Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Cemburu


__ADS_3

Deril dan Zee sedang makan malam bersama Adi dan Farah,sementara Reva tidak ikut karena masih belajar dikamarnya.


"Oya Zee,kenapa kamu gak ikut les privat aja sama Rico?" tanya Farah.


Zee dan Deril berhenti menyendok makanan mereka.


"Ehm...papa setuju,Rico itu anaknya pinter,dia pasti bisa ngajarin kamu," imbuh Adi.


"Ngapain sih les privat segala,gak perlu,gak bikin tambah pinter juga," ucap Deril.


Zee menatap kearah suaminya itu.


"Deril,kamu gak boleh ngomong kaya gitu," ucap Farah.


"Ya udah ma,aku mau kok ikut les sama Rico,siapa tahu aku bisa lulus tahun ini,biar gak dihina terus sama suami," ucap Zee sambil melirik kearah Deril.


Deril menatap tajam kearah Zee.


"Bagus Zee,kamu harus buktikan keanak papa yang sombong ini kalo kamu bisa," ucap Adi memberi semangat.


"Siap pa," jawab Zee.


"Ya udah,nanti biar mama yang ngomong sama Rico buat ngajarin kamu juga mulai besok," ucap Farah.


Zee tersenyum senang, "Makasih ya ma,"


Deril membanting sendok karena kesal,mereka seperti sedang mengeroyok Deril.


Derilpun beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" tanya Zee.


"Keneraka," jawab Deril sambil berjalan menuju kekamarnya.


Zee mengerucutkan mulutnya,sementara Adi dan Farah terkekeh melihat sikap Deril.


Deril sedang duduk sembari bermain ponsel,Zee masuk lalu menghampirinya.


"Kamu marah karena aku mau ikut Les?" tanya Zee.


"Gak," jawab Deril.


"Terus?kenapa marah?" tanya Zee lagi.


Deril menatap Zee, "Gue gak marah," bentak Deril.


Zee memasang wajah cemberut," Gak marah kok bentak-bentak orang," gumam Zee lalu duduk disamping Deril.


"Tapi aku gak nyangka,ternyata Rico itu pintar,dulu aku gak pernah perhatiin dia sama sekali," ucap Zee.


Deril terlihat kesal, "Jadi Lo nyesel karena udah gak perhatiin dia?hah...sekarang Lo bisa Thu perhatiin dia,karena Lo bakalan ketemu terus sama dia," ucap Deril dengan ketus.


Zee tersenyum, "Ya juga ya,kira-kira dia masih suka gak ya sama aku?" tanya Zee sengaja menggoda Deril.


Deril menghela nafas dan beranjak dari sofa lalu berbaring diranjang.


"Malam ini Lo tidur disofa," ucap Deril.


Zee mendengus kesal, "Ish..."


Keesokan harinya,Deril meminum susu yang sudah disiapkan Zee diatas nakas.


Zee keluar dari kamar mandi setelah bersiap,Deril melihatnya.


"Mau kemana?" tanya Deril.


"Kekampuslah," jawab Zee.


"Gak jadi les sama Rico?" tanya Deril.


"Lesnyakan nanti sore habis dari kampus," jawab Zee.


"Oh..ya udah yuk,bareng sama gue," ajak Deril.


Zee terdiam mendengar ajakan Deril,ini pertama kalinya Deril mau mengantarkan Zee kekampus,karena biasanya Zee naik taxi online.


"Serius,kamu bilang arah kantor sama kampus berlawanan," sindir Zee.


"Kalo gak mau ya udah," Deril melangkah pergi.


"Mau dong," Zee segera mengambil tasnya dan mengejar Deril.

__ADS_1


Deril tersenyum melirik Zee dibelakangnya.


Deril sedang ada meting dikantor,entah kenapa hari ini dia kurang fokus,Zee selalu menjelajah keseluruh otaknya,membuat Deril terkadang berhalusinasi,seperti saat sedang meting hari ini Deril malah melamun.


"Zee,kamu maukan jadi pacar aku?" Rico berlutut didepan Zee dengan bunga mawar ditangannya.


Zee dengan malu-malu menganguk dan menerima bunga dari Rico.


Rico terlihat senang,iapun segera berdiri dan memeluk Zee.


"Terus,Deril gimana?" tanya Rico.


"Ngapain sih kita mikirin cowok jutek dan sombong kaya dia,lagipula dia gak pernah cinta sama aku,mendingan aku sama kamu,biarin aja dia kelaut," ucap Zee.


Zee dan Ricopun tertawa bahagia.


"Zee..." pekik Deril.


Semua peserta meting dibuat terkejut dengan teriakan Deril.


Derilpun sadar jika dia hanya sedang berhalusinasi.


"Kamu kenapa?" tanya Adi.


"Gak papa kok pa,maaf," Deril menundukkan kepalanya karena malu,bisa-bisanya dia melamun disaat meting seperti ini.


Kania menatap sinis kearah Deril.


Rico sudah sampai dirumah.


"Tolong ya,kamu ajarin Zee juga,biar dia bisa lulus tahun ini," ucap Farah.


"Siap Tante,saya jamin Zee akan lulus tahun ini,yakan Zee?" Rico melihat Zee yang duduk disamping Reva.


Zee hanya nyengir.


"Ya udah,Tante kekamar dulu ya,kalian mulai belajarnya," Farah menepuk pundak Rico lalu beranjak menuju kekamarnya.


Rico duduk diantara Reva dan Zee.


"Yuk,Reva belajar dulu ya," ucap Rico.


Rico memberikan buku keZee, "kamu baca dulu buku ini,nanti biar aku jelasin,bisa bacakan?" sindir Rico.


Rico terkekeh melihat wajah cemberut Zee.Iapun kembali mengajari Reva.


Meting selesai,Deril menemui papanya saat baru keluar dari ruangan.


"Pa,aku bolehkan pulang duluan?" tanya Deril.


"Kenapa,kamu sakit?" tanya Adi.


"Agak gak enak badan aja,gak papakan?" tanya Deril lagi.


"Ya udah,kamu istirahat ya,nanti biar pekerjaan kamu dikerjain sama Kania," ucap Adi.


"Makasih pa," Derilpun segera pergi.


Kania baru keluar ruangan.


"Kania," panggil Adi.


"Iya pak," jawab Kania.


"Nanti kamu hendel semua kerjaannya Deril,soalnya dia pulang cepet katanya lagi gak enak badan," ucap Adi.


Kania menganguk, "Baik pak," jawab Kania.


Adipun berlalu.


"Deril lagi gak enak badan,apa dia lagi sakit?" gumam Kania yang terlihat khawatir.


Rico sedang mengajari Zee dengan cukup santai sambil bercanda,Zeepun mulai sedikit mengerti dan paham tentang semua yang dijelaskan Rico.


"Oh...ternyata gak sesulit yang gue bayangin," gumam Zee.


Rico tersenyum, "Gak akan terasa sulit kalo kita berusaha," ucap Rico.


Zee melihat kearah Rico ,"Ternyata Lo asyik juga ya,dulu waktu gue les privat,gue bukannya tambah pinter malah jadi tambah Oon,karena gurunya galak banget," ucap Zee.


"Kalo gurunya ganteng kaya gue,pasti Lo cepet pinter," ucap Rico.

__ADS_1


Zee menyunggingkan bibirnya, "Jangan coba-coba ngerayu gue,kalo gak,gue gak mau lagi diajarin sama Lo,"


"Oke-oke,gue gak akan ngerayu istri orang lagi kok," jawab Rico.


Merekapun kembali belajar,saat itu Reva sedang kekamarnya untuk mengambil sesuatu.


Deril sampai didepan rumah,Farah yang sedang menyiram bunga merasa heran melihat Deril yang sudah pulang.


"Lho,kamu kok udah pulang?" tanya Farah.


"Iya ma,aku lagi capek mau istirahat," jawab Deril.


Deril melihat motor Rico yang masih terparkir disana, "Rico masih ngajarin Zee?" tanya Deril.


"Iya,thu didalam," jawab Farah.


"Cuma berdua?" tanya Deril lagi.


Farah melihat Deril, "Sama Reva juga,"


Deril terlihat lega, "Ya udah,aku masuk dulu," Derilpun segera masuk kedalam rumah.


Saat itu Zee sedang tertawa bersama Rico sambil membahas isi buku yang mereka pelajari,sedangkan Reva sedang sibuk mengerjakan latihan.


Deril menghampiri mereka dengan wajah kesal, "Ehemmm," Deril berdehem dengan keras.


Zee dan Rico langsung melihat kearah Deril.


"Kok kamu udah pulang?" tanya Zee.


Deril duduk disofa, "Lagi gak enak badan," jawab Deril.


"Oh..." Zee hanya mengatakan itu lalu kembali konsentrasi pada bukunya.


"Yang ini gimana,udah bener belum?" tanya Zee keRico.


Rico memeriksa pekerjaan Zee.


Deril yang melihat itu terlihat sangat kesal,Zee sama sekali tidak memperhatikannya.


"Udah bener kok," jawab Rico.


Zee terlihat sangat senang, "Yee...akhirnya gue bisa,"


"Kalo Lo mau belajar terus,Lo pasti bisa," ucap Rico memberi semangat.


Zee menganguk sambil tersenyum.


Deril yang sudah tidak tahan berdiri dari duduknya, "Buatin gue jus jambu dan anterin kekamar," ucap Deril sambil beranjak menaiki tangga.


Zee merasa heran dengan sikap Deril.


Deril berhenti dan menoleh kearah Zee, "Sekarang!" Deril melanjutkan langkahnya.


Zee menghela nafas, "Bentar ya," Zeepun beranjak menuju dapur.


Rico menggelengkan kepala melihat sikap Deril yang masih saja jutek keZee,padahal Zee sudah menjadi istrinya sekarang.


Zee masuk kekamar sambil membawa jus jambu pesenan Deril.Ia menghampiri Deril yang sedang duduk disofa, "Neh jusnya,"


Deril mengambil jus itu lalu meminumnya sampai habis.


Zeepun terdiam melihatnya, "Kamu beneran sakit?" Zee mengambil gelas bekas jus dan menaruhnya diatas nakas,lalu memeriksa dahi Deril dengan tangannya, "Tapi gak panas,"


Deril hanya diam lalu kembali duduk.


"Udahkan,aku mau belajar lagi," Zee ingin melangkah pergi.


"Emang belum selesai belajarnya?" tanya Deril.


"Masih sebentar lagi," jawab Zee yang kembali melangkah menuju pintu.


Deril berlari kearah pintu dan mengunci pintunya lalu meletakkan kunci disaku celananya.


Zee mengerutkan keningnya melihat sikap Deril,"Kok dikunci?"


Deril menatap Zee, "Lo gak boleh kemana-mana,disini aja,"


"Tapikan..."


"Udahlah,kalo suami lagi sakit Thu harusnya ditemenin," ucap Deril dengan ketus.

__ADS_1


Zee terdiam mendengar ucapan Deril,senyumnya merekah, "Suami?"


Deril terdiam dan baru menyadari perkataannya.


__ADS_2