Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Keributan


__ADS_3

Dikantor,Kania sedang sibuk mempersiapkan File untuk Meting hari ini.Ia sudah berkali-kali datang keruangan Deril,tapi Deril masih belum datang.


Deril datang setelah hampir pukul 11.00.


Kania langsung menemuinya, "Kok Pak Deril baru datang,hari inikan kita ada Meting pagi sama pak Daniel dikafe Bintang,"


Deril terdiam,dia benar-benar tidak ingat jika ada Meting pagi.


"Ya udah,kita berangkat sekarang," ucap Deril yang buru-buru pergi diikuti Kania.


Sesampainya dikafe,pak Daniel tidak ada disana.


"Coba kamu hubungi," ucap Deril pada Kania.


Kaniapun menghubungi pak Daniel.


"Selamat siang pak,ini saya dan pak Deril sudah berada dikafe bintang," ucap Kania.


"Maaf Kania,saya sudah menunggu hampir 2 jam,dan saya pikir kalian tidak serius dengan proyek ini,makanya saya pergi," jawab Daniel.


"Bukan begitu pak,tadi ada sedikit masalah makanya kita terlambat," ucap Kania lagi.


"Maaf,tapi saya tidak mau bekerja sama dengan perusahaan yang tidak profesional seperti kalian,jadi saya memutuskan untuk membatalkan proyek ini," ucap Daniel.


Kania terkejut,Deril mengerutkan keningnya saat melihat ekspresi Kania.


"Pak...tolong beri kami kesempatan...,"


"Tut...Tut...Tut..." telpon terputus.


Kania menghela nafas.


"Kenapa?" tanya Deril.


"Pak Daniel ngebatalin kerja samanya,dia sangat kecewa sama kinerja kita," jawab Kania.


Deril terdiam dengan wajah menyesal,karena kelalaiannya,perusahaan harus kehilangan klien penting.


Deril dan Kania masih dalam perjalanan menuju kekantor.


"Harusnya kamu lebih mementingkan pekerjaan daripada hal lain,pak Daniel itu klien penting,perusahaan akan sangat rugi jika kerja sama ini benar-benar dibatalkan,pak Adi pasti juga akan sangat kecewa," ucap Kania dengan wajah sedikit kesal karena kinerjanya pasti juga akan berpengaruh jika ada proyek yang gagal.


"Ya aku tahu,aku yang akan jelasin kepapa," ucap Deril.


Kania melihat kearah Deril, "Pasti ini gara-gara Zeekan,kamu jadi gak fokus sama pekerjaan,"


"Gak usah bawa-bawa Zee," ucap Deril.


"Ril,waktu sama aku,pekerjaan kamu Thu teratur,kamu gak pernah telat kekantor,kamu displin,berkomitmen,tapi apa sekarang,Zee udah ngebuat kamu jadi orang yang tidak bertanggung jawab," ucap Kania.


Deril langsung menghentikan mobilnya dengan wajah kesal.


Kania merasa heran, "Kok berhenti,kantornya masih jauh,"


Deril menatap tajam kearah Kania, "Turun!"


Kania mengerutkan keningnya.


"Gue bilang turun!" ucap Deril lagi.


"Ril,kamu tega nurunin aku ditengah jalan kaya gini?" tanya Kania dengan wajah tidak percaya.


"Gue paling gak suka semobil sama orang bawel dan gak punya sopan santun kaya Lo,ingat ya,selain hubungan pekerjaan kita udah gak ada hubungan apapun lagi,jadi gue atasan Lo,dan Lo gak berhak nyeramahin gue kaya tadi,ngerti," ucap Deril dengan tegas.


Kaniapun turun dengan dengan wajah kesal dan kecewa.


Deril segera melajukan mobilnya meninggalkan Kania.


"Kamu bakalan nyesel Ril,udah ngelakuin ini keaku," gumam Kania dengan tatapan tajamnya melihat mobil Deril yang semakin menjauh.


Adi menatap tajam kearah Deril saat tahu pak Daniel membatalkan proyek kerja samanya dengan perusahaan.


"Kamu gimana sih,kamu yang minta proyek inikan,tapi kamu dengan mudah kehilangan proyek ini," ucap Adi.


"Maaf pa," ucap Deril.


"emang kenapa kamu kesiangan? gak biasanya Kaya gitu," tanya Adi.

__ADS_1


"Karna Zee," jawab Deril spontan.


Adi mengerutkan keningnya.


"Maksudnya akukan harus nganterin Zee dulu kekampus,makanya kesiangan," ralat Deril dengan wajah yang memerah.


Adi sudah paham betul maksud dari ucapan Deril barusan.


"Aku janji gak akan teledor lagi,jadi tolong papa kasih aku kesempatan lagi," ucap Deril.


"Gak bisa,mulai sekarang proyek-proyek besar biar papa sendiri yang hendel," ucap Adi.


"Pa..." protes Deril.


"Papa punya tugas lain untuk kamu," ucap Adi.


Deril mengerutkan keningnya, "Apa?"


"Bikinin papa sama Mama cucu," jawab Adi.


Deril menganga mendengar ucapan papanya itu.


"Pa...aku bisa kok kerja sambil bikin cucu,jadi papa gak usah khawatir soal itu," ucap Deril.


"Jadi udah bikin cucu neh?" sindir Adi.


Deril terlihat sangat malu, "Lagi berusaha,"


Adi merasa senang mendengar jawaban Deril, "Gitu dong,kalo kamu berusaha pasti akan ada hasilnya,"


"Jadi aku masih bolehkan pegang proyek yang lain," tanya Deril lagi.


"Proyek cucu lebih penting," jawab Adi.


"Pa..aku serius," ucap Deril yang mulai kesal karena Adi selalu menggodanya.


"Iya,nanti papa pikirin," jawab Adi.


Derilpun hanya bisa diam,kehilangan klien besar pasti membuat Adi sangat kecewa,jadi tidak salah jika Adi memberikan hukuman pada Deril agar sementara tidak terlibat dalam proyek besar perusahaan.


Zee sedang dikafe bersama Ririn dan Eva.


"Jadi udah?" tanya Eva.


Zee menganguk dengan wajah merona.


"Akhirnya,gimana rasanya?" tanya Ririn.


Zee dan Eva menatap kearah Ririn.


"Kenapa?kan cuma nanya," ucap Ririn.


"Makanya cepet nikah,biar tahu," sindir Eva.


Zee terkekeh dan tos dengan Eva.


"Jangan salah..." Ririn mengambil sesuatu ditasnya, "Tara..." sebuah undangan pernikahan.


Zee dan Eva terkejut dan langsung merebut undangan itu dari tangan Ririn.


"Lo serius mau nikah,tinggal Minggu depan lagi," ucap Zee saat membuka undangan itu.


"Yaiyalah,gue juga pengen cepet-cepet ngerasain punya suami kaya kalian," jawab Ririn.


Zee dan Eva tersenyum.


"Akhirnya,kita bertiga bakalan jadi calon emak-emak," ucap Eva.


Zee dan Ririnpun tertawa heboh.


Eva diam saat melihat Kania masuk kedalam Kafe.


"Gaes..." ucap Eva melirik kearah Kania yang sedang memesan makanan.


Kania sepertinya tidak menyadari jika ada Zee dan teman-temannya dikafe itu.


Zee dan Ririn melihat kearah Kania.

__ADS_1


"Ngapain Thu nenek sihir?" gumam Ririn.


Zee tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya.


"Akhirnya Lo nikah juga Rin,selamat ya?" ucap Zee dengan nada super tinggi.


Kania yang duduk tidak jauh dari merekapun mendengar ucapan Zee itu.


Zee memberikan kode pada Ririn dan Eva untuk mengikuti permainannya.


"Iya donk,Guekan laku,apalagi calon suami gue itu masih single dan juga kaya raya," jawab Ririn dengan nada tak kalah tinggi dari Zee.


"Iya Lo bener,harusnya kalo cari pasangan itu emang yang masih sigle,bukan yang udah punya istri," imbuh Eva.


Kania mulai panas mendengar ocehan mereka.


"Tapi kalian tenang aja,karena gak ada Pelakor yang bisa ngalahin istri Sah," ucap Zee sembari melirik kearah Kania.


Kania menghela nafas berusaha menahan emosinya,pelayan mengantarkan minuman untuknya.


"Tapi pelakornya aja yang terkadang gak punya harga diri,pake nawarin tubuhnya segala lagi," Ucap Zee lalu tertawa bersama Ririn dan Eva.


Kania berdiri sambil membawa segelas minuman dan berjalan kearah Zee.Ia langsung menyiramkan segelas minuman itu kewajah Zee.


"Akh..." pekik Zee yang langsung berdiri diikuti Ririn dan juga Eva.


"Eh..Lo apaan sih?" bentak Ririn.


"Kalian sengajakan ngomongin gue?" tanya Kania dengan ketus.


Zee mengusap wajahnya yang basah, "Oh..Lo ngerasa gak punya harga diri,"


Kania mengambil makanan dimeja dan melemparkannya kerambut Zee.


"Akh..Kania..." pekik Zee lagi.


"Jaga mulut Lo," bentak Kania.


"Keterlaluan ya Lo" Ririn menyiramkan minumannya kewajah Kania.


Eva yang sedang hamil memilih mundur dari keributan itu.


Zee,Kania dan Ririn masih saling melempar makanan,keributan mereka berlanjut hingga saling lempar piring dan gelas hingga banyak barang yang rusak dan pecah.


Pelanggan pun banyak yang kabur karena merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.


Manager kafe datang dan ingin melerai mereka tapi justru ia terkena lemparan saus tomat oleh Zee tepat diwajahnya.


"Berhenti," teriak manager itu.


Zee,Kania dan Ririnpun menghentikan aksi mereka.


Wajah dan baju mereka sangat kotor dan kondisi kafe juga rusak parah.


Zee dan teman-temannya bersama Kania juga sedang dipos satpam terdekat.


Eva membantu Zee dan Ririn membersihkan noda makanan dirambut mereka dengan tisu.


Sementara Kania juga mengelap wajahnya dengan tisu.


"Jadi total yang harus kalian ganti,20 juta" ucap manager kafe.


"20 juta," pekik mereka bersamaan.


"Pak,bapak yang bener aja dech,masa 20 juta,barang yang kita rusak juga gak sebanyak itu," ucap Zee.


"Memang,barangnya gak seberapa tapi banyak pelanggan saya yang kabur gara-gara kalian," ucap Manager kafe itu dengan tegas.


Zeepun terdiam,begitu juga yang lain,mana ada mereka uang sebanyak itu.


"Pak,tolong urus mereka,jangan biarin mereka pergi sebelum ada yang menjamin dan sebelum mereka ganti rugi," ucap Manager kafe itu pada salah satu petugas disana.


"Baik pak,kami akan urus," jawab satpam itu.


Manager kafe itupun meninggalkan mereka karena masih ada urusan.


Sebelumnya mereka sudah diminta untuk menghubungi keluarganya,tapi hanya Zee yang berani menghubungi Deril,sementara yang lain tidak berani karena takut kena semprot oleh keluarga masing-masing.

__ADS_1


Begitupun Kania yang tidak ingin membuat ibunya khawatir.


__ADS_2