
Fajar mulai menyapa,malam indah berlalu dengan kebahagiaan yang menyelimuti pasangan Zee dan Deril,kehadiran buah cinta mereka menyempurnakan segala kebahagiaan yang dulunya hanya sebatas impian bagi Zee.
Namun memang tak ada yang mustahil didunia ini ketika Tuhan sudah berkehendak.
Reva mengerjapkan mata,nampak seorang pria yang sedang duduk sembari memandangi wajahnya.
"Udah bangun?" tanya Yoga dengan lembut pada istrinya itu.
Reva menggeliat merenggangkan ototnya yang terasa kaku,ini sudah hampir pukul 10.00 dan dia baru saja bangun.
"Aku capek," keluh Reva.
"Kamu gak mau kerumah sakit lihat baby kak Deril?" tanya Yoga yang sudah bersiap dengan baju rapi.
Reva menggelengkan kepalanya, "Aku mau tidur aja," Ia kembali memejamkan mata.
"Reva," Yoga menarik selimut Reva tapi Reva menahannya karena belum memakai apapun.
"Ih,kak Yoga,akukan malu," ucap Reva merungut.
"Kenapa mesti malu,kan semalam udah lihat," sindir Yoga sukses membuat wajah Reva memerah.
"Udah ayo mandi,mau aku mandiin?" tanya Yoga menggoda Reva.
"Ye,kak Yogakan udah mandi," ucap Reva.
"Ya gak papa mandi lagi,kamu mau?" tanya Yoga lagi memastikan.
__ADS_1
Reva terdiam sejenak dan dengan wajahnya yang memerah dan malu-malimu tapi mau ia menganguk pelan mengukir senyum diwajah Yoga.
Yogapun mengangkat tubuh mungil Reva yang masih berbalut kain selimut itu menuju kekamar mandi.
"Ayo kita mandi," ucap Yoga.
Reva hanya terkekeh sembari merangkul erat leher Yoga.
Dirumah sakit,suasana riuh seperti pasar,bagaimana tidak Ririn dan Eva datang bersama bayi-bayi mereka,teriakan mereka membuat kehebohan diruangan yang untungnya cukup luas itu.
"Ya ampun Zee,kok gak mirip sih sama Lo,jangan-jangan anak tetangga neh?" ejek Ririn.
"Enak aja Lo," pekik Zee yang kesal dengan ejekan Ririn.
"Ya ampun,gak nyangka ya,kita sekarang semuanya sudah jadi emak-emak," ucap Eva membuat semuanya tertawa keras.
Deril hanya diam sambil duduk disofa,kalo sudah bersama seperti itu mereka akan sangat tidak suka digannggu.
Derilpun berdiri dan menuruti keinginan Istri tercintanya.
Deril mengambil foto Zee dan dua sahabatnya yang mereka sama-sama menggendong bayi.
"Udah," ucap Deril.
"Sekarang giliran Lo sama Deril," ucap Ririn yang mendorong Deril kedekat Zee.
Ririn dan Evapun mengambil alih ponsel untuk mengambil foto.
__ADS_1
Deril merangkul Zee dan keduanya tersenyum bahagia melihat baby Defan.
"Cekrek...."
Momen paling berharga yang harus disimpan sebagai kenangan.
THE END
*Buat para readers yang terkasih,terimakasih atas dukungannya,mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam novel ini,semoga selalu sehat.
Cuz...langsung kenovel aku berikutnya,selalu mohon do'a dan dukungannya*.
"PENYIDIK HATI AZAHRA"
Sinopsis
*Azahra Nadia seorang gadis yang berprofesi sebagai foto model harus mengalami tragedi Kecelakaan yang menewaskan Hana,perempuan yang sebentar lagi akan menikah dengan seorang Anggota polisi bernama Ramadan Aditia.
Banyak kejanggalan yang terjadi dalam tragedi itu dimana sopir Zahralah yang menjadi pelaku,sementara Zahra masih bebas karena tidak ada bukti apapun yang memberatkannya.
Tapi Rama yakin jika Zahralah yang sudah menewaskan kekasihnya,iapun pontang panting mencari bukti agar bisa menyeret Zahra kepenjara.
Tapi seringnya bertemu dan pertengkaran yang terus terjadi diantara mereka justru menumbuhkan perasaan lain,yang tadinya saling membenci berubah saling peduli.
Akankah Rama menemukan bukti bahwa Zahralah yang bersalah,ataukah cinta diantara mereka akan semakin tumbuh.
Yuk...langsung berkunjung ya....
__ADS_1
Terimakasih*