Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Obat Termanjur


__ADS_3

Reva mencuci tangannya ditoilet,setelah itu dia menuju keruangan Yoga.


Ia mengetuk pintu dengan pelan,Yoga masih terlihat kesal setelah kejadian bersama Kania.


"Masuk," ucap Yoga.


Revapun masuk, "Hai..."


Yoga melihat kearah Reva, "Reva,"


Reva mendekat kearah Yoga, "Kakak lagi sibuk ya?" tanya Reva.


"Gak kok,lagi ada sedikit masalah aja," jawab Yoga.


Reva diam dengan wajah cemberut.


"Kamu kenapa?Hem?" tanya Yoga yang melihat ekspresi wajah Reva.


"Tadi sebenarnya aku bawa makanan tapi jatuh," ucap Reva dengan wajah sedih.


Yoga tersenyum melihat wajah Reva yang begitu menggemaskan ,"Kok bisa jatuh?" tanya Yoga.


"Gara-gara kak Kania,dia nabrak aku sampai makanannya jatuh semua,emang rese Thu orang,gak cukup apa gangguin kak Deril aja,kenapa mesti gangguin aku juga," ucap Reva.


Yoga menaikkan kedua alisnya, "Kamu kenal juga sama Kania?" tanya Yoga.


"Kenal dong,dulukan dia pacaranya kak Deril sebelum kak Deril nikah sama kak Zee," jawab Reva.


Yoga tersentak,jadi ini hubungan antara Deril dan Kania dulu yang selalu Kania rahasiakan darinya.


"Untung kak Deril gak jadi nikah sama dia,ih...amit-amit,judesnya minta ampun," ucap Reva.


Yoga masih melamun memikirkan tentang Kania.


Reva melihat Yoga yang tidak meresponnya,iapun menyentuh pipi Yoga.


"Kak,"


"Hem?"


"Kok malah ngelamun?" tanya Reva.


"Ya udah,buat gantiin makanan kamu yang tumpah,biar aku yang traktir kamu,mau?" tanya Yoga.


Reva menganguk, "Mau dong,"


Yoga tersenyum dan mengusap kepala Reva.


Deril sampai dirumah saat pekerjaannya sudah selesai,saat keluar mobil,dia terlihat begitu pucat,rasa sakit yang ia tahanpun tidak bisa kompromi lagi sekarang,iapun jatuh pinsan didepan pintu rumahnya.


Farhan yang juga baru pulang sangat terkejut melihat menantunya yang tergeletak didepan rumah.


"Deril,..." Farhan langsung berlari menghampiri tubuh Deril.


"Zee....Zee...." panggil Farhan.


Zee keluar dari rumah, "Apa sih pa?",ia terkejut saat melihat tubuh suaminya yang tergeletak dan langsung menghampiri mereka, "Deril kenapa pa?" tanya Zee dengan wajah cemas.


"Papa juga gak tahu,tadi dia udah pinsan pas papa datang,kamu telfon dokter ya,biar papa bawa kekamar," ucap Farhan.


Zee menganguk.


skip


Dokter sedang memeriksa keadaan Deril yang sudah terbaring diranjang,Zee dan juga Farhan terlihat sangat cemas.


"Gimana dok?" tanya Farhan ketika Dokter selesai memeriksa.


"Pak Deril cuma kecapean dan sepertinya telat makan,makanya tubuhnya lemas," jawab Dokter.


Zee menggigit bibir bawahnya sambil menatap kearah suaminya.


"Nanti saya kasih resep obatnya,yang penting dia harus istirahat dengan cukup dan makan dengan teratur," ucap Dokter lagi.

__ADS_1


"Baik dok," jawab Farhan.


Farhan mengantarkan Dokter kedepan,sementara Zee duduk ditepi ranjang sambil memegang tangan Deril lalu mengecupnya dengan wajah sedih.


Farhan kembali menengok menantunya, "Zee,"


"Ya pa," Zee melihat kearah Farhan.


"Kamu itu sebagai istri harusnya lebih perhatian sama Deril,dia telat makan dan kecapean sampai sakit,bukan kamu aja yang terus minta diperhatikan Zee,kamu gak pernah mikirin betapa capeknya suami kamu,kamu selalu minta ini minta itu,tanpa mikirin suami kamu," ucap Farhan menasehati.


Zee hanya diam,memang benar ia tidak pernah memperhatikan Deril selama ini,tapi justru ia selalu meminta apapun agar dituruti.


"Ya udah,Biar papa beli obatnya,kamu jagain suami kamu," ucap Farhan.


"Iya pa," jawab Zee.


Farhanpun beranjak Pergi,Zee menatap kewajah suaminya yang terlihat pucat dan mengusapnya lembut dengan wajah haru,bahkan dalam keadaan sakit siang tadi Deril masih sempat membelikan makanan pesanan Zee,membuat dada Zee semakin sesak dan air matanya jatuh.


Deril mengerjapkan matanya,ia melihat Zee disampingnya dan memegang tangan Zee yang masih membelai wajahnya.


"Kamu kenapa?" tanya Deril yang melihat Zee menangis.


Zee kembali menangis dengan keras sambil memeluk suaminya.membuat Deril heran dan bingung.


"Zee,aku masih hidupkan?" tanya Deril.


"Ih..." Zee menutup mulut Deril dengan wajah kesal.


"Habisnya kamu nangis kaya gitu,bikin aku parno aja," ucap Deril.


Zee kembali memeluk tubuh suaminya, "Maafin aku ya ,yang gak pernah peka sama kondisi kamu," ucap Zee.


Deril mengusap rambut kepala Zee yang berada didadanya.


"Bukannya perhatian,aku malah sering nyusahin kamu,minta ini minta itu,tanpa tahu kondisi kamu seperti apa," ucap Zee.


Deril tersenyum, "Kamukan istri aku,lagi hamil lagi,jadi aku akan ngelakuin apapun buat kalian walau harus mengorbankan nyawa aku sendiri,"


Deril mengusap lembut wajah Zee, "Jangan sedih lagi ya,kalo kamu sedih justru membuat aku makin sakit," ucap Deril.


Zee menganguk dan berusaha tersenyum.


"Kasih vitamin dulu dong," ucap Deril.


Zee mengerutkan keningnya, "Vitamin? oh...papa baru beli," ucap Zee membuat Deril terkekeh.


"Bukan vitamin yang itu Zee," ucap Deril.


"Terus?" tanya Zee lagi.


Deril menarik tengkuk Zee dan mencium bibir istrinya itu.Zeepun menutup mata dan memberikan Vitamin yang Deril minta.


Reva sedang makan dikafe bersama Yoga,Yoga tersenyum melihat Reva yang makan dengan lahap tanpa jaim hingga mulutnya belepotan.Iapun mengambil tisu dan memberikannya pada Reva.


"Kenapa?" tanya Reva.


"Belepotan," jawab Yoga.


Bukannya mengambil tisu dari Yoga,Reva justru memajukan bibirnya agar Yoga membersihkannya.


Yoga nyengir dan membersihkan bibir Reva yang kotor.


"Makasih," Revapun kembali makan.


Yoga tersenyum,entah kenapa dia merasa gemas dengan sikap Reva yang selalu bisa membuatnya tersenyum.


"Habis ini aku anterin kamu pulang," ucap Yoga.


Reva menganguk.


Zee masuk kedalam dengan makanan ditangannya,Deril tersenyum melihatnya.


Zee menyiapkan makanan dan menyuapi suaminya itu.

__ADS_1


"Kamu harus makan yang banyak,terus minum obat," ucap Zee.


"Iya," jawab Deril yang masih mengunyah makanannya.


Zee melihat ponsel Deril yang pecah berada diatas nakas.


"Kok ponsel kamu rusak?" tanya Zee.


"Iya,dilempar sama Kania," jawab Deril.


Zee langsung membelalakkan matanya, "Kok bisa?" pekik Zee dengan wajah yang mulai kesal.


"Jadi,kasus kemarin Kania biang keroknya,aku aduin dia keYoga,dia marah dan ngelempar ponsel aku," jawab Deril.


Zee mendengus kesal, "Ih,dasar Thu nenek sihir,gak bisa apa lihat orang tenang,kalo aku ketemu dia,aku akan kasih pelajaran biar dia kapok," ucap Zee dengan wajah kesal.


Deril kembali makan sendiri karena Zee sibuk dengan kekesalannya.


"Kok dimakan sendiri,kan aku mau suapin," keluh Zee.


"Kelamaan Zee,aku udah lapar," jawab Deril yang kembali makan dengan lahap.


Zee tersenyum melihat suaminya yang sudah mulai pulih.


"Ya udah,aku ambilin obatnya," Zee mengambil obat dan memberikannya pada Deril setelah selesai makan.


"Zee,sebenarnya obat ini gak terlalu berguna,ada obat yang lebih aku butuhin," ucap Deril.


"Apa?" tanya Zee.


"Kamu," ucap Deril langsung membuat pipi Zee memerah.


"Apaan sih,sok gombal, gak pantes tau'," ucap Zee.


Deril tersenyum dan menarik Zee kepangkuannya.


"Ih,kamukan lagi sakit," Zee ingin bangun tapi Deril menahannya.


"Kan,aku udah bilang kamu obat aku,jadi jangan jauh-jauh nanti aku makin sakit," Deril memeluk tubuh Zee dengan erat.


Zee tersenyum dan merasa melayang mendengar rayuan suaminya yang sangat jarang ia dengar.


Zee menghadap kearah Deril, "Yuk,aku kasih obat yang lebih manjur," ucap Zee.


Deril menaikkan sebelah alisnya.


Zee mencium leher Deril dan memberikan sedikit ******* disana.


Deril tersenyum dan menjauhkan tubuh Zee "Aku gak kuat Zee,tubuh aku masih lemes,"


"Yakin?ya udah," Zee ingin bangun tapi Deril kembali menahannya dan membaringkan tubuh Zee keranjang lalu mengukungnya.


Zee sedikit terkejut dan menatap wajah suaminya itu.


"Katanya gak kuat," sindir Zee.


Deril tersenyum dan segera menerkam Zee malam itu saat udara dingin karena diluar sedang gerimis.


Saat dalam perjalanan pulang,mobil Yoga tiba-tiba berhenti ditengah jalan.


"Kenapa kak?" tanya Reva.


"Gak tau," Yoga berusaha menyalakan kembali mobilnya tapi tetap tidak bisa.


"Kayanya mogok deh,biar kau periksa sebentar mesinnya," ucap Yoga lalu mengambil payung karena diluar sedang gerimis,iapun keluar untuk memeriksa mesin mobilnya.


Reva menunggu didalam mobil sambil memperhatikan Yoga yang kesulitan karena harus memegang payung sambil memeriksa mesin.


Revapun turun dan mengambil payung dari tangan Yoga.


"Biar aku yang pegang payungnya," ucap Reva.


Yoga menatap wajah Reva yang sedikit basah karena terkena air hujan.

__ADS_1


__ADS_2