Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kebodohan Zee


__ADS_3

Deril melihat Zee yang tertidur saat sudah sampai didepan rumah.


Derilpun turun lalu membuka pintu mobil Zee dan berusaha membangunkannya.


"Zee,bangun,kita udah sampai rumah," ucap Deril sembari menyentuh lengan Zee.


"Zee..."


Zee menggeliat "Aduh,ngantuk banget,gendong..." Zee mengulurkan kedua tangannya.


"Ogah,Lo berat,ayo cepet bangun," ucap Deril.


Zee membuka matanya dengan wajah cemberut,"Ya udah,kalo gitu aku tidur disini aja," ancam Zee.


"Terserah," jawab Deril lalu berdiri dan ingin pergi.


"Pa...ma..." teriak Zee.


Deril berbalik dan membungkam mulut Zee, "Lo Bener-bener ya?" Deril melepaskan bungkamannya dengan kasar.


Zee malah cengengesan, "Makanya gendong,"


Dengan wajah kesal Derilpun berjongkok didepan Zee,Zee segera naik ke punggung Deril.


Deril menggendong Zee menuju kekamar, "Lo Thu berat tau gak?" keluh Deril.


"Biarin,suami akukan kuat," Zee merekatkan pelukannya keleher Deril.


Deril hanya menyunggingkan bibirnya.


Disebuah Rumah mewah,diruangan yang dipenuhi oleh foto Zee,saat masih sekolah dulu,saat Zee tertawa ataupun saat Zee bersedih dan menangis.


Seseorang mengelus lembut foto itu,Ia tersenyum dan menyandarkan punggungnya disofa.


"Apa kamu sama sekali tidak ingat sama aku,Zee?" ucap Rico sembari menyunggingkan bibirnya.


Flashback on.


Rico melihat dari kejauhan,pria dengan kacamata dan rambut agak panjang itu menjadi saksi bagaimana Zee ditolak mentah-mentah oleh Deril saat menyatakan perasaannya.


Zeepun beranjak dari tempat itu dan Rico mengikutinya.


Ririn dan Eva membiarkan Zee sendiri,karena ini untuk kesekian kalinya Zee mengalami hal yang sama.


Zee duduk disebuah kursi dibawah pohon yang rindang.


"Ih,harus gimana lagi coba cara gue biar bisa dapetin cintanya Deril," Zee membuang sebuah bunga plastik yang ia gunakan untuk menyatakan perasaannya tadi.


Rico memungut bunga itu, "Gak semua perasaan bisa dipaksa,Zee,"


Zee menoleh kearah Rico,yang merupakan kakak kelasnya.


Rico duduk disamping Zee,Zee hanya terdiam.


"Kalo Lo terlalu memaksa,Deril akan semakin ilfel sama Lo," ucap Rico sembari mengembalikan bunga itu keZee.


Zee kembali membuang bunga itu, "Gue gak akan nyerah gitu aja,gue akan cari cara lain,buat bisa dapetin Deril," ucap Zee lalu beranjak meninggalkan Rico.


Rico tersenyum dan kembali memungut bunga plastik itu.

__ADS_1


Flashback off.


Rico masih memegangi bunga plastik itu ditangannya,pria yang sekarang terlihat lebih tampan dan dewasa itu,masih merawat dengan apik barang milik Zee yang sudah dibuang.


Deril menurunkan tubuh Zee keranjang,dengan nafas terengah.


Zee tersenyum,iapun bangun dan mengelap keringat suaminya itu, "Ucucu,suamiku berkeringat gara-gara Gendong istrinya," goda Zee.


Deril menyeringai kesal,lalu memegang tangan Zee dan menatapnya,meski hanya sedikit minum tapi hormon ditubuh Deril juga sedikit memanas,yah walaupun dia tidak mabuk.


Deril tiba-tiba melayangkan ciuman kebibir istrinya itu.


Zee sedikit terkejut,Iapun menutup mata karena Deril semakin memperdalam ciuman mereka,bahkan beberapa kali Deril ******* kasar bibir Zee.


Zee yang mulai kehabisan nafas mendorong dengan kuat tubuh suaminya itu.


"Kamu mabuk?" tanya Zee dengan nafas terengah.


Deril masih menatap istrinya seperti singa yang sedang kelaparan, "Enggak,kalo gue mabuk,kita gak mungkin sampai dirumah,"


Zee menatap wajah Deril,bagaimana mungkin dalam kondisi sadar Deril bisa melakukan ini padanya,apa Deril sengaja mempermainkannya.


Deril ingin kembali menyosor bibir Zee,tapi Zee menahan dada Deril.


"Kenapa?" tanya Deril.


Zee terlihat gugup,padahal selama ini dia menunggu hal seperti ini.


"Kamu gak lagi kesurupankan,Ril?" tanya Zee dengan wajah takut.


Deril mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut istrinya.


Deril terkejut mendapat tamparan dari istrinya itu, "Zee..." pekik Deril.


Zee lega mendengar Deril berteriak seperti biasanya, "Kamu udah sadar?"


Deril mendengus kesal, "Gue sadar dan gue gak lagi kesurupan," ucap Deril dengan tegas.


Zee terdiam dengan wajah heran.


"Lo Bener-bener ngerusak mood gue ya," Deril berjalan menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar.


Zee masih diam dan berpikir, "Kalo dia sadar dan gak kesurupan,apa artinya dia ngelakuin itu karena udah mulai tertarik sama gue?" Zee mulai tersenyum, Zee kembali diam dan berpikir, "Tapi,kenapa gue harus ngelakuin hal bodoh kaya tadi sih,pake nampar dia segala lagi," Zee mengacak-ngacak rambutnya sendiri, "Bodoh,"


"Dasar bodoh," gumam Deril yang sedang membasahi tubuhnya dengan shower.


Zee mengetuk pintu kamar mandi,tapi Deril tidak meresponnya,dia sudah terlanjur kesal pada Zee.


"Aku mau minta maaf udah nampar kamu," ucap Zee yang masih berada didepan pintu.


Deril yang sudah selesai mandi,masih mengeringakan tubuhnya dengan handuk,dan sama sekali tidak merespon Zee.


Zee merasa bersalah,momen yang ia tunggu rusak begitu saja karena kebodohannya.Iapun menyandarkan tubuhnya kepintu dengan wajah sedih berharap waktu bisa diputar sebentar saja.


Deril membuka pintu setelah selesai mengganti baju,Zee yang tidak sadar pintu terbuka langsung jatuh didepan Deril.


"Au..." pekik Zee.


Deril merasa heran melihat istrinya itu, "Lo ngapain sih Zee,hah?"

__ADS_1


Zee mengulurkan tangannya, "bantuin,"


"Ogah," Deril melangkah melewati Zee dan duduk disofa sambil melihat ponselnya.


Zee melihatnya dengan wajah cemberut,Iapun bangun dan segera menutup pintu kamar mandi untuk membersihkan diri.


Disebuah kafe,Ririn dan Eva terkekeh saat mendengar cerita Zee.


Zee meletakkan kepalanya dimeja dengan wajah yang cemberut.


"Ya ampun Zee,Lo itu cewek terbodoh yang pernah gue kenal," Ejek Ririn.


Zee hanya mengerucutkan mulutnya karena yang dikatakan Ririn emang benar.


"Gue gak habis pikir deh sama Lo,kemarin Lo goda-godain Deril supaya dia nyentuh Lo,giliran dia yang mau Lo bilang dia kesurupan,Zee...Zee..Lo terlahir dari planet mana sih," Ejek Eva sambil terkekeh bersama Ririn.


"Terserah,puas-puasin ngejek gue,gue juga merasa kalo gue ini cewek paling bodoh sedunia, ah...mungkin gue gak akan dapat kesempatan seperti tadi malam lagi seumur hidup gue," ucap Zee dengan histeris dan emosional.


"Gak mungkin,kalo malam tadi Deril udah berani nyentuh Lo,gue yakin gak lama lagi dia bakalan ngelakuin hal yang sama," ucap Eva.


Zee melihat kearah Eva dan seperti mendapatkan angin segar, "Serius Lo?"


"Ya,asal Lo gak kebangeten aja begoknya,ntar Lo bilang dia kesambet lagi," ejek Eva lagi.


Zee hanya menghela nafas panjang dan kembali meletakkan kepalanya dimeja.


Zee teringat pada pria yang menyapanya semalam,Zeepun langsung mengangkat kepalanya, "Gaes,"


"Hem," jawab Ririn dan Eva yang sedang sibuk makan cemilan.


"Semalam gue ketemu sama cowok,kayanya sih gak asing tapi gue lupa pernah ketemu dimana?" ucap Zee.


Ririn melihat Zee, "Siapa?"


"Namanya Rico,dia ganteng,tinggi dan keren sih," jawab Zee.


"Rico?" Eva dan Ririn berusaha mengingat.


"Gue gak asing banget sama mukanya," ucap Zee.


"Rico,bukannya kakak kelas kita yang pernah nembak Lo pas SMA dulu," jawab Eva.


Zee terdiam dan berusaha mengingat.


"Ya gak mungkinlah,Rico yang itukan cupu,tadi Lo bilang dia ganteng dan keren," imbuh Ririn.


Zee mencoba mengingat pria yang dilihatnya semalam, "Tapi kayanya emang dia deh gaes," ucap Zee.


"Serius Lo?" tanya Ririn.


Zee menganguk, "Penampilannya emang beda,tapi serius wajahnya masih mirip sama yang dulu,pantesan gue kaya kenal,tapi gue lupa," ucap Zee.


"Trus ngapain dia nemuin Lo,apa jangan-jangan dia masih suka lagi sama Lo?" tanya Eva.


"jangan ngaco deh,itukan udah lama,lagian gue udah bilang kalo gue udah nikah," ucap Zee sembari mengangkat tangannya yang memakai cincin kawin.


"Ya aneh aja Zee,gak mungkinkan kalo dia tiba-tiba nemuin Lo tanpa ada alasan," ucap Ririn.


"Mungkin cuma kebetulan aja kok," Ucap Zee yang sebenarnya juga penasaran dengan Rico,apalagi jika mengingat ucapan Rico semalam,membuat Zee sedikit tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2