
Pagi menjelang,Reva dengan semangat sudah bersiap dikamarnya,menggunakan gaun dari Yoga,dengan make up tipis serta rambut yang terikat,terlihat cantik dan juga menggemaskan.
Yoga sudah dibawah sedang ngeTeh bersama Adi.
"Emang kalian mau jalan-jalan kemana sih?" tanya Adi.
"Ketaman bermain Om,katanya Reva mau kesana," jawab Yoga.
Adi terkekeh mendengarnya, "Anak itu,masih kaya anak kecil ngajaknya ketaman bermain,"
Yoga hanya tersenyum,lalu mengambil teh didepannya saat akan minum ia terdiam melihat putri cantik menuruni tangga dengan suara langkah kaki yang merdu.
Entah kenapa hati Yoga bergetar menatap Reva yang tersenyum manis kepadanya.
"Aku sudah siap," ucap Reva membuyarkan lamunan Yoga.
Adi menatap putrinya yang terlihat lebih cantik dari biasanya.
"Ah,putri kecil papa udah pandai dandan sekarang," ucap Adi.
Reva hanya tersenyum malu.Farah keluar dari dapur dan juga sedikit kagum melihat putrinya itu.
"Kamu bisa dandan juga?mama jadi pangling," ucap Farah menggoda Reva.
"Ih,mama," keluh Reva.
Farah tersenyum dan mengusap pundak Reva.
"Nak Yoga,Tante titip Reva ya,jagain dia supaya gak ilang,soalnya dulu pas diajakin jalan-jalan dia suka ngilang," ucap Farah.
"Bener thu ma,sampai-sampai mama harus ikat dia pake tali," imbuh Adi.
Merekapun terkekeh mengingat masa kecil Reva yang begitu aktif,Yogapun tidak bisa menahan tawanya.
"Ih,kalian bikin malu aja deh,didepan calon mantu juga," ucap Reva membuat semuanya terdiam.
Yogapun tertegun dan berdehem,terlihat salah tingkah didepan orang tua Reva.
"Udah-udah,kalian berangkat aja ya,nanti pulangnya jangan malam-malam," ucap Farah karena suasana semakin canggung.
"Nak Yoga,Om percaya sama kamu,tolong jaga Reva," ucap Adi.
"Baik Om," jawab Yoga.
Merekapun berpamitan dan segera berangkat ketempat tujuan.
Pagi itu,Zee masuk kekamar,Deril masih sibuk dengan pekerjaan yang harus ia salin ulang kelaptop baru yang ia pesan secara online.
Zee cemberut dan berbaring diranjang, "Inikan wekend,harusnya kita jalan-jalan,pergi kemana kek,bukannya kerja terus," sindir Zee.
Deril melirik kearah Zee, "Kalo bukan gara-gara kamu,aku juga gak perlu kerja pas wekend kaya gini," balas Deril.
"Akukan gak sengaja," ucap Zee dengan wajah cemberut.
"Lihat,aku harus salin semua data dari awal karena belum sempat tersimpan,capek tau gak?" keluh Deril.
Zee terlihat kesal dan membangunkan tubuhnya, "Kok aku terus yang disalahin?"
"Emang kamu yang salah,terus aku harus nyalahin siapa?Andre?" ucap Deril.
"Ih,ngapain coba bawa-bawa Andre segala," Zee melangkah menuju lemari mengambil pakaian dan berjalan keluar kamar.
"Mau kemana?" tanya Deril,meskipun kesal Deril tidak ingin Zee pergi dan melakukan hal-hal aneh.
Zee berhenti dan menoleh kearah suaminya, "Mau renang,panas tau gak telinga aku denger kamu ngomel-ngomel terus," jawab Zee yang langsung beranjak pergi.
__ADS_1
Deril nyengir,entah kenapa meskipun sedang kesal justru melihat Zee cemberut membuat hatinya merasa terhibur.
Reva melihat arena bermain yang cukup luas didepannya, "Udah lama banget gak kesini,tempatnya udah banyak yang berubah," gumam Reva.
Yoga selesai membeli tiket dan menghamoiri Reva.
"Yuk," ajak Yoga.
Reva dengan semangat menggandeng tangan Yoga dan menariknya untuk segera masuk kedalam.
Yoga hanya tersenyum melihat tangan Reva yang begitu erat menggenggam tangannya.
Merekapun melihat-lihat,Reva menaiki beberapa wahana yang sudah ia incar sejak dari luar tadi,Yoga hanya menunggu sambil memperhatikan Reva yang terlihat sangat bahagia,bibirnya ikut tersenyum setiap melihat tawa diwajah Reva.
"Aku mau makan ice cream," ucap Reva saat melihat penjual ice cream.
Yoga hanya diam saat Reva menarik tangannya.
"Mau yang mana?" tanya Yoga.
"Vanila," jawab Reva.
Yogapun membeli ice cream Vanila untuk Reva,
Reva terlihat senang dan segera memakan ice cream itu.
"Kakak gak beli?" tanya Reva.
"Gak," jawab Yoga.
"Kenapa?" tanya Reva sambil memakan ice creamnya.
"Gak papa,udah cepet makan,mau main lagikan?," ucap Yoga.
Reva menganguk dan segera memakan ice creamnya,Yoga tersenyum sambil mengusap kepala Reva.
Berasa kek momong si Yoga...
Deril menutup laptop lalu merenggangkan otot-otot yang kaku karena sedari pagi hanya duduk,iapun keluar kamar untuk melihat Zee yang sedang berenang.
Deril duduk dipinggir kolam,melihat istrinya yang sedang berenang kesana kemari.
"Jangan lama-lama,nanti kamu kelelahan lho," ucap Deril.
Zee tidak merespon Deril karena masih merasa kesal.
Zee menyelam hingga tubuhnya tidak terlihat,beberapa lama tapi Zee tak juga muncul dipermukaan,Deril yang mulai cemas mencarinya.
"Zee," panggil Deril sambil mendekat kearah kolam.
"Zee," pekik Deril yang melihat tubuh Zee mengambang,iapun langsung masuk kedalam kolam bahkan tanpa melepas pakaiannya,ia meraih tubuh Zee,tapi tiba-tiba Zee bangun dan tertawa dengan keras.
"Hahaha," Ternyata Zee hanya mengerjai Deril.
"Zee,kamu cuma pura-pura,?" teriak Deril yang terlihat kesal.
"Apaan sih kan cuma bercanda," ucap Zee.
"Bercanda kamu Thu gak lucu tau gak,bikin aku panik," bentak Deril yang terlihat marah.
Zee hanya diam dan menunduk.
"Iya,aku minta maaf," ucap Zee yang terlihat merasa bersalah karena sudah membuat Deril marah.
Deril meraih tubuh Zee dan bersamaan menyelam kedalam air lalu mengecup bibirnya disana.
__ADS_1
Zee pun gelagapan dan langsung mengeluarkan kepalanya dari air dengan nafas terengah.
"Deril," pekik Zee.
Deril menampakkan kepalanya, "Gimana kalo kaya gitu," goda Deril sambil terkekeh.
Zee menyiratkan air kewajah suaminya,dan merekapun justru main air bersama dikolam renang dengan bahagia.
Saat dalam perjalanan pulang Reva sudah tertidur pulas karena kecapean seharian bermain,Yogapun membiarkan Reva tidur hingga sampai dirumah.
"Reva,kita udah sampai," bisik Yoga tapi Reva tidak terbangun.
Yoga memandangi wajah Reva dan tersenyum sambil mengusap pipinya yang lembut.
"Reva," panggil Yoga lagi.
Reva membuka matanya perlahan dan nampak wajah tampan Yoga yang tepat dihadapannya.begitu dekat membuat jantung Reva bagai genderang perang.
"Kita udah sampai," ucap Yoga lalu menjauhkan wajahnya dari Reva dan keluar mobil.
Reva menelan saliva dan mengerjapkan matanya,benar-benar perasaan yang baru pertama kali Reva rasakan.
Yoga membuka pintu mobil Reva tapi Reva masih melamun.
"Kamu gak mau keluar?" tanya Yoga.
Reva tersentak, "Iya," iapun langsung turun dengan buru-buru hingga kepalanya kejedot.
"A..." pekik Reva sambil memegangi kepalanya.
"Hati-hati dong," ucap Yoga sambil mengusap kepala Reva yang sakit, "Gak papakan?"
Reva hanya menggelengkan kepalanya,Yoga tersenyum.
"Makasih ya,kak Yoga udah ngajakin aku jalan-jalan,aku seneng banget," ucap Reva dengan senyum manisnya.
Yoga tersenyum sambil memegang pundak Reva, "Aku juga seneng kok,nanti kalo ada waktu,kita jalan-jalan lagi ya," ucap Yoga membuat Reva tersenyum senang.
"Ya udah,yuk masuk,aku anterin,sekalian pamitan sama om dan tante," ucap Yoga.
Reva menganguk dan merekapun masuk kedalam rumah.
"Huek...huek...huek..." Zee muntah-muntah didalam kamar mandi.
"Thukan,kamu kelamaan sih tadi renangnya,jadi masuk angin sekarang," ucap Deril sambil memijat leher Zee.
Zee menatap kesal kearah suaminya, "Orang lagi sakit juga,masih aja dimarahin," keluh Zee.
"Iya iya maaf,ya udah yuk istirahat," ucap Deril.
"Gendong," Zee mengulurkan tangannya.
Derilpun mengangkat tubuh Zee dan membawanya ketempat tidur.
Zeepun berbaring,Deril mengusap perut Zee yang mulai membuncit itu.
"Kamu gak papakan sayang,gara-gara mama kamu,kamu jadi ikut sakit ya," ucap Deril sengaja menggoda Zee.
"Ish," Zee mendengus kesal.
Deril mendekati istrinya, "Masih mual?mau aku bikinin teh?" tanya Deril.
Zee menganguk.
"Ya udah,tunggu," Deril mengusap kepala istrinya lalu beranjak untuk membuat teh.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,Deril kembali dengan segelas teh.Ia terdiam saat melihat Zee sudah tertidur,iapun menghela nafas dan menaruh tehnya diatas nakas lalu mendekati dan membelai wajah istrinya dengan lembut.
"Tidur yang nyenyak ya sayang," ucap Deril lalu mengecup kening Zee,iapun ikut berbaring untuk beristirahat.