup uangnya," keluh Andre.


"Udah ngutang dulu,nanti minta sama pak Bos," ucap Zee.


"Oke," Andrepun langsung OTW.


Zee tersenyum dan kembali keruangan Deril dan duduk disofa.


Andre adalah teman lama Zee sejak dibangku kuliah,ia tahu Andre sangat pintar dan juga penurut,makanya Zee sengaja memilih Andre menjadi sekertaris Deril.


"Udah?" tanya Deril.


"Udahlah,Andrekan nurut,kalo disuruh langsung berangkat,gak kaya suami aku," sindir Zee.


Deril melirik kearah Zee, "Akukan masih sibuk,"


"Iya-iya tahu," ucap Zee lalu berbaring disofa sambil melihat ponselnya.


"Ada boutiqe yang baru launcing neh,nanti kita mampir kesana ya,buat lihat-lihat," ajak Zee.


"Ajak aja Andre,diakan nurut pasti mau," ucap Deril sengaja menggoda Zee.


Zee menatap sinis kearah suaminya itu dengan wajah kesal.Derilpun terkekeh melihatnya.


Deril sama sekali tidak cemburu kepada Andre,karena dia tahu Andre pure hanya teman Zee bahkan Andre juga sudah berkeluarga dan memiliki 3 anak,tapi menggoda Zee adalah hiburan tersendiri untuk Deril.


Yoga dan Siska dalam perjalanan pulang.


"Gimana?cantikkan?" tanya Siska.


"Hem," jawab Yoga.


"Kamu tertarik gak?kalian terlihat serasi lho," ucap Siska lagi.


"Ma,udahlah nanti kalo jodoh juga gak kemana," ucap Yoga.


"Tapi kalo kamu gak bergerak jodoh juga gak bakalan jatuh dari langit," bantah Siska.


"Terus mama mau aku gimana?" tanya Yoga.


"Ya,kamu harus deketin dia dong,atau kamu mau mama langsung ngelamar dia buat kamu?" tanya Siska.


Yoga melihat mamanya sekilas, "Mama,gak ah,aku gak mau," jawab Yoga.


"Lho,kenapa?"


"Kan kita baru kenal,masa udah mau ngelamar aja,lagian aku belum siap buat nikah," jawab Yoga.


"Terus kamu siapnya kapan?nunggu kepala tiga?" bantah Siska yang terlihat kesal dengan tingkah putranya.


"Udahlah ma,nanti aku pikirin lagi," ucap Yoga yang tidak ingin membahas tentang pernikahan.


Siska hanya bisa diam dengan wajah kesal.

__ADS_1


Wah...saingan kamu berat ya Reva.


__ADS_2