Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Usaha Reva


__ADS_3

Deril dan Zee sedang jalan-jalan kemall,karena wekend Zee ingin menghabiskan waktu bersama suaminya itu,Deril hanya mengikuti kemanapun Zee menarik tangannya,membeli baju,sepatu,tas dan acesoris lainnya.


Hingga tangan Deril sudah penuh membawa belanjaan milik Zee.


Setelah puas belanja,mereka duduk dan makan ice cream.


"Masih mau beli apa lagi,Hem,mumpung uang aku masih cukup," Sindir Deril.


Zee melirik kearah suaminya, "Gak ikhlas banget belanjain istri," keluh Zee.


"Gak ikhlas gimana?udah segini banyak," jawab Deril.


Zee hanya diam sambil memakan ice cream ditangannya.


"Oya,besok aku bakalan mulai proyek baru sama 'Yoga company',sering ketemu Kania deh," ucap Deril yang sepertinya sengaja menggoda Zee.


Zee memicingkan matanya, "Pasti seneng banget bisa kerjasama sama mantan," Sindir Zee.


Deril tersenyum "Yah,mau gimana lagi,"


"Ih,.." Zee memukul pelan pundak suaminya itu dengan wajah kesal.


Deril mencium pipi Zee saat bibirnya masih belepotan terkena ice cream.


"Ih,kotor tau'," Zee mengusap pipinya.


"Biarin,habisnya gemes," ucap Deril.


Zee mencolek pipi Deril dengan sendok ice creamnya.


"Zee..." pekik Deril.


Zee terkekeh, "Biarin,habis gemes," balas Zee.


Merekapun melanjutkan keuwuan mereka sampai puas.


Yoga sedang bersantai dipinggir kolam renang,setelah lelah berenang.


Siska menghampirinya dengan amplop cokelat ditangannya.


"Yoga," panggil Siska.


"Iya ma," jawab Yoga.


Siska duduk disamping Yoga dan membuka amplop itu.


"Neh,kamu lihat," Siska memberikan isi amplop itu yang ternyata foto para gadis. "Itu foto anak-anaknya teman mama,siapa tahu ada yang cocok sama kamu,mereka cantik-cantik kok,dan juga pintar,"


"Ma,kan aku udah bilang,aku gak mau dijodohin,lagian aku bisa milih jodoh aku sendiri kok," ucap Yoga mengembalikan foto itu pada Siska tanpa melihatnya.


"Tapi sampai kapan,umur kamu udah semakin dewasa lho,mama juga udah pengen punya menantu,punya cucu," ucap Siska.


Yoga memegang bahu Siska, "Ma,Yogakan masih nyari,emang masih belum ada yang cocok," ucap Yoga.


"Makanya kamu coba deh,kenalan sama anak temennya mama,siapa tahu ada yang cocok," ucap Siska berusaha memaksa.


Yoga menghela nafas dan mengambil foto itu, "Biar aku pertimbangin," ucap Yoga.


"Gitu donk," Siska terlihat senang mendengar jawaban Yoga.


Ya,sebagai putra satu-satunya,Siska sangat berharap Yoga mendapatkan gadis yang baik dan juga pintar,apalagi Yoga yang sudah tidak memiliki seorang ayah.


Keesokan harinya,Deril sedang diruang meting bersama Andre,Kania ada disana juga untuk membahas proyek baru mereka,kali ini Yoga tidak ikut karena ada pekerjaan lain dikantornya.


Kania sengaja ingin duduk disebelah Deril.


Deril menghela nafas, "Andre,kamu pindah sini," pinta Deril lalu bertukar tempat duduk dengan Andre.


Kania terlihat kesal karena Deril terus menghindarinya.


"Oya,besok kita harus survey lokasinya," ucap Kania berharap kali ini dia bisa pergi berdua bersama Deril.


"Hem,biar Andre yang survei,bisakan Dre?"


tanya Deril.


"Siap pak," jawab Andre.


"Tapi apa bisa,diakan orang baru,gimana kalau pekerjaan kita jadi berantakan," ucap Kania.


"Gak akan berantakan,aku jamin," ucap Deril dengan tegas.


Kania hanya bisa diam dan gigit jari karena semua usahanya mendekati Deril sia-sia.


Sore itu,Reva berdiri didepan 'Yoga Company' sambil membawa kue ditangannya,Ia kagum melihat perusahaan besar itu.Iapun masuk dan menuju keResepsionis.


"Iya,mbak ada yang bisa saya bantu," tanya petugas disana.

__ADS_1


"Kok mbak sih,emang aku udah tua apa," keluh Reva.


"Oh,ya dek,ada yang bisa saya bantu?" ulangi petugas itu.


"Aku mau ketemu sama kak Yoga," ucap Reva.


"Sudah ada janji?"


Reva menggelengkan kepala, "Belum,dia kenal sama aku kok,"


"Siapa nama kamu?"


"Reva," jawab Reva.


"Tunggu sebentar ya?" petugas itupun menghubungi Yoga.


Revapun menunggu,Kania baru saja kembali setelah meting,ia menghentikan langkahnya saat melihat Reva.


"Itukan Reva,ngapain dia kesini?" gumam Kania yang memperhatikan Reva dari jauh.


"Baik,Silakan,ruangan pak Yoga ada dilantai 7," ucap petugas recepsionis itu.


Reva terlihat senang, "Makasih," Reva melangkah menuju keruangan Yoga.


Kania berjalan kearah resepsionis.


"cewek tadi ngapain?" tanya Kania.


"Oh,dia mau bertemu dengan pak Yoga," jawab petugas itu pada Kania.


Kania mengerutkan keningnya, "Ngapain Reva mau ketemu sama Yoga?" gumam Kania.


Reva mengetuk pintu.


"Masuk," ucap Yoga.


Revapun membuka pintu dan masuk keruangan Yoga.


"Hai..." sapa Reva.


Yoga tersenyum melihat gadis mungil itu,iapun berdiri dan menghampiri Reva.


"Ngapain kamu kesini?ada yang penting?" tanya Yoga.


Reva menganguk,Yoga mengerutkan keningnya.


Yoga tersenyum, "Ayo duduk,"


Reva terlihat senang dan iapun duduk disofa yang ada diruangan Yoga dan membuka kue yang dia bawa.


"Jadi,apa yang penting?" tanya Yoga.


"Ehm...kak Yoga bilang lagi cari pacarkan,aku udah dapet cewek yang cocok buat kak Yoga," ucap Reva.


Yoga menaikkan kedua alisnya, "Siapa?"


Reva tersenyum malu, "Aku,aku mau jadi pacar kak Yoga,"


Yoga langsung tersedak mendengar ucapan Reva,iapun terkekeh sambil mengusap kepala Reva, "Kamu ada-ada aja,"


"Aku serius,aku udah suka sama kak Yoga sejak pertama kali kita ketemu," ucap Reva meyakinkan.


"Reva,kamu itu masih terlalu kecil,gak usah mikirin soal pacaran dulu," ucap Yoga.


Reva cemberut, "Tapi aku serius,aku mau jadi pacarnya kak Yoga," ucap Reva.


"Aku itu udah anggap kamu kaya adik aku sendiri,gak usah aneh-aneh deh," ucap Yoga.


"Aku gak mau jadi adiknya kak Yoga,aku maunya jadi pacar kak Yoga," ucap Reva kekeh dengan keinginannya.


Yoga terlihat bingung sambil menggaruk pelipisnya.


"Plis...kasih aku kesempatan ya?" pinta Reva.


"Yuk,aku anterin kamu pulang," ajak Yoga.


"Gak mau,aku gak mau pulang sebelum kak Yoga kasih tahu jawabannya," ucap Reva.


Yoga menghela nafas,ia mendekati wajah Reva, "Aku pikirin dulu ya?" jawab Yoga.


Reva terlihat senang, "Yes,Ok,aku bakalan tunggu."


Yoga tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya udah,yuk...anterin aku pulang," ucap Reva dengan semangat.


"Ayuk," jawab Yoga.

__ADS_1


"Kuenya?"


"Bawa aja lagi," jawab Yoga.


Merekapun beranjak pergi.


Saat dilobi Kania melihat Yoga yang pergi bersama Reva.


Kania semakin penasaran,ada hubungan apa Antara Yoga dan Reva.


Adi menemui Deril diruangannya.


"Oya,Ril,tadi mama pesen,pulang kantor kamu disuruh mampir kerumah," ucap Adi.


"Emang ada apa pa?" tanya Deril.


"Papa juga gak tahu,kamu mampir aja biar tahu," ucap Adi lagi.


"Ya udah," jawab Deril.


Yoga dan Reva sampai didepan rumah dan keluar dari mobil,bersamaan dengan Deril yang juga keluar dari mobil.


Keduanya terkejut saat saling melihat.


"Pak Deril,"


"Pak Yoga,"


Reva terlihat bingung, "Kalian udah saling kenal?" tanya Reva.


Deril dan Yoga masih terlihat bingung.


Mereka duduk diruang tamu dan terkekeh ketika mengetahui satu sama lain.


"Ternyata dunia itu sempit banget ya,saya masih gak nyangka kalo pak Deril ini kakaknya Reva,berarti pak Adi papanya Reva dong," ucap Yoga.


"Panggil aja Deril,inikan lagi gak dikantor,lagian Kitakan seumuran," ucap Deril.


"Ok," jawab Yoga.


"Jadi,Reva pasti suka gangguin kamu ya,dia emang gitu,anaknya sedikit nakal," ucap Deril.


"Gak papa kok,saya udah anggap Reva Kaya adik saya sendiri," ucap Yoga.


Reva sedang menunggu Farah yang sedang membuat minuman.


"Sini ma,biar aku aja yang bawa keluar," ucap Reva.


Farah menatap kearah putrinya itu yang seumur-umur baru kali ini mau membantunya.


"Kenapa?" tanya Reva yang heran dengan tatapan Farah.


"Kamu gak lagi sakitkan?" ejek Farah.


"Apaan sih ma," Reva cemberut dan membawa minuman itu keluar.


Farah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Reva menyajikan minuman itu kedepan Yoga dan Deril, "Silakan," ucap Reva dengan sopan.


Deril menaikkan kedua alisnya melihat sikap adiknya yang sedikit aneh.


"Makasih," ucap Yoga.


"Sama-sama" jawab Reva sambil tersenyum lalu duduk disebelah Deril.


Farah keluar dari dapur sambil membawa rantang, "Ril,ini buat Zee," ucap Farah.


"Apaan neh ma?" tanya Deril.


"Sop ayam jahe,Zee kan lagi hamil,bagus makan ini,baik buat kandungan," ucap Farah.


"Makasih ya ma," ucap Deril.


"Silakan nak Yoga,diminum," ucap Farah.


"Baik Tante," jawab Yoga lalu meminum minuman itu.


"Maaf ya,Reva suka nyusahin kamu," ucap Farah merasa tak enak hati pada Yoga.


"Gak papa kok Tante,saya udah anggap Reva seperti adik saya sendiri," ucap Yoga.


"Kok adik sih,akukan mau jadi pacarnya kak Yoga," ucap Reva.


Deril dan Farahlangsung menatap kearah Reva, "Reva!" pekik mereka bersamaan.


Yoga menundukkan kepalanya karena merasa malu dengan ucapan Reva.

__ADS_1


** Bantu like and comment 🙏🙏


__ADS_2